AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 252 : TERIMA KASIH


__ADS_3

Melihat tindakan Hergaf tersebut, Lumina yang masih merasa kesakitan langsung berteriak panik "Hergaf, menjauh! Ia menjebak mu!".


Ketika Hergaf mendengarkan perkataan Lumina, ia kembali sadar.


Tanpa ragu sedikitpun, Hergaf melompat mundur untuk mengambil pedangnya lagi serta menjauh dari Elos.


Namun jaraknya sekarang sudah dekat dari Elos, oleh karena itu tulang di tubuh Elos kembali pulih lagi dengan Ruler of Life lalu sebuah tangan tulang memukul bagian belakang leher Hergaf "Terima kasih, Elos pasti senang memiliki para prajurit khusus yang perhatian dan baik seperti kalian! Apabila kalian tidak seperti itu, maka aku pasti kesulitan untuk mengalahkan mu! Bagaimanapun, kau masih lebih kuat daripada seorang anak berkekuatan petir yang aku bunuh sebelumnya. Untung kau peduli pada Elos, semaunya menjadi lebih mudah!".


Dengan pukulan Elos, Hergaf merasakan kesadarannya semakin pudar.


Sebelum jatuh, Hergaf masih bisa bergumam "Beraninya kau! Kembalikan tubuh tuan--".


"Brak!".


Hergaf jatuh kehilangan kesadaran di tanah, jika ia sampai akhir tidak menurunkan penjagaannya maka Elos pasti tidak mengalahkannya semudah ini.


Lagipula Hergaf merupakan keberadaan kuat di bawah Urmur, dari segi kekuatan maka ia mungkin tidak kalah dari Ark ataupun Torei.


Setelah Hergaf dan yang lainnya jatuh, Elos bisa dengan mudah menjatuhkan semua orang yang lain ataupun prajurit mayat hidup milik Elos.


Sekarang Elos berdiri di tengah ruangan ini dengan semua orang yang berbaring lemah di sekitarnya, selain Elos maka hanya Letta yang masih berdiri di ruangan ini.

__ADS_1


Bukan berarti Letta tidak bisa melawan Elos, tapi ia bingung bagaimana cara melawan Elos.


Hergaf, Krak, Pride, Lumina, Kronev, Aruse dan semua orang yang jauh lebih kuat dari dirinya sekalipun kalah dengan mudah, bagaimana mungkin ia bisa menang melawan Elos yang sekarang.


Elos kembali menatap ke arah Letta, ia mulai berjalan perlahan-lahan menuju Letta "Maaf membuat anda menunggu, nona! Ternyata lebih banyak tamu yang tidak diundang daripada yang aku pikirkan, oleh karena itu aku harus membuatmu menunggu lebih lama".


Melihat bahwa Elos masih menargetkan dirinya, Letta yang tahu bahwa dirinya tidak bisa menang hanya bisa tersenyum pahit "Kenapa kau sepertinya sangat menargetkan diriku? Bukankah ada lebih banyak orang lain yang jauh lebih kuat dari diriku, kenapa kau seperti hanya menargetkan diriku?".


Elos sudah berdiri di depan Letta, ia memegang wajah Letta dengan hati-hati "Aku rasa alasannya yaitu kekuatan dimensi milikmu! Hanya sedikit orang di dunia ini yang bisa memiliki kekuatan dimensi, apakah kau tahu kenapa dirimu bisa sangat ahli di kekuatan dimensi? Bahkan tingkat kekuatanmu memang tidak terlalu tinggi, namun dari segi kekuatan dimensi maka tidak ada yang bisa mengalahkan mu di dunia ini, apakah kau tahu alasannya?".


Letta menjawab dengan ragu "Karena aku memiliki kecocokan tinggi terhadap elemen dimensi".


"Kau benar, tapi kurang tepat! Jawabannya yang tepat yaitu kau lahir dengan permata dimensi! Tubuhmu memiliki sebuah permata dimensi di jantungmu, hanya dengan membunuhmu maka aku bisa mengambil permata dimensi tersebut. Selama aku memakan permata dimensi itu, maka aku pasti menjadi puluhan kali lebih kuat dari sekarang, aku juga bisa mengendalikan dimensi seperti dirimu! Tidak, bahkan jauh lebih baik dari dirimu yang sekarang sebab kekuatanmu terlalu lemah", kata Elos.


