
Setelah memakamkan mayat Torei di dekat istana tempat mereka bertarung itu, Fiora tidak bisa untuk tidak berjalan mendekati Hergaf "Nona Hergaf, apa yang akan kita lakukan sekarang? Bagaimanapun tugas kita hanya perlu membunuh Torei, apakah kita perlu membantu yang lain seperti Zamir atau kembali untuk membantu Tuan Elos melawan Ark?".
Hergaf menatap ke arah langit sebentar sebelum berkata dengan tegas "Kita pergi untuk membantu Tuan Elos, aku yakin Zamir pasti bisa mengalahkan Hera tanpa masalah. Zamir itu cukup cerdas, setidaknya ia membiarkanku melawan Torei karena tahu bahwa aku pasti menang melawan Torei. Oleh karena itu, ia memilih untuk melawan Hera sebab ia tahu bahwa dirinya bisa melawan Hera, tidak perlu membantunya. Belum lagi Tuan Elos melawan Ark yang memiliki kekuatan paling menakutkan, kita harus kembali untuk membantu tuan secepat mungkin".
Fiora, Letta dan Krak berteriak di waktu yang sama "Baik!".
Mereka memang cukup dekat dengan Zamir sebagai bagian dari Federasi Tuan Labirin, namun ketika membandingkan antara Zamir dan Elos maka mereka pasti lebih mementingkan Elos dulu. Jadi hal ini membuat mereka langsung setuju terhadap keputusan Hergaf.
Tanpa membuang lebih banyak waktu lagi, 4 orang itu terbang dengan cepat kembali ke tempat dimana Elos seharusnya sedang bertarung melawan Ark bersama Grenza.
...----------------...
Di sisi lain, Hera sedang duduk di atas tembok sebuah kota. Walaupun ada banyak sekali penjaga di tembok kota tersebut, mereka sama sekali tidak mempedulikan keberadaan Hera. Lebih tepatnya, mereka mungkin tidak bisa melihat sosok Hera sedikitpun yang membuat Hera bisa duduk dengan mudah di tembok kota para prajurit ini.
Padahal penjaga di kota ini sudah diperkuat akibat mereka mendapat kabar bahwa sudah ada banyak kota di sekitar mereka yang hancur, namun memperkuat penjagaan masih tidak cukup untuk membuat mereka menyadari keberadaan Hera.
__ADS_1
Melihat kota yang damai ini, Hera sedikit menghela nafas sambil berkata dengan bosan "Jika bukan karena Nona Luri yang melarang ku menyerang kota secara sembarangan, aku tidak perlu repot-repot menunggu dengan bosan seperti sekarang ini. Tapi ini adalah apa yang Nona Luri katakan sehingga aku harus melakukannya, apabila aku menyerang kota secara sembarangan maka Nona Luri pasti marah".
Setelah itu Hera tiba-tiba mengangkat kepalanya sambil menatap ke arah kejauhan "Apakah Torei sudah kalah? Nampaknya pasukan Elos ini benar-benar sangat kuat, meskipun Torei tidak sekuat diriku tetapi kekuatannya tidak jauh berbeda. Sosok yang bisa mengalahkan Torei ini pasti sangat kuat, mungkin kekuatannya sama denganku? Selain itu, masih ada orang-orang yang berhasil mengalahkan Sares dan Halra, sepertinya apa yang Nona Luri katakan sebelumnya benar bahwa Ark akan kembali gagal lagi kali ini".
"Baik itu Tersin, Fran, Perot, Torei, Halra dan Sares sudah kalah, siapa yang berpikir bahwa kita monster-monster tua yang sudah hidup selama ratusan hingga mungkin ribuan tahun bisa dikalahkan oleh seorang anak yang berusia kurang dari 30 tahun. Pertarungan ini menjadi semakin menarik".
Ketika Hera masih memikirkan masalah kekuatan Elos, suara langkah kaki yang mendekat ke arah dirinya terdengar.
Tanpa melihat sekalipun, Hera sudah tahu siapa sebenarnya pemilik suara langkah kaki ini "Akhirnya kalian datang juga, Tuan Labirin peringkat ke 2 Zamir, Tuan Labirin peringkat ke 4 Aruse, Tuan Labirin peringkat ke 6 Nehuf, dan Tuan Labirin peringkat ke 7 Halon. Aku merasa terhormat bahwa sekitar setengah dari petinggi Tuan Labirin secara langsung melawan diriku, ini sebuah kehormatan besar".
