
Roum berpikir dengan keras tentang cara menenangkan perang ini, matanya terus menatap ke seluruh medan perang sebelum jatuh pada tubuh Elos yang ikut berdiri di atas tembok kota.
Berdasarkan kemampuan miliknya, ia dapat merasakan bahwa Elos memiliki kekuatan rank 7 yang 2 tingkat lebih lemah daripada dirinya. Setidaknya, selama ia bisa bertarung melawan Elos maka ada kesempatan besar untuk menang.
Tiba-tiba mata Roum bersinar, sebuah ide muncul di kepalanya.
"Wakil, beritahu seluruh pasukan untuk mundur, kita akan istirahat makan siang selama sejam sebelum berperang lagi", kata Roum yang sudah siap dengan ide barunya, selama ide ini gagal maka dirinya kalah, tapi jika berhasil maka itu kemenangan mereka.
Mendengar keputusan Roum, wakil kapten merasa terkejut. Bagaimanapun para prajurit sedang menyerang sekarang, apabila mereka mundur maka musuh pasti memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang pasukan mereka yang melarikan diri, jumlah korban pasti tidak kurang dari 500 orang. Belum lagi setelah semua pasukan mundur, mereka harus mengulang kembali semua serangan ini dari awal sebab pasukan musuh pasti menghancurkan tangga-tangga yang sudah diletakkan pada tembok mereka.
"Kapten Roum, jika pasukan mundur maka kerugian yang kita miliki pasti lebih besar. Apalagi kita harus melakukan serangan dari awal lagi, lebih baik untuk bertahan dan menunggu sampai kesempatan kita, dengan cara itu maka ada kemungkinan--", kata wakil kapten tersebut berusaha membujuk Roum.
Namun Roum mengangkat tangannya untuk langsung menghentikan wakil kapten "Kita harus menunggu berapa lama lagi sampai kesempatan itu tiba? Sebagai seorang wakil kapten maka kau pasti tahu bahwa kita hanya akan kalah jika terus menyerang seperti ini, oleh karena itu kita harus mundur dulu dan mengatur ulang strategi. Walaupun aku tidak bisa memastikan kemenangan memakai strategi yang aku miliki, tapi paling tidak aku yakin sebanyak 70%".
Wakil kapten sedikit terkejut sebab keyakinan Roum sebanyak 70% itu sudah sangat besar, lagipula tidak ada seorangpun yang bisa yakin 100% untuk memenangkan sebuah peran meskipun musuh lebih lemah daripada mereka.
"Kapten Roum, apakah anda akan memanggil tuan Talba--", kata wakil kapten penuh keraguan, tapi ia segera berhenti berbicara lebih banyak lagi sebab ia sadar bahwa sebagai wakil kapten maka tugasnya hanya memberi saran kepada kapten. Sedangkan untuk strategi dan memimpin para prajurit, maka kapten memegang penuh kekuasaan tersebut.
Jadi wakil kapten hanya membungkuk "Baiklah kapten, aku akan mengumpulkan para prajurit kembali".
...----------------...
Elos yang berada di atas tembok kota mendengar sebuah suara gong yang sangat keras, hal ini membuat Elos menatap ke arah asal suara tersebut.
__ADS_1
Ternyata suara gong itu berasal dari pasukan musuh, ketika pasukan musuh mendengar suara tersebut maka mereka menjadi terkejut selama beberapa saat sebelum mulai bergerak mundur.
Baik itu Elos dan pasukannya juga terkejut terhadap para pasukan musuh yang bergerak mundur, Elos yang kembali sadar lebih dulu berteriak tanpa ragu "Bunuh semua orang ini, jangan biarkan mereka kembali!".
Para prajurit Elos yang terkejut serta tidak mengerti atas tindakan pasukan musuh kembali sadar, mereka mengangkat panah dan pedang mereka untuk membunuh para prajurit musuh yang mencoba melarikan diri.
Meskipun rekan mereka di bunuh, pasukan musuh sama sekali tidak peduli dan terus bergerak mundur untuk kembali ke kamp utama mereka dimana Kapten Roum berada.
Selama waktu pasukan musuh mundur juga, pasukan Elos bisa membunuh 500 pasukan musuh lagi.
