
Elos yang baru melewati gerbang teleportasi menyadari bahwa mereka sudah tiba di sebuah kota, lebih tepatnya semua kemampuan teleportasi tidak bisa digunakan di dekat labirin milik Fran oleh sesuatu kekuatan milik para dewa, oleh karena itu para penyihir dimensi hanya bisa membuka lubang dimensi ke kota terdekat dengan labirin milik Fran.
Ketika sudah tiba di kota tersebut, semua pasukan terus berlari menuju Labirin Fran tanpa peduli terhadap wajah terkejut para penduduk yang ada di kota ini, bagaimanapun kedatangan 32.000 pasukan secara tiba-tiba ini membuat mereka bingung tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Mereka terus berjalan selama kurang lebih 10 menit sebelum mulai berlari sebab Labirin Fran sudah ada di depan mata mereka.
"Serang!", teriak Halon yang ada di depan 32.000 pasukan ini.
Tanpa rasa takut sedikitpun, Halon berlari lebih dulu ke arah pasukan musuh. Walaupun ada 32.000 pasukan elit di depan dirinya, Halon maju tapa rasa takut sedikitpun.
Melihat keberanian Halon, para pasukan di belakang ikut menarik senjata mereka dan berteriak penuh semangat "Serang!".
Puluhan ribu pasukan bergegas maju mengikuti Halon, kavaleri menjaga sayap kiri dan kanan pasukan yang sama seperti pasukan musuh di depan mereka.
Elos juga menarik pedang miliknya, ia menunjuk ke arah pasukan musuh sebelum berteriak "Serang! Walaupun kita adalah prajurit Tuan Labirin paling baru, ayo tunjukkan bahwa kita tidak kalah dari pasukan Tuan Labirin manapun".
"Aaaaa!", para mayat hidup yang tidak bisa berbicara di sekitar Elos hanya bisa berteriak dengan suara menakutkan sebelum melangkah maju, mereka terlihat seperti kumpulan monster dengan aura kegelapan yang sangat kuat daripada sebuah pasukan elit.
Ketika 2 pasukan ini akan saling bertabrakan, Halon yang berada di barisan depan sudah di sambut oleh kumpulan perisai musuh.
Bahkan pasukan tombak dan pedang yang ada di belakang pasukan perisai berteriak penuh semangat "Lihat! Itu Tuan Labirin Halon! Selama kita membunuhnya maka kita pasti mendapatkan hadiah yang besar, tidak menutup kemungkinan bahwa kita akan ditunjuk sebagai bangsawan! Jangan takut, selama kita bergabung maka Tuan Labirin sekalipun pasti jatuh!".
Mendengar perkataan prajurit itu, prajurit yang lain ikut menjadi bersemangat.
Memanfaatkan celah-celah kecil pada perisai, pasukan pedang dan tombak langsung menusuk senjata mereka ke arah Halon.
__ADS_1
Di depan ada perisai yang menghalangi jalannya, di kiri dan kanan serta belakang maka ada pasukan milik Tuan Labirin sehingga Halon bisa dikatakan tidak bisa menghindar saat ini.
Dihadapkan dengan keadaan seperti itu, Halon tidak panik sedikitpun.
Ia melompat untuk menghindari puluhan pedang serta tombak yang akan menusuk dirinya, lalu tangan kanan Halon tiba-tiba berubah menjadi cakar hitam raksasa.
Halon yang masih melompat di udara melewati pasukan perisai yang ada di depan, lalu ia menebas cakarnya menuju pasukan tombak dan pedang yang berusaha membunuhnya tadi.
"Slash!".
Dengan sekali tebasan, Halon berhasil membunuh puluhan pasukan musuh.
Halon kembali mendarat di tanah yaitu tempat dimana kumpulan mayat yang baru ia bunuh, lalu ia berbalik dan menebas para pasukan perisai yang sudah ia lewati.
"Slash!".
Dengan matinya puluhan pasukan perisai, sebuah celah di antara pasukan musuh terbentuk yang membuat pasukan Tuan Labirin di belakangnya bisa bergerak dengan lebih mudah menghancurkan pasukan perisai musuh.
Halon mengangkat cakar hitamnya tinggi-tinggi, bahkan aura hitam pada cakarnya sudah menyebar ke setengah wajah Halon, lebih tepatnya ia memiliki darah setengah iblis sehingga setengah tubuhnya bisa berubah menjadi iblis sepenuhnya "Serang! Jangan biarkan seorangpun hidup! Tunjukkan kekuatan Tuan Labirin ke orang-orang bodoh ini!".
"Aaaaa!", melihat kehebatan Halon maka pasukan di belakangnya segera menjadi bersemangat, mereka mengikuti Halon dan membuat pasukan perisai musuh semakin kesulitan untuk menahan mereka.
