
Di sebuah labirin raksasa yang terletak dekat antara Kerajaan Cahaya yang merupakan 3 kerajaan manusia terkuat dan Kerajaan Kegelapan yang menjadi bagian dari 3 kerajaan iblis terkuat, sebuah menara raksasa berwarna perak yang sangat tinggi terletak di perbatasan 2 kerajaan itu.
Pada awalnya labirin ini selalu ramai di datangi para petualang setiap harinya, bahkan beberapa petualang membangun rumah di sekitar labirin agar memudahkan mereka untuk pergi berpetualang di labirin ini atau beberapa pedagang yang berencana menjual barang mereka atau pandai besi yang berusaha membuat serta menjual senjata mereka pada para petualang.
Namun beberapa hari ini tidak ada seorangpun petualang yang berani datang kesini, bahkan beberapa orang yang tinggal di tempat ini memutuskan untuk melarikan diri sebab puluhan ribu pasukan bersenjata lengkap sedang mengepung labirin ini.
Lebih tepatnya labirin ini adalah labirin utama milik Fran, saat ini Fran berada di labirin serta dikepung oleh banyak sekali pasukan ini serta 2 dewa. Jumlah yang diketahui adalah 2 dewa, tapi tidak menutup kemungkinan adanya dewa yang bersembunyi di antara pasukan manusia ataupun iblis ini.
Fran yang berada di lantai paling atas menara miliknya berjalan ke arah jendela, melihat banyaknya pasukan musuh yang mengepung menara miliknya maka Fran sedikit menghela nafas.
Baik itu teleportasi maupun komunikasi dari labirin ini sudah terputus, oleh karena itu Fran tidak bisa melarikan diri ataupun memanggil bantuan yang membuat posisinya semakin sulit, bahkan Fran tahu bahwa selama tidak ada bantuan yang datang maka dirinya pasti mati.
Pintu ruangan ini terbuka, sosok Kania yang merupakan prajurit khusus milik Fran serta orang kepercayaannya sedikit menundukkan kepalanya "Tuan Fran, pasukan musuh sudah menembus lantai 70, jika terus seperti ini maka hanya masalah waktu sebelum mereka menembus hingga ke lantai 75 ini!".
Mendengar laporan itu, Fran sedikit mengangguk, ia tidak aneh dengan pasukan musuh yang berhasil tiba di lantai 70 sebab pasukan musuh dipimpin oleh dewa terkenal dari iblis yaitu Ridaf.
Ridaf ini merupakan 1 dari 2 dewa yang menyerang labirin miliknya, ia terkenal sebagai Dewa Dendam di antara para iblis sebab semua musuhnya pasti akan mati, lebih tepatnya Ridaf ini berhasil naik ke posisinya sekarang yaitu menjadi dewa setelah ia selesai membalas dendam ke semua musuh masa lalu yang membunuh keluarganya. Ia naik menjadi dewa saat ia berhasil membalas dendam, oleh karena itu orang-orang menjulukinya Dewa Dendam.
Apabila hanya Ridaf sendirian maka Fran masih bisa melawannya tanpa masalah, tetapi Ridaf disini membawa banyak jendral elit dari berbagai kerajaan miliknya sehingga kekuatan yang ia miliki tidak bisa diremehkan. Selama Ridaf bekerja sama dengan para jendral elit ini, maka ia bisa mengalahkan Fran. Bagaimanapun di antara manusia terkuat di dunia, ada beberapa orang yang memiliki kekuatan hampir sama dengan dewa.
__ADS_1
Fran sedikit mengangkat kepalanya sebelum berkata dengan tegas "Kania, maaf karena sudah merepotkan mu kali ini, kau mungkin harus mati bersamaku".
Kania membungkukkan tubuhnya dengan hormat kepada Fran "Selama itu untuk tuan, Kania tidak akan ragu! Tuan sudah memberi Kania hidup baru dari masa lalunya, jadi Kania tidak akan ragu memakai hidup yang tuan berikan untuk kepentingan tuan!".
Sebagai pengikut khusus Tuan Labirin maka Kania dari awal sudah siap, selama Fran mati maka para pengikut khususunya pasti juga mati, kecuali Fran mewariskan posisi Tuan Labirin nya ke orang lain sebelum mati.
