AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 275 : MEMBEKU


__ADS_3

Bersamaan dengan teriakan Lumina, udara di sekitar tiba-tiba berubah menjadi dingin.


Halra yang sibuk melelehkan tangan milik Wrath menemukan bahwa tubuhnya mulai membeku, Halra mulai bergerak dengan panik sambil berteriak "Tidak! Tidak mungkin! Kenapa tubuhku bisa membeku? Seharusnya suhu dingin sekalipun tidak bisa membekukan tubuhku, tubuh air milikku sama sekali tidak bisa dikalahkan! Aku tidak mungkin kalah!".


"Kau benar-benar bodoh!", kata Lumina dengan dingin "Kekuatanku adalah Absolute Ice Area, oleh karena itu walaupun tubuhmu tidak bisa dibekukan sekalipun maka di bawah serangan ini maka tubuhmu masih ditakdirkan untuk membeku! Kau bisa mati sekarang!".


"Tidak! Aku tidak bisa menerima kekalahan ini--, teriak Halra penuh penyesalan dan kebencian, namun tidak peduli apa yang ia lakukan maka tubuhnya masih membeku bersamaan dengan tangan Wrath yang ia coba lelehkan.


Wrath yang menemukan tangannya sudah membeku tidak bisa untuk tidak berkata "Lumina, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah aku harus melepas tanganku ini?".


Lumina memutar matanya "Kita adalah rekan, bagaimana mungkin aku bisa membuatmu kehilangan tanganmu akibat kekuatanku. Kau hanya perlu memukul tanganmu yang membeku ke tanah sekeras mungkin, saat itu maka Halra yang sudah menjadi es batu pasti akan hancur menjadi pecahan".


Mendengar saran Lumina, Wrath mengangguk lalu memukul tangannya yang membeku dengan keras ke tanah.


"Brak!".


Suara ledakan yang keras terdengar akibat pukulan itu, retakan pada Halra membeku mulai terlihat lalu hancur sepenuhnya menjadi pecahan es.


Wrath melihat tangannya yang berhasil lepas dar Halra tersebut, meskipun tangannya masih memiliki beberapa luka akibat serangan Halra yang mencoba melelehkan tangannya, namun setidaknya tangan Wrath tidak mengalami luka fatal. Paling banyak ia membutuhkan waktu beberapa hari sampai sebulan untuk menyembuhkan luka ini, hal tersebut hanya masalah kecil untuk Wrath menunggu tangannya sembuh.

__ADS_1


"Lumina, terima kasih", kata Wrath sedikit membungkuk, apabila Lumina tidak bergerak tepat waktu maka ia mungkin harus kehilangan tangannya ini akibat serangan Halra.


Lumina melambaikan tangannya tidak peduli "Ini hanya masalah kecil, jangan lupa bahwa kita adalah rekan yang sama-sama mengikuti Tuan Elos, sudah seharusnya untuk saling membantu. Baik, aku rasa ini waktunya bagi kita untuk pergi menuju Tuan Elos, aku yakin ia sedang sibuk melawan musuh sekarang sehingga kita harus membantunya secepat mungkin".


"Kau benar, ayo pergi untuk membantu Tuan Elos", kata Wrath mengangguk setuju.


Kronev yang baru mengambil palunya yang sudah ia lemparkan berjalan mendekati Lumina dan Wrath, ia berkata "Ternyata rencana yang kau buat benar-benar berhasil. Kau sangat hebat, Lumina! Dibandingkan strategi milikmu maka aku memang masih sangat jauh! Sekarang apa yang harus kita lakukan terhadap tubuh Halra ini? Apakah tidak masalah meninggalkan tubuhnya disini? Bagaimanapun apabila es yang membekukannya meleleh maka ia mungkin kembali lagi menjadi Halra yang hidup!".


Wrath tiba-tiba memikirkan hal itu juga, oleh karena itu mereka menatap Lumina untuk menunggu jawabannya.


