
Melihat gerbang yang tiba-tiba terbuka itu, wajah Hiran menjadi penuh kecurigaan. Bagaimanapun prajurit Elos tidak mungkin secara kebetulan membuka gerbang itu, yang berarti bahwa ini adalah jebakan.
Walaupun tahu bahwa gerbang yang terbuka ini merupakan jebakan, namun mereka masih harus melewati jebakan ini sebab hanya dengan melewati gerbang kanan maka mereka bisa menyerang Ibukota Wock.
Setelah ragu-ragu selama beberapa saat, Hiran memutuskan untuk mengirim 500 pasukan melewati gerbang tersebut, sedangkan ia maka Hiran menunggu di belakang untuk melihat sebenarnya jebakan seperti apa yang disiapkan oleh musuh untuk mereka.
Ketika 500 pasukan Jiran akan melewati gerbang kanan itu, maka sebuah mulut raksasa muncul dari gerbang dan memakan mereka, lebih tepatnya itu adalah Tiamat yang mulai bergerak.
Sosok naga tanah raksasa milik Tiamat muncul dari balik gerbang bagian kanan itu, ia menatap ke arah Hiran serta seluruh pasukannya dengan dingin.
Di bawah tatapan Tiamat, Hiran berkeringat dingin sebab ia bisa merasakan bahwa kekuatan Tiamat jauh di atas kekuatan miliknya.
Walaupun tahu bahwa dirinya lebih lemah, Hiran masih menggertakkan giginya dan menarik pedang yang sudah ia simpan dari tadi "Serang! Siapapun yang bisa membunuh naga ini maka akan diberikan gelar sebagai Baron!".
Para prajurit Hiran yang sebelumnya ketakutan terhadap sosok naga mulai menjadi bersemangat, lagipula setiap orang bertujuan untuk menjadi bangsawan yang memiliki pekerjaan mudah namun kekayaan yang besar.
Jadi ribuan prajurit Hiran berlari menuju ke arah Tiamat tanpa ragu, meskipun tahu bahwa mereka bukan lawan Tiamat tapi mereka tetap maju sebab ada kemungkinan untuk menjadi bangsawan.
"Menjauh, aku duluan yang akan membunuh naga itu lalu menjadi bangsawan!".
"Jangan berbicara bodoh, dengan kekuatan lemah mu maka kau hanya bisa menjadi makanan naga, biar aku yang maju dan menghadapi naga itu".
Melihat sekitar 7000 prajurit yang bergegas maju ke arah dirinya, Tiamat yang baru memakan 500 prajurit sama sekali tidak panik, bahkan ada rasa penuh semangat dari matanya.
__ADS_1
Tiamat juga berlari dengan gila ke arah 8000 pasukan tersebut.
"Booooom!".
Ledakan yang besar bisa terdengar di setiap langkah Tiamat, setiap kali ia memukul tanah dengan keras maka ratusan pasukan musuh akan mati.
Sedangkan Hiran, ia mencoba menebas pedangnya dari berbagai sisi Tiamat namun semua itu sama sekali tidak berguna, tebasan pedang miliknya tidak bisa memberikan luka fatal apapun pada Tiamat. Oleh karena itu, Hiran bersama pasukannya terus dipukul mundur ataupun berkurang akibat serangan ganas dari Tiamat.
...----------------...
Berbeda dari Tiamat yang mendapatkan keadaan menguntungkan di medan perang yaitu ia memiliki kemungkinan sangat besar untuk menang, Kronev dan yang lainnya mengalami kesulitan di bagian kiri.
7000 pasukan Elos sedang melawan 7000 pasukan elit ke 1 Kerajaan Ray, peperangan berdarah terjadi di antara para pasukan ini.
Kronev, Sloth dan Greed sama sekali tidak bisa memberikan bantuan apapun untuk pasukan mereka sebab mereka harus melawan Jiran.
Untuk melawan Jiran maka Kronev berdiri di barisan depan untuk menjadi penyerang utama, Greed berada di belakang Kronev untuk memberikan dukungan pada Kronev serta bertindak jika ada serangan tersembunyi milik Jiran.
Setelah itu, Sloth berada di bagian paling akhir, ia memakai sihir tumbuhan miliknya untuk memperlemah musuh atau menghalangi gerakan mereka.
