
Riona melangkah maju dengan 2 tombak di tangannya, ia berkata "Pride, apakah kau tidak keberatan untuk memberikanku dukungan dari belakang?".
Pride melihat ke arah Sares lalu Riona sebelum mengangguk, ia tahu bahwa Riona berencana untuk bertarung secara langsung melawan Sares untuk membalas semua yang sudah Sares lakukan di masa lalu, oleh karena itu Riona mengatakan bahwa Pride bisa membantu dari belakang.
Pride berkata "Aku mengerti, ini adalah masalah antara kau dan Sares, jadi aku membiarkanmu melawannya tanpa banyak mengangguk. Aku tidak akan bertarung secara langsung kecuali kau kalah, aku hanya akan memberimu sihir dukungan dari belakang".
"Terima kasih!", kata Riona yang menggerakkan sayapnya untuk terbang mendekati Sares.
Seluruh tubuh Sares perlahan-lahan ditutupi oleh api, setelah itu sebuah busur api terbentuk di tangannya yang membuat seluruh udara menjadi panas.
Walaupun seluruh tubuhnya tertutup oleh api, namun kecantikan Sares masih terlihat melalui api tersebut, ia berkata dengan dingin "Aku juga merasa senang bisa melawan mu lagi, meskipun bisa melawan Elos secara bersamaan jauh lebih baik. Kau tahu bahwa akhir-akhir ini aku memiliki sebuah penyesalan yang hampir tidak bisa aku lupakan yaitu kenapa aku tidak lebih bertekad untuk membunuh kalian waktu kita bertemu paling awal dulu, jika waktu itu kalian sudah mati maka masalah tidak menjadi merepotkan seperti ini".
"Penyesalan tidak membunuh kau dan Elos secara benar saat kalian masih lemah terus menganggu diriku setiap hari, tapi dengan membunuh kalian maka aku rasa penyesalan itu bisa menghilang! Aku berterima kasih, kau sudah datang kesini untuk menghapus rasa penyesalan yang aku miliki".
Sares menarik tali busur api miliknya yang membentuk sebuah panah api, Riona tidak berani meremehkan panah api milik Sares sebab ia tahu seberapa menakutkannya panah api miliki wanita ini. Bahkan Riona tidak bisa melupakan bahwa ia dulu memiliki sayap berwarna putih, tapi seluruh sayap itu terbakar oleh api Sares sehingga setiap kali melihat api Sares maka Riona masih bisa mengingat rasa sakit itu.
Kekuatan kegelapan dan cahaya meledak dari tubuh Riona, meskipun tidak sekuat Ruler of Death and Life milik Elos tapi kekuatan Riona masih sangat kuat.
Ia perlahan-lahan membuka 2 matanya yang bagian kiri sudah menjadi sangat gelap sedangkan mata pada bagian kanannya bersinar dengan terang, ia berkata dengan dingin "Hari ini aku pasti akan membuat api milikmu padam!".
"Kau bisa mencobanya, kau pikir dengan menjadi dewa tingkat 5 maka kau tidak terkalahkan? Aku akan memberitahumu hari ini, bahwa kekuatanmu masih bukan lawan dari diriku!", teriak Sares yang melepas tali busur miliknya.
Sebuah panah api yang sangat kuat bergegas menuju Riona, baik itu udara atau apapun yang dilewati panah api ini maka semuanya terbakar yang menunjukkan seberapa menakutkannya panas pada panah api tersebut.
__ADS_1
Riona tidak menghindar, untuk melupakan rasa sakit di masa lalunya maka ia harus menghadapi kekuatan Sares secara langsung.
Riona mengangkat tombak kegelapan nya sambil berteriak "Spear of Dark".
"Booooom!".
Ledakan yang besar terjadi ketika tombak kegelapan Riona dan panah api milik Sares saling bertabrakan, Riona bisa merasakan seberapa kuat panah api milik Sares, bahkan tombaknya mulai meleleh secara perlahan-lahan akibat panah api itu.
Saat panah api menjadi semakin melemah, Riona memanfaatkan kesempatan itu dan melemparkan tombak cahaya di tangannya yang lain "Spear of Light".
