
Tidak lama kemudian, kabar kematian anak dari Marquis Nate di Labirin Fjorten menyebar.
Mendengar hal tersebut, Marquis Nate menjadi sangat marah. Ia tahu bahwa anaknya salah, tapi langsung membunuh anaknya itu sama dengan menantang dirinya. Jika ia tidak membalas dendam kepada Elos maka bangsawan lain akan menganggapnya sebagai penakut yang tidak berani membalas kematian anaknya, seluruh bangsawan pasti akan menertawakan dirinya, terutama bangsawan baru yang membenci bangsawan lama mereka.
Tetapi Marquis Nate sama sekali tidak berani bertindak sembarangan, lagipula raja mereka sebelumnya ditekan oleh 8 Tuan Labirin agar tidak menyerang Elos. Apabila ia menyerang Elos tanpa izin raja, mungkin raja akan membersihkan seluruh keluarga Nate miliknya.
Oleh karena itu, setelah berita kematian anaknya menyebar sampai ke dirinya maka Marquis Nate memutuskan untuk pergi ke ibukota Kerajaan Ray dan mencari saran dari raja.
Di istana ibukota Kerajaan Ray, seorang pria berusia sekitar 40 tahun dengan rambut pirang pendek serta pakaian mewah bangsawan menunggu di depan sebuah gerbang besar yang terbuat dari emas serta berlian, ada 2 prajurit yang menjaga gerbang itu sehingga pria ini tidak berani segera membuka gerbang ini tanpa izin.
Belum lagi kekuatan 2 prajurit itu adalah rank 5, padahal kekuatan rank 5 sudah bisa menjadi bangsawan besar atau orang penting, tapi di istana Kerajaan Ray ini maka prajurit rank 5 hanya bisa menjadi penjaga pintu.
Setelah menunggu selama 10 menit, gerbang raksasa itu terbuka serta seorang pria berusia sekitar 50 tahun dan memiliki rambut hitam pendek serta wajah yang licik berkata sedikit sopan kepada pria yang sudah menunggu ini "Marquis Nate, yang mulia sudah memberi anda izin untuk menemuinya, silahkan ikuti saya".
Ternyata pria berambut pirang ini merupakan Marquis Nate, ia membenarkan pakaian miliknya agar bisa tampil sebaik mungkin dihadapan raja sambil berkata "Terima kasih Perdana Menteri Solos yang sudah membantu saya untuk bertemu yang mulia, maafkan karena saya harus merepotkan anda".
Marquis Nate bersikap sangat sopan terhadap pria ini sebab Solos ini merupakan perdana menteri Kerajaan Ray, kekuasaan serta jabatannya hanya di bawah sang raja. Setidaknya gelar perdana menteri memiliki kekuatan dan kekuasaan yang sama dengan gelar bangsawan Grand Duke, jadi Marquis Nate harus bersikap sangat sopan padanya.
__ADS_1
Perdana menteri Solos tersenyum lembut "Tuan Marquis terlalu sopan, sudah seharusnya bagi saya untuk membantu tuan Marquis sebab jasa tuan Marquis untuk kerajaan ini terlalu besar. Belum lagi saya juga sudah mendengar tentang anak tuan Marquis, saya ikut sedih akan hal ini. Tuan Marquis tidak perlu khawatir, saya akan membujuk yang mulia untuk membantu tuan Marquis mendapatkan keadilan".
Marquis Nate sangat tersentuh, bahkan Grand Duke sekalipun tidak pernah sebaik ini pada dirinya. Jadi Marquis Nate sedikit membungkuk "Perdana Menteri Solos, saya pasti akan mengingat kebaikan anda".
Akhirnya mereka berhenti berbicara di depan pintu, lagipula raja sudah menunggu mereka sehingga tidak baik untuk membuat raja menunggu terlalu lama.
Marquis Nate sama sekali tidak tahu bahwa setelah ia berjalan cukup jauh, Solos tersenyum licik "Orang ini benar-benar sangat mudah di tipu, ia memang cocok dijadikan sebagai kambing hitam".
Tapi Solos hanya mengatakan hal ini dipikirannya, jangan sampai Marquis Nate mendengar apa yang ia katakan.
2 orang itu berjalan di depan tahta sebelum berlutut, mereka tidak berani mengangkat kepada mereka sebab mereka sekarang sedang ada di depan raja. Siapapun yang mengangkat kepala mereka di depan raja tanpa izin, orang itu pasti akan di hukum mati.
Suara pria yang sangat tua terdengar dari tahta tersebut "Angkat kepala kalian".
"Terima kasih, yang mulia!", teriak 2 orang itu yang akhirnya mengangkat kepala mereka.
