AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 264 : PEROT


__ADS_3

"Fillie akhirnya mengirimkan pesan juga, bawa kesini! Aku penasaran apakah ia berhasil menahan dan mencoba menipu Ark atau tidak", kata Elos.


Riona mengangguk dan membuka pintu tenda Elos, ia memberikan surat yang ada di tangannya menuju Elos.


Elos membuka surat itu sebelum mulai membacanya, beberapa saat kemudian Elos sedikit mengangguk "Ternyata semuanya sesuai dengan yang sudah direncanakan, kalau begitu seluruh pasukan akan mulai bergerak besok pagi dan merebut Kerajaan Sanctus sebelum Ark dan yang lainnya kembali. Aku penasaran, wajah seperti apa yang akan Ark miliki ketika mengetahui bahwa seluruh wilayahnya sudah hilang".


"Elos, apakah rencana mu benar-benar berhasil? Siapa berpikir Ark yang merupakan rubah tua licik itu bisa tertipu juga, apakah ia berpikir bahwa memakai Sares untuk menipu kita yang sangat terlihat jelas seperti itu bisa berhasil? Aku tidak mengerti lagi apa yang ia pikirkan", kata Riona menggelengkan kepalanya.


Sebagai prajurit khusus Elos maka Riona sudah mengetahui rencana Elos yaitu membiarkan Fillie memberitahu seluruh pasukannya bahwa Elos akan tiba untuk membantu mereka.


Hal ini dilakukan agar kabar itu menyebar dari para prajurit kekaisaran menuju Ark, dengan cara itu maka Ark pasti berpikir bahwa Elos tertarik dengan jebakan Sares miliknya.


Lalu Elos membiarkan Fillie memberitahu para prajurit untuk berteriak senang pada malam hari seakan-akan menyambut Elos yang datang ke perkemahan mereka, setelah itu Fillie bisa membawa pasukannya mundur secara diam-diam saat Ark bersama pasukannya mulai tertidur.


Bukan hanya itu, Fillie datang sendiri ke perbatasan bersama pasukan elit kekaisaran miliknya agar membuat Ark lebih yakin bahwa Elos akan datang.


Lagipula sebagai prajurit khusus Elos, maka sudah seharusnya Fillie datang sendiri untuk menyambut Elos.


Ketika semua hal ini sudah dilakukan, maka Ark yang menyerang pada keesokan harinya akan menemukan sesuatu yang mengejutkan yaitu perkemahan kosong, tidak ada seorangpun prajurit kekaisaran di perkemahan tersebut. Elos tidak tahu wajah seperti apa yang Ark tunjukkan saat mengetahui bahwa dirinya sudah di tipu oleh anak muda seperti Elos.


Membakar surat tersebut agar tidak meninggalkan jejak, bagaimanapun Elos tidak tahu apakah ada mata-mata Ark di pasukannya meskipun hal itu memiliki kemungkinan sangat kecil, tapi tidak ada salahnya untuk berhati-hati.

__ADS_1


"Riona, kau sudah bisa kembali beristirahat sekarang, besok kita akan melanjutkan peperangan! Tujuan kita besok adalah merebut seluruh Kerajaan Sanctus, setelah itu maka tidak ada lagi wilayah apapun untuk Ark", kata Elos percaya diri.


Riona mengangguk "Kalau begitu aku akan beristirahat sekarang".


Riona tidak seperti Elos yang sudah menjadi mayat hidup, oleh karena itu ia masih membutuhkan istirahat dan makan walaupun ia tetap bisa tidak makan ataupun tidak tidur selama berbulan-bulan tanpa masalah. Tetapi jika terlalu lama, maka ketajaman Riona bisa menurun yang sangat merugikan waktu pertarungan nanti.


Saat Riona sudah pergi, Elos menatap ke arah langit malam melalui jendela di kamarnya "Ark, bukankah selama ini kau yang selalu menipuku? sekarang adalah waktunya bagiku untuk membuat jebakan bagi kalian, aku harap kalian tidak kecewa".


