
Melihat ratusan prajurit yang mati secara tiba-tiba, 5000 pasukan Raja Ray IV terkejut. Tidak aneh jika seseorang bisa membunuh ratusan pasukan memakai sekali serangan, apalagi ratusan orang yang di bunuh Elos hanya memiliki kekuatan rank 7 ke bawah. Tapi masalahnya kematian yang disebabkan oleh Ruler of Death terlalu aneh dan menakutkan, hal inilah yang paling menarik perhatian serta ketakutan prajurit musuh yang lain.
Ketika seluruh pasukan Raja Ray IV masih sangat panik, 2 orang pemimpin rank 4 kembali sadar lebih dulu.
Mereka langsung melihat ke arah Elos dengan ganas "Seluruh pasukan, lihat baik-baik bahwa Tuan Labirin Elos sudah ada di depan mata kita! Siapapun yang membunuhnya bisa mendapatkan gelar bangsawan, tapi hanya 1 orang yang bisa mendapatkannya! Siapa yang lebih dulu membunuh Elos akan mendapatkan hadiah tersebut, seluruh pasukan serang!".
Para prajurit Raja Ray IV Yang sebelumnya sangat ketakutan kembali sadar,.mata mereka berubah menjadi merah dan menatap Elos dengan ganas seakan-akan Elos adalah uang berjalan.
"Serang! Bunuh Tuan Labirin Elos!"
"Kalian semua mundur, Tuan Labirin Elos adalah targetku! Gelar bangsawan itu akan menjadi milikku!".
Pasukan Raja Ray IV mulai menjadi gila ketika memikirkan tentang hadiah menjadi bangsawan, jadi beberapa orang langsung melangkah maju untuk membunuh Elos tanpa takut terhadap kemampuan Ruler of Death lagi.
Kemampuan Ruler of Death Elos memang menakutkan, tapi mereka masih lebih tertarik dengan gelar bangsawan daripada ketakutan mereka terhadap kemampuan aneh Elos.
Wajah Riona yang berada di atas langit menjadi suram saat melihat ribuan orang yang mencoba untuk menyerbu Elos, sebagai pengikut setia Elos maka ia tidak bisa membiarkan seseorang melukai Elos walaupun hanya sedikit.
Oleh karena itu, Riona mengangkat 2 tombaknya.
"Spear of Light and Dark", kata Riona dengan dingin.
Perlahan-lahan tombak di tangan kiri Riona ditutupi oleh kegelapan yang sangat mematikan sedangkan tombak di sisi kanan memiliki cahaya putih yang sangat panas seakan-akan bisa membakar semua musuh Riona.
__ADS_1
Saat 2 tombaknya sudah siap, Riona mendarat ke tanah untuk berdiri di depan Elos agar bisa melindunginya dari serangan pasukan Duke Wock. Setelah semuanya siap, Riona yang berdiri di depan Elos untuk menjaga dirinya segera menebas 2 tombak itu ke para pasukan musuh yang mencoba menyerang Elos.
"Brak!".
Suara ledakan terdengar, setiap kali Riona mengayunkan tombaknya maka akan ada orang yang mati.
Di sisi kiri Riona, kegelapan yang kuat menelan serta memakan semua kekuatan musuhnya, serangan tombak cahaya di sisi kanan Riona memberinya pelindung, menyembuhkan lukanya serta membakar semua musuh yang terkena oleh tombak kanan miliknya.
Elos yang ada di belakang Riona juga tidak duduk diam, ia memakai Ruler of Death untuk menjatuhkan semua pasukan musuh.
Di bawah kerja sama Elos dan Riona, 5000 pasukan musuh berkurang dengan sangat cepat. Bahkan prajurit musuh sama sekali tidak bisa melewati Riona yang ada di barisan depan, apalagi berusaha membunuh Elos yang ada di belakang Riona.
Ketika waktu terus berlalu, seorang pria dengan jubah besi berat muncul di depan Riona, ia menebas pedangnya untuk menghadapi tombak kegelapan Riona yang akan menusuknya.
"Tang!".
Ternyata pria ini adalah 1 di antara 2 orang rank 4 yang memimpin 5000 pasukan Raja Ray IV ini, setelah berhasil menahan tombak Riona maka ia berteriak "Sekarang, serang Elos selama aku menahan pelindungnya!".
