
Seluruh ibukota kekaisaran yang setiap hari damai sekarang sedang terjadi keributan besar, sebagian besar rumah di ibukota ini terbakar serta teriakan peperangan dari para prajurit terus bergema di seluruh medan perang.
Semakin banyak pasukan penjaga yang ada di atas ibukota berjatuhan, gerakan pasukan pemberontak juga semakin bergerak maju.
Di antara pasukan penjaga ibukota, seorang prajurit berteriak dengan panik "Jendral, musuh sudah mulai naik ke atas tembok kota, jika terus seperti ini maka kita pasti kalah, apa yang harus kita lakukan?".
Seorang pria tua dengan janggut putih panjang serta berusia sekitar 50 tahun menatap ke arah pasukan pemberontak dengan tajam lalu berteriak "Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali terus melawan pemberontak! Kalian semua, hari ini tunjukkan kesetiaan kalian kepada kaisar! Selama 1 prajurit masih berdiri, maka tidak ada seorangpun pemberontak yang bisa bergegas menuju ibukota, tunjukkan kesetiaan kalian kepada kaisar dan mati untuk mempertahankan ibukota!".
"Bertarung!", walaupun para prajurit ibukota semakin dipukul mundur serta mengalami kerugian besar, mereka masih terlihat sangat berani.
Sebagian besar dari mereka melangkah maju untuk menghentikan para pemberontak ini, meskipun itu berarti mereka harus kehilangan hidup mereka.
Jendral yang menjaga gerbang ibukota ini merupakan jendral setia yang ditunjuk oleh kaisar sendiri, apabila kaisar tidak mempercayainya maka jendral ini pasti tidak akan bisa menjadi pemimpin pasukan penjaga ibukota yang merupakan posisi penting di kekaisaran.
Jendral itu melihat ke arah dimana Yena dan Folk bertarung, setelah itu ia mengalihkan penglihatannya menuju istana kaisar "Kaisar, hari itu anda mempercayakan aku untuk menjaga gerbang ini, maka hari ini aku pasti menjaga gerbang ini sampai mati! Selama aku masih hidup, tidak ada seorangpun prajurit musuh yang melewati gerbang ibukota ini. Kaisar, jendral mu ini akan pergi lebih dulu!".
Tanpa ragu sedikitpun, sang jendral melangkah maju sambil menarik pedangnya, ia memimpin pasukan terakhir penjaga gerbang ibukota dari para pemberontak.
__ADS_1
Jendral ini mungkin hanya memiliki kekuatan rank 1, tapi baik dari segi keberanian ataupun kesetiaan kepada kaisar maka ia tidak kalah dari Derka.
Pertarungan terakhir mempertahankan gerbang ibukota sudah di mulai, sedangkan para penduduk hanya bisa bersembunyi di rumah mereka dengan ketakutan. Tidak ada seorangpun penduduk yang berani pergi dari rumah mereka, bagaimanapun selama mereka ditemui para prajurit di jalan maka mereka pasti mati, oleh karena itu bersembunyi di rumah merupakan pilihan terbaik. Belum lagi sebagian besar pasukan di peperangan pasti tidak menyerang rumah para penduduk, kecuali para penduduk itu juga melawan mereka.
...----------------...
Nera dan Terfis saat ini sedang berdiri di hadapan kaisar, Nera bisa merasakan bahwa meskipun kaisar ini sudah sangat tua tapi aura yang sangat kuat masih bisa dirasakan pada tubuhnya. Siapapun yang meremehkan kekuatan pria ini karena umurnya, Nera tahu bahwa orang itu pasti akan menyesal.
Walaupun sudah merasakan kekuatan yang kuat dari kaisar ini, Nera sama sekali tidak panik sebab aura Nera juga tidak lebih lemah. Nera memang setingkat lebih lemah dari kaisar, namun dengan bantuan kekuatan 3 Tuan Labirin pada dirinya maka aura Nera tidak kalah dari kaisar ini.
Sebuah senyuman percaya diri muncul di wajah Nera "Kau bertanya kenapa kami membantu putra mahkota? Sebagai kaisar maka kau pasti orang yang cerdas sehingga sudah menyadari bahwa kami bukanlah para prajurit putra mahkota, melainkan kami adalah para petualang. Menurutmu kenapa kami para petualang menerima tugas yang diberikan putra mahkota? Bukankah jawabannya sudah jelas, kami para petualang hanya bekerja karena mendapatkan uang!".
