AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 37 : BARE DAN ELAGE


__ADS_3

Elos juga terkejut terhadap kekuatan menakutkan dari Ruler of Death, padahal Elos awalnya hanya berpikir bahwa serangannya paling banyak akan membunuh 100 orang.


Walaupun dirinya sangat terkejut, tapi Elos kembali sadar sangat cepat. Ia mengangkat tangannya sebelum berteriak sangat keras "Seluruh pasukan serang! Hancurkan musuh sampai tidak ada lagi seorang yang bertahan hidup!".


"Aaaaa!", para mayat hidup milik Elos sama sekali tidak bisa berbicara sebab rank mereka yang sangat rendah, oleh karena itu para mayat hidup ini hanya bisa berteriak sebelum berlari menuju ke arah musuh.


Melihat 3000 pasukan mayat hidup yang semakin mendekat, pasukan musuh sudah sangat ketakutan. Bagaimanapun mereka masih belum bisa melupakan Elos yang menghancurkan 1000 pasukan hanya dengan sekali serangan. Sekarang mereka harus menghadapi banyak mayat hidup secara langsung, mereka merasa kematian sudah ada di depan mata mereka, terutama sewaktu menatap mata Elos yang sangat gelap seperti jurang kematian.


Seoang pasukan yang sudah ketakutan memutuskan untuk melemparkan senjatanya ke tanah, ia berteriak "Sudah cukup! Tidak ada kesempatan untuk menang! Aku tidak boleh mati, ada anak-anak yang menunggu ku kembali ke rumahku. Tanpaku, siapa yang akan memberi anak-anak itu makan sampai besar?".


Tanpa ragu sedikitpun, pria itu berbalik dan melarikan diri dari tempat ini, ia merupakan kepala keluarga yang membuat keluarganya bertahan hidup hingga sekarang. Jadi ia paling takut akan kematian sebab keluarganya masih menunggu dirinya kembali, tanpa dirinya maka keluarganya akan mengalami kesulitan uang ataupun makanan.


Pada awalnya hanya seorang prajurit yang berbalik untuk melarikan diri, tapi hal itu menyebabkan efek tsunami. Ratusan prajurit yang lain ikut melemparkan senjata mereka dan berbalik untuk melarikan diri, mereka membuang senjata mereka agar tidak memperlambat lari mereka.


Sebagian besar pasukan yang mundur merupakan pasukan dari Kota Ruher, lagipula mereka tidak berasal dari tanah tandus sehingga mereka berpikir bahwa tidak perlu bertarung sampai mati.


Rago yang memimpin pasukan Kota Ruher sangat marah terhadap pasukan elit miliknya yang berlari seperti penakut, ia mengangkat pedangnya untuk menebas seorang prajurit yang melarikan diri.


"Slash!".


Kepala seorang prajurit terbang akibat tebasan itu, Rago mengangkat pedangnya yang penuh darah "Siapapun yang melarikan diri akan dibunuh! Walaupun kalian berhasil kembali ke Kota Ruher, kalian akan dijadikan sebagai pengkhianat serta di hukum mati. Bahkan keluarga kalian akan mati akibat tindakan pengkhianatan! Oleh karena itu, siapapun yang berusaha bertahan hidup maka bertarung lah! Hanya dengan memenangkan perang ini maka ada cara untuk kalian bertahan hidup!".


Pasukan yang panik mulai kembali diam,. Rago sedikit mengangguk "Atur kembali formasi peperangan! Jangan biarkan pasukan mayat hidup itu menghancurkan tembok prajurit kita".

__ADS_1


Ratusan prajurit yang sudah kembali normal mulai mengangkat perisai besar di tangan mereka, prajurit perisai ini berdiri di depan pasukan yang lain untuk menghalangi serangan mayat hidup.


"Spear of Light!", suara dingin terdengar dari atas langit.


Semua prajurit Kota Ruher mengangkat kepala mereka untuk menemukan bahwa ada seorang malaikat yang terbang di atas langit, tetapi sayap malaikat tersebut memiliki warna hitam yang menunjukkan bahwa dirinya merupakan malaikat jatuh.


Tombak di tangan wanita tersebut bersinar dengan cahaya putih yang terang, wanita itu melemparkan tombak cahayanya dari atas langit menuju ke para pasukan perisai di tanah.


"Booooom!".