Di atas tahta duduk seorang pria yang memiliki rambut putih serta janggut berwarna putih, ia sudah terlihat sangat tua sampai-sampai rambutnya menjadi putih.
__ADS_1
Walaupun sudah tua, raja ini masih memiliki kebijaksanaan pada matanya. Oleh karena itu, tidak ada yang berani meremehkan sang raja hanya karena umurnya.
"Marquis Nate, ada masalah apa kau sampai datang padaku? Apakah ini berhubungan dengan anakmu?", tanya raja.
"Yang mulia sangat cerdas, tujuan saya kesini untuk mencari petunjuk dari yang mulia. Apakah saya harus membalaskan dendam anak saya atau tidak? Selama yang mulia tidak memberikan izinnya, saya tidak akan berani bertindak! Bagaimanapun keluarga Nate kami selalu setia kepada Kerajaan Ray dari ratusan tahun yang lalu, begitu juga saya setia kepada yang mulia," kata Marquis Nate penuh kehati-hatian agar tidak mengatakan sesuatu yang membuat raja marah.
"Nate temanku, aku tahu seberapa sedihnya dirimu kehilangan anak yang sangat penting bagimu. Tapi aku tidak bisa melalukan apapun, jika aku bertindak maka 8 Tuan Labirin akan menjadikan alasan ini untuk menyerang kita. Apalagi para iblis itu masih menunggu kita menjadi lemah sebelum menyerang, hal ini menyebabkan aku tidak bisa membantumu", kata raja dengan wajah sedih.
Wajah Marquis Nate ikut menjadi sedih, walaupun begitu ia hanya bisa melakukan perkataan raja. Sebelum Marquis Nate bisa setuju, raja berkata lagi "Aku memang tidak bisa bergerak, tapi apabila hanya kau yang bergerak maka itu berbeda. Bagaimanapun kau memiliki alasan untuk menyerang penguasa Labirin Fjorten yaitu anakmu, 8 Tuan Labirin sama sekali tidak bisa bertindak sebab alasan balas dendam mu yang sangat jelas. Apakah kau mengerti maksudku, Nate temanku?".
Wajah Marquis Nate menjadi cerah, ia mengerti bahwa raja mengizinkannya menyerang Elos dengan syarat bahwa ia tidak mewakili Kerajaan Ray, namun ia menyerang mewakili kematian anaknya "Yang mulia, saya mengerti! Kalau begitu aku akan kembali ke wilayah ku secepat mungkin dan menyiapkan pasukan".
Setelah mendapatkan izin dari raja, Marquis Nate pergi dari tempat itu penuh semangat.
Tapi Marquis Nate sama sekali tidak tahu bahwa raja dan Perdana Menteri Solos tersenyum licik menatap dirinya yang pergi.
"Yang mulia, anda memang sangat cerdas! Memakai Marquis Nate untuk menjadi pion anda membersihkan Elos itu, Dewi Sares pasti akan memberikan hadiah yang tepat atas kecerdasan rencana yang mulia. Selama Marquis Nate membunuh Elos, 8 Tuan Labirin lainnya tidak bisa membalas dendam pada yang mulia. Paling banyak mereka hany bisa membunuh Marquis Nate, kehilangan Marquis Nate sama sekali tidak membuat kerugian besar bagi kerajaan kita. Paling banyak, kita hanya perlu memilih bangsawan baru untuk mengelola wilayahnya", kata Solos penuh kekaguman kepada raja yang membuat rencana sangat hebat, dengan rencana ini maka 8 Tuan Labirin sekalipun tidak akan bisa menyalahkan Kerajaan Ray.
__ADS_1
Raja tersenyum sedikit "8 Tuan Labirin sudah membuat para dewa repot, jika ada 9 maka kekuatan Tuan Labirin akan semakin kuat. Oleh karena itu, para dewa tidak bisa membiarkan hal tersebut terjadi. Sebagai raja dari Kerajaan Ray yang mengikuti dewa cahaya, sudah seharusnya kita membantu dewa cahaya tersebut. Tapi kita memiliki musuh iblis dan dewa jahat yang selalu menyerang kita, selain itu 8 Tuan Labirin yang lain terus menatap kita, selama kita berani menyerang Tuan Labirin baru itu maka mereka pasti tidak akan duduk diam. Jadi kita hanya bisa memakai Marquis Nate sebagai pion, apalagi ia memiliki alasan yang cukup untuk melawan tuan labirin yang baru itu. Sekarang kita hanya perlu menunggu Marquis Nate kembali membawa kemenangan untuk Kerajaan Ray".