AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 140 : KAMAR DAGANG LORIS


__ADS_3

Riona sedikit terkejut mendengar berita itu, nampaknya Pride benar-benar bergerak dengan cepat serta mendapatkan kemenangan.


Karena sudah terlihat bahwa Pride menang, Riona sama sekali tidak tertarik lagi dan hanya bertanya "Elos, apa yang akan kau lakukan pada Pride? Walaupun ia berhasil membawa kemenangan pada dirinya namun ia sudah melanggar aturan militer yang kau berikan untuk menjaga Kerajaan Manusia Hewan, jika kau tidak menghukumnya maka orang-orang akan meragukan hukum militer yang kau buat".


Elos meletakkan surat itu kembali ke meja dan melihat senyum bercanda di wajah Riona, Elos segera tahu bahwa Riona tidak bermaksud menghukum Pride tapi ia pasti memiliki rencana lain untuk bermain dengan Elos.


Meskipun tahu bahwa Riona berusaha menipu dirinya, Elos masih bertanya "Jadi, apakah kau memiliki saran? Nampaknya kau sudah memiliki ide untuk menghukumnya sehingga kau mengatakan hal tersebut".


Senyum cerah muncul di wajah Riona "Bagaimana jika tuan menghukumnya dengan membiarkan Pride menjadi wanita tuan? Walaupun Pride dulunya adalah budak, ia masih bersih sebab pria lain tidak berani menyentuhnya yang memiliki kutukan ketika menjadi budak. Selain itu, Pride merupakan seorang wanita Elf yang sangat cantik, pria manapun pasti sangat tertarik kepadanya. Oleh karena itu, kenapa tidak menggunakan alasan hukuman ini agar Pride menjadi wanita tuan?".


Elos menatap Riona di depannya dengan aneh "Riona, aku tidak mengerti dengan caramu berpikir. Kenapa kau selalu berusaha mencocokan diriku dengan wanita lain? Apakah kau tidak akan cemburu?".


"Aku pasti berbohong apabila aku mengatakan tidak cemburu", kata Riona tersenyum pahit, lalu ia memegang wajah tengkorak Elos dengan mata lembut "Aku cemburu, tapi aku tahu bahwa pria kuat yang akan menguasai dunia sepertimu pasti memiliki banyak wanita di sekitar. Apalagi kau menjadi semakin kuat setiap hari, jadi aku tahu bahwa kau kemungkinan besar akan memiliki banyak wanita. Oleh karena itu, aku pasti lebih merasa sakit jika kau berbohong kepadaku tentang wanita yang kau miliki. Aku tidak keberatan selama aku memiliki sedikit bagian di hatimu, itu sudah cukup selama kau masih peduli padaku. Apa yang lebih penting adalah jangan pernah berbohong kepadaku, tidak peduli seberapa banyak wanita yang kau miliki".


Elos sedikit terkejut terhadap cara berpikir Riona, ia mengulurkan tangan tengkoraknya dengan lembut untuk memegang kepala Riona "Jangan khawatir, kau selalu penting di hatiku, setidaknya tidak peduli seberapa banyak wanita yang aku miliki maka tidak ada seorangpun yang bisa menggantikan posisimu, aku juga tidak akan berbohong kepadamu".


Riona tersenyum manis kepada Elos, meskipun dapat terlihat sedikit kesedihan di balik senyuman miliknya, bagaimanapun tidak ada wanita yang tidak merasa sakit apabila ada wanita lain selain dirinya.

__ADS_1


Melihat wajah Riona, Elos bertekad di hatinya bahwa ia akan melindungi dan menjaga Riona sebaik mungkin mulai dari sekarang, setidaknya Elos tidak akan pernah meninggalkan Riona kecuali itu adalah kehendak Riona untuk meninggalkan Elos.


...----------------...


Ketika Elos dan Riona sedang sibuk dengan dunia mereka sendiri, di sisi lain Federasi Pedagang sedang berada di keadaan panik


Terutama Kamar Dagang Loris yang sudah kehilangan 5 kota, bahkan ibukota milik mereka sudah dikepung yang membuat mereka tidak bisa melarikan diri, selama Pride memimpin pasukan untuk menyerang maka itu akan menjadi akhir dari Kamar Dagang Loris mereka.


Di istana Ibukota Loris, seorang pria tua dengan rambut putih pendek serta wajah yang kurus duduk di kursinya dengan wajah tegas, walaupun seluruh Ibukota Loris sudah dikepung maka wajahnya tidak panik sedikitpun sebab ia adalah Loris Fern, kepala Kamar Dagang Loris saat ini. Sebagai kepala kamar dagang maka ia tidak boleh panik, apabila dirinya panik maka seluruh kamar dagang pasti akan runtuh.


Baik itu muda ataupun tua dari petinggi Kamar Dagang Loris berkumpul di ruangan ini, sebagian besar dari mereka sudah panik.


