AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 279 : PILIHAN TOREI


__ADS_3

Menatap benang darah yang mengikat serta melukai tangannya, Torei tahu bahwa dengan kekuatan penuhnya sekalipun maka ia tidak bisa lepas dengan mudah dari penjara benang darah ini. Walaupun ia bisa lepas dari penjara ini, tapi Torei hanya yakin sebanyak 40% bahwa dirinya bisa menang dari Hergaf sedangkan kemungkinan lainnya yaitu ia pasti kalah dan mati.


Setelah berpikir sebentar, Torei menentukan keputusannya.


Ia menatap tajam ke arah Hergaf sebelum berkata "Aku menolak untuk menyerah!".


Lalu Torei menarik tangannya yang di taha oleh benang darah tersebut, ia mengumpulkan semua energinya di kekuatan itu untuk melakukan serangan terakhirnya "Aaaaa!".


Mendengar teriakan dan energi yang berkumpul di tinju Torei, Hergaf tahu bahwa Torei berencana memakai kekuatan penuhnya.


Oleh karena itu, Hergaf tidak berani menganggap remeh kekuatan penuh Torei meskipun ia memiliki penjara benang darah. Bagaimanapun tinju Torei memiliki kekuatan yang sangat menakutkan, selama Hergaf tidak berhati-hati maka tinju ini mungkin membunuhnya.


Hergaf menggerakkan benang darah di sekitarnya untuk mengepung Torei, ia berencana untuk menebas Torei memakai benang darah ini sebelum Torei bisa memakai kemampuannya.


Melihat benang darah yang semakin dekat dan akan memotong dirinya, Torei sama sekali tidak panik. Ia terus memusatkan semua kekuatan di tinjunya, Torei berencana menyelesaikan pertarungan ini dengan sekali serangan.


Ketika benang darah sudah hampir menyentuh dirinya, pada waktu yang sama juga maka Torei sudah selesai mengumpulkan kekuatan pada tinjunya.


Torei memukul tinjunya ke arah depan tanpa ragu.


Sosok singa dapat terlihat muncul dari tinju Torei ini, singa itu mengaum dengan keras ke arah langit sebelum bergegas menuju ke arah Hergaf meskipun ada banyak sekali benang darah yang menghentikan jalannya.


"Booooom!".

__ADS_1


Sebuah ledakan yang besar terdengar saat singa itu menabrak benang darah milik Hergaf, bahkan Hergaf harus melompat mundur akibat ledakan ini.


Bukan hanya itu, penjara benang darah Hergaf juga memiliki tanda-tanda akan runtuh akibat serangan pukulan kekuatan penuh dari Torei ini.


Tidak peduli seberapa keras Hergaf mencoba mempertahankan penjara benang darah miliknya, benang darah di sekitar mulai jatuh secara perlahan-lahan.


Krak dan Letta hanya bisa menatap semua pertarungan ini dengan diam, bagaimanapun kekuatan Hergaf dan Torei sudah jauh di atas mereka sehingga keberadaan mereka hanya akan merepotkan Hergaf.


Namun Fiora berbeda, ia tahu seberapa menakutkannya penjara benang darah ini, Witer sekalipun tidak bisa melepaskan diri dengan mudah selama sudah terjebak di kemampuan ini.


Tetapi Torei bisa menghancurkan penjara benang darah yang sudah menunjukkan seberapa menakutkannya pukulan Torei ini, setidaknya kekuatan Torei kemungkinan besar tidak kalah dari Witer atau sedikit lebih kuat.


Hergaf yang melihat benangnya mulai jatuh secara bergantian sama sekali tidak panik sedikitpun, ia terus memegang kuat benang darahnya yang masih bertahan lalu terus menerus menebas ke arah Torei.


Bahkan belati yang berada di sekitar ruangan ini ikut terjatuh akibat tidak ada lagi benang darah yang mempertahankan mereka, sedangkan untuk Torei maka ia masih dikelilingi asap putih akibat ledakan pukulannya barusan.


Perlahan-lahan asap putih itu mulai menghilang, sosok Torei kembali terlihat di depan mata semua orang.


Torei masih berdiri tegak di tempatnya, tapi seluruh tubuhnya penuh akan luka yang merupakan luka tebasan dari benang darah milik Hergaf.


Walaupun sudah memiliki luka di seluruh tubuhnya hingga Torei berubah menjawab warna merah darah, namun tubuhnya masih tidak jatuh sedikitpun.


