
"Tapi pertarungan kali ini akan sedikit merepotkan", kata Lumina yang mengamati keadaan sekitarnya "Rungan ini terlalu kecil sehingga menyebabkan gerakan kita menjadi terbatas, setidaknya akibat ukuran ruangan ini maka aku tidak bisa menggunakan angkatan laut tak terkalahkan milikku".
"Jangan khawatir", kata Kronev dengan percaya diri "Aku akan melindungi kalian, apa yang perlu kalian lakukan hanyalah menyerang Chimaera ini sedangkan aku bertugas menahannya agar tidak bisa menyerang kalian".
Sebelum Lumina dan Krak bisa mengatakan apapun, Kronev menarik nafasnya serta berteriak sekeras mungkin "Aaaaa!".
Seluruh ruangan ini gemetar akibat teriakan Kronev, bahkan Chimaera yang bergegas maju ke arah mereka harus menghentikan langkahnya hingga dipukul mundur akibat teriakan Kronev.
Teriakan Kronev barusan merupakan kemampuan tingkat dunia milik Kronev yaitu Teriakan sang Penguasa, oleh karena itu Chimaera benar-benar sangat terpengaruh akibat teriakan tersebut.
Berbeda dari Chimaera yang terlihat tidak bisa bergerak, teriakan Kronev tadi sama sekali tidak melukai Lumina ataupun Krak. Bagaimanapun teriakan ini merupakan kemampuan Kronev, jadi ia bisa menentukan siapa yang terkena efek teriakannya dan siapa yang tidak terkena.
Ketika Chimaera itu terjatuh ke tanah dengan kepala yang berputar-putar, ia terlihat bingung akibat teriakan Kronev.
Aura merah darah berkumpul di seluruh tubuh Kronev, kekuatannya meningkat dengan sangat cepat serta matanya ikut berwarna darah, Kronev memakai kemampuan tingkat Dunia miliknya yang lain yaitu Kemarahan Gila sang Penguasa Minotaur.
Tubuh Kronev menjadi semakin tinggi, lalu tanduk di atas kepalanya juga menjadi semakin besar.
Kronev yang sudah berubah menjadi lebih kuat itu berlari ke arah Chimaera yang masih bingung bersama palu raksasa miliknya.
Saat menemukan bahwa Kronev sudah maju dengan sangat cepat, Krak berkata "Nampaknya Nona Kronev sangat bersemangat".
"Ia selalu seperti itu", kata Lumina yang sudah mengenal Kronev sejak lama "Setiap kali ia bertarung maka ia pasti menjadi bersemangat. Lebih baik kita juga bergerak untuk membantunya, Kronev sendirian tidak akan bisa mengalahkan Chimaera raksasa ini".
Lumina mengambil pedangnya sebelum menusukkan pedang itu ke tanah, lebih tepatnya air beracun di bawahnya "Water Empress".
Air di sekitar Lumina mulai bergetar, tidak lama kemudian sebuah gelombang tsunami dari air beracun terbentuk di sekitar Lumina seperti sebuah tornado dengan Lumina yang berada di tengah-tengahnya.
Lumina mengulurkan tangannya ke arah Chimaera sambil berkata dengan dingin "Maju!".
Tornado air beracun itu bergerak sangat cepat menuju Chimaera, bahkan sebelum Kronev mencapai Chimaera maka gelombang air beracun raksasa ini sudah menabrak tubuh Chimaera lebih dulu.
"Brak!".
Chimaera yang masih merasa sakit kepala akibat teriakan Kronev terlempar sejauh puluhan meter akibat gelombang air dari Lumina ini, belum lagi air ini beracun sehingga tanda-tanda keracunan muncul di seluruh tubuh Chimaera. Walaupun ia bisa beregenerasi dengan cepat, nampaknya Chimaera masih membutuhkan waktu untuk membuang semua racun yang ada di tubuhnya.
Ketika Chimaera masih sibuk membersihkan racun yang ada di tubuhnya itu, Kronev sudah melompat menuju ke arah dirinya sambil memukul memakai palu yang ada di tangannya tersebut.
"Booooom!".
Pukulan palu Kronev membuat seluruh ruangan ini bergetar, kali ini ia memukul dari atas sehingga seluruh tubuh Chimaera di tekan dengan keras ke bawah.
"Brak!".
Suara retakan terdengar, seluruh tanah di bawah Chimaera retak akibat pukulan Kronev tersebut, tidak diketahui seberapa banyak tulang Chimaera yang patah akibat pukulan Kronev.
