AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 183 : TOREI


__ADS_3

Mendengar perkataan Torei, wajah Ark tentunya menjadi tidak senang, bagaimanapun ia sekarang sudah tahu seberapa besar bakat yang dimiliki Elos, oleh karena itu jika ia memberi Elos semakin banyak waktu untuk berkembang maka itu pasti hanya masalah waktu sebelum Elos bisa mengalahkannya.


Bukan hanya itu, Elos yang sekarang hanya rank 1 namun sudah bisa bertarung melawannya walaupun Ark masih lebih unggul, masalahnya jika tingkat Elos sudah sama seperti dirinya maka bukankah tidak ada lagi kesempatan bagi Ark untuk menang?


Setelah memikirkan semua itu, Ark menjawab ajakan Torei "Aku merasa ini sama sekali belum cukup, kecuali Elos mati maka aku tidak bisa berhenti! Torei, jangan terlalu ikut di masalah ini, apabila aku memberi lebih banyak waktu bagi Elos untuk berkembang maka akulah yang akan mati".


Mendengar perkataan Ark, Torei masih tersenyum ramah "Apakah tidak ada jalan lain lagi? Ark, selama kau masih keras kepala maka aku mungkin menjadi musuh mu".


"Kau berani mengancam ku?", kata Ark dengan dingin, aura emas yang sangat kuat kembali berkumpul di seluruh tubuhnya, aura emas kali ini jauh lebih besar daripada saat ia akan melawan Elos "Torei, jangan melebih-lebihkan dirimu sendiri! Pada akhirnya kau hanyalah seekor anjing, orang sepertimu sama sekali bukan lawan ku. Bahkan Urmur puluhan atau ratusan kali lebih baik darimu".


"Kau mungkin benar!", kata Torei yang masih tersenyum, tapi senyum tersebut akhirnya menghilang dan digantikan dengan wajah dingin "Aku mungkin tidak bisa mengalahkan mu sendiri, namun apakah kau tidak bisa melihat keadaan sekarang? Selama aku dan para Tuan Labirin bekerja sama, menurutmu siapa yang akan menang? Kau mungkin kuat, namun tidak bisa melawan puluhan dari kami secara bersamaan bukan?".


Mendengar perkataan Torei, Ark sepertinya menyadari sesuatu.


Ia mengangkat kepalanya untuk mengamati sekitar dan menyadari bahwa sudah ada ribuan pasukan Torei yang menatap mereka secara diam-diam dari balik bayang-bayang, Ark yakin bahwa selama ia berani terus melanjutkan perang ini maka para prajurit Torei ini pasti tidak duduk diam.


Ark menarik kembali kekuatan emas miliknya, ia kembali berkata "Sebelum aku pergi, apakah kau tidak keberatan untuk memberitahu aku sesuatu?".


"Tanyakan, selama aku bisa menjawabnya maka aku pasti menjawab pertanyaan tersebut", kata Torei.

__ADS_1


"Kenapa kau membantu Elos? Apakah kau dan Elos saling kenal? Anjing gila sepertimu pasti tidak cocok untuk membantu Elos, bukan?", tanya Ark.


Torei melepas tangannya dari pedang Elos dan Ark, bagaimanapun Ark sudah berdamai sehingga tidak perlu menahan 2 pedang mereka lagi "Tidak ada alasan khusus, aku datang kesini hanya untuk memastikan tentang Elos. Ark, apabila kau membuat rencana lagi melawan Elos di masa depan, maka aku tidak akan menganggu lagi".


"Aku harap kau tidak berbohong", kata Ark yang berbalik untuk pergi dari tempat ini "Perot, berhenti bertarung, kita harus segera pergi dari tempat ini!".


Bersamaan dengan teriakan Ark, sosok api yang terbang dari langit terlihat.


Sosok api itu terbang sangat cepat menuju ke samping Ark, setelah semua api menghilang maka sosok Perot yang memiliki banyak luka di tubuhnya terlihat.


Melihat Perot yang terluka, Ark sedikit terkejut "Apakah kau kalah dari 2 wanita dewa tingkat 9 itu? Dengan kekuatanmu, bagaimana mungkin 2 wanita dewa tingkat 9 bisa menjadi lawan mu?".


