AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 276 : KAU BERSIKAP SEAKAN-AKAN TIDAK TAHU


__ADS_3

Hergaf menjadi bingung terhadap perkataan Torei, ia bertanya dengan ragu "Menghancurkan istana milikmu? Membunuh semua pengikut mu walaupun mereka tidak bersalah? Apakah ada kesalahpahaman disini? Kami tidak pernah melakukan tindakan seperti itu, atau kau mengatakan itu agar membuat kami terlihat seperti penjahatnya?".


"Lihat?", kata Torei tersenyum jijik "Kau bersikap seakan-akan tidak tahu, kalian bertindak seperti kalian sama sekali tidak pernah melakukan itu! Padahal kalian adalah orang yang menyerang istanaku, tapi kalian segera bersikap seperti tidak mengingatnya! Bukanlah kalian lebih buruk dari kami? Bukan hanya kejam, bahkan kalian adalah orang-orang licik yang bersikap bodoh agar tidak disalahkan! Orang yang jauh lebih buruk daripada kami seperti kalian tidak seharusnya mengejek kami, lihat dirimu sendiri dulu".


Hergaf menemukan bahwa Torei tidak terlihat berbohong sehingga ia berkata "Sepertinya ada yang salah disini, aku tidak ingat pernah menghancurkan istana milikmu. Selain itu, Tuan Elos ataupun pertemuan Federasi Tuan Labirin tidak pernah membahas hal ini, mungkin ada kesalahpahaman disini--".


Sebelum Hergaf bisa menyelesaikan perkataannya, Torei sudah mengangkat tangannya untuk menghentikan Hergaf "Cukup, pada akhirnya kalian tidak akan pernah mengaku. Sebuah tindakan bodoh untuk berbicara dengan kalian, kau sama sekali tidak perlu menjelaskan apapun sebab aku tidak tertarik untuk mendengarkan penjelasan mu. Lebih baik kita langsung mulai pertarungannya agar aku bisa membunuh kalian secepat mungkin lalu membunuh Elos, bagaimanapun ia adalah orang dibalik semua penyerangan terhadap istanaku, aku pasti akan membalas dendam ini!".


Hergaf tahu bahwa tidak ada gunanya lagi untuk menjelaskan karena Torei sudah tidak tertarik untuk mendengarkan, jadi ia menatap ke arah orang-orang di sekitarnya untuk bersiap sesuai rencana yang sudah mereka buat.


Melihat tatapan Hergaf, mereka segera mengerti.


Krak berdiri di samping Hergaf, ia adalah petarung jarak dekat yang membuat ia akan bertarung di samping Hergaf.


Letta berdiri di posisi paling belakang sebab ia merupakan penyihir dimensi, sebagian serangannya jauh lebih cocok sebagai serangan jarak jauh sehingga ia berada di posisi paling belakang sedangan Fiora sebagai penyembuh berada di tengah agar bisa mendukung seluruh kelompok baik itu Hergaf dan Krak yang ada di depan serta Letta yang menyerang dari belakang.


"Apakah kalian sudah selesai melakukan persiapan? Kalau begitu maju, aku akan mengalahkan kalian semua, tidak peduli seberapa banyak dari kalian yang harus aku lawan!", kata Torei yang melangkahkan 1 kakinya ke depan lalu mengangkat 2 tangannya untuk bersiap memukul.


Hergaf mengamati bahwa Torei sama sekali tidak memakai apapun, Hergaf sebelumnya sudah pernah mendengar dari Urmur bahwa Torei bukan seorang ahli pedang, tombak ataupun senjata lainnya melainkan Torei ahli bertarung memakai tangan kosong yaitu tanpa senjata apapun.

__ADS_1


Oleh karena itu, saat Torei memakai pedang ataupun tombak maka itu berarti ia tidak memakai seluruh kekuatannya. Hanya saat memakai 2 tangan dan kakinya untuk bertarung, maka itu berarti Torei sudah memakai kekuatan penuhnya.


Torei yang sudah bersiap untuk bertarung menarik nafasnya, tiba-tiba Hergaf dan yang lainnya merasakan tekanan yang kuat dari tubuh Torei.


Saat Torei menarik nafasnya, maka aura di seluruh tubuhnya berubah yang sangat berbeda dari sebelumnya.


Hergaf yang berdiri diam di tempatnya merasakan bahwa ia seperti sedang ditatap oleh singa, seekor raja singa yang memberikan tekanan pada dirinya hingga sulit untuk bergerak.