Walaupun Kronev dan yang lainnya sudah bekerja sama dengan baik, tapi perbedaan rank benar-benar membawa masalah bagi mereka.
Baik itu dari segi kekuatan ataupun kecepatan maka Jiran yang memiliki rank setingkat lebih tinggi jauh lebih baik daripada Kronev dan yang lainnya, oleh karena itu mereka hanya bisa bertarung seimbang tanpa terlihat siapa yang akan menang ataupun kalah, sangat jauh berbeda dari Tiamat yang hanya membutuhkan lebih banyak waktu lagi untuk menang.
__ADS_1
Raja Ray IV yang melihat semua itu memiliki wajah suram, bagaimanapun Duke Wock, Perdana Menteri Solon dan Jendral Gram sudah mati untuk dirinya, sebagai seorang raja maka ia tidak boleh kalah dan mengecewakan para prajuritnya yang sudah mati.
Raja menarik nafas dan memutuskan untuk bergerak sendiri, setidaknya ia yakin bahwa semua pengikut utama Elos sudah melawan Jiran dan Hiran kecuali Riona.
Hal ini menunjukkan bahwa hanya ada Riona yang menjaga Elos sekarang, Raja Ray IV merasa ini waktu yang terbaik untuk membunuh Elos dan mengembalikan semua wilayah Kerajaan Ray mereka.
Raja Ray IV mengambil pedang yang ada di pinggangnya, saat ini ia naik di atas kuda berwarna hitam dan menunjukkan pedangnya ke arah Ibukota Wock.
Perlahan-lahan aura rank 3 yang menakutkan dari tubuh Raja Ray IV dapat dirasakan, aura yang ia miliki sama sekali tidak kalah dari aura Jiran dan Hiran.
Selain 15.000 pasukan yang di bawa oleh Jiran dan Hiran, masih ada 5000 pasukan di belakang raja.
Berbeda dari pasukan Hiran dan Jiran, pasukan elit yang ada di belakang raja ini terlihat jauh lebih kuat serta tertib, lebih tepatnya 5000 orang ini bukanlah prajurit melainkan penjaga yang melindungi raja.
Dihadapan 5000 penjaga yang menatap dirinya dari belakang, Raja Ray IV menunjuk pedangnya ke arah Ibukota Wock "Seluruh pasukan, selama ini Tuan Labirin selalu bertindak sembarangan dan berpikir bahwa mereka tidak terkalahkan di dunia ini. Jadi hari ini kita akan menunjukkan kepada dunia bahwa Tuan Labirin bukanlah apa-apa, pada akhirnya kita akan mengakhiri legenda Tuan Labirin mulai dari Tuan Labirin Elos yang merupakan Tuan Labirin paling awal! Seluruh pasukan ku, aku Raja Ray IV akan membawa kalian menuju kemenangan, serang musuh dan tunjukkan kesetiaan kalian kepada Kerajaan Ray!".
"Serang!", teriak 5000 pasukan elit di belakang raja, lalu mereka menggerakkan kuda yang mereka bawa untuk menyerbu Ibukota Novus dari depan.
Seperti rencana raja, semua pengikut dan pasukan Elos sibuk menahan pasukan Jiran dan Hiran di sisi kiri dan kanan Ibukota Wock, jadi Raja Ray IV bisa bergegas menuju tembok Ibukota Wock dari depan tanpa masalah.
Elos yang duduk di atas tembok kota juga menemukan gerakan raja ini, bahkan Elos harus mengakui bahwa cara ini sangat cerdas dan memiliki kemungkinan untuk membunuh Elos apabila Elos tidak memperlakukan persiapan sebelumnya. Tapi Raja Ray IV melakukan kesalahan besar disini, ia tidak tahu bahwa Elos sudah siap untuk serangan yang ia pimpin.
Elos yang duduk di atas kursinya perlahan-lahan berdiri, ia berbicara kepada Riona yang berdiri hormat di belakangnya "Riona, apakah semua persiapan sudah selesai?".
__ADS_1
"Semua mayat sudah dikumpulkan dan siap digunakan, kami hanya tinggal menunggu keputusan dari tuan", jawab Riona hormat.
Elos mengangguk, ia mengulurkan tangannya ke depan "Aku akan memulai untuk membuat labirin baru, yaitu labirin ke 3 milikku".