Elos mengangguk "Nampaknya kau sudah di rawat oleh orang bernama Urmur sejak kau kecil, kemungkinan besar Urmur itu memang merahasiakan hal ini agar kau tidak diburu. Setiap orang tertarik dengan permata dimensi, oleh karena itu selama mereka mengetahui bahwa kau memilikinya maka mereka pasti memburu mu. Tetapi Urmur ini benar-benar bodoh, apabila ia mengambil permata dimensi milikmu maka ia pasti menjadi lebih kuat lagi, ia tidak akan terbunuh dengan mudah seperti itu".


Letta terkejut mengetahui kebenaran itu, di sisi lain ia sangat berterima kasih terhadap Urmur yang ternyata sudah melindunginya secara diam-diam.


"Baiklah, tidak perlu membuang waktu lagi, Hergaf itu mungkin akan bangun sebentar lagi, jadi aku harus membunuh kalian semua sekarang", kata Elos yang menggerakkan tangannya ke leher Letta untuk membunuhnya.


Tiba-tiba sebuah suara tepuk tangan terdengar di ruangan itu, hal ini membuat Elos yang dikendalikan Ruler of Death sangat marah. Kenapa setiap kali ia akan membunuh Letta maka selalu ada yang menganggu nya? Padahal waktu membunuh Tersin maka ia bisa melakukannya dengan mudah.

__ADS_1


Elos menatap ke arah suara tepuk tangan itu sambil berteriak marah "Semut mana lagi yang begitu bodoh untuk mencoba menganggu--".


Elos berhenti berbicara saat menemukan bahwa sosok yang bertepuk tangan itu adalah seseorang yang memakai jubah hitam gelap hingga tidak menunjukkan sedikitpun wajahnya. Bahkan Elos sekalipun tidak tahu apakah orang ini adalah pria atau wanita.


Selain itu, ada sebuah sabit merah darah raksasa di belakang sosok berjubah itu.


Sosok berjubah itu berhenti bertepuk tangan "Sangat hebat, Tuan Locke meletakkan kekuatannya dan Tuan Myro ke tubuh Tuan Muda Elos bukan agar kalian bisa mengendalikannya, namun kalian berani mengendalikan tubuh tuan yang seharusnya kalian bantu? Apakah kalian sudah gila?".


Elos melepaskan tangannya dari leher Letta, ia mengambil artefak pedang milik Hergaf sebelum berkata "Siapa yang berpikir bahwa kau juga disini Grica si Dewa Kematian? Tetapi ini aneh, kenapa kau terlambat datang untuk membantu tuan muda mu? Mengingatkan kesetiaan mu, kau seharusnya tidak terlambat untuk datang membantu tuan muda mu bukan?".


"Aku barusan membersihkan tikus yang diam-diam datang ke labirin ini untuk membunuh Tuan Muda Elos sebelum mengetahui bahwa kau tiba-tiba sudah bertindak sendiri", kata sosok berjubah yang bernama Grica ini, ia mengambil sebuah kepala dan melemparkannya ke tanah. Jika Ark dan Perot melihat kepala yang dilempar Grica ini, mereka pasti akan mengenalnya sebab itu adalah kepala pembunuh nomor 01.


"Ruler of Death dan Ruler of Life, aku memberi kesempatan kepada kalian! Lepaskan tubuh Tuan Elos sekarang, atau aku akan membuat kalian melepaskannya dengan tanganku sendiri", kata Grica.


Grica dikirim kesini untuk melindungi Elos sesuai dengan tugas yang diberikan Locke, ia sebenarnya juga memiliki alasan lain untuk mengikuti Elos. Jika tidak, maka sebagai 17 dewan maka ia boleh menolak untuk mengikuti Elos.


"Aku tidak bisa melepaskannya", kata Elos tanpa ragu "Setelah mendapatkan tubuh maka aku tahu bahwa memiliki tubuh itu jauh lebih baik daripada hanya menjadi kekuatan seperti sebelumnya. Grica sang dewa kematian, apakah kau berpikir bisa membunuh ku yang berasal dari kekuatan tuan mu? Kau bukanlah lawan--".


Sebelum Elos bisa menyadarinya, Grica sudah berdiri di belakangnya dengan memegang sabit merah darah itu.


"Slash!".

__ADS_1


Kepala Elos langsung lepas tanpa ia bisa melihat gerakan Grica sedikitpun.


Grica menyimpan sabitnya sambil berkata dengan dingin "Aku bisa membunuhmu!".


__ADS_2