
Saat ini di suatu tempat yang tidak diketahui, Myro yang memiliki rambut putih masih sibuk bermain catur dengan temannya Locke yang memiliki rambut hitam serta memakai zirah seorang prajurit.
Sedangkan Lamire hanya menonton dari samping sambil menutup matanya agar tidak menganggu, walaupun kekuatan ia dan Myro serta Locke sama tapi Lamire tahu bahwa jika mereka bertarung memakai kekuatan penuh maka ia bukan lawan ayahnya ataupun Locke.
Selain itu, Lamire sangat menghormati ayah dan pamannya ini, jadi ia tidak memiliki ide apapun untuk menganggu mereka.
"Locke, jika aku tidak salah maka kau mengirim anak itu ke dunia yang sekarang bukan? Kalau tidak salah namanya adalah Fjorten-- Fjorten".
Ketika Myro kesulitan mengingat namanya, Locke menjawab "Elos, nama anakku itu Fjorten Elos!".
"Kau benar, Elos!", kata Myro sambil mengangguk karena sudah mengingatnya kembali "Apakah tidak akan ada masalah dengan anak itu? Bagaimanapun kau tahu bahwa anak itu mendapatkan kekuatan kematian milikmu dan kehidupan milikku! Kekuatan kita yang digabungkan memang sangat kuat, tetapi pertanyaannya apakah anak itu bisa menahannya? Lagipula kekuatan kehidupan serta kematian itu saling berlawanan, jika anak itu tidak berhati-hati maka kekuatan itu mungkin meledakkannya hingga mati ataupun mengendalikannya, apakah kau pikir anak itu bisa melawan 2 kekuatan yang saling berlawanan di tubuhnya".
"Elos pasti bisa", kata Locke yang menggerakkan catur di depannya.
"Nampaknya kau sangat percaya diri dengan anakmu ini! Apakah Elos memiliki bakat yang hebat?", tanya Myro penasaran sebab ia sudah mengenal Locke sejak lama tapi ia belum pernah menemukan Locke sangat percaya diri seperti ini.
"Aku tidak tahu apakah ia memiliki bakat yang cukup atau tidak", kata Locke dengan dingin "Namun ia adalah anakku, tidak ada anak Locke yang lemah! Meskipun ia mati meledak sekalipun akibat tidak bisa menahan kekuatan itu, maka itu adalah takdirnya. Sedangkan apabila ia dikendalikan oleh kekuatan itu sendiri hingga sudah kehilangan kesadaran sepenuhnya, aku sendiri yang akan membunuhnya! Sudah menjadi tugas seorang ayah untuk membersihkan masalah yang dibuat anaknya".
Myro sedikit tidak setuju dengan perkataan Locke, bagaimanapun tidak perlu membunuh Elos secara langsung. Namun sebagai teman dekat Locke, Myro tahu bahwa tidak ada gunanya untuk mencoba membujuk Locke sehingga Myro hanya bisa berkata "Locke, kau masih belum berubah sedikitpun! Baik itu sekarang ataupun puluhan hingga ratusan tahun yang lalu".
"Bukankah kau juga sama?", kata Locke tidak peduli "Kau masih sangat naif seperti dulu, hanya masalah waktu sebelum kau dikhianati!".
"Aku ragu masalah itu", kata Myro percaya diri "Aku harap Elos bisa mengendalikan kekuatannya dengan baik, sebagai pamannya maka aku tidak tertarik melihat keponakanku dikendalikan oleh kekuatan ataupun meledak".
__ADS_1
"Kau pikir sebagai ayah, aku tidak berharap hal yang sama?", kata Locke tegas "Apabila aku bisa memilih, maka aku pasti memilih Elos bisa berhasil! Sebagai seorang ayah maka aku tentunya tidak tertarik untuk melihat anakku gagal, tetapi kita harus selalu siap untuk kemungkinan terburuk!".
...----------------...
Di tengah hampir kehilangan kesadarannya, Elos mendengan suara suram dari sampingnya.
Elos menatap ke arah kiri untuk menemukan sebuah kegelapan yang sangat suram, bahkan Elos tidak tahu siapa sebenarnya sosok yang berbicara itu akibat terlalu gelap.
"Tidak perlu mencoba mencari ku, aku adalah kegelapan itu sendri, Ruler of Death. Tidak peduli seberapa keras kau mencari ku maka kau tidak bisa menemukan diriku", suara suram itu kembali terdengar "Hal mengenai diriku sama sekali tidak penting, aku hanya bertanya, apakah kau sudah menyerah, Elos?".