Hergaf sedikit melihat ke arah Krak yang lain untuk menemukan bahwa keadaan mereka jauh lebih buruk, mereka berdiri diam di tempat, lebih tepatnya seluruh tubuh mereka membeku akibat tekanan dari Torei hingga kesulitan untuk bergerak.


"Ada apa? Kenapa kalian belum menyerang? Jangan bilang bahwa kalian takut? Jangan khawatir, aku membiarkan kalian melakukan 5 serangan dulu kepadaku, aku tidak akan melawan balik. Tetapi apabila tidak ada dari kalian yang menyerang setelah 5 menit, maka saat itu aku akan langsung maju", kata Torei percaya diri, ia sangat yakin terhadap kemampuan bertarung tangan kosongnya.


Ketika Hergaf bersiap untuk memulai langkah serangan lebih dulu agar Krak dan yang lainnya bisa kembali bergerak, Torei tiba-tiba berkata lagi "Kalau dipikir-pikir, hal ini cukup aneh. Sebelumnya aku berpikir bahwa orang yang akan melawanku itu adalah Zamir, apakah ia sedang melawan Ark? Bagaimanapun kau memang kuat, tapi masih kalah dibandingkan Zamir. Apabila orang itu tidak melawanku, maka ia kemungkinan besar melawan Ark sebab aku dan Ark adalah orang terkuat di kelompok ini".


Mendengar perkataan Torei, Hergaf menggelengkan kepalanya "Tidak, Zamir memilih untuk melawan Hera".


Torei terkejut mengetahui hal itu, sebenarnya bukan hanya Torei yang merasa aneh, tapi Hergaf juga bingung terhadap keputusan Zamir.


Pada awalnya Hergaf berpikir bahwa Zamir akan memilih untuk melawan Torei sedangkan Elos melawan Ark sebab 2 orang itu merupakan yang terkuat di kelompok mereka, masalahnya ketika sedang memilih maka Zamir memilih untuk melawan Hera.

__ADS_1


Menurut Zamir, ia sebenarnya berencana memilih untuk melawan Luri, tapi karena Tiamat dan Witer sudah memilih Luri lebih dulu maka ia hanya bisa melawan Hera.


Zamir yakin bahwa Hera lebih kuat daripada Torei, setidaknya apabila itu urutan kekuatan musuh maka Ark atau Luri merupakan yang terkuat, lalu diikuti oleh Hera, Torei, Halra dan Sares yang merupakan sosok terlemah.


Elos juga sudah menyetujui keputusan Zamir, oleh karena itu Hergaf hanya bisa memilih untuk melawan Torei.


Torei yang terkejut kembali sadar, ia menatap Hergaf sebelum menggelengkan kepalanya "Apakah Zamir sudah terlalu tua sehingga tidak bisa memilih lawan yang tepat lagi? Atau ia tahu bahwa aku terlalu kuat, jadi ia memilih lawan yang lebih lemah yaitu Hera? Tidak peduli apapun jawabannya, aku hanya perlu melawan kalian semua. Kalian bisa mulai memberikan 5 serangan lebih dulu, aku akan menyelesaikan pertarungan disini dengan cepat lalu menuju tempat Ark agar bisa membunuh Elos secara langsung".


Hergaf bergegas maju tanpa ragu, ia menarik pedangnya yang sudah memiliki energi cahaya yang kuat lalu menebas ke arah Torei, Hergaf berencana untuk mengukur kekuatan Torei lebih dulu memakai serangan ini.


Menghadapi tebasan pedang Hergaf, Torei sama sekali tidak menghindar atau mencoba melarikan diri.


Ia menarik nafas sebelum memukul ke arah tebasan pedang itu.


Siapapun pasti tahu bahwa pukulan memiliki kemungkinan lebih besar untuk kalah saat melawan pedang, terutama jika pukulan itu menghadapi pedang secara langsung, namun hal seperti itu tidak berlaku pada Torei.


"Brak!".


Hergaf sedikit terkejut sebab pukulan Torei membuat ia mundur sebanyak 4 langkah ke belakang sedangkan Torei masih berdiri diam di tempatnya, tinju Torei yang memukul serangan pedang barusan juga tidak terluka sedikitpun yang menunjukkan seberapa menakutkannya kemampuan serangan tangan kosong milik Torei, setidaknya tinju Torei tidak kalah dari pedang sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2