
Elos, Riona, Lumina dan Arla sedang berjalan menuju ke arah pantai untuk mendapatkan kapal perang legendaris milik para Dwarf ini.
Saat ini Bare, Tira dan Wefo tetap di Kota Portus Aureus. Bagaimanapun masih ada banyak sekali budak di rumah Kamar Dagang Leghi, oleh karena itu mereka bertugas untuk memberikan para budak tersebut pekerjaan serta mengatur mereka.
Walaupun ini masih malam hari, Lumina memiliki mata yang sangat tajam sehingga hampir tidak mungkin bagi Arla untuk melarikan diri.
Selain itu, tangan Arla masih diikat oleh rantai yang terhubung ke Lumina, hampir tidak ada kesempatan baginya untuk melarikan diri.
Elos bertindak hati-hati sebab Arla memiliki kemungkinan menipu dirinya, selama Arla menipu dirinya maka Elos pasti juga tidak akan ragu untuk membunuhnya.
Mereka terus berjalan hingga sampai di bagian pantai yang memiliki batu-batu besar, Arla melompat ke atas batu tersebut sambil menunjuk ke arah depan "Di sana! Aku menyimpan kapal ku di sana".
Elos dan yang lainnya melihat ke arah dimana Arla menunjuk, namun mereka sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan kapal apapun. Kecuali lautan yang kosong, tida ada kapal apapun dimana Arla menunjuk.
Sebelum Elos dan yang lainnya bisa mengatakan apapun, Lumina berkata penuh keraguan "Apakah kapalnya memiliki kemampuan tidak terlihat?".
Mendengar pertanyaan Lumina, Arla menjadi senang "Aku tahu bahwa laksamana berbeda dari yang lain, jika itu orang lain maka mereka hanya bisa melihat lautan yang kosong sedangkan seorang yang sangat ahli menggunakan kapal bisa mengetahuinya dengan jelas bahwa ada kapal di sana!".
__ADS_1
Lumina menggelengkan kepalanya "Aku sama sekali tidak ahli memakai kapal, ada beberapa orang yang jauh lebih kuat darimu, namun apabila itu peperangan di atas laut maka aku ahlinya. Sedangkan alasan kenapa aku bisa mengetahui di sana terdapat kapal, air di bawah kapal jauh lebih di tekan daripada air di sekitarnya sebab benar-benar ada kapal di sana".
"Aku Arla memang tidak salah menilai orang lain, kapal legendaris memang seharusnya berada di tangan yang tepat dan bukan untuk di simpan", kata Arla penuh semangat sebelum berteriak lagi "Kapal Perang Sharfas, menghilangkan tipe penyembunyian".
Perlahan-lahan di depan mata Elos dan Riona yang belum bisa menemukan keberadaan kapal tersebut, sosok sebuah kapal besi raksasa muncul secara tiba-tiba di atas lautan cukup jauh dari mereka.
Kapal ini memiliki warna hitam dan dibuat dari besi sepenuhnya, selain itu ukurannya juga sangat besar serta panjangnya mungkin ukuran kapal ini sama sekali tidak kalah dari kapal-kapal di bumi yang Elos pernah lihat dulu.
"Bagaimana? Bukanlah kalian terkejut? Ini adalah Kapal Perang Sharfas yang di buat oleh ayahku selama ratusan tahun! Kapal itu juga dilengkapi oleh banyak sekali senjata perang laut seperti meriam, tidak ada masalah bagi kapal tersebut untuk berangkat ke medan perang sekarang selama ada cukup prajurit untuk mengendalikan kapal tersebut", kata Arla penuh semangat seakan-akan ia sudah bisa melihat kapal kebanggan ayahnya ini kembali bergerak serta mengejutkan dunia lagi.
Elos mengangguk "Kalau begitu biarkan kapal tersebut bergerak menuju ke pelabuhan".
Wajah Arla menjadi malu mendengar perkataan Elos "Saya tidak bisa menggerakkan kapal tersebut tanpa bantuan awak kapal, belum lagi ukuran kapal yang sangat besar sehingga mungkin membutuhkan banyak sekali awak kapal".
