
Talba tidak memiliki keraguan sedikitpun, walaupun Elos lebih lemah dari dirinya tetapi Talba tidak meremehkan Elos sedikitpun melainkan berlari menuju Elos untuk membunuhnya secepat mungkin.
Melihat gerakan Talba tersebut, Riona langsung berdiri di depan Elos tanpa ragu "Shield of Light".
Bersamaan dengan perkataan tersebut, sebuah perisai cahaya muncul di depan Riona.
"Pergi! Kau sama sekali bukan lawan ku!", kata Talba dengan dingin.
Meskipun dirinya merupakan seorang membunuh, namun Talba hanya membunuh siapapun yang menjadi targetnya. Sedangkan jika itu orang lain, apabila bisa maka Talba akan berusaha untuk tidak membunuhnya.
Oleh karena itu, Talba menggunakan sisi tidak tajam dari pedangnya untuk memukul perisai Riona.
"Brak!".
Dihadapan tebasan pedang Talba, perisai cahaya milik Riona segera hancur seperti sebuah kaca yang pecah, lalu bagian tidak tajam dari pedang tersebut memukul tepat di perut Riona.
Riona memuntahkan seteguk darah, tubuhnya terlempar sejauh puluhan meter sebelum menabrak sebuah tembok rumah dengan keras di kota. Untungnya ia memiliki kekuatan rank 7, jika tidak maka serangan ini pasti sudah membunuhnya.
"Riona!", Elos menjadi sedikit panik terhadap Riona yang terlempar keras seperti itu, bagaimanapun luka yang ia terima pasti tidak ringan.
Sebelum Elos bisa bertindak lebih banyak lagi,. sosok Talba sudah muncul di depannya "Sebagai seorang pemimpin, kau masih mengkhawatirkan hidup pengikut mu yang membuktikan bahwa kau seorang pemimpin yang baik. Seharusnya aku tidak perlu membunuhmu sebab tidak ada dendam di antara kita, namun aku harus membayar hutan ini kepada Roum, jadi kau hanya bisa menyalahkan dirimu yang tidak beruntung".
"Slash!".
Tanpa ragu sedikitpun, Talba menebas leher Elos untuk membunuhnya memakai 1 serangan.
Tetapi ketika Talba berpikir bahwa ia pasti sudah menang, ia terkejut bahwa pedang miliknya kesulitan menebas tulang leher Elos.
__ADS_1
"Sangat keras, sebenarnya kau ini makhluk apa? Setiap mayat hidup yang aku temui, tidak ada yang memiliki tulang sekuat milikmu!", kata Talba yang terkejut bahwa pedangnya kesulitan menebas leher Elos.
Selama waktu Talba mencoba menghancurkan tulang lehernya, Elos memanfaatkan waktu tersebut untuk menggunakan pedangnya dan menusuk Talba "Ruler of Death".
Meskipun gerakan Elos sangat cepat serta tajam, di mata Talba yang merupakan rank 4 maka semua gerakan itu sangat lambat.
Talba mengangkat kakinya untuk menendang perut tulang Elos.
"Brak!".
Tubuh Elos terbang sejauh puluhan meter akibat tendangan tersebut, sebagian tulang pada perut Elos retak sebab Talba sama sekali tidak menahan dirinya saat menendang perut Elos. Untungnya kemampuan The Strongest Bone milik Elos juga bisa melakukan penyembuhan, hal ini membuat tulang perut Elos yang retak kembali menutup.
"Kau masih bisa bertahan, sangat hebat! Aku belum pernah menemukan seorang rank 7 yang bisa bertahan dari 2 kali serangan ku, sekarang aku mulai mengerti kenapa Roum dan Kerajaan Ray sangat takut padamu, kekuatan milikmu tidak jauh berbeda dari monster", kata Talba yang berjalan mendekati Elos "Walaupun tulang mu sangat kuat, tapi masih ada perbedaan besar pada kekuatan kita, pada akhirnya kau masih akan mati disini!".
Melihat Talba yang mendekati dirinya, Elos menebas pedangnya lagi yang ditutupi oleh aura kematian menuju leher Talba.
"Tang!".
"Matilah, Tuan Labirin Elos!", kata Talba penuh rasa dingin, sebuah aura darah yang kuat muncul di pedangnya dan menebas ke arah leher Elos lagi, tapi kali ini aura darah itu memperkuat tebasan pedang Talba puluhan kali lipat.
