
Sudah 2 minggu sejak Elos membunuh anak Marquis Nate, tapi belum ada pergerakan dari Marquis yang membuat Elos sangat aneh.
Meskipun begitu, Elos tidak berhenti untuk terus mengembangkan labirin miliknya.
Selama waktu ini, Elos mendapatkan cukup banyak poin juga sehingga lantai 2 labirin yang sebelumnya terlihat kosong mulai memiliki banyak monster Golem Api dan Manusia Magma.
Beberapa petualang rank 8 juga sudah tiba di lantai 2, walaupun masih ada banyak petualang rank 8 yang gagal dikarenakan monster bos Jendral Goblin.
Selain itu perkembangan Kerajaan Manusia Hewan juga semakin besar, keberadaan Labirin Fjorten menjadi daya tarik bagi banyak petualang ataupun pedagang dari berbagai kerajaan. Oleh karena itu, Ibukota Dyremann juga menjadi semakin hidup.
Ketika berjalan-jalan di kota, Elos menemukan banyak sekali rumah makan atau penginapan. Sebagian besar usaha ini di buka oleh ras manusia hewan, Kota Manusia Harimau yang sebelumnya terlihat seperti kota mati sekarang sudah menunjukkan kemakmuran nya.
Terutama dan paling penting merupakan pajak dari pedagang Kota Kart, 30% pajak para pedagang inilah yang menjadi fondasi keuangan Kerajaan Manusia Hewan mereka.
Saat Elos baru kembali ke istana, Ilina ternyata sudah ada di istana Elos serta berbicara bersama Riona.
Saat mengetahui bahwa Elos sudah datang, Ilina berlutut tanpa ragu sedikitpun "Maafkan kedatangan saya yang sangat tiba-tiba, tuan Elos!".
Elos melambaikan tangannya "Tidak masalah, lagipula istana ini terlalu besar hanya untuk aku dan Riona. Jadi kau bisa datang lain waktu untuk menemani Riona, tapi aku rasa alasan kedatang mu kali ini bukan karena itu, kan?".
"Tuan benar, Ilina memiliki sebuah pesan yang ayah kirimkan untuk tuan. Sebenarnya ayah sebelumnya akan datang kesini sendiri, tapi tamu yang datang ini sangat merepotkan", kata Ilina menjelaskan.
"Tamu? Siapa yang datang? Apakah berita milikmu ini berhubungan dengan tamu tersebut?", tanya Elos bingung.
__ADS_1
"Menurut perkataan ayah, mereka merupakan perwakilan dari Marquis Nate, mereka datang kesini untuk tujuan damai. Selama kita bisa memenuhi persyaratan Marquis Nate, maka perang tidak perlu terjadi. Namun perwakilan ini terlalu sombong, ia selalu mengatakan bahwa dirinya harus bertemu tuan sebab status ayah sama sekali tidak setingkat dari dirinya. Selain itu ia berkata tanpa kesopanan sedikitpun kepada ayah, padahal ayah merupakan raja di Kerajaan Manusia Hewan", kata Ilina yang tidak senang memikirkan tentang perwakilan tersebut.
"Apakah mereka benar-benar datang untuk berdamai?", kata Elos sedikit dingin.
Elos bukanlah orang bodoh, jika mereka benar-benar datang untuk berdamai maka mereka pasti bersikap lebih sopan. Paling tidak mereka tidak akan kasar kepada Rolis, mesipun Rolir merupakan pengikut Elos tapi statusnya tidak rendah di Kerajaan Manusia Hewan.
Jadi kemungkinan besar tujuan musuh adalah perang, sedangkan mengirim perwakilan ini hanya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa sebenarnya mereka bertujuan untuk damai, namun Elos menolaknya sehingga mereka tidak memiliki pilihan lain selain perang.
"Terima kasih informasinya, kau bisa kembali bekerja lagi, aku akan menemui utusan itu sendiri dan melihat persyaratan mereka", kata Elos dengan wajah dingin "Riona, kau tetap disini untuk berjaga-jaga, selama ada yang datang lagi untuk melaporkan maka kau bisa menerimanya dulu di istana sampai aku datang. Lumina, kau akan ikut denganku! Kita tidak tahu tujuan perwakilan ini, ada kemungkinan bahwa ia akan membunuhku".
"Baik, tuan!", jawab 3 orang wanita itu yang melakukan pekerjaan mereka masing-masing sesuai perkataan Elos.
Kerajaan Manusia Hewan ataupun Elos belum memiliki angkatan laut, hal ini menyebabkan Lumina belum memiliki pekerjaan apapun. Walaupun tidak memiliki prajurit untuk dilatih, kekuatan Lumina sama sekali tidak perlu diragukan yang membuat Elos memutuskan untuk membiarkan ia menjadi pengawalnya
Elos dan Lumina berjalan menuju rumah Rolir yang sudah diperbaiki menjadi seperti istana juga, tapi istana Rolir jauh lebih kecil daripada milik Elos yang menunjukkan statusnya.