Mendengar pertanyaan Ark, Perot tersenyum pahit "Seharusnya seperti itu, tapi 2 wanita ini sedikit berbeda. 1 wanita militer memiliki kekuatan air dan es yang merupakan serangan area secara luas, selain itu ia sepertinya memiliki pengalaman bertarung yang sangat banyak sehingga aku sulit untuk membunuhnya lebih dulu, apalagi ia selalu di jaga oleh pasukan angkatan laut yang bisa terbang di langit. Selain wanita cerdas itu, ada wanita Minotaur yang cukup bodoh. Masalahnya wanita Minotaur ini benar-benar memiliki kekuatan sangat menakutkan, walaupun ia tidak memiliki strategi atau apapun untuk menyerang ku. Belum lagi ia mendapatkan dukungan dari wanita militer yang licik itu, sangat sulit melawan mereka secara bersamaan. Bahkan aku mendapatkan cukup banyak luka dari mereka, meskipun luka ini tidak fatal".


Perot tidak bertanya alasan kenapa Ark tiba-tiba memutuskan untuk mundur, ia hanya mengangguk setuju, sosok Ark dan Perot terbang pergi meninggalkan tempat ini.


Dengan perginya Ark bersama Perot, hanya ada kelompok Tersin yang masih ada disini.


Fran yang sibuk melawan Moran penuh kesulitan, walaupun peringkat Tuan Labirin Moran berada di bawahnya tapi mereka hanya berbeda 1 tingkat sehingga tidak ada perbedaan besar pada kekuatan mereka.

__ADS_1


Saat ini ruang bertarung mereka sudah dipenuhi oleh lava, bahkan suhu di sekitar mereka bukanlah suhu yang bisa di tahan oleh manusia rank 1 sekalipun, selama kekuatan rank 1 ke bawah datang ke area bertarung mereka maka orang tersebut pasti meleleh kecuali Elos yang sedikit unik.


"Fran, jangan pikir pengkhianat sepertimu bisa melarikan diri!", teriak Moran yang menemukan ide dipikirkan Fran, ia menyadari ini sebab Fran selalu mencari kesempatan untuk melarikan diri sejak Ark sudah pergi.


Fran tahu bahwa rencananya sudah diketahui sehingga ia memakai semua kekuatan miliknya untuk melarikan diri dari sini.


Moran menggerakkan lava di sekitarnya untuk mengepung Fran, tapi ia terlambat selangkah. Fran bergerak lebih dulu dan melewati semua lava itu sebelum tiba di samping Tersin, sebagai Tuan Labirin Angin maka kecepatannya sama sekali tidak perlu diragukan lagi.


Setelah tiba di samping Tersin, ia tidak peduli terhadap luka bakarnya sedikitpun "Tuan, kita harus segera pergi dari sini! Ark sudah pergi, apabila kita tetap disini maka musuh pasti mengepung kita".


Tersin menggelengkan kepalanya, ia menolak saran Fran "Apakah kau sudah gila? Bagaimana aku bisa mundur jika aku tidak mendapatkan kekuatan ayahku? Kekuatan Tuan Labirin Langit adalah milikku, tidak ada yang boleh memilikinya selain aku!".


"Tuan Tersin!", kata Fran dengan tegas, bahkan dapat terdengar kemarahan di suaranya "Jika tuan masih keras kepala untuk tetap disini maka aku akan pergi, lagipula tidak ada lagi kesempatan kita menang untuk saat ini. Tuan Tersin, kita mungkin belum mendapatkan kekuatan Tuan Labirin Langit kali ini, tapi selama kita masih hidup maka bukan berarti tidak ada kemungkinan untuk mendapatkannya di masa depan. Apalagi Torei itu bukan orang normal, sebagai anak Tuan Urmur maka anda seharusnya tahu seberapa menakutkannya kekuatan Torei".


Mendengar saran Fran, Tersin kembali sadar. Ia menatap Torei dengan marah sebelum melihat Elos penuh kebencian "Kau beruntung, kau bisa hidup lebih lama, setidaknya sampai aku membunuhmu di masa depan. Ayo pergi".


Melihat Tersin, Fran dan Ridaf yang mencoba melarikan diri, bagaimana mungkin Elos membuang kesempatan untuk mengejar mereka.


Oleh karena itu, Elos bersiap untuk bergerak, tapi Torei tiba-tiba berdiri di depan Elos "Aku sarankan untuk tidak mengejar mereka, apabila kau masih memilih untuk mengejar mereka maka aku tidak akan membantumu lagi".

__ADS_1


Elos segera menghentikan langkahnya sebab Torei berdiri di depannya yang menghalangi jalan.


Elos menatap Torei dengan tajam, ia sama sekali tidak mengerti tujuan sebenarnya Torei ini.


__ADS_2