AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 21 : MANUSIA HARIMAU TERTUA


__ADS_3

Setelah terkejut, Rolir menatap Elos penuh rasa bersalah "Nak Elos, padahal kami masih harus berterima kasih kepadamu, tapi nampaknya aku harus pergi sekarang. Kakek anak ini adalah orang tertua di kota ini, ia sudah berjuang untuk Kota Manusia Harimau selama puluhan tahun, bahkan aku hanyalah seorang junior di depan kakek tersebut. Oleh karena itu, aku harus pergi untuk memeriksa keadaannya. Nak Elos dan Riona bisa disini dulu, tinggal lagi di rumah kami untuk 1 malam. Besok aku akan mengajak kalian makan yang benar untuk berterima kasih".


Elos mengangguk, menurutnya memberikan mereka makan sudah lebih dari cukup untuk berterima kasih "Paman Rolir, tidak perlu terlalu dipikirkan. Bagaimanapun hidup seseorang jauh lebih penting daripada berterima kasih kepadaku, jadi paman bisa pergi lebih dulu. Aku dan Riona tidak keberatan untuk tinggal disini selama sehari".


Elos tidak memiliki tujuan yang jelas sekarang, hal ini menyebabkan ia tidak keberatan untuk menghabiskan waktu sehari lagi untuk tinggal disini.


"Terima kasih nak Elos atas pengertiannya, kalah begitu aku akan pergi dulu sekarang", kata Rolir yang membawa anak kecil itu pergi dari tempat ini, berdasarkan Rolir yang pergi begitu cepat dapat menunjukkan bahwa kakek ini pasti cukup penting bagi manusia harimau.


Walaupun Rolir sudah pergi, semua orang tetap menghabiskan makanan di atas meja sebelum Samia mulai membawa semua alat makan untuk dibersihkan. Riona berdiri untuk membantu, tapi Samir tersenyum lembut sambil membiarkan Riona duduk kembali dengan alasan bahwa mereka merupakan tamu, tugas-tugas seperti ini adalah apa yang harus dilakukan tuan rumah.


Ketika Samia sudah pergi ke ruang belakang untuk membersihkan alat makan, Ilina berkata penuh semangat ke arah kakaknya "Kakak, kita juga harus pergi untuk melihat keadaan kakek Nors, lagipula ia sudah sama seperti kakek kita sendiri sejak kecil dan merawat kita penuh kehati-hatian selama ayah pergi berperang*.


"Tapi--", Tegir tidak segera setuju terhadap perkataan adiknya, kakek Nors memang sudah mereka anggap sebagai kakek mereka sendiri. Masalahnya Elos dan Riona masih ada disini, bahkan ayah mereka tidak mengajak mereka untuk menemui kakek Nors sebab alasan ini juga. Tidak sopan bagi tuan rumah untuk meninggalkan tamu sendirian, jadi Tegir menatap Elos penuh keraguan untuk mencari tahu pendapatnya.


Elos menemukan tatapan Tegir sehingga ia berkata "Jika tidak keberatan, bisakah mengajak kami jalan-jalan di kota sekalian untuk melihat kakek Nors kalian? Lagipula kami baru datang ke kota ini, tidak ada salahnya untuk melihat-lihat".


"Terima kasih tuan Elos, ketika sudah melihat kakek Nors maka aku pasti akan membawa kalian ke seluruh kota, kalian pasti tidak akan kecewa", kata Tegir yang sangat berterima kasih, ia tahu bahwa Elos sudah membantunya memakai alasan untuk berjalan-jalan di kota.


5 orang berdiri dan pergi menuju rumah dimana kakek Nors berada, Elos masih tetap membawa Zombie Warrior untuk berjaga-jaga sebab mereka berada di dunia serta kota yang tidak terlalu dikenal, lebih baik selalu berhati-hati.

__ADS_1


Saat sedang berjalan, Riona yang ada di sisi lain bertanya penuh penasaran "Siapa sebenarnya kakek Nors ini? Nampaknya ayah kalian sekalipun sangat mementingkan dirinya, padahal ayah kalian adalah walikota yang merupakan orang terkuat di tempat ini".


Tegir terus berjalan sambil menjelaskan "Kakek Nors adalah manusia harimau paling tua di kota, ia sudah mengikuti perang untuk manusia harimau sejak zaman kakekku. Oleh karena itu, ia sudah cukup tua dan harus merawat seorang cucu yang merupakan keluarga terakhirnya. Baik itu anak ataupun istri anaknya sudah mati di medam perang sedangkan istrinya tidak ada lagi akibat usia tua, kakek Nors sangat melindungi cucu yang merupakan keluarga terakhirnya ini".