"Aku tidak boleh kalah dari prajurit khusus lama Tuan Elos, kalau begitu aku juga harus mulai!", kata Krak yang berenang di atas air beracun ini.
Gigi taring yang ada di mulutnya terlihat semakin banyak dan tajam. Bukan hanya itu, tubuh Krak ikut membesar hingga menjadi lebih dari 5 meter.
Saat ini kepala singa dan kambing milik Chimaera sama sekali tidak bisa bergerak akibat pukulan Kronev, kepala ular yang melihat semua itu memutuskan untuk bergerak menggigit Kronev agar melepaskan 2 kepala rekannya yang lain.
Namun ketika kepala ular baru akan menggigit Kronev, sosok hiu raksasa Krak melompat dari air.
Krak membuka mulutnya yang dipenuhi gigi tajam itu, ia menggigit kepala ular raksasa itu tanpa ragu.
"Krak!".
Berbeda dengan sebelumnya dimana Krak tidak bisa memotong kepala ular memakai giginya, kali ini Krak benar-benar berhasil melepaskan kepala ular dari tubuhnya memakai gigitannya yang tajam.
Krak kembali mendarat di air beracun lagi sambil membawa kepala ular raksasa yang ada di mulutnya, meskipun air ini terlalu kecil bagi hiu berukuran 5 meter seperti Krak berenang, hal ini tidak membuatnya lambat sedikitpun.
__ADS_1
Bahkan Krak bisa berenang dengan gesit di air beracun ini, ia bergerak sangat cepat menjauh dari tubuh Chimaera sambil memakan kepala ular yang ada di mulutnya.
Setelah memakan kepala ular sebentar, Krak segera memuntahkannya lagi. Ia berkata dengan jijik "Rasa ular ini terlalu buruk, aku bahkan tidak bisa memakannya akibat rasa kepala ular ini!".
Kronev yang sedang menahan palunya di kepala singa dan kambing menemukan bahwa 2 kepala itu berusaha melawannya, nampaknya singa dan kambing ini berusaha melakukan serangan balik.
Oleh karena itu, Kronev mengangkat palunya dan memukul kepala singa dan kambing ini dengan keras.
"Brak! Brak! Brak! Brak! Brak!".
Dengan pukulan dari Kronev maka kepala singa dan kambing itu akan hancur, tapi tidak peduli seberapa keras Kronev memukul maka Chimaera ini tidak mati. Kepala singa dan kambing itu masih bergerak-gerak serta mencoba meregenerasi diri mereka lagi, bahkan kepala ular yang sudah dilepas Krak dari tubuhnya mulai tumbuh kembali.
"Sepertinya Chimaera ini tidak bisa dikalahkan! Nona Lumina, apa yang harus kita lakukan? Kenapa kita tidak segera pergi dari sini untuk mencari Tuan Elos, karena Chimaera ini tidak bisa dikalahkan maka lebih baik kita memanfaatkan waktu selama Chimaera ini sedang beregenerasi untuk pergi dari sini. Lagipula mengalahkan Chimaera ini bukan yang paling penting, mencari Tuan Elos adalah uang paling penting sekarang", kata Krak menyarankan.
Menghadapi saran Krak, Lumina menggelengkan kepalanya "Tidak perlu, Chimaera memang memiliki kemampuan regenerasi yang kuat tapi bukan berarti ia tidak bisa dikalahkan".
"Apa maksud--", sebelum Krak bisa bertanya lebih jauh lagi maka Lumina sudah bergerak.
Lumina menarik nafasnya, ia perlahan-lahan membuka matanya yang sudah berwarna seperti es "Absolute Ice Area".
Sesuatu yang mengejutkan terjadi, di depan mata Krak maka ia merasa seperti waktu sedang berhenti.
Lebih tepatnya baik itu Krak, Kronev dan Chimaera tidak bisa bergerak.
Setelah itu es menyebar dari tangan Lumina, ketika gerakan semua orang berhenti maka hanya kekuatan es milik Lumina yang masih bergerak.
Es itu menyebar ke seluruh ruangan, tempat ini akhirnya berubah menjadi ruangan es sepenuhnya.
Kecuali Krak, Kronev dan Lumina, seluruh yang ada di ruangan ini membeku menjadi es, bahkan suhu ruangan ini menjadi sangat dingin.
Selama seseorang di bawah kekuatan tingkat dewa ada di ruangan ini, mereka pasti akan mati akibat kedinginan.