Elos sedikit mengangguk, ia berjalan tanpa berhenti lagi menuju rumah Rolir bersama Lumina yang selalu mengikuti di belakangnya.
Di bawah arahan para pelayan, Elos akan tiba di ruangan Rolir sebelum mendengar suara teriakan yang sangat sombong dari balik pintu itu.
"Rolir, dimana tuan mu? Beraninya ia membuatku menunggu seperti ini, apakah ia tidak mengenal diriku? Aku merupakan perwakilan Marquis Nate, selama aku mengatakan sesuatu yang buruk tentang kalian kepada Marquis Nate maka ia pasti akan membuat seluruh Kerajaan Manusia Hewan menjadi tanah pasir lagi!", kata pria tersebut penuh kesombongan.
"Brak!".
__ADS_1
Sebelum Rolir bisa menjawab, Elos memukul pintu itu sangat keras hingga terbuka, lalu berkata penuh rasa dingin "Biarkan aku melihat, bagaimana cara Marquis Nate menghancurkan kerajaan milikku!".
Di ruangan itu Elos menemukan keberadaan Rolir serta seorang pria kurus dengan wajah yang licik, ia berdiri sambil berteriak kepada Elos "Siapa kau mayat hidup rendahan? Apakah kau tidak tahu siapa aku? Bawa tuan mu kesini! Selama tuan mu datang kesini, ia pasti akan berlutut padaku".
Lumina akan menarik pedangnya untuk memberi pria ini pelajaran, tapi Elos mengangkat tangannya untuk menghentikan Lumina "Aku Fjorten Elos, bukankah kau mencari ku?".
Setelah mendengar bahwa ternyata mayat hidup di depannya adalah Elos, wajah sombong pria itu tidak berubah sedikitpun, bahkan ia menatap Elos penuh rasa jijik.
Ketika ia akan berteriak marah lagi, ia menemukan keberadaan Lumina yang cantik di belakang Elos. Mata pria tersebut menjadi panas, ia berkata penuh kelicikan "Aku bisa memaafkan mu kali ini, namun kau harus memberikan wanita cantik di belakangmu itu kepadaku. Selain itu, Marquis Nate berkata bahwa kalian harus membayar perbuatan kalian yang sudah membunuh tuan muda. Tapi Marquis masih berbaik hati agar tidak membunuh kalian".
"Syarat perdamaian Marquis Nate adalah Kerajaan Manusia Hewan harus menjadi bawahannya, lalu seluruh penduduk manusia hewan akan menjadi budak Marquis Nate, sedangkan kendali Labirin Fjorten diberikan sepenuhnya kepada Marquis. Selama kau melakukan itu, Marquis bisa membiarkanmu hidup sebagai budaknya".
"Hahahahaha", Elos tertawa sangat keras, tapi baik itu Rolir ataupun Lumina bisa mendengar kemarahan dibalik tawa Elos.
Bagaimana bisa Elos tidak marah, persyaratan Marquis Nate sangat berlebihan, bahkan jika mati sekalipun maka Elos tidak akan setuju terhadap persyaratan tersebut. Tapi pria di depan Elos ini dengan bodohnya datang kesini seakan-akan Elos pasti menyetujui persyaratan tersebut, apalagi pria ini sama sekali tidak memiliki kekuatan apapun. Jangankan menjadi budak, bahkan Elos tidak akan pernah setuju untuk memberikan Lumina.
"Apa yang kau tertawa kan? Percaya atau tidak, selama aku berkata buruk tentangmu di depan Marquis Elos maka Kerajaan Manusia Hewan ini akan kembali menjadi tanah tandus lagi!", kata pria tersebut dengan wajah sangat kejam menatap Elos.
Elos menggelengkan kepalanya "Rolir, patahkan semua tangan dan kaki pria ini, setelah itu biarkan ia kembali ke Marquis Nate".
"Apa kau gila? Aku perwakilan dari--", kata pria itu masih sangat sombong, tapi Rolir langsung memukul wajahnya yang membuat pria itu menabrak tembok dan kehilangan kesadaran.
"Tuan, apakah anda yakin untuk tidak langsung membunuhnya?", kata Rolir yang sudah meyiapkan cakar miliknya, selama itu perkataan dari Elos maka ia tidak ragu untuk melakukannya.
__ADS_1
"Tidak perlu, cukup patahkan tangan dan kakinya. Jika pria ini mati maka tidak ada orang yang menyampaikan pesanku kepada Marquis Nate. Rolir, ketika pria ini bangun maka beritahu ia untuk menyampaikan pesanku kepada Marquis Nate. Aku menerima tantangan perang mu!", kata Elos sangat tegas, ada aura pembunuhan yang sangat kuat di sekitarnya.
Sebenarnya Elos bukan orang yang gila membunuh, namun sejak datang di dunia lain ini maka selalu ada orang yang mencoba melawan atau membunuh dirinya. Oleh karena itu, Elos juga tidak akan ragu untuk membunuh mereka.