AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 247 : KEKUATAN ANAK URMUR


__ADS_3

Walaupun pedang mereka terlihat saling bertabrakan dengan seimbang, Elos bisa merasakan bahwa kekuatannya di tekan oleh Tersin. Lagipula kekuatan mereka berbeda terlalu jauh yaitu hampir sebanyak 5 tingkat, oleh karena itu tidak aneh apabila kekuatan Elos lebih di tekan, padahal kekuatan mereka hampir sama.


Tersin sedikit tersenyum saat merasakan keunggulannya, ia berteriak penuh kebanggan "Nak, menyerah! Kau sendiri sudah merasakan perbedaan kekuatan di antara kita! Ini bukan langit, jadi kau hanya bisa memakai 2 kekuatan Tuan Labirin milikmu yang sama sekali bukan lawan ku!".


"Aku menolak untuk menyerah!", kata Elos dengan dingin "Sebagai pemimpin Federasi Tuan Labirin dan Fjorten Elos, aku tidak akan kalah melawan orang sepertimu!".


Kekuatan di pedang Elos menjadi semakin kuat, bahkan sisi kanan tubuh Elos berubah menjadi terang dengan cahaya putih sedangkan sisi kiri tubuhnya menjadi gelap dengan aura kematian yang kuat. Elos berusaha memperkuat Ruler of Life and Death miliknya agar bisa mengalahkan Tersin.


Mendengar jawaban Elos, wajah Tersin menjadi semakin dingin "Kalau begitu kau bisa mati lebih dulu, titipkan salam ku untuk si tua Urmur itu waktu kau sudah mati nanti!".


Setelah itu Tersin memperkuat kekuatan pada pedangnya yang membuat Elos terdorong sejauh puluhan meter sebelum menabrak tembok dengan keras.


"Brak!".


Suara tabrakan yang keras terdengar, asap putih terlihat melalui tembok yang hancur itu dan keadaan Elos belum diketahui akibat tertutup oleh asap.


"Nak, apakah kau sudah gila? Kekuatan kematian dan kehidupan tidak seharusnya bersama, mereka saling berlawanan seperti api dan air ataupun kegelapan serta cahaya, kekuatan itu tidak mungkin saling bergabung. Jika kau membuat mereka bergabung memakai kekuatanmu dengan cara menekan mereka, hal itu hanya akan menghancurkan dirimu! Suatu hari nanti, kematian dan kehidupan yang kau buat bergabung itu akan memakan dirimu sendiri!", kata Tersin menggelengkan kepalanya, bagi Tersin maka tindakan Elos sangat bodoh.


Elos perlahan-lahan berdiri dengan bantuan pedangnya, ia berkata dengan tegas "Aku tidak membutuhkan saran darimu, apabila kau tidak bisa melakukannya maka belum tentu orang lain tidak bisa! Jangan samakan aku dengan orang bodoh seperti dirimu!".


Melihat Elos masih bisa mengejek dirinya walaupun terluka, Tersin meledak marah. Ia tersenyum dengan marah "Bagus, sangat bagus! Kau benar, kenapa aku begitu bodoh untuk memberikan saran baik kepada musuhku! Belum lagi kau akan segera mati sebentar lagi, aku tidak perlu repot-repot membuang waktu hanya untuk orang yang akan mati!".


Sosok Tersin menghilang, lebih tepatnya petir terlihat di kakinya yang membuat ia bergerak semakin cepat.

__ADS_1


Ketika Elos mulai memperhatikan sekitarnya lagi, ia menemukan Tersin sudah ada di depan dirinya "Mati, mayat hidup yang sudah mencuri kekuatanku!".


Tersin menebas pedangnya tanpa ragu menuju Elos yang baru berdiri.


Tanpa ragu sedikitpun, Elos mengangkat pedagnya untuk menghentikan gerakan Tersin, meskipun ia tahu bahwa dengan keadaan terluka seperti ini maka Elos bukan lawan Tersin namun ia tidak bisa menyerah.


Saat pedang Tersin seharusnya menyerang Elos, Tersin menyadari bahwa ia gagal menebas Elos melainkan hanya menebas udara.


Tiba-tiba sosok Elos muncul di belakang Tersin sejauh beberapa puluhan meter.


Menatap pedangnya yang gagal membunuh Elos, Tersin sudah mengetahui tindakan siapa ini "Letta, apakah kau mencoba mati lebih dulu?".