Elos berusaha menarik pedangnya lagi dan mundur untuk menghindari serangan Talba ini, namun Talba memegang tangan Elos memakai tangannya yang lain sehingga membuat Elos tidak bisa melarikan diri.
Ketika pedang sudah ada di depan lehernya, Elos hanya bisa menutup matanya penuh kepahitan, ia tidak pernah berpikir bahwa musuh mengirim prajurit rank 4 tanpa ragu untuk membunuhnya. Apalagi Elos mati begitu cepat, padahal ia belum setahun di dunia lain ini.
Saat jarak pedang Talba tinggal perlu selangkah lagi dari leher Elos, sebuah tongkat muncul di depan pedang tersebut.
"Tang!".
__ADS_1
Talba yang sebelumnya sangat percaya diri harus mundur sebanyak 2 langkah akibat pedangnya bertabrakan dengan tongkat musuh, kata Talba terlebar penuh rasa tidak percaya sebab ia memiliki kekuatan rank 4 yang sangat kuat sehingga tidak banyak orang yang bisa mengalahkan dirinya di Kerajaan Ray. Tapi di Pulau Novus kecil ini, benar-benar ada yang bisa menyerangnya.
"Sejak kapan Kerajaan Ray boleh membunuh Tuan Labirin, apakah kalian berpikir bahwa para Tuan Labirin begitu mudah diganggu?", suara lembut seorang wanita terdengar dari samping Elos.
Elos ataupun Talba menatap ke arah asal suara tersebut untuk menemukan seorang wanita dengan rambut panjang berwarna emas, ia memiliki telinga runcing serta kulit putih yang menunjukkan bahwa ia merupakan seorang Elf.
Talba menatap wanita tersebut penuh rasa hati-hati, lagipula ia bisa merasakan kekuatan menakutkan dari tubuh wanita tersebut.
Setelah memastikan bahwa wanita di depannya ini bukan Tuan Labirin, Talba mencoba membujuk "Aku tidak tahu siapa nona ini, tapi nona sama sekali tidak memiliki hubungan dengan pertarungan kami. Oleh karena itu, jika nona tidak keberatan maka bisakah nona tidak menganggu pertarungan kami? Selama nona melakukannya, Talba pasti membayar banyak uang untuk kebaikan yang sudah nona berikan".
"Nampaknya namaku tidak cukup terkenal lagi di dunia ini, bagaimanapun aku sudah lama tidak bertarung sehingga hal ini tidak aneh", kata wanita itu masih tersenyum ramah "Namaku Letta, 1 dari 9 pasukan khusus milik Tuan Urmur, apakah kau sudah mengerti alasan aku datang kesini? Tuan Urmur memberiku tugas bahwa selama ada orang yang berani menyerang Tuan Labirin yang baru serta kekuatannya jauh lebih kuat, maka aku boleh bertindak".
"Letta? Kau Nona Letta sang Penyihir Taman Dunia?", kata Talba dengan wajah ketakutan, ia tidak percaya bahwa sosok seperti Letta bisa muncul di tempat seperti ini.
Letta sedikit mengangkat senyumnya "Ternyata kau mengenalku, aku memang Letta yang itu, penyihir rank 2 di bawah Tuan Urmur yang merupakan Tuan Labirin terkuat. Oleh karena itu, kau bisa mati sekarang!".
Sebelum Talba bisa mengatakan apapun lagi, Letta mengarahkan tongkat sihirnya pada Talba "Jadilah pohon yang berguna untuk dunia!".
"Krak!".
Suara retakan terdengar dari tubuh Talba yang berusaha melarikan diri, sejak tahu bahwa sosok di depannya merupakan Letta maka ia sudah berbalik untuk pergi dari sini secepat mungkin.
Namun ia masih terlambat selangkah, retakannya muncul di seluruh kulit Talba.
"Tidak, hentikan! Jangan buat aku menjadi pohon! Aku tidak akan mengulangi tindakanku ini! Mulai hari ini aku tidak akan melawan Tuan Labirin lagi! Beri aku kesempatan sekali lagi!", teriak Talba ke arah Letta penuh rasa takut.
"Semuanya sudah terlambat, sejak kau melukai Tuan Labirin Elos maka kau sudah mati", kata Letta yang akhirnya mengubah senyuman di wajahnya menjadi senyum dingin.
__ADS_1