Ledakan yang besar terjadi akibat tombak cahaya tersebut, ratusan pasukan perisai tersebut terbang akibat tabrakan tombak cahaya, bahkan puluhan orang mati oleh sekali serangan tersebut.


Wanita yang ada di atas langit tersenyum, ia tidak lain merupakan Riona. Tujuannya melemparkan tombak tersebut bukan untuk membunuh banyak musuh, melainkan ia berencana menghancurkan formasi pasukan perisai. Selama pasukan perisai musuh sudah hancur, para mayat hidup bisa menyerang tanpa masalah.


Ternyata benar, sejak hancurnya formasi pasukan perisai maka mayat hidup itu mulai bertarung melawan pasukan pedang ataupun tombak, tidak ada yang menghalangi jalan mereka. Belum lagi jumlah mereka 2 kali lipat dari musuh, selain itu pasukan mayat hidup sama sekali tidak takut mati yang menyebabkan pasukan Kota Ruher hancur lebih cepat daripada yang orang-orang pikirkan sebelumnya.


Setelah mengatakan hal tersebut, Rago berbalik untuk melarikan diri dari tempat ini. Ia bergerak di antara para prajurit Kota Ruher secara diam-diam agar tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa dirinya melarikan diri.


Ketika dirinya sudah pergi cukup jauh dari para pasukannya dan hampir melarikan diri, sebuah teriakan marah terdengar "Rago, kau pikir bisa lari kemana?".


"Tang!".


Bare menebas Rago dari belakang memakai cakar untuk menghentikannya, Rago yang merasakan dingin dari belakang tubuhnya segera berbalik untuk menghentikan tebasan Bare memakai pedang miliknya sendiri.

__ADS_1


Cakar Bare bertabrakan bersama pedang Rago, Rago yang hanya memerlukan waktu sebentar lagi untuk melarikan diri harus berakhir gagal akibat tindakan Bare ini.


Melihat wajah Rago yang menjadi sangat suram sebab gagal melarikan diri, Bare tersenyum senang "Rago, apakah kau tidak malu? Kau sebelumnya melarang prajurit mu untuk melarikan diri, ternyata orang yang melarikan diri adalah dirimu".


"Tutup mulutmu! Aku, jendral terkuat Kota Ruher tidak akan mati di tempat tidak dikenal ini!", teriak Rago yang sedang menahan cakar Bare.


Mendengar perkataan Rago, Bare menggelengkan kepalanya "Kalau begitu maka aku akan memberitahumu sebuah kabar buruk. Rago, kau harus mati disini!".


"Apa maksud--", sebelum Rago bisa menyelesaikan kata-katanya, sebuah tombak jatuh dari atas langit serta menusuk kepalanya.


"Slab".


Rago yang ditusuk oleh sebuah tombak membuka matanya lebar-lebar akibat tidak percaya, ia mengangkat kepalanya untuk melihat bahwa orang yang membunuhnya ternyata adalah Elage yang menjatuhkan tombak dari atas langit.


"Aku sudah katakan bahwa kau akan mati sebab aku tidak bertarung sendiri, dengan bantuan Elage maka aku pasti menang", kata Bare penuh percaya diri.


Rago perlahan-lahan menutup matanya dan tubuhnya jatuh lemah ke tanah, tombak yang dilempar Elage memberikannya luka fatal sehingga Rago langsung mati tanpa banyak menghabiskan waktu lagi.


Rago, jendral rank 7 terkuat dari Kota Ruher mati di tanah tandus.


Setelah mengalahkan Rago, Bare dan Elage juga hampir kehilangan kesadarannya sebab mereka sudah terlalu lelah. Sebelum Elos datang, mereka sudah bertarung selama beberapa jam yang menyebabkan mereka kehabisan tenaga.


Tapi Elage dan Bare masih menggertakkan gigi mereka, masih ada banyak musuh di sekitar sehingga mereka belum bisa beristirahat untuk saat ini.

__ADS_1


Elage dan Bare kembali mengangkat senjata mereka untuk bertarung, tapi siapapun yang ada di perang ini tahu bahwa pasukan Elos kemungkinan besar akan menjadi pihak pemenang.


Elos yang berdiri di kejauhan ikut tersenyum, kematian Rago sudah menandakan akhir dari perang ini dengan kemenangan mereka.


__ADS_2