AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 30 : SENJATA RAHASIA


__ADS_3

Elos tidak langsung menerima kesetiaan Wefo ini melainkan ia tetap diam dan hanya menatap Wefo, Bare yang ada di sisi lain juga dapat melihat bahwa Elos hanya diam sehingga ia berpikir bahwa ini mungkin waktu bagi dirinya untuk bergerak.


Bare berdiri sambil memukul meja dengan keras "Wefo, apakah kau tidak malu? Kau sudah membuat tuan menunggu disini selama sejam, seharusnya kau adalah orang yang menunggu tuan!".


"Aku tahu tindakanku kali ini salah, aku tidak akan melakukan hal ini lagi lain kali! Selain itu, mulai besok aku akan berusaha untuk bangun pagi agar kejadian hari ini tidak terulang lagi", kata Wefo yang dibalik suaranya bisa terdengar ketegasan.


"Baiklah, aku bisa menerima kesetiaan kalian, tapi kejadian kali ini tidak boleh terjadi lagi. Jika ada lagi lain kali maka aku pasti akan memberimu hukuman, apakah kau mengerti?", kata Elos yang menunjukkan sikap tegasnya.


"Aku mengerti tuan, Wefo pastikan kejadian hari ini tidak akan terulang lagi", kata Wefo tanpa keraguan sedikitpun.


"Kalau begitu maka kau bisa mengangkat kepalamu", kata Elos.


Wefo mengangkat kepalanya untuk menatap Elos, pada awalnya ia terkejut menemukan bahwa Elos ternyata merupakan mayat hidup. Ketika merasakan aura kehidupan dan kematian dari Elos, Wefo merasa sangat yakin bahwa Elos memang merupakan orang yang diramalkan.


"Tuanku, bolehkah aku bertanya tentang tujuan tuanku ke depannya?", tanya Wefo dengan hati-hati.


Bare yang ada di sisi lain berteriak "Wefo, beraninya kau menanyakan tujuan tuan? Sebagai pengikut setia tuan maka kau harus melakukan apa yang ia katakan, tidak perlu repot-repot bertanya mengenai tujuan dibalik rencana tersebut!".


Wefo tidak menatap Bare sedikit dan hanya berkata lagi "Tuanku, tujuanku bukan untuk meragukan anda melainkan agar kami manusia serigala bisa mengetahui tindakan apa yang harus kami lakukan selanjutnya. Apabila tujuan tuan adalah kedamaian maka kami akan melepaskan taring di mulut kami dan mulai membuka ladang, tetapi jika tujuan tuan berhubungan dengan perang maka kami akan menjadi bayangan milik tuan yang membunuh semua musuh tuan secara diam-diam".


Elos memang sudah mendengar sebelumnya bahwa manusia serigala ini lebih seperti pembunuh daripada prajurit, bahkan di masa lalu mereka merupakan pembunuh tersembunyi milik raja. Di masa lalu mereka lebih sering membunuh orang-orang yang menolak raja ataupun para bangsawan yang tidak memakai kekuasaannya dengan baik. Bukan hanya itu, mereka juga sangat ahli membunuh para pemimpin musuh di medan perang.


"Tidak peduli tujuanku untuk kedamaian atau bukan, taring milik kalian masih dibutuhkan sehingga aku tidak akan membiarkan kalian melepaskannya. Di masa damai sekarang, ada beberapa orang yang tidak bisa di bunuh secara terang-terangan yang membuat pembunuhan di balik kegelapan sangat dibutuhkan. Apakah kau mengerti?", kata Elos.

__ADS_1


"Aku mengerti tuan! Kami ras manusia serigala akan menjadi taring bayangan milik tuan!", kata Wefo penuh semangat.


Elos mengangguk "Tujuanku hanyalah membuat tempat yang damai, membuat orang-orang yang mengikuti ku bisa menjadi makmur, dan membunuh semua musuhku. Lalu aku memiliki sebuah tujuan lain, daripada tujuan mungkin lebih tepat di sebut target pembunuhan, aku akan membunuh Dewi Sares!".


Mendengar perkataan Elos, semua orang menjadi terkejut sebab mereka tahu seberapa kuatnya dewa tersebut, bahkan beberapa orang yakin bahwa mereka tidak akan pernah menang melawan dewa.


Meskipun begitu, semua orang berlutut di saat bersamaan "Kami siap memenuhi tujuan tuan, di masa depan kami pasti akan membunuh Dewi Sares untuk tuan!".


Jawab semua orang tanpa keraguan sedikitpun, lagipula mereka sudah setia kepada Elos.


"Membunuh seorang dewi? Sangat menarik! Masalahnya kau tidak memperhatikan kekuatanmu sendiri, dengan kekuatan milikmu sekarang bahkan tidak mungkin menyentuh dewi walaupun hanya jarinya. Apalagi kau berencana membunuh dewi, itu hampir tidak mungkin", sebuah suara wanita yang sangat menarik terdengar di ruangan tersebut.


Semua orang yang berlutut di sekitar Elos terkejut sebab mereka tidak mendengarkan suara wanita ini sebelumnya. Semua orang mengangkat kepala mereka untuk menemukan bahwa seorang wanita sedang duduk di atas sebuah kursi kosong pada ruangan tersebut, ada senyuman kecil di wajahnya serta sebuah tongkat yang hampir setinggi 2 meter, nampaknya ia memakai tongkat tersebut untuk bertarung.


