AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 77 : KEPUTUSAN ELOS


__ADS_3

Wajah Elos sekarang sudah sangat suram, Kerajaan Ray benar-benar meremehkan dirinya. Jika Elos hanya perlu membayar uang maka Elos mungkin setuju sebagai ganti kedamaian, tapi mereka juga berusaha merebut wilayah yang Elos sudah dapatkan. Oleh karena itu, Elos tidak mungkin setuju.


Bagaimanapun Elos bersama pengikutnya sudah bekerja keras untuk mendapatkan wilayah Marquis Nate, namun seseorang tiba-tiba datang untuk mengambil wilayah ini kembali tanpa bayaran apapun.


Jadi Elos berkata tanpa keraguan sedikitpun "Marquis Riste, beritahu raja atau dewa kalian bahwa aku menolak ajakan damai ini. Selama kalian masih tetap seperti ini, maka aku Elos tidak akan takut! Walaupun seluruh Kerajaan Ray membawa semua pasukan kalian, aku siap menghadapi kalian semua kapanpun".


Senyum ramah di wajah Marquis Riste juga menghilang, ia berkata kepada Elos penuh peringatan "Apakah kau yakin, tuan Elos? Nampaknya anda belum tahu bahwa kekuatan Kerajaan Ray bukan sesuatu yang bisa anda bayangkan. Sebelum berangkat kesini, rajaku sudah memberitahu bahwa kami akan mengirim pasukan elit ke 3 dari Kerajaan Ray, apabila tuan Elos masih menolak. Berbeda dari Marquis Nate, pasukan elit ke 3 ini berada di bawah kekuasaan raja secara langsung, ada 2 orang rank 5 di sana sebagai pemimpin pasukan. Apakah tuan Elos masih sangat percaya diri untuk menerima tantangan perang kami atau kedamaian?".


Marquis Riste berpikir bahwa Elos pasti sudah ketakutan mendengar 2 orang rank 5 sebagai pemimpin, lagipula Marquis Riste sekalipun sama sekali tidak memiliki pengikut rank 5. Hanya Duke ke atas yang bisa memiliki prajurit sekuat itu, jadi Marquis Riste yakin bahwa Elos pasti tidak menolak.


Tetapi jawaban Elos berikutnya membuat ia membeku "Jawabanku tidak berubah, apabila kalian mengirim pasukan ke wilayah ku maka aku akan membuat Kerajaan Ray menyesal".


Marquis Riste membuka mulutnya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya, ia tidak berpikir bahwa Elos menerima perang melawan Kerajaan Ray yang menakutkan tanpa ragu sedikitpun.


Marquis Riste mencoba membujuk Elos lagi "Tuan Elos, pikirkan lagi baik-baik! Saya melakukan ini untuk anda, pasukan elit ke 3 Kerajaan Ray merupakan pasukan elit paling lemah dari 3 pasukan elit milik raja. Bahkan jika anda menghancurkan pasukan elit ke 3, masih ada pasukan elit ke 1 yang dipimpin oleh 2 orang rank 3. 8 Tuan Labirin yang lain tidak akan membantu anda untuk masalah ini, lebih tepatnya Tuan Labirin terkuat sedang jatuh sakit yang membuat masalah besar pada para Tuan Labirin yang lain, jadi mereka tidak memiliki waktu sedikitpun untuk memperhatikan ataupun membantu anda. Ini kesempatan terakhir anda, menyerah dan penuhi persyaratan atau--".


Sebelum ia bisa menyelesaikan kata-katanya, sebuah palu muncul dan memukul ke arah meja di depan Elos dan Marquis Riste.


"Brak!".


Meja tersebut segera hancur, Marquis Riste yang terkejut menatap ke arah pemilik palu tersebut untuk menemukan bahwa orang yang memukul meja hingga hancur ini merupakan seorang wanita yang terlihat seperti pengawal Elos.

__ADS_1


Wanita itu tidak lain adalah Kronev, ia menatap Marquis Riste dengan dingin "Apakah kau tidak mengerti apa yang tuanku katakan sebelumnya, kami menolak persyaratan tersebut! Kembalilah dan beritahu tuanku, perdamaian ini sudah gagal!".


