
Di tempat yang tidak diketahui, 2 orang sedang duduk bermain catur dengan seorang pria muda yang duduk di samping penuh rasa hormat, ia sama sekali tidak berani berbicara sedikitpun sebab 2 orang di depannya yang lagi bermain catur ini merupakan orang yang paling ia hormati.
Di antara 2 orang ini, pada sisi kanan adalah seorang pria berambut putih dengan memakai jubah penyihir berwarna putih, walaupun rambutnya sudah putih sepenuhnya seperti orang tua namun ia memiliki wajah yang tampan serta berusia sekitar 20 tahunan.
Sedangkan pria yang ada di sisi lain adalah pria berambut hitam suram, ia memiliki mata berwarna hitam yang sangat gelap seperti kegelapan tanpa akhir. Pria berambut hitam ini memakai sebuah baju besi perak dengan sebuah pedang yang ada di pinggangnya, dapat dilihat bahwa ia adalah seorang pendekar pedang.
Lalu pria yang hanya duduk di samping serta mengamati 2 orang yang sedang bermain catur itu memiliki rambut berwarna emas serta mata merah seperti darah, selain itu ia memiliki sebuah busur yang terletak di belakang tubuhnya.
Pria berambut putih itu menggerakkan pion catur nya sebelum berkata "Locke, sudah berakhir, raja milikmu tidak bisa bergerak lagi".
Pria berambut hitam itu melihat ke arah papan catur dengan wajah suram "Ini sangat aneh, kenapa aku bisa kalah terus menerus! Dari 971.351 pertarungan, aku kalah sebanyak 485.675 kali sedangkan kau menang sebanyak 485.676 kali. Myro, kau tidak bermain licik bukan?".
Pria berambut putih yang memakai jubah penyihir bernama Myro itu menggelengkan kepalanya "Aku bisa menang bukan karena aku memakai cara licik, melainkan cara kau bermain yang salah. Kau membiarkan terlalu banyak pion milikmu mati untuk membiarkan raja melarikan diri, pada akhirnya setelah sebagian besar pion milikmu hilang maka aku bisa menang dengan semakin mudah juga".
"Apakah begitu?", kata Locke kebingungan mengamati papan catur "Bukankah para pion yang lain tidak penting, selama raja masih bisa hidup maka kita tidak akan kalah, oleh karena itu seharusnya tidak masalah untuk mengorbankan pion jika raja bisa terus hidup".
Myro memutar matanya "Rencana bodoh! Bukanlah kau memakai rencana bodoh seperti ini juga untuk mengalahkan Ark, diriku dan menjadi dewa tertinggi? Pada akhirnya kau masih kalah melawanku! Lamire, bagaimana pendapatmu?".
Pria berambut emas yang hanya diam di samping sedikit terkejut sebab ia di tanya secara tiba-tiba, tapi ia langsung kembali sadar dan menjawab penuh rasa hormat "Ayah, rencana ayah adalah yang terbaik! Setidaknya bagi Lamire, ayah merupakan sosok tidak terkalahkan!".
Mendengar dukungan anaknya, Myro berbicara penuh kebanggan terhadap Locke "Lihat, apakah kau mendengarnya? Aku lebih hebat darimu!".
Locke menggelengkan kepalanya tidak setuju "Lamire adalah anakmu sehingga jawabannya pasti mendukungmu, ini tidak adil!".
__ADS_1
Melihat Locke tidak mengakuinya, Myro tidak berbicara lebih banyak lagi dan hanya duduk diam di tempatnya "Locke, kalau dipikir-pikir bagaimana keadaan anakmu? Terutama Elos, bukankah ia sedang melawan Ark saat ini?".
"Seharusnya tidak ada masalah", kata Locke yang masih mengamati papan catur "Bagaimanapun anak itu mewariskan kekuatan kematian milikku serta kehidupan milikmu, apabila ia masih bisa kalah melawan Ark maka aku tidak tahu harus berkata apa lagi".
"Kau benar, Elos pasti tidak kalah", kata Myro setuju "Locke, siapa yang kau kirim untuk membantu Elos? Lagipula aku belum pernah mendengar tentang pengikut yang kau kirim untuk membantunya mengalahkan Ark, seperti aku yang mengirim pengikut ku untuk membantu Lamire di masa lalu".
"Pengikut? Tentu aku membiarkan 1 orang pergi mengikutinya, bagaimanapun akan terlalu berisiko jika Ark membunuh Elos sebelum ia bisa berkembang", kata Locke.
"Lalu, siapa orang yang kau kirim untuk membantu Elos?", tanya Myro penasaran.