Bersamaan dengan teriakan pria itu selesai, seorang pria berjubah melewati Riona dengan cepat, ia juga memiliki rank 4 yang sama seperti pria yang menahan serangan Riona.
Saat sudah melewati Riona, pria itu menarik 2 belati miliknya dan menusuk ke arah Elos, ia merupakan seorang pembunuh "Mati! Poison Stab".
Belati di tangan pria itu berubah menjadi hitam, ia menyerang dengan belatinya kepada Elos dengan kecepatan 20 serangan dengan waktu 3 detik.
__ADS_1
Anehnya, Elos sama sekali tidak bergerak terhadap serangan pembunuh ini, namun pembunuh ini tidak banyak berpikir tentang keanehan itu. Ia hanya menganggap bahwa gerakannya terlalu cepat sampai-sampai membuat Elos tidak bisa menyadarinya.
"Stab!".
Suara tusukan belati terdengar, tapi pembunuh itu segera terkejut sebab ketika belatinya menusuk tulang Elos maka tulang Elos sama sekali tidak hancur. Bahkan racun miliknya tidak bisa memberikan efek apapun pada Elos, hal ini membuat mata pembunuh itu terbuka lebar penuh rasa tidak percaya "Tidak mungkin! Kenapa tulang mu bisa menahan kekuatan belati ku, padahal kau memiliki rank yang lebih rendah dariku! Sebenarnya kau ini mahluk apa?".
Sebelum pembunuh itu bisa menyadarinya, tangan kiri Elos yang tidak memegang pedang langsung memegang wajah pembunuh itu, setelah itu Elos berkata dengan dingin "Apakah kau tidak memiliki mata? Aku adalah tengkorak! Selain itu, kau tidak bisa melukaiku bukan karena rank, namun serangan mu yang terlalu lemah! Ruler of Death".
Aura hitam berkumpul di tangan kiri Elos dan mengalir ke wajah pembunuh itu.
Pembunuh itu berusaha sekuat tenaga untuk lepas dari tangan Elos, tapi tidak peduli seberapa keras ia berusaha maka tangan Elos terus memegang kepalanya "Lepaskan! Aku akan membunuh! Kau monster! Aku pasti membunuhmu--".
Perlahan-lahan suara pembunuh itu terus melemah hingga kehilangan kekuatan sepenuhnya, ia sudah mati.
Setelah memastikan bahwa pembunuh itu benar-benar mati, Elos membuang mayatnya ke samping.
Elos dari awal sudah tahu bahwa pembunuh ini tidak akan bisa melukai tulangnya, bagaimanapun sebagian besar pembunuh hanya memiliki kecepatan dan ahli bergerak sembunyi-sembunyi, namun mereka tidak memiliki kekuatan yang besar. Sedangkan Elos memiliki pertahanan terbaik yaitu kemampuan The Strongest Bone, dengan kemampuan ini maka Elos bisa menahan sebagian kecil kekuatan api Sares meskipun masih rank 9.
Melihat rekannya mati, prajurit yang menahan serangan Riona tidak menjadi putus asa, melainkan ia berteriak ke para prajurit di belakangnya "Kalian semua maju! Bunuh Tuan Labirin itu, siapapun yang membunuhnya pasti mendapatkan hadiah yang besar dari yang mulia!".
Para prajurit saling menatap, walaupun beberapa orang takut kepada Elos yang berhasil membunuh kapten rank 4 mereka dengan mudah, tapi beberapa orang masih memberanikan diri untuk membunuh Elos di bawah kemungkinan menjadi bangsawan.
Tetapi sewaktu orang-orang itu baru melewati Riona dan bergegas menuju Elos, sebuah teriakan terdengar "Aku, Awain Ruge sudah membunuh Raja Ray IV! Siapapun yang masih membawa senjata mereka akan di bunuh, menyerah! Raja kalian sudah mati, peperangan ini sudah berakhir!".
__ADS_1
Semua orang di medan perang terkejut mendengar hal tersebut, mereka menatap ke arah suara penuh rasa tidak percaya untuk menemukan Awain yang membawa kepala Raja Ray IV yang sudah lepas dari tubuhnya.
Para prajurit musuh yang memastikan Raja Ray IV sudah mati tahu bahwa perang berakhir, tanpa Raja Ray IV lagi maka tidak peduli seberapa keras mereka bertarung, mereka masih akan kalah melawan Elos.