
"Kapten Roum, apakah ada masalah?", kata wakil kapten dengan khawatir, bagaimanapun Roum selalu sangat tegas dan tidak pernah menunjukkan kelemahan.
Roum yang masih khawatir tentang keadaan Jirsa kembali sadar, ia mengingat bahwa sebagai seorang pemimpin maka dirinya harus selalu terlihat kuat, terutama saat perang. Karena jika ia terlihat lemah dan takut maka prajuritnya akan merasakan hal yang sama, bagaimanapun seorang pemimpin merupakan hati sebuah pasukan.
"Tidak ada apa-apa, biarkan seluruh pasukan berbaris! Kita akan menjatuhkan Kota Novus sebelum malam!", kata Roum penuh percaya diri.
Mereka sama sekali belum mendapatkan informasi tentang Elos yang memiliki 2 pengikut rank 5 sebab saat melawan Marquis Nate, Kronev dan Lumina masih memiliki rank 6.
"Siap, kapten!", teriak wakil kapten tersebut yang mulai mengumpulkan para prajurit dari kapal.
...----------------...
Elos saat ini berdiri tegak di atas tembok Kota Novus, ia memakai zirah besi ringan dan ditutupi oleh jubah yang selalu ia pakai.
Riona dan Kronev berdiri di belakang Elos untuk melindunginya, sedangkan para prajurit yang lain berbaris di atas tembok kota untuk mempersiapkan serangan musuh.
"Tuan, laporan terbaru dari pantai sebelah barat Pulau Novus!", kata Zeyi yang berlutut di depan Elos.
"Katakan!", jawab Elos.
"Baik tuanku, menurut mata-mata yang berjaga di sana maka ada 100 kapal perang yang mendarat di pantai sebelah barat. Dari perhitungan sebentar, mata-mata itu yakin bahwa musuh berjumlah sekitar 5000 orang. Nampaknya Laksamana Lumina berhasil memisahkan musuh sesuai yang tuan rencanakan, dengan ini maka kita hanya perlu melawan 1 kapten rank 5 dan 5000 pasukan lagi, jauh lebih sedikit daripada 15.000 pasukan mereka di awal", kata Zeyi melaporkan hal tersebut.
Elos mengangguk, ia berkata lagi "Beritahu para prajurit untuk bersiap, walaupun kita memiliki 10.000 pasukan yang 2 kali lipat dari jumlah musuh, namun musuh merupakan pasukan elit daripada pasukan baru dan mayat hidup milik kita. Jadi jangan sombong, jika tidak maka kalian pasti menyesal!".
"Siap tuan!", jawab semua orang dengan tegas.
Setelah menunggu selama kurang lebih sejam, 5000 pasukan musuh mulai terlihat mendekat.
__ADS_1
Berbeda dari pasukan Elos yang sebagian besar masih memakai zirah kulit, atau bahkan pasukan mayat hidup yang tidak memakai zirah. 5000 pasukan musuh semuanya memakai zirah terbaik, zirah besi ringan milik mereka bersinar di bawah cahaya matahari.
Selain itu Elos dapat merasakan aura menakutkan dari 5000 pasukan ini, setidaknya dibandingkan pasukan Elos dan Marquis Nate yang pernah ia lawan sebelumnya maka 5000 pasukan ini jauh lebih kuat serta terlatih.
5000 pasukan berdiri cukup jauh dari gerbang depan Kota Novus agar tidak terkena tembakan panah pasukan Elos, Roum melangkah maju sambil menarik pedangnya "Tiran Elos, aku Roum yang merupakan kapten dari pasukan elit ke 3 Kerajaan Ray memberimu kesempatan terakhir. Selama kau menyerah dan membiarkan aku menebas kepalamu untuk di bawa ke yang mulia maka aku bisa membiarkan beberapa pengikut mu tetap hidup selama mereka tidak jahat atau mayat hidup. Namun apabila kau menolak, semua orang akan mati! Bahkan seluruh penduduk di Kota Novus akan terbunuh! Jawabanmu, Tiran Elos!".
Mata semua orang sekarang menatap Elos, mereka menunggu jawaban Elos.
"Aku menolak!", kata Elos tanpa ragu sedikitpun "Karena kau berani memberi peringatan padaku maka aku juga memberimu peringatan, menyerah dan kembali ke raja mu jika kau masih tertarik untuk hidup. Selama kau menyerang ke arah tembok Kota Novus ini maka aku pastikan kau tidak bisa hidup lebih lama lagi dari hari ini".