"Tapi pertarungan kali ini akan sedikit merepotkan", kata Lumina yang mengamati keadaan sekitarnya "Rungan ini terlalu kecil sehingga menyebabkan gerakan kita menjadi terbatas, setidaknya akibat ukuran ruangan ini maka aku tidak bisa menggunakan angkatan laut tak terkalahkan milikku".
"Jangan khawatir", kata Kronev dengan percaya diri "Aku akan melindungi kalian, apa yang perlu kalian lakukan hanyalah menyerang Chimaera ini sedangkan aku bertugas menahannya agar tidak bisa menyerang kalian".
Sebelum Lumina dan Krak bisa mengatakan apapun, Kronev menarik nafasnya serta berteriak sekeras mungkin "Aaaaa!".
Seluruh ruangan ini gemetar akibat teriakan Kronev, bahkan Chimaera yang bergegas maju ke arah mereka harus menghentikan langkahnya hingga dipukul mundur akibat teriakan Kronev.
Teriakan Kronev barusan merupakan kemampuan tingkat dunia milik Kronev yaitu Teriakan sang Penguasa, oleh karena itu Chimaera benar-benar sangat terpengaruh akibat teriakan tersebut.
Berbeda dari Chimaera yang terlihat tidak bisa bergerak, teriakan Kronev tadi sama sekali tidak melukai Lumina ataupun Krak. Bagaimanapun teriakan ini merupakan kemampuan Kronev, jadi ia bisa menentukan siapa yang terkena efek teriakannya dan siapa yang tidak terkena.
Ketika Chimaera itu terjatuh ke tanah dengan kepala yang berputar-putar, ia terlihat bingung akibat teriakan Kronev.
Aura merah darah berkumpul di seluruh tubuh Kronev, kekuatannya meningkat dengan sangat cepat serta matanya ikut berwarna darah, Kronev memakai kemampuan tingkat Dunia miliknya yang lain yaitu Kemarahan Gila sang Penguasa Minotaur.
Tubuh Kronev menjadi semakin tinggi, lalu tanduk di atas kepalanya juga menjadi semakin besar.
Kronev yang sudah berubah menjadi lebih kuat itu berlari ke arah Chimaera yang masih bingung bersama palu raksasa miliknya.
Saat menemukan bahwa Kronev sudah maju dengan sangat cepat, Krak berkata "Nampaknya Nona Kronev sangat bersemangat".
"Ia selalu seperti itu", kata Lumina yang sudah mengenal Kronev sejak lama "Setiap kali ia bertarung maka ia pasti menjadi bersemangat. Lebih baik kita juga bergerak untuk membantunya, Kronev sendirian tidak akan bisa mengalahkan Chimaera raksasa ini".
Lumina mengambil pedangnya sebelum menusukkan pedang itu ke tanah, lebih tepatnya air beracun di bawahnya "Water Empress".
Air di sekitar Lumina mulai bergetar, tidak lama kemudian sebuah gelombang tsunami dari air beracun terbentuk di sekitar Lumina seperti sebuah tornado dengan Lumina yang berada di tengah-tengahnya.
Lumina mengulurkan tangannya ke arah Chimaera sambil berkata dengan dingin "Maju!".
__ADS_1
Tornado air beracun itu bergerak sangat cepat menuju Chimaera, bahkan sebelum Kronev mencapai Chimaera maka gelombang air beracun raksasa ini sudah menabrak tubuh Chimaera lebih dulu.
"Brak!".
Chimaera yang masih merasa sakit kepala akibat teriakan Kronev terlempar sejauh puluhan meter akibat gelombang air dari Lumina ini, belum lagi air ini beracun sehingga tanda-tanda keracunan muncul di seluruh tubuh Chimaera. Walaupun ia bisa beregenerasi dengan cepat, nampaknya Chimaera masih membutuhkan waktu untuk membuang semua racun yang ada di tubuhnya.
Ketika Chimaera masih sibuk membersihkan racun yang ada di tubuhnya itu, Kronev sudah melompat menuju ke arah dirinya sambil memukul memakai palu yang ada di tangannya tersebut.
"Booooom!".
Pukulan palu Kronev membuat seluruh ruangan ini bergetar, kali ini ia memukul dari atas sehingga seluruh tubuh Chimaera di tekan dengan keras ke bawah.
"Brak!".
Suara retakan terdengar, seluruh tanah di bawah Chimaera retak akibat pukulan Kronev tersebut, tidak diketahui seberapa banyak tulang Chimaera yang patah akibat pukulan Kronev.
