
Labirin Racun milik Fran terletak di Kerajaan Cahaya yang merupakan 3 kerajaan terkuat milik manusia, tapi Labirin Racun ini sama sekali tidak terletak di kota-kota besar atau wilayah yang memiliki banyak penduduknya melainkan terletak pada sebuah rawa yang ada di Kerajaan Cahaya.
Tidak ada seorangpun petualang yang berani membangun rumah ataupun kota di dekat rawa ini meskipun ada labirin sebab siapapun yang berani tinggal dekat dengan labirin ini, maka racun yang ada pada labirin terus menyebar ke tubuh mereka hingga membunuh secara perlahan-lahan. Meskipun tidak membunuh sekalipun, racun pada labirin ini bisa terus mengurangi umur hidup seseorang dan mempercepat kematian mereka.
Kecuali seseorang memiliki kekuatan di atas rank 1 atau tingkat dewa, maka racun pada labirin ini akan terus melukai mereka.
Masalahnya seberapa banyak kekuatan tingkat dewa di dunia ini? Hanya bisa dikatakan sangat sedikit, bahkan Elos yang mewarisi pengikut Urmur sekalipun hanya memiliki kurang dari 50 orang yang berada di atas tingkat 1. Oleh karena itu, setiap orang yang bisa menjadi di atas tingkat 1 pasti menolak untuk tinggal di tempat tidak dikenal seperti ini.
Namun labirin yang selalu terlihat kosong ini, terutama setelah permusuhan Elos dan Ark yang membuat hampir semua petualang berpihak pada Tuan Labirin, sekarang ada puluhan ribu pasukan yang mengepung tempat itu.
Semua pasukan tersebut berbaris di sekitar rawa dengan tertib, Elos bersama Aruse dan Halon beserta para prajurit khusus mereka yang berdiri di belakang sedang menatap rawa beracun ini.
Lumpur pada rawa saat ini terlihat seperti air yang mendidih, bahkan banyak prajurit yang ada di sekitar berkeringat dingin melihat rawa tersebut. Beberapa prajurit yang lebih lemah dapat merasakan bahwa selama mereka berani menginjakkan kaki di rawa ini, maka semua kulit dan daging mereka pasti terbakar.
"Wrath, Tiamat, kalian akan tinggal disini untuk membantu Halon berjaga-jaga. Wrath memiliki kemampuan yang tidak terlalu cocok untuk melawan racun sedangkan Tiamat memiliki tubuh yang terlalu besar hingga kesulitan untuk pergi ke labirin bawah tanah seperti ini. Jadi kalian menunggu disini sambil membantu Halon berjaga", kata Elos menjelaskan "Sedangkan Riona, Kronev, Lumina, Pride, Hergaf, Letta dan yang lainnya ikut bersamaku bergegas menuju labirin, lalu kita juga membawa 5000 pasukan mayat hidup. Lagipula membiarkan makhluk hidup pergi ke rawa beracun ini terlalu berisiko, lebih baik membawa pasukan mayat hidup yang memiliki ketahanan terhadap racun. Aruse, bagaimana denganmu? Apakah kau keberatan untuk membawa pasukan mayat hidup?".
Aruse yang ada di samping Elos menggelengkan kepalanya "Aku tidak keberatan, bahkan aku sangat berterima kasih! Apabila aku membawa pasukan ku, pasti racun disini bisa merusak tubuh mereka yang sangat berisiko. Aku hanya membawa 7 prajurit khusus milikku yang sudah memiliki kekuatan tingkat dewa, kau juga tidak keberatan bukan, Elos?".
"Aku sama sekali tidak keberatan, semakin banyak orang yang memiliki kekuatan tingkat dewa pergi maka kemungkinan menyelesaikan tugas ini menjadi semakin besar, ayo pergi! Halon, kami serahkan penjagaan disini kepadamu!", kata Elos yang membawa 5000 pasukan mayat hidup untuk bergegas maju menuju lumpur beracun pada rawa tersebut.
__ADS_1
Halon berkata dengan tegas "Kalian tidak perlu khawatir, selama aku masih hidup maka tidak akan aku biarkan 1 orang pun melangkah maju menuju labirin ini dan menganggu kalian! Aku mungkin memang Tuan Labirin terakhir, namun jangan meremehkan kekuatanku".
"Jika itu kau yang menjaga tempat ini maka aku sama sekali tidak khawatir", kata Elos tegas, ia sangat mengenal Halon ini.
