
Elos menatap Arla sambil mengangguk "Ya, kau memang masih anak-anak".
Arla menjadi semakin marah saat Elos masih memanggilnya anak-anak, ia berteriak "Aku sudah berumur 25 tahun, bukan lagi anak-anak! Bahkan dari segi umur, kau masih lebih muda dariku!".
Elos mengangguk lagi "Kau benar, mungkin dari segi umur kau lebih tua dariku, namun dari sifat mu tersebut maka kau lebih seperti anak-anak".
Arla yang marah hanya bisa menekan kemarahannya, ia berusaha bersikap seperti orang dewasa sebaik mungkin "Berhenti membuatku marah, aku berbicara kalian bukan untuk membahas hal tersebut. Lebih baik kalian segera pergi dari sini sebelum para penjaga menyadari kalian, selama kalian tertangkap maka kalian pasti berakhir sebagai budak juga. Walaupun kalian berhasil melarikan diri, kakak dari pemilik tempat ini adalah Marquis Nate, kalian pasti tidak akan bisa melarikan diri dari Kerajaan Ray kecuali pergi ke kerajaan lain lebih dulu jika bermusuhan dengan Marquis Nate".
Mendengar bahwa Arla ini memiliki tujuan baik untuk mengingatkan mereka, Elos memutuskan untuk tidak pergi lebih dulu. Bagaimanapun tidak semua orang peduli pada orang yang baru mereka temui, oleh karena itu Elos cukup menghargai Arla ini.
"Tidak perlu khawatir tentang kami, pemilik tempat ini sama sekali tidak bisa menangkap kami, selain itu kami juga tidak takut untuk bermusuhan bersama Marquis Nate. Yang lebih penting lagi, kenapa orang sepertimu bisa di penjara pada tempat seperti ini, lagipula aku belum pernah mendengar dwarf berperang melawan manusia. Jadi hampir tidak ada dwarf yang menjadi budak di wilayah manusia karena dwarf sering memberi manusia banyak senjata hebat melawan iblis. Namun kau sekarang sudah menjadi budak, pasti ada alasannya", kata Elos.
Arla menatap Elos bersama 2 wanita yang terlihat tidak takut terhadap Marquis Nate, Arla tidak lagi mencoba membujuk mereka sebab ia sudah memberi mereka peringatan. Selama terjadi sesuatu pada 3 orang ini maka 3 orang ini hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena tidak mendengarkan peringatan yang ia katakan sekarang.
"Aku menyembunyikan kapal dari mereka, hal ini menyebabkan mereka memenjarakan ku disini", kata Arla dengan wajah pahit.
__ADS_1
"Mereka memenjarakan mu hanya karena sebuah kapal? Apakah mereka gila? Kalian para dwarf terkenal sanga mudah menghasilkan uang sebab senjata yang kalian buat merupakan senjata terbaik. Jadi seharusnya tidak ada masalah bagimu untuk membeli kapal paling mahal sekalipun setelah bekerja menjadi pandai besi selama sebulan, kenapa mereka harus memenjarakan mu disini?", tanya Elos masih bingung.
Arla menggelengkan kepalanya "Apabila itu kapal paling mahal sekalipun, aku pasti tidak di penjara sebagai budak seperti ini. Paling banyak aku hanya perlu membayar 3 kali lipat sebagai gantinya, namun kapal yang aku sembunyikan ini berbeda dari kapal lannya. Ini merupakan kapal legenda para dwarf kami".
"Kapal legenda?", tanya Elos kembali tidak mengerti, Riona yang ada di samping Elos ikut menjadi bingung sebab mereka sama-sama berasal dari dunia lain.
"Kapal legenda? Apakah mungkin kau memegang 1 di antara 3 kapal legenda di dunia?", tanya Lumina sangat terkejut serta senyuman senang bisa dilihat pada wajahnya, lalu wajahnya tiba-tiba menjadi curiga "Tunggu! Kenapa para dwarf membiarkanmu memegang kapal tersebut? Seharusnya kapal itu berada di tangan pemimpin para dwarf, selain itu kapal tersebut pasti tidak boleh pergi dari wilayah para dwarf kecuali sebuah perang hidup dan mati benar-benar terjadi. Apakah kau mencoba membohongi kami?".
