AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 69 : SERANGAN KAPAL LEGENDARIS


__ADS_3

Marquis Nate dan penyihir badai segera mengambil teropong mereka untuk melihat ke arah yang dikatakan prajurit tersebut, mereka masih tidak percaya bahwa Elos bisa membawa pasukannya melewati badai, apalagi jumlah pasukan Elos bertambah.


Namun ketika mereka menatap melalui teropong, mereka harus percaya bahwa perkataan prajurit itu benar, ada puluhan kapal yang mendekati mereka. Pada kapal tersebut terdapat bendera yang memiliki lambang tengkorak, di sisi kiri tengkorak memiliki warna hitam sedangkan di sisi kanan tengkorak berwarna putih, bendera tersebut tidak lain melambangkan sosok Elos.


Sebelum Marquis Nate dan penyihir badai bisa kembali sadar, suara ledakan terdengar.


"Booooom!".


Puluhan kapal angkatan laut Elos mulai menembakan meriam mereka, walaupun ada beberapa peluru meriam yang tidak mengenai kapal mereka dan jatuh ke laut, tapi sebagian besar peluru meriam itu menembak tepat di kapal mereka.


Terutama kapal-kapal yang terbuat dari cahaya tersebut, mereka memiliki tingkat ketepatan yang sangat tinggi setiap kali menembak meriam mereka.


"Brak!".


Peluru meriam terus menabrak kapal mereka tanpa henti, penyihir badai langsung mengingatkan Marquis Nate yang berdiri bodoh di tempatnya "Tuan Marquis, beritahu pasukan untuk melawan! Jika terus seperti ini maka hanya masalah waktu sebelum semua kapal kita tenggelam, kita harus menyerang balik!".


Marquis Nate yang masih bingung kembali sadar akibat teriakan itu, ia menatap ke arah para prajurit di sekitarnya "Siapkan seluruh pasukan dan beritahu mereka untuk menembak musuh juga, gunakan seluruh meriam yang kita miliki! Musuh memang menyerang lebih dulu, namun kita memiliki ratusan kapal yang jumlahnya 2 kali lipat dari musuh! Tidak perlu takut, kemenangan ada di tangan kita! Dewi Sares akan melindungi kapal-kapal kita dan membiarkan kita menuju kemenangan!".


Para prajurit yang sebelumnya ketakutan kembali bersemangat, mereka memiliki kapal 2 kali lipat dari jumlah musuh sehingga kemenangan masih ada di tangan mereka.


Para prajurit segera bergerak menuju posisi mereka masing-masing, mereka akan menyiapkan meriam untuk menembak musuh.


Tapi ada seorang prajurit masih berdiri di tempatnya, ia menatap kapal musuh dengan mulut terbuka lebar serta kaki yang gemetar ketakutan seakan-akan melihat hantu.


Penyihir badai menjadi suram terhadap pasukan yang ketakutan ini "Kenapa kau masih berdiri disini saat rekan-rekanmu yang lain siap berperang, kembali ke posisimu juga! Jangan memalukan nama prajurit Marquis, bagaimana mungkin seorang prajurit Marquis ketakutan hanya karena musuh yang tiba-tiba menyerang?".

__ADS_1


Meskipun sudah diperingatkan penyihir badai tapi prajurit itu masih gemetar ketakutan, ia menatap ke arah kapal pasukan Elos penuh rasa tidak percaya "Tidak mungkin! Kenapa kapal itu bisa disini? Kenapa kapal legendaris para dwarf bisa ada di tangan musuh?".


"Kapal legendaris?", kata penyihir badai dengan aneh "Apa yang kau katakan? Tidak mungkin kapal legendaris para dwarf tersebut jatuh ke tangan musuh, kecuali Elos itu menghancurkan seluruh Kerajaan Dwarf. Tapi dengan kekuatan tengkorak Elos itu, ia sama sekali bukan lawan Kerajaan Dwarf".


Prajurit tersebut menggelengkan kepalanya "Aku tidak mungkin salah, kakekku merupakan pembuat dari sebuah kapal legendaris di antara 3 kapal legendaris yaitu Kapal Cahaya milik Kerajaan Light! Sebelum mati, ia meninggalkan catatan tentang 3 kapal legendaris dan kapal besar di antara pasukan musuh itu pasti kapal legendaris para dwarf!".


Sebelum mereka bisa berbicara lebih banyak lagi, sebuah meriam raksasa muncul di kapal legendaris milik Elos. Corong pada meriam tersebut perlahan-lahan menjadi bersinar dan semakin lama waktu berlalu maka sinar pada corong meriam raksasa menjadi semakin terang, kekuatan yang menakutkan dapat dirasakan dari meriam tersebut.