"Siapa lagi kalau bukan bagian dari 17 kursi dewan, Grica", kata Locke yang masih peduli pada papan catur.
Wajah Locke memang menganggap Grica seperti masalah kecil, tapi wajah Myro sudah membeku karena rasa terkejut.
Ia menatap Locke penuh rasa tidak percaya "Kau benar-benar mengirim Grica si Dewa Kematian untuk membantu anakmu? Bukankah itu terlalu berlebihan?".
Untuk membantunya mengelola pemerintahan, Locke membuat anaknya sendiri yang merupakan bayangan dari dirinya sendiri. Selain itu ada Leon yang sudah membantunya, Leon selalu mengikuti Locke tanpa memiliki tindakan pengkhianat sedikit yang membuat Locke cukup mempercayainya.
Namun dunia yang berada di wilayahnya masih terlalu luas, oleh karena itu Locke membentuk 17 dewan yang membantunya mengelola dunia miliknya.
17 dewan ini bisa dikatakan sebagai kaki dan tangan Locke, bahkan sosok mereka sepenuhnya cukup rahasia. Jika Myro bukan teman dekat Locke, maka Myro kemungkinan besar juga tidak mengetahui keberadaan 17 dewan ini.
Di antara 17 dewan, Grica juga yang mengikuti Locke paling awal, setidaknya ia sudah menjadi kapten kecil di pasukan Locke saat peperangan terakhir mereka menjadi dewa tertinggi.
__ADS_1
Masalahnya setelah berhasil menjadi dewa tertinggi dan menguasai dunia, Myro serta Locke masih harus membersihkan banyak pemberontakan.
Sebuah pemberontakan besar pernah terjadi di wilayah Locke, bahkan pemberontak sudah membentuk ratusan ribu prajurit hingga jutaan yang sudah sangat besar.
Untuk mengatasi masalah itu, Locke mengirim Grica dari 17 dewan untuk membersihkannya.
Grica berhasil membunuh pemberontakan itu sendirian, tapi ia tidak berhenti sampai di situ. Setelah membunuh pasukan pemberontak, ia juga membunuh kepala pemberontak serta keluarga mereka, tidak ada seorangpun yang berhubungan dengan pemberontak bisa bertahan hidup. Meskipun hanya teman, Grica membunuhnya tanpa ragu untuk membuang semua kemungkinan pemberontakan.
Pada akhirnya orang yang mati di tangan Grica hari itu lebih dari 10 juta orang yang sudah sangat gila, ada banyak hidup orang yang belum tentu bersalah ikut terbunuh.
Jika itu pengikut Myro maka ia pasti menghukumnya, namun Grica mengikuti Locke sehingga ia tidak di hukum. Lagipula menurut Locke, cara itu juga paling efektif untuk membersihkan pemberontakan tanpa ada kemungkinan bangkit lagi. Sejak saat itu Grica dijuluki sebagai Dewa Kematian, setiap kali ada orang yang mendengar nama Grica maka mereka akan gemetar ketakutan.
Masalahnya kali ini Locke mengirim pembunuh berdarah dingin itu untuk membantu Elos, Myro sedikit menatap langit sambil menghela nafas "Apakah Elos tidak mengalami masalah di sana?".
...----------------...
Di sisi lain Elos merasa seperti ada orang yang membicarakannya, namun ia segera menggelengkan kepalanya dan menganggap itu bukan hal penting.
"Kakak Aruse, ayo bantu Kakak Zamir dan Tiamat, mereka mungkin masih kesulitan untuk mengalahkan Ark walaupun sudah bekerja sama", kata Elos yang mulai terbang menuju Ark.
Aruse juga mengikuti sambil berkata "Elos, tidak perlu memanggilku kakak, kau bisa langsung memanggilku Aruse. Bagaimanapun kau sudah menjadi cukup kuat sekarang hingga posisi kita sudah setingkat".
Mendengar perkataan Aruse, Elos menggelengkan kepalanya "Meskipun begitu kalian adalah seniorku, apabila tugas senior adalah melindungi juniornya maka tugas junior yaitu menghormati senior mereka serta membantunya".
__ADS_1
Aruse sedikit tersentuh terhadap jawaban Elos tersebut, lagipula sebagian besar orang pasti menjadi sombong setelah mendapatkan kekuatan besar seperti Elos.
Namun Elos disini masih tidak berubah, tidak ada sedikitpun jejak kesombongan pada dirinya sejak mendapatkan kekuatan Tuan Labirin Langit yang membuat Aruse semakin menghargai Elos.