AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 120 : FJORTEN TIAMAT


__ADS_3

Setelah mengatakan semua itu, Elos kembali menatap Tiamat untuk mengetahui status terbarunya.


[Fjorten Tiamat (Rank 3)


Pekerjaan : Naga Bumi yang melawan Langit (Half-God)


Kemampuan :


- Gravity (Half-God)


- Anti-Magic (Half-God)


- Fiery Earth Armor (Dunia)


- Dragon Roar (Mitos)]


Elos harus mengakui bahwa kekuatan Tiamat ini benar-benar sangat kuat, terutama ia memiliki rank 3 dan pekerjaan Half-God, bahkan ia memiliki 2 kemampuan tingkat Half-God juga.


Dengan Anti-Magic maka hampir semua kekuatan sihir tidak bisa melukai dirinya, kecuali sihir itu jauh lebih kuat daripada kekuatan pertahanan miliknya tersebut.


Selain itu, kekuatan Gravity yang dimiliki oleh Tiamat membuatnya bisa mengendalikan gravitasi yang ada di sekitarnya baik itu memperberat ataupun meringankan gravitasi di sekitarnya. Dengan kemampuan ini maka Tiamat bisa melawan banyak musuh sendirian tanpa masalah.


"Tiamat, apakah kau bisa memakai sayap mu untuk terbang?", tanya Elos yang penasaran, bagaimanapun ia sudah mendengar bahwa belum ada naga bumi yang bisa terbang di dunia ini.


Tiamat berkata sedikit ragu "Aku yakin sayap ini bisa dipakai untuk terbang, tapi aku belum pernah memiliki sayap sebelumnya sehingga aku rasa sangat sulit untuk mengendalikannya, apabila itu terbang secara lambat maka aku masih bisa melakukannya namun untuk terbang cepat maka sedikit sulit".

__ADS_1


Elos mengangguk "Tidak masalah, aku tidak tertarik untuk membiarkan kau terbang sekarang. Tetapi kau harus melatih kemampuan terbang milikmu di masa depan, itu pasti akan menjadi sangat berguna".


"Aku mengerti tuan, seminggu pasti sudah cukup untuk membiarkanku menjadi ahli menggunakan sayap ini, jika saat itu tiba maka aku akan membawa tuan terbang ke langit. Selain itu, aku pasti menjatuhkan seluruh musuh tuan yang ada di atas langit", kata Tiamat penuh percaya diri.


Elos tidak banyak bicara tapi ia setuju dengan ide Tiamat, sebab Elos memiliki Lumina untuk menjaga laut, Kronev untuk menjaga darat, tapi belum memiliki pengikut untuk menjaga langit. Namun sekarang berbeda, dengan keberadaan Tiamat maka Elos tidak perlu takut lagi terhadap musuh dari langit.


Elos berbalik untuk menghadap semua orang lagi sebelum berkata "Kalau begitu maka masalah disini sudah selesai, beritahu seluruh pasukan untuk bersiap, kita bergerak menuju Ibukota Wock!".


"Tuan, bagaimana dengan mayat Honret--", tanya Riona dengan ragu-ragu.


Tapi Elos segera menggelengkan kepalanya "Tidak perlu, mayat Honret sudah tidak ada lagi!Untuk meningkatkan kekuatan Tiamat menjadi prajurit khusus maka aku harus memakai mayat Tiamat, tanpa mayat Honret maka Tiamat tidak akan bisa naik ke rank 3 secara langsung".


Semua orang menyadari bahwa mayat Hinret sudah tidak ada di tempatnya lagi, Elos tahu bahwa kemampuan Summoning miliknya sering kali memakai mayat untuk memperkuat pengikut milik Elos. Oleh karena itu, Elos tidak terkejut terhadap hilangnya mayat Honret.


...----------------...


Perdana Mentri Solos berdiri di atas tembok kota dengan wajah tegas, meskipun ia tidak memiliki kekuatan hebat seperti seorang jendral namun ia berdiri di atas tembok kota memakai zirah besi seperti seorang jendral perang.


Tidak ada sedikitpun rasa takut di wajah Solos, walaupun pasukannya hanya ribuan dan harus melawan ratusan ribu pasukan yang bisa dikatakan tidak mungkin untuk menang, tapi tidak ada sedikitpun ketakutan di wajah Solos. Bisa dikatakan bahwa raja Kerajaan Ray tidak salah memilih Solos sebagai perdana menteri, ia memiliki keberanian seorang jendral dan kecerdasan perdana menteri.