Jika Nera dan Terfis benar-benar petualang maka mereka mungkin menerimanya, tapi mereka datang kesini untuk tujuan lain sehingga Nera menggelengkan kepalanya "Kami para petualang memang melakukan pekerjaan selama mendapatkan bayaran, tapi kami bukanlah orang gila yang akan memihak musuh hanya karena mendapatkan bayaran lebih. Apabila kami melalukan pekerjaan sesuai siapa yang membayar paling banyak, maka tidak ada lagi orang yang memperkerjakan kami".
"kau benar, kalian benar-benar petualang yang sangat ahli, agar orang lain tertarik untuk mempekerjakan kalian maka kalian harus bisa dipercaya, bukan hanya bekerja sesuai dengan siapa yang membayar kalian paling banyak", kata kaisar yang setuju terhadap perkataan Nera "Tetapi di sisi lain maka kau juga tidak beruntung, karena cara kerja kalian sebagai seorang petualang itu maka kalian harus berhadapan denganku!".
"Brak!".
__ADS_1
Perlahan-lahan sesuatu yang mengejutkan terjadi, pakaian yang dipakai oleh kaisar hancur lalu menunjukkan sosoknya yang menjadi semakin berotot. Sedangkan untuk celana kaisar, maka itu tidak ikut hancur seperti pakaiannya.
Tubuh kaisar terus menjadi besar hingga lebih dari 5 meter, untungnya atap istana ini cukup tinggi sehingga kepala kaisar tidak menabrak atap.
Bukan hanya tubuh kaisar yang menjadi semakin besar, kekuatannya juga meningkat secara bersamaan. Pada awalnya kaisar hanya memiliki kekuatan dewa tingkat 8, tapi sekarang kekuatannya sudah meningkat menjadi dewa tingkat 7.
Kaisar yang sudah berubah menjadi seperti monster menghela nafas berwarna putih, suhu panas dapat dirasakan melalui dari asap tersebut.
Setelah tubuhnya berubah dan menjadi lebih kuat, kaisar kembali menatap ke arah Nera penuh rasa percaya diri "Bagaimana? Apakah kau masih menolak untuk bekerja sama denganku? Apakah kau tetap akan bekerja untuk putra mahkota lalu mati di bawah tangan ku, petualang muda?".
Nera sedikit terkejut terhadap perubahan kaisar yang tiba-tiba, ia bukan takut melainkan sangat terkejut bahwa kekuatan kaisar bisa meningkat secara langsung hanya dengan memakai sebuah kemampuan. Lagipula setiap tingkat pada dewa memiliki kekuatan yang berbeda jauh juga, oleh karena itu kekuatan dewa tingkat 7 bisa puluhan kali lebih kuat dari dewa tingkat 8.
Terfis yang ada di belakang Nera segera berkata "Nera, apakah aku harus melawan Kaisar ini?".
"Tidak perlu!", kata Nera yang berjalan maju menuju kaisar "Dengan kekuatanku maka tidak ada masalah untuk berhadapan dengan kaisar, sekalipun kekuatannya meningkat sebanyak 1 tingkat. Tetapi jika ada masalah, maka saat itu kau baru boleh bergerak untuk membantuku".
"Aku mengerti", kata Terfis sedikit membungkuk "Kalau begitu untuk saat ini aku akan menonton dari samping".
__ADS_1
Melihat hanya Nera yang melangkah maju ke arah dirinya, senyum mengejek muncul di wajah kaisar "Petualang muda, bukankah kau terlalu meremehkan ku? Bahkan jika dirimu ada 5 sekalipun, aku masih bisa mengalahkannya. Namun kau berusaha melawanku disini sendirian? Apakah kau sudah gila? Pada akhirnya, dewa tingkat 9 sama sekali bukan lawan dewa tingkat 7, kau lebih baik mengajak temanmu untuk melawanku agar kalian memiliki kesempatan untuk menang!".
"Aku mengerti sekarang kenapa kau lebih lemah dari Ark ataupun Tersin", kata Nera dengan dingin, tiba-tiba sosoknya sudah muncul di depan kaisar "Karena kau meremehkan musuh mu, tanpa menyadari sedikitpun tentang siapa sebenarnya yang sedang kau lawan ini!".