
Awain tidak membuang lebih banyak waktu lagi, perlahan-lahan sosok tubuhnya kembali menghilang dan muncul di depan Raja Ray IV, ia mengangkat pedangnya dan menebas ke arah leher Raja Ray IV tanpa ragu.
Raja Ray IV dulunya adalah seorang pangeran yang ahli pada militer, oleh karena itu ia bisa menjadi raja dengan cara mengalahkan para pangeran yang lain hingga hanya dirinya yang masih bertahan untuk menjadi raja.
Jadi Raja Ray IV bisa merasakan krisis yang kembali mendekati dirinya, ia menarik pedangnya tanpa ragu dan menebas pedang Awain yang mendekati dirinya.
"Brak!".
2 pedang itu saling bertabrakan, Raja Ray IV harus mundur sejauh 5 meter akibat tabrakan itu, tangannya bergetar dengan hebat yang menunjukkan Raja Ray IV memiliki kekuatan lebih lemah daripada Awain.
"Nampaknya aku sudah terlalu tua hingga kalah dari seorang wanita yang memiliki rank sama denganku", kata Raja Ray IV tersenyum pahit.
Bagaimanapun pada usia 20 hingga 30 tahun maka Raja Ray IV tidak pernah kalah melawan orang yang memiliki rank sama dengan dirinya, tapi ia yang sudah berusia 50 tahun lebih kalah dari Awain yang memiliki rank sama, hal ini membuat Raja Ray IV berpikir bahwa ia kalah akibat usianya yang semakin lemah sehingga kekuatannya ikut menurun.
Mendengar pendapat Raja Ray IV, Awain menggelengkan kepalanya "Kekuatanmu masih sangat baik, tidak banyak menurun akibat usia tua. Bahkan aku harus mengakui bahwa kekuatanmu cukup tinggi dibandingkan beberapa orang rank 3 yang pernah aku lawan dulu, tapi kekuatanmu masih sangat jauh untuk melawanku!".
Lalu Awain berlari ke arah Raja Ray IV lagi, saat sudah berada pada jarak serangan pedangnya maka Awain melompat dan menebas ke arah Raja Ray IV "Pedang Matahari!".
Tiba-tiba api pada pedang di tangan Awain menjadi lebih kuat, bahkan panasnya bertambah menjadi jauh lebih besar daripada sebelumnya seakan-akan ada kekuatan matahari pada tebasan pedang Awain ini.
Wajah Raja Ray IV menjadi semakin suram, ternyata Awain belum memakai kekuatan penuh saat menebas dirinya namun raja sudah kalah. Sekarang Awain meningkatkan kekuatannya lagi yang membuat kemungkinan menang raja semakin kecil.
Raja berdiri tegak dengan cepat, ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi lalu menebas ke arah dimana pedang Awain menebas "Pedang sang Raja!".
Sosok seorang pria raksasa dengan mahkota emas muncul di belakang Raja Ray IV, sosok itu juga memegang sebuah pedang yang besar dan menebas ke arah Awain.
__ADS_1
"Tang!".
2 pedang bertabrakan dengan 1 pedang, meskipun sudah memakai kemampuan Pedang sang Raja yang merupakan kemampuan terkuatnya, Raja Ray IV masih terpukul mundur sejauh beberapa meter akibat tabrakan tersebut, ia juga bisa menemukan bahwa pedangnya sedikit meleleh akibat api pada pedang Awain.
Awain tidak memberi banyak waktu lagi untuk Raj Ray IV bersiap melawan serangannya, ia kembali melangkah maju dan menebas Raja Ray IV tanpa henti.
Suara tabrakan pedang terus terdengar, pada awalnya Raja Ray IV masih bisa bertahan terhadap serangan Awain walaupun terus dipukul mundur.
Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi di tengah pertarungan, pedang di tangan Raja Ray IV terbagi menjadi 2 akibat serangan panas tanpa henti dari Awain.
Ketika pedang Raja Ray IV hancur, Awain mempercepat pedangnya sebab inilah celah yang ia tunggu dari tadi untuk memenangkan pertarungan ini.
"Slab!".