Elos ikut mengangguk "Keputusanku masih belum berubah Marquis Riste, selain itu pengikut ku menjadi marah akibat kau terus keras kepala mencoba membujuk ku untuk menyerah. Aku sarankan kau untuk pergi dari sini, jika tidak maka pengikut ku mungkin akan membunuhmu tanpa ragu".


Marquis Riste gemetar ketakutan terhadap palu milik Kronev yang menghancurkan meja, bagaimanapun ia bisa merasakan bahwa Kronev memiliki kekuatan rank 5 melalui pukulan tersebut, selama ia tetap disini maka dirinya pasti mati.


Oleh karena itu, Marquis Riste berdiri dari kursinya sebelum menatap Elos penuh rasa dingin "Kalau begitu sampai bertemu lagi di medan perang, jangan menyesali keputusan ini, tuan Elos".


Lalu Marquis Nate pergi secepat mungkin, ia tidak berani untuk tinggal di ruangan ini lebih lama lagi.


"Sangat penakut, ia sudah begitu ketakutan hanya karena aku memukul meja", kata Kronev tersenyum mengejek.


"Riona, beritahu semua petinggi kita untuk berkumpul lagi, liburan 2 bulan sudah berakhir! Kita akan kembali berperang lagi!", kata Elos dengan tegas.


"Baik tuan", jawab Riona yang pergi dari ruangan tersebut untuk memberikan kabar ini ke semua petinggi Elos.


...----------------...


Marquis Riste baru mengabarkan tentang keputusan Elos kepada raja seminggu kemudian, lagipula jarak dari Kota Novus ke Ibukota Kerajaan Ray sangat jauh sehingga membutuhkan waktu 7 hari untuk kembali ke ibukota.


Mendengar tentang jawaban Elos, raja bersama Perdana Menteri Solos sama sekali tidak terkejut, bahkan mereka akan lebih terkejut apabila Elos menerima persyaratan ini.

__ADS_1


Setelah membiarkan Marquis Riste kembali, Perdana Menteri Solos membungkuk hormat kepada raja "Semuanya sesuai dengan rencana yang mulia, sekarang apakah kita harus mengumpulkan pasukan elit ke 3 atau mungkin--".


Raja melambaikan tangannya "Kita memang harus menggunakan prajurit elit ke 3, tapi kita harus mengumpulkan para penduduk lebih dulu. Jika kita langsung menyerang Elos tanpa alasan maka beberapa orang akan mengaggap kita sebagai penjahat, oleh karena itu kita harus mengubah Elos dulu sebagai seorang penjahat di mata penduduk sebelum menyerangnya agar para penduduk memberikan dukungannya pada kita di perang ini".


Mendengarkan ide raja, mata Perdana Menteri Solos bersinar "Yang mulia benar-benar cerdas, perdana menteri akan membiarkan para penduduk segera berkumpul".


Raja mengangguk "Jangan terlalu tiba-tiba, para penduduk sama sekali tidak perlu berkumpul hari ini melainkan biarkan mereka datang besok. Aku juga akan bertanya pada Dewi Sares untuk mencari saran, bagaimanapun sebagian besar anggota pasukan elit 1 dan 2 ada di perbatasan melawan iblis. Hal ini membuat kita tidak bisa bertindak sembarangan tanpa izin dewi".


Perdana Mentri Solos mengangguk, ia mulai bergerak untuk membiarkan para penduduk kota berkumpul besok.


...----------------...


Keesokan paginya, bagian depan istana raja sudah dipenuhi oleh banyak penduduk, meskipun mereka bingung dan tidak tahu alasan mereka dikumpulkan disini tapi ini merupakan tugas yang dikirimkan oleh raja sehingga mereka tidak berani menolak.


Hampir semua penduduk Ibukota Kerajaan Ray berkumpul, selain itu pasukan elit ke 3 milik raja bertindak sebagai penjaga di sekitar agar para penduduk ini menjadi diam serta menghentikan jika ada pembunuh disini yang mencoba membunuh raja.


Setelah waktu berlalu selama kurang lebih sejam, sosok raja muncul dari balik istana dan berdiri di tempat tinggi yang terhubung ke istana.


Karena raja berada di tempat yang tinggi maka semua penduduk ini bisa melihat sang raja.


Bersamaan dengan munculnya raja, para penduduk bersama pasukan elit ke 3 milik raja berlutut di tanah tanpa ragu "Kami memberi hormat kepada yang mulia!".

__ADS_1


__ADS_2