"Berapa yang dibutuhkan?", tanya Elos yang tidak mengerti tentang menggerakkan kapal perang, namun Elos yakin bahwa pasukannya pasti bisa memiliki 100 orang tanpa masalah untuk menggerakkan kapal perang ini.
"Mungkin sekitar 1000 orang?", kata Arla sedikit ragu sebab takut membuat Elos marah.
__ADS_1
"1000 orang?", Elos berkata penuh rasa tidak percaya, Elos memang memiliki banyak pasukan yang mengikutinya, namun sebagian besar pasukan ini tidak bisa menggerakkan kapal. Hal ini membuat Elos merasa sakit kepala, darimana ia bisa merekrut ribuan orang tersebut?
"Tuan, 1000 orang sama sekali tidak cukup! Jika itu hanya memindahkan kapal ke pelabuhan maka 1000 orang sudah cukup, tetapi saat perang maka paling tidak harus ada 1500 orang yang membantu menggerakkan kapal ini. Jika tidak maka tidak mungkin bagi kapal ini untuk berperang, bahkan apabila bisa bergerak sekalipun maka kecepatan serta kekuatan kapal pasti akan menurun selama tidak memiliki awak kapal yang cukup", kata Lumina menjelaskan, sebagai laksamana selama puluhan tahun maka ia langsung mengerti cara menggerakkan kapal legendaris ini.
"Apakah kapal ini tidak bisa bergerak sendiri? Bagaimanapun Arla tadi hanya perlu berbicara untuk membiarkan kapal tersebut tidak lagi menghilang, bukankah berarti kapal ini juga bisa bergerak selama kau memberitahunya lagi?", Elos merasa untuk keadaannya sekarang, hampir tidak mungkin merekrut 1500 awak kapal.
Arla memutar matanya "Tuan, saya bisa membuat kapal menghilang atau kembali muncul hanya dengan berbicara, namun semua fungsi kapal yang lain membutuhkan awak kapal sebelum bisa digerakkan! Oleh karena itu, tidak mungkin berperang memakai kapal ini tanpa awak kapal yang cukup!".
Elos menarik nafas sebelum menatap Lumina "Berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk membuat orang normal menjadi awak kapal?".
Lumina diam sebentar untuk berpikir "7 hari, aku bisa membuat mereka menggerakkan kapal hanya dengan 7 hari. Tapi tuan, mereka hanya bisa menggerakkan kapal tersebut sebagai pemula, apabila kita melawan pasukan musuh yang sudah ahli maka kerugian di pihak kita pasti cukup besar! Setidaknya awak kapal yang hanya dilatih selama 7 hari sama sekali tidak akan bisa menunjukkan kekuatan kapal legendaris ini sepenuhnya".
Elos melambaikan tangannya "Untuk saat ini tidak masalah, setelah Marquis Nate kalah nanti maka ada waktu untuk melatih para awak kapal baru ini lagi. Lumina, kau bisa merekrut 1500 awak kapal dari penduduk kota atau budak yang baru kita bebaskan sebelumnya".
Lumina tahu bahwa cara Elos tidak terlalu tepat, namun Lumina juga tahu bahwa Elos sama sekali tidak memiliki pilihan lain sekarang sehingga mereka hanya bisa melakukan ini. Jika mereka terlalu banyak menghabiskan waktu untuk melawan Marquis Nate, bantuan dari Kerajaan Ray mungkin datang untuk membantu Marquis Nate. Oleh karena itu, Elos harus mengalahkannya secepat mungkin.
"Aku mengerti tuan, aku akan segera memilih awak kapal baru", kata Lumina.
__ADS_1
Akhirnya dengan bantuan beberapa pemula di pasukan Elos, Lumina dan beberapa awak kapal pedagang maka kapal legenda Sharfas itu bisa kembali ke dermaga keesokan paginya.
Selama waktu ini juga, pasukan Elos yang sudah merebut 10 kota milik Marquis Nate menjadi diam, lebih tepatnya Elos menunggu munculnya awak kapal baru yang dilatih Lumina agar kapal legendaris Sharfas tersebut bisa kembali bergerak sebelum pergi untuk berperang membunuh Marquis Nate nanti.