Melihat Torei masih bisa bertahan, Krak dan Letta sudah siap untuk mengambil tindakan. Mereka tahu bahwa Hergaf pasti sudah memakai hampir seluruh kekuatannya untuk serangan kali ini, oleh karena itu mereka harus membantu Hergaf sampai ia memulihkan tenaganya lagi akibat membuat penjara benang darah.

__ADS_1


Tetapi sebelum mereka bisa maju, Hergaf mengangkat tangannya untuk menghentikan gerakan 2 orang tersebut "Cukup, Torei sudah mati! Pertarungan ini sudah berakhir!".


Mendengar perkataan Hergaf, Letta dan Krak terkejut.


Mereka kembali mengamati Torei yang berdiri tegak dengan hati-hati untuk menemukan bahwa Torei sudah tidak bergerak lagi, ia berdiri diam di tempatnya dengan mata tertutup.


Karena Torei masih berdiri maka Letta dan Krak sama sekali tidak menyadari hal ini sejak awal, jika bukan Hergaf yang memberitahu mereka maka mereka pasti belum sadar bahwa Torei sudah mati.


Fiora berjalan mendekati Hergaf dan memakai sihir penyembuhan miliknya untuk memulihkan semua luka dan mengembalikan tenaga Hergaf "Nona Hergaf, anda berhasil mengalahkan Torei yang dijuluki sebagai bagian dari sosok terkuat mendekati Ark, dengan ini maka kekuatan anda sudah bisa menjadi bagian dari 5 orang terkuat di dunia".


Hergaf yang mendengar perkataan Fiora menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pahit "Kau sendiri tahu bahwa aku bisa memenangkan pertarungan ini sebab bertarung di ruangan, apabila aku bertarung di area yang cukup luas maka kemungkinan besar aku adalah orang yang kalah. Selain itu, nampaknya kau tidak terkejut terhadap kemenangan ku".


"Nona Hergaf, sebagai rekan anda sejak lama maka aku sangat mengenal kekuatan milik anda, belum lagi aku cukup banyak mengetahui tentang kemampuan unik lainnya dari penjara benang darah selain untuk menahan dan melukai musuh dengan benang darah tersebut. Ketika anda berkata untuk memakai kekuatan penuh anda, maka di saat itu juga aku yakin Nona Hergaf pasti menang, bagaimanapun julukan 3 prajurit khusus terkuat Tuan Urmur bukan julukan yang bisa di dapatkan seseorang secara sembarangan", kata Fiora yang terus memulihkan luka Hergaf.


Hergaf menutup matanya sambil membiarkan Fiora memulihkan lukanya "Kau berkata seperti itu, padahal kekuatanmu sendiri tidak kalah dari 3 prajurit khusus terkuat Tuan Urmur. Jika kau bukan merupakan seorang penyembuh, kau pasti bisa mendapatkan julukan 3 prajurit khusus terkuat Tuan Urmur tanpa masalah".


Fiora menggelengkan kepalanya sedikit "Nona Hergaf, anda sendiri tahu bahwa aku tidak tertarik dengan julukan ataupun kekuatan seperti itu, menyembuhkan orang lain jauh lebih baik. Aku tidak memiliki tekad yang kuat untuk membunuh orang lain, namun aku tidak bisa melihat rekan-rekan ku mati. Jadi aku berusaha mempelajari teknik penyembuhan sebaik mungkin agar semakin sedikit orang yang akan mati di masa depan".


Hergaf tidak terkejut terhadap jawaban Fiora, ia dan Fiora sudah saling mengenal sejak lama sehingga Hergaf mengenal cukup jelas sifat dari Fiora ini.


Hergaf berdiri lagi setelah sebagian energinya pulih, ia menatap ke arah mayat Torei yang masih berdiri diam di tempatnya.


Berpikir sebentar, Hergaf memutuskan untuk berkata "Krak, Fiora, Letta, bantu aku untuk membawa mayat Torei ini. Walaupun ia sudah menjadi musuh kita, sekarang Torei sudah mati sehingga tidak ada salahnya untuk memakamkan mayatnya. Bagaimanapun kita bermusuhan dengan Torei waktu ia masih hidup, ketika dirinya sudah mati maka semua dendam itu juga sudah selesai".

__ADS_1


Letta, Krak dan Fiora mengangguk setuju terhadap keputusan Hergaf.


__ADS_2