AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 283 : KALIAN SANGAT KUAT


__ADS_3

Menghadapi tombak Hera, Zamir bersikap seperti sedang memegang pedang dan menebas ke arah Hera, padahal semua orang bisa melihat bahwa Zamir tidak memegang apapun.


Ketika Hera bingung, tombaknya yang akan menabrak Zamir benar-benar bertabrakan dengan sebuah pedang.


"Tang!".


Hera terkejut bahwa tangan Zamir yang kosong ternyata memegang pedang, seharusnya jika Zamir memakai kemampuan penyembunyian sekalipun maka Hera bisa mengetahuinya.


Sebelum Hera bisa mempelajari tentang pedang kosong di tangan Zamir, Aruse yang ada di sisi lain langsung memakai kemampuan terkuatnya.


Tiba-tiba seluruh area di sekitar mereka berubah menjadi kumpulan cermin dengan sosok Aruse di setiap cermin tersebut, Aruse mengangkat kipas lipat di tangannya sebelum mengayunkan kipas lipat itu menuju Hera.


Ribuan bilah angin dari semua arah menebas menuju Hera, walaupun Hera bisa menghentikan sebagian bilah angin memakai tombaknya namun beberapa bilah angin masih berhasil memberinya luka pada kaki ataupun tangannya.


Halon yang ada di samping Zamir segera melempar sebuah obat ke mulutnya lagi, seluruh tubuh Halon mulai berubah.


Setengah dari tubuh Halon berubah menjadi hitam dan pada kepalanya di bagian kanan, sebuah tanduk iblis muncul dari sana.


Setelah itu, tangan kanan Halon berubah menjadi hitam juga dengan ukurannya yang menjadi semakin besar, mungkin tangan kanan Halon sekarang memiliki ukuran yang hampir sama dengan tubuhnya.


Bukan hanya itu, sebuah cakar tajam muncul di tangan kanan Halon dan matanya berubah menjadi berwarna merah.


"Graaaaa!", Halon berteriak seperti monster dan bergegas maju menuju Hera, sejak Halon sudah memakan obat tersebut maka itu berarti ia sudah kehilangan sebagian besar kecerdasannya.


Paling banyak, Halon masih bisa membedakan antara teman dan musuh, sedangkan untuk strategi pertarungan maka Halon yang sudah berubah seperti ini sama sekali tidak bisa memikirkan hal tersebut lagi.

__ADS_1


Melihat Halon yang mendekati dirinya dengan cepat, Hera sedikit mengangguk "Seperti yang Perot dulu pernah katakan bahwa saat berada di mode setengah iblis ini, baik kekuatan ataupun kecepatan mu sangat meningkat. Tapi di sisi lain, kau juga memiliki kelemahan yang besar yaitu kecerdasan yang sangat berkurang, sekarang aku tidak jauh berbeda seperti sedang melawan monster!".


Halon mengangkat tangan kanannya dan menebas ke arah Hera memakai cakarnya, namun Hera dengan mudah menghindar ke samping dan menebas tangan kanan Halon memakai tombaknya.


"Tang!".


Hera sedikit terkejut menemuka bahwa tombaknya tidak bisa melukai tangan kanan Halon, walaupun Hera belum memakai seluruh kekuatannya tapi serangan barusan masih memakai lebih dari setengah kekuatannya, itu bukan sesuatu yang seharusnya bisa di tahan dengan tangan kosong.


Serangan bilah angin kembali dari semua arah menuju Hera, kali ini Hera berencana menghentikan semua bilah angin itu memakai tombaknya lagi tapi sesuatu yang mengejutkan terjadi.


Halon tiba-tiba melompat dan menendang ke arah Hera.


"Brak!".


Hera harus mundur sejauh 5 langkah akibat menahan tendangan tersebut, ia berkata dengan ragu "Bukankah Perot mengatakan bahwa kau tidak memiliki kecerdasan lagi saat berada di mode iblis, apa yang kau tahu hanya menyerang memakai cakar di tangan kananmu. Tapi semua informasi itu aku rasa sudah tidak tepat lagi, kau bisa memakai tendangan juga dengan sangat baik".


Hera menghindari pedang itu namun ribuan bilah angin Aruse kembali mendekatinya lagi.