Melihat wanita itu, wajah Tira menjadi suram "Zeyi, kenapa kau berani datang ke tempat ini tanpa izin dari tuan dulu? Apakah kau menantang kami?".


Rolir yang ada di samping berkata kepada Elos dengan suara kecil "Tuan, wanita ini adalah Zeyi, pemimpin ras manusia kera saat ini. Kekuatannya memakai tombak sama sekali tidak bisa diremehkan, terutama gerakannya yang gesit sehingga seseorang sulit untuk menyerangnya. Tapi wanita ini sangat sulit untuk membuatnya setia, ia sering bertidak sembarangan juga di masa lalu".


Elos terus menatap Zeyi, ia tidak langsung berbicara tetapi memutuskan untuk melihat perkembangan yang terjadi.


Zeyi menatap Tira yang marah "Ada apa? Kenapa aku harus datang kesini dengan izin? Bagaimanapun bukankah kesalahan kalian yang tidak sadar terhadap kedatanganku, jika kalian menyadarinya maka aku tidak akan duduk disini semudah ini".


Bare berlari menuju Zeyi sambil mengangkat tinjunya "Tidak ada gunanya berbicara bersama wanita ini, lebih baik menyerangnya secara langsung agar ia mengerti!".

__ADS_1


"Brak!".


Suara ledakan yang keras terdengar, kali ini Bare sama sekali tidak menahan pukulannya yang membuat seluruh ruangan bergetar.


Perlahan-lahan asap putih akibat pukulan Bare menghilang, tinju Bare menembus tanah tapi tidak mengenai Zeyi.


Lebih tepatnya Zeyi melompat tepat waktu untuk menghindari pukulan Bare, lalu ia berdiri di atas tinju Bare dan memegang tongkatnya "Bare, tidak peduli seberapa kuat tinju mu, selama tidak mengenai musuh maka semuanya akan menjadi tidak berguna, kau harus belajar lebih banyak lagi".


Bare marah dan akan memukul Zayi lagi, tapi kali ini Zeyi menggerakkan tongkatnya untuk memukul kepala Bare sebelum melompat mundur. Zeyi melompat sejauh 10 meter dari Bare agar tidak terkena serangannya lagi.


Bare mundur 2 langkah akibat pukulan itu, sebagai manusia beruang maka ia tidak terluka sebab pertahannya yang kuat. Tapi hal ini membuatnya semakin marah yang membuat ia siap memukul Zeyi lagi.


"Nampaknya kau masih belum mengerti, tinju mu tidak akan bisa mengenai ku! Kau boleh mencobanya berkali-kali untuk membuktikan perkataan ku, kau harus belajar bertarung lebih banyak lagi!", teriak Zeyi dengan senyum mengejek.


Tetapi sebelum Zeyi sadar, sebuah cakar muncul di belakang tubuhnya dan terletak tepat di depan leher Zeyi. Orang yang berdiri di belakang Zeyi sambil mengarahkan cakar itu tidak lain adalah Wofe.


Bukan hanya itu, Elage bersama Rolir dan Tira juga sudah di depan Zeyi sambil mengarahkan senjata mereka masing-masing padanya, bahkan Riona ikut turun tangan dan menunjuk kepala Zeyi memakai tombaknya. Selama Riona menggerakkan tombaknya sedikit lagi, kepala Zeyi pasti akan tertusuk.


Elos yang hanya duduk diam di kursinya tersenyum mengejeknya "Sepertinya bukan Bare yang harus belajar lebih banyak lagi, tapi dirimu sendiri, Zeyi".


Zeyi menggelengkan kepalanya, masih ada senyum percaya diri di wajahnya "Jika bertarung sendirian maka aku pasti tidak akan kalah, selain itu tindakan ini sama sekali tidak cukup untuk membuatku setia kepadamu! Dengar ini baik-baik mayat hidup yang diramalkan, selama aku mati maka ras manusia kera pasti akan memutuskan untuk bekerja sama dengan Loin. Tapi apabila kau membebaskan ku, maka aku akan membawa manusia kera yang lain untuk berpihak pada Loin juga. Tidak peduli apapun pilihanmu, kau masih akan kalah. Lagipula kami tidak perlu menjadi pengikut Loin, paling banyak kami hanya perlu membantunya berperang tapi bukan menjadi pengikutnya".


"Sedangkan kami harus menjadi pengikut mu untuk bergabung menjadi rekan mu, kami manusia kera sama sekali tidak akan menyerah dan menjadi pengikut siapapun! Hanya raja Kerajaan Manusia Hewan yang dulu bisa membuat kami setia, setelah kematian raja terakhir maka tidak ada lagi yang bisa!".

__ADS_1


"Apakah benar begitu?", kata Elos tidak peduli, ia menatap kakek Nors yang ada di sampingnya "Siapkan senjata rahasia yang sudah aku katakan sebelumnya, Zeyi ini pasti akan menyerah dengan senjata rahasia tersebut, tidak peduli seberapa keras kepala dirinya itu!".


__ADS_2