"Aku tidak boleh kalah dari prajurit khusus lama Tuan Elos, kalau begitu aku juga harus mulai!", kata Krak yang berenang di atas air beracun ini.
Gigi taring yang ada di mulutnya terlihat semakin banyak dan tajam. Bukan hanya itu, tubuh Krak ikut membesar hingga menjadi lebih dari 5 meter.
Saat ini kepala singa dan kambing milik Chimaera sama sekali tidak bisa bergerak akibat pukulan Kronev, kepala ular yang melihat semua itu memutuskan untuk bergerak menggigit Kronev agar melepaskan 2 kepala rekannya yang lain.
Namun ketika kepala ular baru akan menggigit Kronev, sosok hiu raksasa Krak melompat dari air.
Krak membuka mulutnya yang dipenuhi gigi tajam itu, ia menggigit kepala ular raksasa itu tanpa ragu.
"Krak!".
Berbeda dengan sebelumnya dimana Krak tidak bisa memotong kepala ular memakai giginya, kali ini Krak benar-benar berhasil melepaskan kepala ular dari tubuhnya memakai gigitannya yang tajam.
Krak kembali mendarat di air beracun lagi sambil membawa kepala ular raksasa yang ada di mulutnya, meskipun air ini terlalu kecil bagi hiu berukuran 5 meter seperti Krak berenang, hal ini tidak membuatnya lambat sedikitpun.
Bahkan Krak bisa berenang dengan gesit di air beracun ini, ia bergerak sangat cepat menjauh dari tubuh Chimaera sambil memakan kepala ular yang ada di mulutnya.
Setelah memakan kepala ular sebentar, Krak segera memuntahkannya lagi. Ia berkata dengan jijik "Rasa ular ini terlalu buruk, aku bahkan tidak bisa memakannya akibat rasa kepala ular ini!".
Kronev yang sedang menahan palunya di kepala singa dan kambing menemukan bahwa 2 kepala itu berusaha melawannya, nampaknya singa dan kambing ini berusaha melakukan serangan balik.
Oleh karena itu, Kronev mengangkat palunya dan memukul kepala singa dan kambing ini dengan keras.
"Brak! Brak! Brak! Brak! Brak!".
Dengan pukulan dari Kronev maka kepala singa dan kambing itu akan hancur, tapi tidak peduli seberapa keras Kronev memukul maka Chimaera ini tidak mati. Kepala singa dan kambing itu masih bergerak-gerak serta mencoba meregenerasi diri mereka lagi, bahkan kepala ular yang sudah dilepas Krak dari tubuhnya mulai tumbuh kembali.
"Sepertinya Chimaera ini tidak bisa dikalahkan! Nona Lumina, apa yang harus kita lakukan? Kenapa kita tidak segera pergi dari sini untuk mencari Tuan Elos, karena Chimaera ini tidak bisa dikalahkan maka lebih baik kita memanfaatkan waktu selama Chimaera ini sedang beregenerasi untuk pergi dari sini. Lagipula mengalahkan Chimaera ini bukan yang paling penting, mencari Tuan Elos adalah uang paling penting sekarang", kata Krak menyarankan.
Menghadapi saran Krak, Lumina menggelengkan kepalanya "Tidak perlu, Chimaera memang memiliki kemampuan regenerasi yang kuat tapi bukan berarti ia tidak bisa dikalahkan".
"Apa maksud--", sebelum Krak bisa bertanya lebih jauh lagi maka Lumina sudah bergerak.
Lumina menarik nafasnya, ia perlahan-lahan membuka matanya yang sudah berwarna seperti es "Absolute Ice Area".
Sesuatu yang mengejutkan terjadi, di depan mata Krak maka ia merasa seperti waktu sedang berhenti.
Lebih tepatnya baik itu Krak, Kronev dan Chimaera tidak bisa bergerak.
Setelah itu es menyebar dari tangan Lumina, ketika gerakan semua orang berhenti maka hanya kekuatan es milik Lumina yang masih bergerak.
Es itu menyebar ke seluruh ruangan, tempat ini akhirnya berubah menjadi ruangan es sepenuhnya.
Kecuali Krak, Kronev dan Lumina, seluruh yang ada di ruangan ini membeku menjadi es, bahkan suhu ruangan ini menjadi sangat dingin.
__ADS_1
Selama seseorang di bawah kekuatan tingkat dewa ada di ruangan ini, mereka pasti akan mati akibat kedinginan.