"Bilah angin ini sangat menganggu, akan aku hancurkan lebih dulu!", kata Hera dengan dingin, ribuan bilah angin ini memang tidak memberinya luka fatal dari tadi tapi keberadaannya terus menganggu Hera untuk melawan Zamir ataupun Halon.


Hera menarik nafasnya sebelum menebas ke arah kumpulan cermin Aruse "Semua kepalsuan akan disucikan oleh cahaya, Slash of Judgment Light".


Energi suci yang sangat kuat muncul dari tebasan tombak Hera dan bergegas menuju tumpukan cermin tersebut, meskipun tebasan tombak ini pernah mengalahkan Aruse sebelumnya, tapi wajah Aruse sama sekali tidak panik sekarang.


Tepat saat tebasan tombak itu hampir mengenai tumpukan cermin, Nehuf bergerak maju.

__ADS_1


Dengan perisai di tangannya, Nehuf menahan tebasan tombak suci Hera tersebut.


"Tang!".


Nehuf mundur sejauh puluhan meter akibat menahan tebasan tombak tersebut, tapi setidaknya ia benar-benar berhasil menahan serangan tersebut.


Hera di sisi lain sangat terkejut, sejauh yang ia tahu maka Nehuf seharusnya bukan Tuan Labirin yang memiliki kekuatan pertahanan ataupun perisai.


Nehuf yang kembali berdiri akibat tabrakan serangan tersebut sedikit tersenyum "Kau tahu, kemampuanku adalah kemampuan yang dirahasiakan dari orang lain selain Tuan Urmur dan Zamir. Oleh karena itu, sebagian besar orang sudah salah paham terhadap kekuatan Tuan Labirin yang aku miliki, bahkan Fran sekalipun. Biarkan aku memperkenalkan diriku lagi, aku adalah Nehuf, Tuan Labirin Pelindung".


Apabila serangan Hera tadi mengenai cermin Aruse maka semua cermin itu pasti Hanura sebab serangan Hera barusan yaitu serangan yang bisa menghancurkan semua ilusi.


Masalahnya Nehuf benar-benar menghentikan serangannya tepat waktu, hal ini membuat kekuatan cermin milik Aruse gagal dihancurkan.


Sebelum Hera bisa mengatakan apapun lagi, Halon muncul dan menyerang dari sisi kirinya sedangkan Zamir mengangkat pedang kekosongan nya dan menyerang dari sisi kanan.


Semua Aruse di cermin mengangkat kipas lipat mereka untuk membuat sebuah tombak angin raksasa di atas Hera sebelum jatuh untuk menusuknya.


Hera di serang dari semua sisi tanpa ada celah lagi untuk menghindar, meskipun ia bisa menahan serangan musuh tapi ia di serang oleh 3 serangan yang kuat secara bersamaan.


Apabila ia menahan serangan Zamir maka serangan Halon dan Aruse pasti mengenainya, tapi jika ia menahan serangan Halon dan Aruse maka serangan Zamir pasti mengenainya.


Hera tahu bahwa ia lengah kali ini, kerja sama para Tuan Labirin ini memang sangat bagus hingga membuatnya sudah dekat dengan kekalahan seperti ini.


"Dengan ini, maka semuanya sudah berakhir!", teriak Zamir dengan percaya diri. Mereka sudah berada di Federasi Tuan Labirin sejak lama, meskipun Zamir masih sedikit baru namun setidaknya ia, Aruse dan Nehuf sudah kenal selama puluhan tahun sehingga kerja sama mereka sangat baik. Apalagi sebelum datang kesini, mereka sudah membahas masalah mengenai cara melawan Hera seperti Nehuf tidak perlu bertarung, apa yang harus ia lakukan hanya melindungi cermin milik Aruse sedangkan Halon dan Zamir bekerja sama untuk menyerangnya dari dekat.

__ADS_1


Ketika Hera sudah memutuskan untuk memakai seluruh kekuatannya dan membunuh semua Tuan Labirin ini, tapi sebagai gantinya maka ia juga harus membayar dengan harga hidupnya sendiri.


Sebuah suara terdengar di tempat pertarungan ini "Kalian memang hebat, tapi bisakah pertarungannya dihentikan sampai disini, para Tuan Labirin?".


__ADS_2