"Sepertinya tidak ada gunanya lagi untuk berbicara lebih banyak", kata Roum penuh kesuraman "Seluruh pasukan serang! Selama kalian bisa mengambil kepala Tiran Elos maka yang mulia sudah mengatakan untuk memberi mereka 1000 koin emas dan gelar bangsawan Baron, kalian bisa meninggalkan prajurit dan menjadi bangsawan!".
Mendengar hal tersebut, para prajurit Roum yang sebelumnya ragu sudah memiliki mata merah penuh semangat sebab mereka tahu seberapa pentingnya gelar bangsawan.
Sebagai pasukan elit ke 3 maka mereka memang memiliki posisi yang tida bisa diremehkan di Kerajaan Ray, tapi dibandingkan para bangsawan tersebut maka mereka bukanlah apa-apa.
Para prajurit langsung menarik senjata mereka dan berlari menuju tembok Kota Novus, beberapa dari mereka membawa tangga besar untuk naik ke atas tembok kota.
Melihat pasukan musuh yang terlihat sangat gila, beberapa prajurit baru milik Elos mundur selangkah akibat sedikit takut.
Elos juga memperhatikan semua itu sehingga ia berteriak "Jangan takut, selama kalian bertarung dengan berani maka aku akan membawa kemenangan untuk kalian, Ruler of Life!".
Tangan Elos ditutupi oleh cahaya putih dan menyebar ke seluruh prajurit yang ada di tembok kota, setiap prajurit milik Elis sekarang dilindungi oleh cahaya putih tersebut.
Walaupun cahaya putih itu bukan berarti membuat para prajurit tidak mati-mati, tapi setidaknya perlindungan Ruler of Life masih tidak kalah dari zirah besi sekalipun.
Bahkan kegunaannya bukan hanya itu, semua rasa khawatir para prajurit hilang di bawah cahaya putih ini, mata mereka kembali dipenuhi semangat.
__ADS_1
"Para pemanah, tembak!", teriak Tira yang merupakan pemimpin pasukan pemanah.
Ribuan panah terbang di atas langit dan menembak pasukan musuh, beberapa ratus anggota pasukan musuh juga bertugas sebagai pemanah sehingga hujan panah terus terjadi di seluruh medan perang.
Beberapa tangga berhasil di dekatkan dengan tembok Kota Novus, beberapa anggota pasukan musuh mulai naik melalui tangga tersebut.
"Pasukan perisai, angkat perisai milik kalian dan jangan biarkan siapapun naik!", teriak Bare yang sekarang membawa sebuah perisai dan pedang besar.
Beberapa pasukan perisai mulai menghentikan pasukan musuh yang mencoba naik dan menjatuhkan mereka lagi ke tanah.
3 menit kemudian, jumlah pasukan musuh yang naik menjadi semakin banyak. Bahkan ada beberapa prajurit perisai milik Elis yang mati atau terluka akibat tebasan musuh.
"Wefo, kalian bisa mulai", kata Elos.
"Baik tuan!", jawab Wefo dengan tegas lalu menatap semua prajurit yang sibuk memanaskan sesuatu cairan.
"Kalian bisa lemparkan benda itu sekarang!", teriak Wefo.
Para prajurit mengangguk, mereka mengangkat wadah air hitam yang sudah dipanaskan tersebut dan melemparkannya ke arah para prajurit musuh yang mencoba naik.
"Aaaaa, panas! Panas!", teriak pasukan musuh yang terkena air panas itu waktu sedang menaiki tangga.
Sebagian besar tubuhnya terbakar sehingga membuat ia jatuh ke tanah lagi, orang-orang yang ada di belakangnya ikut terjatuh juga akibat tabrakan tersebut.
Semakin lama perang berlalu, jumlah korban di 2 pihak menjadi semakin besar.
Setelah berlangsung selama sejam, pasukan Roum kehilangan kurang lebih 1500 pasukan sedangkan Elos hanya kehilangan kurang dari 100 pasukan. Hal ini bisa terjadi karena Elos memanfaatkan keuntungan tembok kota serta perlindungan Ruler of Life.
__ADS_1
Mengetahui semua hal tersebut, wajah Roum menjadi suram "Jika perang terus seperti ini maka kami pasti kalah, aku harus mengubah rencana!".