"Kakek Nors hanya makan sedikit dari bagian makanannya, ia memberikan sebagian yang lain untuk cucunya. Jadi di antara semua manusia harimau, hanya cucu kakek Nors yang tidak kurus ataupun gemuk. Beberapa hari yang lalu, kakek Nors kehilangan kesadaran. Pada awalnya ayahku hanya berpikir bahwa itu akibat usia tua dan akan sadar paling lama sehari, tapi dari perkataan cucunya tadi maka kakek Nors masih belum sadar hingga hari ini".


Baik itu Elos dan Riona sedikit menggelengkan kepalanya, kakek Nors ini sudah sangat tua yang membuat ia menjadi manusia harimau paling tua di kota. Belum lagi ia selalu memberikan sebagian makanannya untuk sang cucu, hal ini pasti menyebabkan ia kelaparan serta kekurangan makanan. Orang yang sudah terlalu tua dan kelaparan, kemungkinan besar keadaan kakek Nors sekarang tidak begitu baik lagi.


Walaupun sudah tahu tentang kebenaran itu, Elos dan Riona memutuskan untuk diam sebab mereka tahu bahwa Tegir dan Ilina pasti akan marah mendengar mereka mengatakan hal tersebut.


Tidak lama kemudian, mereka sampai di sebuah rumah kecil di sekitar kota.


Suara itu tidak lain adalah suara ayah Tegir dan Ilina yaitu Rolir, tiba-tiba sebuah suar lain terdengar "Walikota, saya tidak akan merahasiakan apapun dari anda. Keadaan kakek Nors sangat buruk, setidaknya dengan kemampuanku maka tidak ada kemungkinan untuk penyembuhan. Paling lama beberapa hari lagi, kakek Nors kemungkinan besar akan kehabisan waktu hidupnya".


"Apakah tidak ada cara lain? Meskipun harus memakai harta langka sekalipun, aku akan berusaha mencarinya untuk kakek!", suara cucu kakek Nors ikut terdengar, ia tidak bisa menerima kematian kakeknya yang merupakan keluarga terakhirnya juga.


Suara orang yang merawat kakek Nors kembali terdengar "Tidak mungkin, kecuali memakai kekuatan para dewa maka tidak mungkin lagi untuk mengembalikan kakek Nors kembali hidup. Aku tahu ini sulit di terima, tapi kenyataannya memang seperti ini. Kakek Nors hanya bisa sadar sekali lagi, itupun hanya beberapa menit. Setelah ia kembali sadar maka berarti kematiannya sudah dekat".


"Tidak mungkin! Kau pasti salah! Kau adalah tabib palsu, kakekku masih sehat!", teriak cucu kakek Nors secara berlebih-lebihan.

__ADS_1


"Cukup!", tiba-tiba suara yang sangat tua terdengar, bahkan anak kecil itu berhenti berteriak ketika mendengar suara tua tersebut.


"Kakek, kau--", kata anak kecil itu kembali terdengar.


"Cucuku, tuan tabib sudah melakukan yang terbaik, kakek sendiri tahu bahwa keadaan kakek tidak lama lagi. Mulai hari ini, kau harus hidup sendiri memakai kekuatanmu", suara kakek Nors sangat lemah, tapi ada ketegasan yang tidak bisa di tolak dari perkataannya.


"Kakek, kau pasti sehat! Tidak mungkin kau akan--", teriak anak kecil itu masih berusaha menolak kenyataan di depannya.


"Diam lah, kau tidak perlu berbicara lagi untuk sekarang!", setelah itu suara kakek Nors menjadi lebih lembut "Rolir, aku sudah tinggal di kota ini hampir 100 tahun, bahkan aku sudah berperang berkali-kali untuk kota ini. Mulai hari ini, aku tidak bisa membantumu lagi. Masa depan kota ini, sepenuhnya berada dipundak mu. Jangan biarkan ayah, kakek dan para leluhur kecewa, kau harus membuat kota ini semakin makmur dan selalu menunggu orang yang diramalkan".


"Paman Nors, yakinlah! Selama aku masih hidup, tidak akan aku biarkan siapapun menyerang kota ini", kata Rolir penuh ketegasan.


Sebuah senyum lembut muncul di wajah kakek Nors, tubuhnya menjadi semakin lemah ketika ia berbaring di atas tempat tidur tua itu.


Meskipun semakin melemah, tapi ia masih tetap tersenyum "Untunglah, sekarang aku bisa beristirahat juga! Padahal sebelum mati, aku selalu berusaha untuk menunggu orang di ramalan tersebut, apabila aku bisa melihatnya walau hanya sekali maka aku pasti tidak keberatan untuk mati. Kemakmuran manusia harimau! Kemakmuran manusia--".


Sebelum ia bisa menyelesaikan kata-katanya, kakek Nors perlahan-lahan menutup matanya.


Pejuang yang sudah menjaga Kota Manusia Harimau selama lebih dari setengah abad, akhirnya tewas dengan senyum di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2