"Tuan, ini kemenangan besar! Kita berhasil membunuh 2000 pasukan musuh sedangkan kita hanya kehilangan 100 pasukan, ini kemenangan besar! Sekarang pasukan musuh hanya memiliki 3000 prajurit, kemenangan sudah ada di depan mata kita!", kata Zeyi yang melaporkan hasil peperangan penuh semangat pada Elos, padahal sebelum perang ini Zeyi sudah mempersiapkan dirinya terhadap laporan banyaknya pasukan Elos yang mati. Tapi ia tidak pernah berpikir, ternyata pasukan di pihak mereka hanya berkurang sedikit.
Berbeda dari Zeyi yang merasa senang, wajah Elos sekarang sangat suram.
Elos yang sedang berpikir sedikit mengangguk "Ini terlalu aneh, musuh merupakan pemimpin pasukan elit ke 3 Kerajaan Ray, oleh karena itu ia pasti tahu bahwa membiarkan pasukannya mundur merupakan kerugian besar, tetapi ia masih melakukan hal tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar ia memiliki rencana lain".
"Rencana?", tanya Kronev sedikit bingung, bagaimanapun ia bukanlah Lumina yang lebih sering berpikir ke depan, Kronev merupakan orang yang lebih senang memakai serangan langsung daripada strategi.
"Aku juga tidak tahu rencana yang mereka miliki, namun apapun itu kita harus siap! Selama kita bisa menahan rencana mereka kali ini maka itu pasti kemenangan untuk kita! Zeyi, beritahu pasukan untuk memperkuat penjagaan, Kronev juga harus bersiap untuk melawan pemimpin musuh. Kali ini kapten musuh pasti turun ke medan perang sendiri", kata Elos tegas.
"Baik, tuan!", jawab Zeyi dan Kronev yang mulai bersiap.
Elos mengangkat kepalanya ke langit dimana sudah ada banyak awan gelap menutupi matahari, nampaknya sebentar lagi akan turun hujan.
__ADS_1
"Aku memiliki firasat buruk saat ini", kata Elos yang menatap langit suram itu.
...----------------...
Ketika para prajurit Roum sibuk makan siang penuh kebingungan akibat Roum yang tiba-tiba memberitahu mereka untuk mundur, Roum bersama kapten pergi ke sebuah tenda yang dibuat oleh para prajurit saat datang kesini.
Tenda ini awalnya merupakan tempat untuk menyimpan makanan dan minum serta merawat orang-orang yang terluka, tapi sebenarnya Roum memiliki alasan lain untuk membuat tenda ini.
Tenda ini cukup besar dan terbagi menjadi beberapa ruangan, jadi Roum bersama wakilnya pergi ke ruangan paling akhir.
Roum sudah melarang semua prajuritnya untuk datang kesini, ada sebuah rahasia besar miliknya disini yang hanya ia dan wakilnya ketahui.
Roum berkata sedikit hormat ke ruangan yang tertutup kain tenda tersebut "Tuan Talba, apakan anda sibuk?".
"Apakah itu Roum?", sebuah suara tua terdengar dan kain yang menutupi ruangan tersebut mulai terbuka.
Sosok pria tua yang memiliki rambut putih panjang dan berusia sekitar 70 tahun terlihat di ruangan tersebut, ia memiliki tubuh yang lemah dan kurus sehingga membuat orang berpikir bahwa ia bisa mati kapanpun.
Tetapi Roum tidak berani meremehkan pria tua ini sebab kekuatannya lebih kuat dari dirinya.
"Tuan Talba, saya membutuhkan bantuan anda sekarang", kata Roum hati-hati.
"Kau akhirnya membutuhkan bantuan ku?", kata Talba sedikit mengangguk "Aku berhutang sekali padamu yang sudah melindungi serta menyembunyikan diriku dari kematian, oleh karena itu aku tidak keberatan untuk membantumu sekali selama itu tidak berlebih. Jika aku sudah membantumu sekali ini maka aku akan pergi, bantuan apa yang kau butuhkan?".
__ADS_1
"Tuan Talba, kami sekarang ini sedang kesulitan melawan pasukan musuh, oleh karena itu saya membutuhkan bantuan anda untuk--", Roum segera menceritakan bantuan apa yang ia butuhkan kepada Talba.