Namun untuk mewariskan posisi Tuan Labirin, maka orang itu harus berada di hadapan Fran, jika tidak maka tidak mungkin untuk mewariskan kekuatannya.
Oleh karena itu, ketika Fran mati nanti maka kemungkinan besar hanya musuh yang berada di sekitarnya, tidak ada seorangpun rekan yang bisa ia wariskan posisi Tuan Labirin miliknya.
Selama Fran tidak mewariskan posisi Tuan Labirin miliknya sampai mati, Kania dan para prajurit khusus lainnya harus ikut mati bersama Fran.
Ketika Fran baru bertekad untuk mati, sebuah teriakan terdengar dari bagian bawah pengepungan pasukan musuh, walaupun Fran berada di lantai 75 tapi dengan kekuatan Tuan Labirin nya maka Fran bisa mendengar suara teriakan dari kejauhan itu tanpa masalah.
Mendengar suara teriakan itu, Fran sedikit mengangkat kepalanya dengan tidak percaya, bahkan Kania yang sudah bersiap untuk mati juga tersenyum senang "Bantuan datang! Tuan Labirin lain datang untuk membantu kita!".
...----------------...
Pasukan manusia dan iblis yang sedang mengepung labirin milik Fran terkejut terhadap suara teriakan yang tiba-tiba terdengar.
__ADS_1
Hera, Seoang wanita dengan sayap putih seperti malaikat, namun ia sebenarnya sosok dewi di antara manusia yang terkenal dengan sebutan Dewi Langit.
Hera menggerakkan sayap putihnya untuk terbang ke langit, walaupun dirinya merupakan seorang dewi tapi wajahnya masih seperti seorang wanita muda berusia 20 tahun serta memiliki rambut perak panjang yang menambah kecantikan miliknya.
Hera menatap ke arah suara teriakan itu dengan wajah suram, ia berbicara ke seluruh pasukan yang ada di sekitarnya "Seluruh pasukan bersiap, pasukan perisai pergi ke bagian depan untuk menghentikan musuh, pasukan tombak dan pedang segera berdiri di belakang pasukan perisai dan pemanah serta prajurit serangan jarak jauh lainnya berada di bagian belakang! Kavaleri akan menjaga sayap kiri dan kanan, para jendral serta kapten yang ada harus memimpin pasukan mereka secepat mungkin untuk berbaris sebelum musuh menyerang".
"Aku tahu bahwa kita semua tidak berasal dari kelompok yang sama, bahkan kalian adalah iblis serta manusia yang seharusnya saling bermusuhan. Tetapi kita hari ini akan membuat sejarah baru bersama, sejarah menghancurkan Tuan Labirin yang dijuluki sebagai 3 kekuatan terbesar di dunia yaitu dewa baik, dewa jahat dan Tuan Labirin!".
Para pasukan yang sebelumnya sudah beristirahat mulai mengambil senjata mereka dan berbaris dengan cepat, meskipun teriakan pasukan musuh sangat kuat serta memberikan tekanan yang besar pada mereka, tapi sebagai pasukan paling elit antara manusia dan iblis maka mereka sama sekali tidak panik.
Semua pasukan itu berbaris dengan tertib sesuai yang Hera katakan, bahkan di antara para pasukan ini terdapat cukup banyak jendral besar rank 2 ataupun 1 yang menunjukkan seberapa menakutkannya kekuatan pasukan ini.
Perlahan-lahan kelompok musuh yang mendekati mereka mulai terlihat.
Pasukan yang dipimpin Hera tetap diam di tempat sebab mereka mengambil posisi bertahan sedangkan pasukan Tuan Labirin akan menyerang.
Hera menemukan bahwa terdapat bendera Tuan Labirin di antara pasukan musuh yang memperkuat keyakinannya, para Tuan Labirin sudah tertarik dengan jebakan yang mereka buat.
Hera sedikit tersenyum dingin "Sekarang, rencana pembersihan Tuan Labirin akan di mulai! Urmur yang sudah merepotkan kami selama ratusan tahun pasti tidak pernah berpikir bahwa dirinya akan mati disini!".
__ADS_1