Arla menjadi diam, ia menatap Lumina sebelum matanya bersinar cerah "Kau pasti seorang prajurit laut yang sangat baik, tunggu! Prajurit laut sama sekali tidak cocok untuk menggambarkan kemampuanmu, kau seorang laksamana yang sangat baik, selama musuh tidak memiliki rank lebih kuat darimu maka kau hampir tidak terkalahkan di laut! Siapa sebenarnya dirimu?".
Mata Arla terbuka lebar penuh rasa tidak percaya, ia berkata dengan mulut bergetar "Laksamana Lumina? Kenapa aku tidak mengenal nama tersebut?".
Lumina sedikit tidak bisa berkata-kata, ia bukan berasal dari dunia ini sehingga orang-orang pasti tidak mengenalnya meskipun ia sangat terkenal di dunia sebelumnya.
"Kau terkenal atau tidak itu sudah tidak penting lagi!", kata Arla yang berjalan memegang besi penjara "Hanya orang sepertimu yang cocok untuk kapal perang legendaris dwarf kami! Aku sudah putuskan untuk bergabung bersama kalian, aku akan memberikan kalian kapal perang legendaris milik dwarf kami. Tapi ada persyaratan, aku harus menjadi pemimpin kelompok perawatan kapal tersebut, aku tidak akan membiarkan orang lain merawat kapal kebanggan dwarf kami secara sembarangan".
__ADS_1
"Lalu hanya Laksamana Lumina yang boleh membawa kapal tersebut, jika kalian setuju maka aku akan setia kepada kalian dan membantu kalian mengalahkan setiap musuh. Namun apabila kalian menolak, aku tidak akan pernah memberitahukan dimana kapal legendaris dwarf disembunyikan. Bahkan kepala keluarga Leghi sekalipun tidak bisa mendapatkan informasi apapun dariku, jangan berpikir bahwa kalian bisa".
Lumina menatap Elos, ia tidak berani mengatakan apapun tanpa izin Elos.
Elos mengangguk yang menunjukkan bahwa ia menyerahkan masalah ini pada Lumina, untuk mempercayai Arla atau tidak.
Setelah mendapatkan izin Elos, Lumina menjadi percaya diri "Kami bisa setuju atas persyaratan tersebut selama kau setia kepada tuan Elos, lalu ada sebuah hal lain, kenapa kami harus percaya padamu? Aku sendiri sudah mengatakan sebelumnya, kapal legendaris para dwarf seharusnya tidak ada di tanganmu!"
Arla menarik nafas sebelum menjelaskan dengan tegas "Namaku Arla Grafone Olio Sharfas, ayahku adalah Zoe Idano Sharfas, pembuat kapal legendaris tersebut! Sebelum kematiannya pada usia 730 tahun, ia membiarkan kapal tersebut kepada anaknya dan melarikan diri dari wilayah dwarf. Sejak saat itu, seluruh dwarf mencari anaknya di seluruh dunia, secara kebetulan kepala keluarga Leghi sebelumnya mengenal wajahku. Tapi ia tidak melaporkan diriku kepada siapapun sebab ia berencana menguasai kapal legenda itu sendiri, bagaimanapun kekuatan kapal legenda sangat kuat".
"Hanya dengan 1 kapal, wilayah dwarf tidak pernah kalah di perang laut. Aku adalah anak pembuat kapal legendaris tersebut, bahkan ayahku memberitahuku cara mengendalikan kapal itu sepenuhnya, Kapal Legendaris Dwarf yaitu Kapal Perang Sharfas ada di tanganku!".
Lumina kembali menatap Elos untuk menentukan keputusan akhir, Elos berpikir sebentar sebelum berkata "Kami akan memberimu 1 kesempatan, Lumina bebaskan Arla. Selama kau membawa kami menuju kapal tersebut maka aku bisa menyetujui persyaratan mu sebelumnya, tetapi jika kau berbohong maka aku tidak perlu repot-repot melakukan apapun, Riona dan Lumina yang ada di sampingku ini bisa membunuhmu tanpa masalah".
Lumina bergerak maju untuk menghancurkan besi penjara Arla memakai pedangnya, Arla berjalan dari penjara tersebut, wajah cantiknya dipenuhi kepercayaan diri "Tuan Elos tidak perlu khawatir, aku yang hanya rank 7 ini tidak bisa lari dari tangan Laksamana Lumina. Selain itu aku tidak berbohong, aku akan membawa kalian menuju ke tempat dimana aku menyembunyikan kapal tersebut".
__ADS_1