...----------------...


Keesokan paginya, Perot yang berada di istana Kerajaan Sanctus bangun pagi hari dan mulai sarapan di ruang makan istana.


Namun Ark memberinya tugas untuk menjaga wilayah mereka, padahal menurut Perot hal ini sama sekali tidak perlu dilakukan sebab ia berpendapat bahwa musuh tidak akan menyerang wilayah ini secara tiba-tiba.


Walaupun begitu, Ark tidak membiarkannya menolak yang membuat Perot hanya bisa menerimanya.


Ketika Perot sedang sibuk sarapan, seorang prajurit datang ke ruang makan tersebut sambil berkata "Tuan Perot, aku mendapatkan kabar dari Tuan Ark bahwa serangan terhadap musuh akan dilakukan siang ini, selama waktu itu maka Tuan Ark berkata bahwa anda harus selalu berhati-hati dan jangan menurunkan penjagaan, kita tidak tahu kapan musuh menyerang".


Perot melambaikan tangannya tidak peduli "Tuan Ark terlalu khawatir, musuh ada di perbatasan kekaisaran, bagaimana mereka bisa menyerang tempat ini. Beritahu Tuan Ark bahwa tidak ada masalah disini!".


"Baik tuan!", jawab prajurit itu yang cepat pergi dari ruangan ini.

__ADS_1


Perot melanjutkan sarapannya yang ada di atas meja, ia sama sekali belum mendengar kabar kekalahan Kerajaan Cahaya dan kerajaan manusia yang lain sebab gerakan Elos terlalu cepat serta efektif sehingga tidak ada seorangpun pasukan musuh yang berhasil melarikan diri lalu melaporkan hal ini kepada Perot ataupun Ark.


Setelah sarapan di meja baru dihabiskan Perot dan ia membawa pedangnya untuk berlatih, pintu ruang makan ini tiba-tiba terbuka.


Prajurit yang melapor kepada Perot tadi mengenai pesan Ark segera berlari ke arahnya dengan panik "Tuan Perot, ibukota d serang! Tidak! Lebih tepatnya aku mendengar kabar bahwa seluruh Kerajaan Sanctus sudah di serang! Bahkan tembok ibukota kita sekarang sudah dihancurkan, pasukan kita yang menjaga gerbang sudah banyak yang mati!".


Wajah Perot membeku, lalu ia berkata dengan marah "Apa yang orang-orang bodoh itu lakukan? Sejak kapan musuh menyerang? Kenapa mereka sudah menghancurkan gerbang ibukota tanpa melaporkan kepadaku sejak awal?".


"Tuan Perot, itu--", prajurit itu berusaha mengatakan apapun lagi.


Sebelum prajurit itu bisa menyelesaikan perkataannya, Perot mengangkat tangannya untuk menghentikan perkataan prajurit itu "Cukup, kalian semua sama sekali tidak berguna, aku akan pergi sendiri untuk memeriksa siapa yang berani menyerang wilayah dengan begitu bodoh!".


Perot berjalan pergi dari istana ini tanpa mendengar laporan lebih lanjut dari prajurit itu.


Saat tiba di depan istana, Perot berteriak dengan marah "Siapa yang begitu berani menyerang ibukota Kerajaan Sanctus, aku akan membunuh orang bodoh yang berani menyerang wilayah ini--".


Perot langsung membeku saat ia menemukan sosok harimau putih raksasa yang bergegas ke arah dirinya.


Saat mendengar teriakan Perot, harimau putih itu menatap Perot sebelum berteriak ,"Ternyata ada musuh yang menarik disini, aku pikir aku akan merasa bosan ketika menyerang kerajaan manusia, ternyata aku salah!".


Perot sudah ketakutan sekarang sebab harimau putih ini memiliki kekuatan yang jauh lebih menakutkan daripada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2