Walaupun Halon selalu terlihat seperti pemarah serta mementingkan diri sendiri, Elos dapat mengetahui sangat jelas bahwa Halon selalu melindungi rekannya. Paling tidak Elos bisa berkata dengan percaya diri bahwa Halon bukanlah tipe orang yang meninggalkan rekan mereka hanya untuk hidup.
Setelah semua pasukan mayat hidup itu melangkah pergi menuju rawa maka Elos langsung mengikutinya bersama Riona, Hergaf dan yang lainnya.
Aruse melihat Halon sebentar sebelum berkata "Jaga dirimu, jika musuh terlalu kuat maka kau harus pergi dari sini, kau hanya perlu memberitahu kami bahwa ada musuh yang lebih kuat. Lagipula aku tidak tertarik untuk kehilangan rekanku lagi, kehilangan Urmur sudah lebih dari cukup bagiku".
"Tidak perlu khawatir, aku Halon tidak bisa mati semudah itu", kata Halon dengan Sehun percaya diri.
Halon terus mengamati rawa ini selama beberapa saat dengan wajah suram, Hepior yang ada di belakangnya tidak bisa untuk tidak bertanya "Tuan, ada apa? Apakah ada masalah?".
"Aku merasakan firasat buruk, meskipun ini mungkin hanya firasat ku yang salah. Bagaimanapun firasat milikku sering salah", kata Halon dengan hati-hati "Aku harap ini firasat buruk yang aku rasakan ini hanyalah sebuah kesalahan".
Menatap rawa itu selama beberapa menit lagi, Halon kembali berbalik untuk melihat semua pasukan miliknya, Aruse dan Elos.
"Sejak Elos dan Aruse sudah pergi ke labirin maka aku menjadi pemimpin sementara kalian, kepung seluruh rawa ini dan jangan biarkan apapun melewatinya. Bahkan jangan biarkan semut sekalipun lewat sebab itu mungkin musuh yang menyamar, apakah kalian mengerti?", teriak Halon.
__ADS_1
"Kami mengerti!", jawab semua prajurit yang mulai mengepung seluruh rawa ini tanpa celah lagi.
...----------------...
Moran bersama Borka sudah berangkat sejak kemarin malam sehingga mereka bersama pasukannya sudah berada cukup jauh di labirin, saat ini mereka sedang duduk untuk beristirahat akibat kelelahan sudah mencoba menyelesaikan labirin ini tanpa istirahat sejak tadi malam.
"Semuanya kembali berdiri, waktu istirahat sejam sudah habis! Aku tahu bahwa kalian pasti lelah, namun kita harus menyelesaikan labirin ini secepat mungkin sehingga kita bisa membantu Tuan Labirin yang lain, oleh karena itu setelah labirin ini selesai dan kita sudah mengalahkan Tersin bersama Fran maka aku pasti memberi kalian istirahat selama seminggu!", teriak Moran untuk meningkat semangat para prajurit.
Tetapi seseorang di antara para prajurit segera tersenyum "Tuan Moran, apa yang anda katakan? Kami sama sekali tidak lelah ataupun membutuhkan liburan, apa yang kami butuhkan yaitu membalaskan dendam Tuan Urmur! Kami mungkin bukan Tuan Labirin, namun sebagai pengikut Tuan Moran ataupun Tuan Borka yang merupakan Tuan Labirin maka kami juga merasakan kemarahan yang sama akibat kematian Tuan Urmur!".
Para prajurit yang lain ikut mengangguk, hal ini membuat Moran tersenyum "Kalau begitu ayo pergi dan serang Fran ataupun Tersin ini!".
Tiba-tiba seorang prajurit berlari ke arah sini, melihat prajurit tersebut maka Borka tahu bahwa prajurit ini merupakan prajurit yang ia letakkan untuk menjaga gerbang.
"Ada apa? Bukankah kau seharusnya sedang menjaga gerbang? Apakah musuh menyerang labirin ini untuk membunuh kita?", kata Moran hati-hati, ia membiarkan prajurit ini menjaga gerbang untuk memastikan agar segera melapor apabila musuh datang ke labirin ini.
Prajurit itu menarik nafas dengan berat, ia nampaknya cukup kelelahan akibat berlari.
Setelah beberapa saat, prajurit itu berteriak panik "Tuan Moran, keadaan buruk! Seluruh pintu labirin ini sudah terkunci! gerbang menuju labirin ini tertutup!".
__ADS_1