Letta barusan memindahkan Elos memakai sihir dimensinya sehingga serangan Tersin gagal mengenai Elos, hal ini tentunya membuat Tersin semakin marah.


"Aku membiarkanmu hidup karena kau dulunya adalah pengikut setia ayahku, setelah aku menjadi Tuan Labirin Langit maka kau akan menjadi pengikut ku. Oleh karena itu, aku membiarkanmu hidup! namun nampaknya kau sedang mencari kematian sekarang, aku akan bertanya sekali lagi, apakah kau mencari kematian, Letta?", kata Tersin dengan dingin,. aura di tubuhnya meledak hingga membuat Letta hampir jatuh ke tanah.


Tersin memang lebih lemah dibandingkan Ark, namun bagaimanapun ia adalah anak Urmur yang merupakan Tuan Labirin terkuat. Jadi kekuatan Tersin sebenarnya tidak selemah itu, bahkan kekuatannya hanya berada di bawah Ark, Luri, Hergaf dan Torei.


Walaupun merasa takut, Letta masih mengangkat tongkat sihirnya dan berteriak "Tidak akan aku biarkan kau menyentuh Tuan Elos! Sebagai prajurit khusus Tuan Elos, aku Letta pasti menghentikan mu selama kau mencoba melukai Tuan Elos!".


Tiba-tiba Tersin tertawa keras, petir berkumpul di seluruh tubuhnya sebelum ia berkata dengan sangat dingin seperti es "Kalau begitu aku akan membiarkan kau mati bersama Tuan Elos!".


Kali ini kecepatan Tersin berkali-kali lipat lebih cepat dari sebelumnya, bahkan kecepatan Tersin tidak kalah dari kecepatan cahaya.

__ADS_1


Saat Letta kembali sadar, ia menemukan bahwa pedang Tersin sudah berada di lehernya dan membentuk garis darah "Sudah berakhir!".


Dengan hanya sedikit dorongan lagi maka leher Letta pasti di tebas, tapi saat ini maka sebuah pedang lain muncul secara tiba-tiba serta menghentikan serangan Tersin.


"Booooom!".


Letta bersama orang yang melindunginya memakai pedang terlempar sangat jauh hingga menabrak tembok lagi, orang yang menghentikan pedang Tersin barusan adalah Elos.


Meskipun bisa menghentikan pedang Tersin, kekuatan mereka masih sangat berbeda yang membuat Elos terlempar bersama Letta. Tapi bukan berarti tindakan Elos barusan tidak berguna, jika Elos tidak bertindak maka Letta mungkin sudah mati.


Letta memuntahkan seteguk darah akibat tubuhnya menabrak tembok dengan keras, ia memegang lehernya yang memiliki luka goresan. Jika Elos terlambat sedetikpun maka kepalanya sudah terbang.


Elos juga merasa kesakitan, tidak diketahui berapa banyak tulangnya yang hancur akibat tabrakan ini. Apabila ia tidak memiliki The Strongest Bone, Elos merasa seluruh tulangnya mungkin hancur.


Letta menatap Elos yang ada di sampingnya sambil berteriak "Tuan, lari! Anda harus menemukan Nona Hergaf ataupun Krak, mereka setidaknya bisa melindungi tuan dari Tersin! Aku Letta akan menahan Tersin disini!".


Letta mengangkat tongkat sihirnya lalu membentuk perisai dimensi yang memenjarakan Tersin.


Melihat perisai dimensi di sekitarnya, Tersin tersenyum mengejek "Letta, apakah kau pikir perisai lemah ini bisa menghentikan ku? Aku beritahu kepadamu, bahkan perisai ini tidak bisa menahan ku walau hanya untuk sedetik!".


Letta tidak menanggapi perkataan Tersin, ia hanya menatap Elos yang masih duduk dengan bingung di tanah "Tuan, apa yang kau lakukan? Cepat pergi!".


Elos memang bisa mendengar teriakan Letta, tapi Elos tidak bisa mendengarnya dengan jelas.

__ADS_1


Bahkan Elos tidak bisa merasakan rasa sakit lagi dari tubuhnya, serangan Tersin barusan sudah sepertinya memberikan Elos luka yang sangat fatal.


Elos merasa kesadarannya semakin melemah, ketika Elos sudah hampir kehilangan seluruh kesadarannya maka suara yang terdengar sangat suram muncul dipikiran Elos "Apakah kau sekarang sudah menyerah?".


__ADS_2