Lumina menggelengkan kepalanya "Ia sudah mati, ini sama seperti ketika seseorang sudah membeku. Saat orang membeku menjadi es, lalu es di sekitarnya mencair maka ia tetap mati sebab tubuhnya sudah mati sejak ia membuka. Hal itu juga sama terjadi pada Halra sekarang, ia tidak bisa hidup lagi. Tapi apabila kalian berencana membawa tubuh Halra kembali maka aku rasa itu tidak masalah, bagaimanapun tubuh Halra ini benar-benar unik dan memiliki nilai untuk diteliti lebih lanjut".


Lumina mengangguk "Tuan mungkin senang!".


"Kalau begitu aku akan membawanya", kata Kronev tanpa ragu, ia mulai mengambil tubuh Halra yang sudah menjadi pecahan es lalu membawanya pergi. Selama itu bisa membuat Elos senang, Kronev tidak akan ragu untuk membawanya.


3 orang itu mulai bergerak pergi menuju ke arah dimana Elos pergi yaitu arah tempat Ark berada.


...----------------...

__ADS_1


Torei sedang duduk di sebuah istana yang terletak pada kota yang sudah ia hancurkan, Torei duduk di atas tahta dengan banyak darah di sekitar ruangan ini.


Bukan hanya ruangan ini, bahkan seluruh kota tempat dimana Torei berada sudah dihancurkan.


Bagaimanapun sebelum datang kesini, Ark sudah mengatakan bahwa jangan pedulikan kota-kota tersebut hanya karena ini dulunya adalah wilayah Ark. Oleh karena itu, Torei menghancurkan kota ini tanpa takut bahwa Ark akan marah.


Ketika Torei sedang duduk bosan di atas tahtanya, ia mengangkat kepalanya sebelum tersenyum "Akhirnya kalian datang juga, aku sudah terlalu lama menunggu kalian hingga mulai bosan. Tetapi aku terlalu lelah untuk menyerang kota lain, bagaimanapun tujuan aku dan Ark kali ini adalah untuk mengalahkan Elos, bukan menyerang kota-kota kecil ini. Apalagi menghancurkan banyak kota sama sekali tidak menguntungkan kami, tidak peduli seberapa banyak kota yang hancur maka Elos tidak akan melemah".


Pintu ruang tahta itu terbuka, sosok Hergaf yang bersama dengan Letta, Krak serta Fiora muncul di ruangan itu.


Hergaf menatap ke arah Torei sebelum melangkah maju tanpa ragu "Aku benar-benar membenci kalian, baik itu kau ataupun Ark. Walaupun kalian selalu mengatakan bahwa kami para Tuan Labirin adalah pihak yang jahat, padahal dilihat berapa kali pun maka semua orang pasti tahu bahwa kalian adalah yang paling jahat".


"Tidak peduli seberapa buruknya peperangan, kami tidak membunuh orang-orang yang tidak bersalah, belum lagi kalian menghancurkan kota-kota yang tidak bersalah tanpa menyadari kesalahan kalian itu! Ini adalah alasan kenapa aku sangat membenci orang kejam seperti kalian".


"Kejam?", kata Torei yang tertawa dengan sangat keras seakan-akan mendengar sesuatu yang palin lucu di dunia.


"Apa yang lucu? Aku merasa bahwa dari apa yang aku katakan tadi, semuanya adalah kebenaran tanpa ada yang lucu sedikit pun", kata Hergaf dengan wajah suram, ia sudah menarik pedangnya untuk bersiap bertarung.


Torei yang masih tertawa berdiri dari kursinya, setelah itu ia menendang kursi itu hingga terbang sejauh ratusan meter sebelum berteriak "Kau bertanya padaku apa yang lucu? Maka aku akan memberitahumu, kalian mengatakan bahwa aku dan Ark yang kejam disini! Tapi, apakah kalian pernah menyadari siapa yang sebenarnya kejam disini? Kalian sudah membunuh semua pengikut ku yang ada di istana, bahkan di antara mereka ada beberapa orang yang tidak bersalah, mereka hanya pelayan yang bekerja di istana milikku!".

__ADS_1


"Namun, kalian semua membunuhnya hanya karena mereka bekerja di tempatku, siapa yang sebenarnya kejam disini? Pada akhirnya kalian Tuan Labirin hanya bersikap seakan-akan kalian tidak salah sedikitpun, padahal orang yang palinh kejam adalah kalian".


__ADS_2