Pedang Awain menusuk jantung Raja Ray IV, setelah itu Awain tidak menurunkan penjagaannya hanya karena berhasil menusuk jantung Raja Ray IV.
Suara terbakar terdengar dari pedang Awain, lebih tepatnya api milik pedang Awain membakar jantung Raja Kerajaan Ray sepenuhnya.
Saat memastikan bahwa Raja Ray IV sudah mati, Awain kembali menarik pedangnya.
Raja Ray IV memuntahkan seteguk darah, tubuhnya terus bergerak mundur sampai akhirnya jatuh ke tanah.
Raja Ray IV menatap langit dengan mata yang semakin redup, ia sudah mendekati kematiannya "Pada akhirnya aku masih berakhir gagal, padahal Duke Wock, Perdana Menteri Solos, dan Jendral Gram mengorbankan hidupnya untuk keberhasilan rencana milikku tapi masih berakhir gagal. Nampaknya aku benar-benar gagal sebagai seorang raja--".
Mata Raja Ray IV menutup, ia menghembuskan nafas terakhirnya yang menunjukkan bahwa hidupnya sudah berakhir.
__ADS_1
Melihat tubuh Raja Ray IV yang sudah kehilangan hidupnya, Awain berkata dengan sedih "Kau sama sekali tida gagal sebagai raja, kau hanya kalah sebab tuanku jauh lebih kuat darimu. Bagaimanapun seorang raja yang gagal adalah mereka yang membiarkan atau merencanakan untuk membunuh pengikut mereka sendiri, padahal pengikut itu selalu setia terhadap mereka".
Awain mengingat sedikit kehidupan masa lalunya, ia menganggap bahwa Raja Matahari II yang sudah membuat rencana untuk membunuh dirinya adalah raja yang gagal. Lagipula sebagai raja, maka tidak seharusnya ia membunuh pengikut yang sudah banyak membantunya.
Awain tersenyum pahit dan menggelengkan kepalanya dengan cepat "Untungnya itu hanya kehidupan masa laluku, mulai sekarang dengan bekerja di bawah Tuan Elos maka aku tidak perlu ragu lagi".
Setelah itu Awain kembali mengamati pertarungan lain di medan perang, terutama Elos dan Riona yang sedang menghadapi 5000 pasukan musuh.
Apabila Elos mati maka mereka sama dengan kalah, oleh karena itu Awain lebih mengutamakan hidup Elos lebih dulu dibandingkan orang yang lain.
...----------------...
Beberapa menit sebelum Awain memenangkan pertarungan melawan Raja Ray IV, Elos yang ada di atas tembok Ibukota Wock melihat sosok Awain yang menghilang lalu muncul di depan Raja Ray IV.
Menatap Awain yang sudah memulai pertarungan, Elos juga berkata sambil memegang pedangnya "Nampaknya aku juga harus mulai bertarung, sebagai pemimpin maka aku harus menunjukkan kekuatanku juga".
Sosok Elos melangkah maju dan langsung melompat dari bagian atas tembok kota.
Saat Elos baru mendarat, ia langsung menarik pedangnya dan menebas ke arah 5000 pasukan yang di bawa oleh Raja Ray IV.
"Ruler of Death", kata Elos.
Aura kematian segera berkumpul pada pedang Elos, ketika Elos menebaskan pedang itu ke arah pasukan musuh maka tebasan dengan aura kematian yang kuat terbang dari pedang Elos dan menebas ratusan pasukan musuh dengan sangat cepat.
Tebasan pedang Elos sama sekali tidak membuat suara apapun, bahkan para prajurit yang terbebas tidak menunjukkan luka ataupun darah sedikitpun, jika orang yang tidak tahu tentang kekuatan Elos melihat semua ini maka mereka berpikir bahwa Elos sangat lemah sampai-sampai tidak memberikan luka fatal apapun pada musuh.
__ADS_1
Namun sedetik berikutnya, ratusan orang yang terkena Ruler of Death jatuh ke tanah.
Berbeda dari luka tebasan pedang yang lain, jika itu tebasan pedang yang memakai kekuatan Ruler of Death maka tidak ada hujan darah apapun, orang yang terkena hanya memiliki wajah yang berubah menjadi hitam seakan-akan sudah diracuni lalu mati.