"Perdana Mentri Solos, semuanya berjalan sesuai rencana, Halon sang Tuan Labirin ke 8 sudah mengepung wilayah kita dengan membawa hampir seluruh pasukannya", kata seorang pria berotot dengan baju besi hitam di samping Solos, pria ini tidak lain adalah Jendral Gram yang merupakan jendral besar Kerajaan Ray. Ia sudah melalui banyak medan perang dan membawa kemenangan untuk Kerajaan Ray hingga dirinya bisa menjadi jendral besar.


Perdana Mentri Solos sedikit tersenyum "Jendral Gram, apakah kau takut?".


"Aku takut?", kata Jendral Gram tersenyum mengejek "Dulu aku pernah bertarung membawa 50 pasukan melawan 10.000 pasukan, semua orang berpikir bahwa aku sudah mati saat itu. Namun untuk kesetiaan ku terhadap raja, aku akan melawan musuh dengan berani hingga membawa kemenangan! Walaupun semua orang berpikir aku sudah mati, tapi aku masih menang. Oleh karena itu, kenapa aku harus takut melawan ratusan ribu pasukan ketika ada ribuan pasukan di tanganku?".

__ADS_1


Perdana Mentri Solos mengangguk "Jendral Gram, yang mulia tidak salah memilihmu sebagai jendral pemberani miliknya. Gram, ayo kita tunjukkan kesetiaan terakhir kita melawan yang mulia, walaupun harus mati selama tujuan utama yang mulia terpenuhi maka itu tidak masalah!".


"Ya, kita akan mengakhiri zaman para Tuan Labirin ini, tujuan kita kali ini bukalah Halon, melainkan ada tujuan yang lebih besar!", jawab Jendral Gram dengan mata yang tajam.


...----------------...


Di sisi lain, Halon sedang menatap tembok Ibukota Kerajaan Ray dengan wajah suram. Ia tidak tahu apa alasannya, mesipun kemenangan sudah ada di depan mata tapi Halon masih memiliki firasat buruk di hatinya.


"Tuan Halon, seluruh pasukan sudah siap, selain itu aku mendapatkan kabar bahwa Tuan Labirin Elos berhasil mengalahkan naga bumi dan Honret, jendral kavaleri api. Selama tuan memberikan izin, ratusan ribu pasukan kita akan menjatuhkan ibukota Kerajaan Ray hari ini", lapor Hepior.


Halon menarik nafasnya dan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi "Seluruh pasukan serang! Hari ini kemenangan akan ada di tangan kita!".


"Serang", teriak ratusan ribu pasukan Halon penuh semangat, bahkan teriakan itu membuat seluruh Ibukota Kerajaan Ray bergetar.


Perdana Menteri Solos dan Jendral Gram sama sekali tidak takut terhadap teriakan ratusan ribu pasukan itu, mereka mengangkat pedang mereka juga untuk menunjuk pasukan Halon "Pertahankan kota ini dan tunjukkan kesetiaan kita kepada yang mulia, kecuali kita mati maka tidak ada yang bisa melewati tembok kota ini! Bertahan!".


"Bertahan!", teriak ribuan pasukan Kerajaan Ray dengan mata merah ganas, meskipun kematian sudah ada di depan mata mereka tapi tidak ada rasa takut di wajah mereka.


Ribuan pasukan ini merupakan pasukan setia kerajaan, oleh karena itu mereka sudah memiliki hati besi yang setia kepada kerajaan yang membuat mereka tidak takut terhadap melawan musuh apapun.


Api peperangan membakar Ibukota Kerajaan Ray, tapi tidak peduli seberapa banyak pasukan yang mati di medan perang, sosok raja Kerajaan Ray masih tidak terlihat.


"Yang mulia, Solos akan pergi duluan! Solos hanya bisa berharap yang mulia untuk berhasil mencapai tujuannya", kata Solos yang bergerak maju untuk bertarung bersama para prajurit setia Kerajaan Ray yang mempertahankan tembok ibukota.


Walaupun raja sendiri tidak ada disini, selama Perdana Menteri Solos dan Jendral Gram masih berdiri maka semangat pasukan Kerajaan Ray tidak akan pernah menghilang.

__ADS_1


__ADS_2