"Elos, jangan dengarkan penjahat itu", tiba-tiba suara lembut lain terdengar dari sisi kanan Elos.
Elos menatap ke arah kanan untuk menemukan bahwa sisi ini terlalu terang, sejauh Elos melihat maka ia hanya bisa menemukan cahaya.
"Elos, tidak perlu mencari ku, aku Ruler of Life. Jangan dengarkan bujukan penjahat itu, lebih baik mendengarkan apa yang aku katakan! Apakah kau sudah lelah dengan semua perjuangan ini? Apakah kau sudah lelah dengan kalah melawan musuh mu? Apabila kau merasa seperti itu maka kau bisa beristirahat, biarkan aku menggantikan mu! Selama kau menyerah maka kita akan membuang Ruler of Death, aku akan membawamu menjadi kuat hingga tidak perlu mengalami rasa sakit seperti ini lagi", kata suara lembut tersebut.
"Jangan percaya, Elos!", teriak suara lembut itu "Kau adalah anak yang cerdas, tidak mungkin kau bisa tertipu oleh Ruler of Death itu! Dengarkan aku, ayo buang Ruler of Death! Aku adalah orang yang bisa membantumu menjadi yang terkuat, sedangkan tujuan Ruler of Death hanya untuk merebut tubuhmu!".
"Aku lebih baik, aku bisa memberinya kekuatan kematian yang membunuh semua musuhnya!", teriak Ruler of Death.
"Kau pikir bisa membunuh bisa membuatmu menjadi kuat? Itu salah! Aku bisa memberi Elos kekuatan penyembuhan sehingga setiap luka yang diterima Elos menjadi bisa dipulihkan! Selama Elos belum mati, aku bisa membuat Elos pulih kembali!", teriak Ruler of Life tidak setuju.
Setelah itu, 2 suara itu saling bertarung sedangkan Elos hanya duduk di tengah-tengah mereka dengan bingung.
__ADS_1
Elos mencoba menjawab bahwa ia tidak membutuhkan bantuan mereka, bagaimanapun 2 suara ini terlalu mencurigakan.
Tetapi 2 suara ini terus berteriak-teriak tanpa memberikan Elos waktu untuk berbicara.
Pada akhirnya 2 suara itu berteriak di waktu yang sama "Kalau begitu kita buktikan, siapa yang lebih berguna untuk Elos!".
Kegelapan di sisi kiri segera menyebar dan menguasai kesadaran di sisi kiri Elos sedangkan cahaya itu menyebar untuk menguasai sisi kanan Elos, mereka tidak bisa menguasai kesadaran Elos sepenuhnya sebab kekuatan mereka hampir sama sehingga Ruler of Death dan Ruler of Life saling menghentikan agar musuh mereka tidak bisa menguasai Elos sepenuhnya.
Sedangkan untuk Elos maka ia hanya menguasai sebagian kecil dari kesadaran di tengah-tengah, ia di tekan oleh Ruler of Death and Life yang membuat kesadaran Elos menjadi sangat lemah hingga tidak bisa menggerakkan tubuhnya lagi.
Elos yakin bahwa apabila Ruler of Death and Life tidak saling bertarung, maka 1 kekuatan di antara mereka mungkin sudah cukup untuk menguasai tubuh Elos.
...----------------...
Tersin menghancurkan perisai dimensi di sekitarnya dengan mudah, lalu ia bergerak dengan sangat cepat untuk menebas Letta.
Dihadapan kecepatan Tersin, maka Letta tidak bisa bereaksi tepat waktu yang membuat ia hanya bisa menutup mata terhadap serangan Tersin ini.
"Brak!".
Letta yang menutup matanya terkejut sebab ia tidak bisa merasakan rasa sakit apapun, saat Letta membuka matanya lagi bahwa ia menemukan Elos berdiri di depannya dan menangkap pedang Tersin hanya dengan 1 tangan.
Baik itu Letta dan Tersin terkejut bahwa Elos sebelumnya terlempar saat menghentikan pedang Tersin, tapi Elos sekarang menangkap pedang Tersin dengan mudah seperti sedang menangkap pedang palsu.
__ADS_1
Di depan mata Tersin, kegelapan yang sangat suram di mata kiri Elos serta cahaya yang sangat terang di mata kanan Elos menatapnya dengan sangat kuat yang membuat Tersin berkeringat dingin.
Setelah itu suara yang sangat aneh muncul dari mulut Elos "Nak, kau sangat tidak beruntung sekarang ini karena sudah memilih lawan yang salah!".