Sares yang bersiap untuk menarik panahnya lagi tiba-tiba menemukan sebuah cahaya terlihat dari panah api yang semakin melemah, cahaya itu mendekatinya dengan cepat.
Merasakan kekuatan cahaya itu, wajah Sares langsung berubah sebab ia mengetahui bahwa cahaya itu adalah serangan tombak milik Riona.
Walaupun serangan panahnya sangat kuat, sebagai pemanah maka Sares memiiki kelemahan yang cukup fatal sebagai ganti dari serangan yang kuat tersebut yaitu pertahanannya cukup lemah.
Setelah berhasil menghindar, Sares yang berbaring di tanah akibat baru menghindari tombak cahaya tersebut tidak segera berdiri melainkan menarik busurnya lebih dulu. Ia bisa berdiri nanti, apa yang paling penting sekarang adalah membunuh Riona lebih dulu.
Namun sebelum menembakkan panahnya, Sares merasakan seluruh tubuhnya dingin.
Di masa lalu, Sares sudah melewati banyak sekali peperangan, tapi sejak mencapai tahap dewa maka Sares hampir tidak pernah bertarung lagi.
Walaupun begitu, ia tidak bisa melupakan rasa dingin ini dari perang di masa lalunya yaitu perasaan saat krisis kematian mendekat.
__ADS_1
Tanpa ragu sedikitpun, Sares yang tahu bahwa ia tidak bisa menghindar membangun perisai api di sekitar tubuhnya untuk melindungi dirinya yang sudah tidak memiliki waktu untuk melarikan diri.
"Krak!".
Tombak api milik Sares hancur oleh tombak cahaya Riona, setelah itu tombak cahaya tersebut menusuk tangan kiri Sares.
Untungnya ia membuat perisai itu tepat waktu sehingga hanya tangan kirinya yang terluka, jika ia terlambat maka tombak ini pasti sudah membunuhnya.
Sares menarik tombak itu dari tangannya sebelum menginat luka tusukan tombak pada tangannya itu agar tidak menjatuhkan lebih banyak darah.
Sares tidak bisa untuk tidak melihat tombak yang menusuknya itu sambil berkata "Darimana tombak ini berasal? Kenapa aku tidak bisa merasakan keberadaan tombak ini mendekat sama sekali".
Riona sekarang sudah menghancurkan panah api Sares sebelumnya, tombak kegelapan di tangan kirinya sedikit meleleh, namun hal itu tidak akan menganggu kemampuan tombak untuk bertarung.
Melihat Sares yang bingung, Riona sedikit tersenyum "Apakah kau tidak tahu darimana tombak itu berasal? Kalau begitu aku akan memberitahumu bahwa tombak itu adalah tombak yang sudah berhasil kau hindari beberapa waktu lalu".
Mendengar penjelasan Riona, Sares membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya sebab ia mengingat bahwa tombak ini adalah tombak cahaya yang dilemparkan oleh Riona.
Masalahnya sekarang adalah kenapa tombak ini masih bisa bergerak, padahal Sares yakin bahwa ia sudah memastikan tombak cahaya itu tidak bisa bergerak lagi sebelum memutuskan untuk menembak Riona.
"Aku akan menunjukkan perkembangan kekuatanku selama waktu ini, sejak Elos menjadi Tuan Labirin Langit maka kekuatanku juga mengalami sedikit perubahan!", kata Riona yang mengambil puluhan tombak dari penyimpanan dimensi miliknya.
Di bawah tatapan terkejut Sares, Riona melempar semua tombak tersebut dari atas langit.
__ADS_1
Tetapi tombak yang dilempar itu tidak jatuh ke tanah, setelah dilempar oleh Riona maka tombak itu terbang di langit sambil mengarah pada dirinya.
Ketika Sares sudah mulai mengerti kekuatan Riona, maka Riona berkata lagi "Elos memiliki kekuatan untuk menggerakkan semua benda yang dilempar ke langit sekalipun, walaupun aku tidak bisa melalukan sesuatu sekuat Elos tetapi masih tidak ada masalah jika itu hanya mengendalikan beberapa tombak!".