Dengan waktu 2 menit, pasukan perisai musuh hancur sepenuhnya yang membuat pasukan Tuan Labirin bisa menyerang pasukan utama musuh tanpa masalah.
Pedang dan tombak saling bertabrakan, panah juga terus menerus menutup langit di atas medan perang.
__ADS_1
Walaupun Halon, Kurt dan Hepior sudah membunuh ratusan musuh, namun jendral elit di pasukan musuh akhirnya mulai bergerak yang membuat mereka sedikit kerepotan.
Elos membiarkan Tiamat dan Lumina bergerak maju, dengan kekuatan menakutkan milik naga bumi serta es milik Lumina, mereka membunuh banyak sekali musuh yang ada di medan perang.
Jika bukan karena 3 jendral rank 2 milik musuh yang saling bekerja sama untuk menahan mereka, Tiamat dan Lumina pasti bisa membunuh lebih banyak lagi pasukan musuh tanpa masalah.
Walaupun Lumina hanya memiliki rank 3, namun dengan kemampuan es miliknya maka ia bisa melawan kekuatan rank 2 tanpa masalah sedangkan Tiamat bisa melawan 2 orang rank 2 secara seimbang. Bahkan Elos bisa menilai bahwa Tiamat sedikit diuntungkan.
Saat ini orang yang ada di sekitar Elos adalah Riona, Kronev, Zeyi dan Bare, meskipun Elos sudah cukup kuat tapi semua orang masih keras kepala bahwa harus ada orang yang menjaga Elos sehingga Elos hanya bisa menerima 4 pengawal ini terus menjaganya di medan perang.
Ketika peperangan terus berlangsung, Elos tiba-tiba menyadari sesuatu "Tunggu! Dimana Tuan Labirin yang lain? Kenapa aku hanya melihat Halon disini?".
Elos menyadari bahwa Tuan Labirin yang lain sudah hilang, lebih tepatnya mereka tidak ada di medan perang ini.
Riona dan yang lainnya ikut sadar, mereka terus menatap sekitar untuk menemukan bahwa memang tidak ada Tuan Labirin lain di sekitar medan pedang.
Zeyi yang memiliki mata lebih tajam tiba-tiba menemukan sesuatu dan menunjuk ke arah kejauhan "Tuan, bukankah itu Nona Aruse dan dewa milik musuh? Nampaknya mereka mencoba untuk saling bertarung di tempat yang jauh agar tidak mengganggu para pasukan, lagipula kekuatan yang ada di tangan mereka sudah terlalu besar sehingga selama mereka bertarung di tengah-tengah medan perang maka mereka mungkin membunuh pasukan mereka sendiri".
Elos melihat ke arah yang ditunjuk Zeyi untuk benar-benar menemukan Aruse yang sedang terbang di atas langit dengan Hera yang ada di depannya, 2 orang itu saling menatap sebelum sama-sama mengambil senjata mereka dan mulai bertarung.
Hera memakai sebuah pedang sedangkan Aruse memakai sebuah kipas lipat, setiap kali senjata mereka saling bertabrakan maka Elos bisa merasakan kekuatan yang besar bergetar dari tempat itu hingga ke tempat Elos berdiri sekarang. Padahal jarak mereka sangatlah jauh, tapi getarkan dari tabrakan senjata 2 wanita itu bisa sampai ke tempat Elos berdiri sekarang.
Setelah melihat pertarungan Aruse sebentar, Elos berkata sedikit ragu "Jika Aruse melawan dewi di pihak musuh, maka Tuan Labirin yang lain pasti juga melakukan hal yang sama. Masalahnya, bukankah hanya ada 2 dewa di pihak musuh? 1 melawan Aruse yang berarti paling tidak ada sekitar 5 dewa yang tidak ada di informasi, apakah ada sebanyak itu dewa yang datang ke medan perang ini?".
Elos tiba-tiba memiliki firasat buruk, apabila mereka memiliki dewa sebanyak itu maka mereka sudah bisa menghancurkan labirin serta membunuh Fran dari awal, tapi mereka sama sekali tidak melakukannya.
__ADS_1
Bukankah ini berarti mereka tidak menargetkan untuk membunuh Fran dari awal melainkan mencoba menarik para Tuan Labirin dengan mengepung Fran?
"Jebakan, ini pasti jebakan!", kata Elos dengan yakin, meskipun ia tidak tahu jebakan apa yang musuh persiapkan namun ia yakin bahwa tujuan musuh adalah menjebak seluruh Tuan Labirin dan mungkin membunuh mereka semua dengan sekali serangan.