Perlahan-lahan sosok Zamir, Aruse, Nehuf, dan Halon terlihat, mereka memakai kekuatan mereka juga agar orang-orang yang menjaga tembok kota ini tidak bisa melihat mereka seperti Hera.
Setelah saling berhadapan, Zamir tidak peduli terhadap perkataan Hera barusan melainkan segera berkata "Bukankah tidak baik bertarung disini? Kenapa kita tidak mengganti tempat dulu? Bagaimanapun kau sepertinya tidak tertarik untuk menghancurkan kota ini, ayo cari tempat bertarung yang lain agar tidak membawa masalah terhadap orang-orang yang tidak bersalah".
Hera tidak langsung setuju terhadap saran Zamir, melainkan ia berkata "Bagaimana kalau aku tidak setuju? Apakah kau berpikir dirimu adalah Ark atau Nona Luri yang bisa membuat aku melakukan apa yang kau lakukan? Aku bukan anggota Federasi Tuan Labirin, kenapa aku harus mendengarkan saran mu?".
__ADS_1
"Aku tidak keberatan untuk bertarung disini", kata Zamir tidak peduli "Namun kau dari tadi hanya duduk di kota ini tanpa menyerangnya, hal itu menunjukkan bahwa kau adalah orang yang peduli dan tidak menyerang orang yang tidak bersalah atau kau tidak bisa menghancurkan kota ini karena sesuatu seperti ada orang yang melarang mu menghancurkan kota secara sembarangan, apakah aku benar?*.
Hera tidak bisa untuk tidak menatap Zamir penuh dengan penghargaan "Sangat cerdas, apa yang kau pikirkan barusan akurat. Nona Luri memang melarang ku untuk bertarung di kota, kecuali ada hal yang benar-benar penting atau musuh yang menyerang ku lebih dulu. Sebelumnya aku pernah mendengar kabar bahwa Tuan Labirin ke 2, Zamir merupakan Tuan Labirin yang kuat serta cerdas, nampaknya semua kabar itu benar".
Zamir sedikit menggelengkan kepalanya "Aku tidak cerdas, selama seseorang sedikit berpikir mengenai masalah ini maka mereka pasti juga bisa mengetahuinya. Aku rasa pembicaraan kita sudah cukup, ayo pergi ke tempat lain".
Sosok Zamir bersama Tuan Labirin dan Hera menghilang dari atas tembok kota tersebut.
Lalu sosok mereka muncul lagi di sebuah lapangan luas yang sangat jauh dari kota, paling banyak hanya ada sebuah hutan yang sedikit jauh dari sini.
Hera melihat sekitar sambil berkata "Kemampuan dimensi yang bagus, sebagai Tuan Labirin Dimensi maka kemampuan dimensi mu memang sangat kuat".
"Ini hanya masalah kecil, prajurit khusus Elos yang sekarang yaitu Letta memiliki bakat yang lebih baik dariku untuk memakai sihir dimensi", kata Zamir yang sudah siap untuk bertarung "Jika ia memiliki kekuatan yang sama denganku, maka sihir dimensi milikku pasti bukan lawan dari Letta lagi".
Hera kembali menatap Zamir sambil berkata "Aku ingat bahwa kau sepertinya mengirim Hergaf, Letta dan yang lainnya untuk menyerang Torei, kenapa kau mengirim mereka untuk melawan Torei? Walaupun pada akhirnya mereka berhasil mengalahkan Torei, bagaimanapun kekuatan Torei sangat kuat. Mereka pasti menang karena keberuntungan, kau sendiri tahu bahwa kekuatan orang yang bernama Hergaf sekalipun bukan lawan dari kekuatan Torei".
__ADS_1
"Tapi kenapa kau masih mengirim mereka? Apakah kau iri dengan bakat milik Letta yang membuat kau memutuskan agar mereka melawan Torei? Dengan itu maka Letta kemungkinan besar akan mati sehingga kau bisa menjadi pengguna kemampuan dimensi terkuat, apakah itu alasanmu mengirim mereka untuk melawan Torei?".