...----------------...


Lumina sudah kembali lagi ke ruang kendali dan duduk di samping Elos lagi, tugas yang paling penting untuk saat ini yaitu menjaga Elos.


Arla yang memimpin kelompok penggerak kapal legendaris melaporkan "Tuan, meriam utama Kapal Perang Sharfas sudah siap, tinggal menunggu keputusan anda!".


"Booooom!".


Bersamaan dari teriakan Elos, meriam raksasa yang ada pada kapal legendaris segera menembak, sebuah cahaya laser yang memiliki kekuatan menakutkan ditembakkan dari meriam raksasa tersebut.


Laser tersebut terbang cepat melewati kapal-kapal musuh, tidak peduli seberapa kuat atau kapal yang ia lewati maka laser tersebut pasti menghancurkan kapal tersebut.


Saat sinar laser sudah melewati banyak sekali kapal musuh, sinar laser itu menghilang.


"Booooom!".


Suara ledakan terdengar, tapi ledakan kali ini jauh lebih besar daripada sebelumnya.

__ADS_1


Semua kapal yang di lewati oleh meriam laser kapal legendaris meledak, tidak ada sebuah kapal pun yang masih bisa bertahan selama mereka sudah terkena laser tersebut.


...----------------...


Marquis Nate dan penyihir badai membuka mulut mereka lebar-lebar menatap puluhan kapal yang hancur tanpa jejak oleh sekali tembakkan laser tersebut, sekarang mereka percaya bahwa musuh memiliki kapal legendaris sebab hanya kapal legendaris yang bisa meledakkan puluhan kapal dengan sekali tembakkan.


Seorang prajurit yang bertugas menjaga komunikasi antara kapal Marquis berteriak ketakutan "Tuan Marquis, data sudah dikumpulkan, lebih dari 50 kapal milik kita sudah meledak akibat laser tersebut. Lebih tepatnya laser tersebut menghilangkan setengah dari kapal milik kali, selain itu kita juga sudah kehilangan 10 kapal akibat tembakan meriam musuh di awal! Apa yang harus kita lakukan selanjutnya".


Mendengar laporan tersebut, wajah Marquis menjadi seputih kertas. Ia yang sebelumnya sangat bersemangat untuk mengalahkan Elos, saat ini ia terlihat sangat putus asa.


Marquis Nate menjadi lebih tua seakan-akan usianya bertambah 10 tahun.


Bagaimana mungkin Marquis Nate tidak putus asa, musuh hanya perlu sekali tembakan untuk menghancurkan setengah kapal miliknya. Oleh karena itu, musuh hanya perlu sekali tembakan lagi untuk menghancurkan seluruh kapal Marquis.


"Badai, apa yang harus aku lakukan sekarang?", kata Marquis dengan lemah, tidak ada lagi sosok kuat yang selalu ia miliki.


Penyihir badai juga menghela nafas, sejujurnya ia tidak pernah berpikir bahwa musuh akan sekuat ini "Tuan Marquis, bawa mundur seluruh kapal kita kembali ke pulau. Selama Tuan Marquis kembali ke pulau, tuan bisa bertahan sambil menunggu bantuan dari Kerajaan Ray. Tuan hanya perlu bertahan selama seminggu, pasukan Kerajaan Ray pasti tiba untuk membantu!".


"Lalu bagaimana denganmu?", kata Marquis Nate penuh keraguan. Ia tidak ragu terhadap kesetiaan penyihir badai, tapi ia ragu terhadap rencana sang penyihir sebab ia merasa bahwa penyihir badai siap untuk mati. Tanpa penyihir badai, sang Marquis pasti tidak akan bisa lagi menjadi sombong di antara para bangsawan.


"Tuanku, tetaplah hidup! Aku akan menahan musuh sekuat mungkin selama Tuan Marquis dan seluruh kapal mundur", kata penyihir badai menatap angkatan laut Elos penuh tekad.


"Fly", kata penyihir badai yang membuat tubuhnya langsung terbang menuju angkatan laut musuh.


Melihat kepergian penyihir badai, Marquis Nate hanya bisa menggerakkan giginya "Beritahu semua pasukan untuk mundur, kita kembali ke Pulau Nate serta menahan serangan pasukan musuh di sana sampai pasukan bantuan Kerajaan Ray tiba!".

__ADS_1


__ADS_2