Melihat semua orang sibuk dengan urusan masing-masing dan terus khawatir, Fern yang selalu menutup matanya langsung membuka matanya "Tutup mulut kalian! Sebagai 10 kamar dagang besar dari Federasi Pedagang, apakah kalian tidak malu menjadi sepanik ini?".


Seluruh orang di ruangan itu menjadi diam, lebih tepatnya mereka menatap Fern dengan mata penuh kepercayaan. Walaupun keadaan mereka sangat buruk sekarang, Fern selalu menemukan ide untuk menyelesaikan masalah Kamar Dagang Solis. Bahkan Kamar Dagang Loris dulunya bukan 10 kamar dagang besar di Federasi Pedagang, tapi sejak Fern menjabat maka ia membuat beberapa kebijakan yang segera menaikan posisi Kamar Dagang Loris. Oleh karena itu, banyak orang percaya pada Fern meskipun keadaan sedang sulit.


Wakil kepala Kamar Dagang Loris, Fudin Loris yang juga merupakan anak Fern bertanya penuh keraguan "Kepala, apakah anda memiliki ide untuk menyelesaikan masalah ini? Apakah 10 kamar dagang yang lain berencana membantu kita?".

__ADS_1


Meskipun ia merupakan anak Fern, di depan semua orang maka Fudin harus memanggil Fern sebagai kepala, bukan ayah.


Fern menatap Fudin dengan senyum mengejek "Kau pikir 10 kamar dagang yang lain akan membantu? Apakah kau bodoh? Mereka senang melihat kita kesulitan! Lagipula 10 kamar dagang kita memiliki persaingan bisnis sehingga hancurnya 1 kamar dagang akan membuat hilangnya 1 musuh, jadi mereka pasti senang menonton kita dihancurkan! Terutama Kamar Dagang Yiles yang sedang berkuasa sekarang, kita selalu menentang keputusan mereka yang membuat Yiles memusuhi kita juga".


Mendengar itu, Fudin bertanya lagi dengan ragu "Lalu kepala, apa yang harus kita lakukan? Jendral perbatasan terkuat Loris di Benteng Husar sudah dikalahkan, kita tidak memiliki petarung yang lebih kuat lagi. Jika kita melawan pasukan Tuan Labirin Elos, maka tidak ada kesempatan untuk menang".


"Apakah kalian sama sekali tidak bisa berpikir?", kata Fern dengan wajah suram "Ini semua terjadi karena keputusan Federasi Pedagang untuk menyerang Pulau Novus secara diam-diam, oleh karena itu Elos menyerang kita bukan karena dendam yang tidak bisa dimaafkan. Jadi kita bisa memakai cara lain sebagai bentuk ganti rugi kita kepada mereka agar menghentikan perang ini".


Seorang pria lain dari Kamar Dagang Loris bertanya penuh rasa tertarik "Kepala, jadi apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus membayar uang? Kita bisa memberi 1000 koin emas sebagai ganti perdamaian, aku yakin orang miskin Elos pasti tidak akan menolak uang sebanyak itu!".


Fern memukul meja dengan marah, ia akhirnya benar-benar meledak "Apakah kalian masih belum mengerti keadaan sekarang? 1000 koin emas cukup? Bahkan 5 kota yang mereka rebut dari kita sudah lebih dari 1000 koin emas, apakah kalian pikir musuh itu bodoh? Kenapa mereka repot-repot menerima uang kita, jika mereka menghancurkan kita maka mereka bisa mendapatkan semua uang kita! Lalu kenapa mereka repot-repot berdamai hanya untuk 1000 koin emas? Bukanlah lebih baik menghancurkan seluruh Kamar Dagang Loris dan mendapatkan semua uang kita? Apakah kalian pikir Elos adalah orang bodoh yang menerima 1000 koin emas hanya untuk perdamaian? Apabila ia orang bodoh, Kerajaan Ray tidak akan hancur! Buka mata kalian dan lihat keadaan secara keseluruhan! Bukankah Kerajaan Ray dulu juga sombong terhadap Elos? Lihat baik-baik, bagaimana Kerajaan Ray sekarang?".


Semua orang di ruangan itu menjadi diam, mereka tidak berani lagi berbicara ketika Fern sudah marah, apalagi perkataan Fern memang benar.


Di antara semua orang, hanya Fudin yang berani berbicara "Jika mereka tidak menerima uang kita, mereka juga sudah menguasai semua kota kita, lalu apalagi yang akan Elos terima untuk perdamaian?".


Fern yang sudah menekan kemarahannya kembali duduk, ia berpikir sebentar sebelum berkata "Kita kali ini harus membuat kerugian besar untuk perdamaian dengan Elos, jadi persiapkan diri kalian! Apabila kalian tidak siap membayar harga mahal untuk perdamaian, maka bersiaplah untuk mati!".

__ADS_1


__ADS_2