
Torei membuang pedang Hergaf yang masih ada di tangannya, lebih tepatnya Torei melemparkan pedang itu menuju Hergaf kembali.
Hergaf yang mengambil kembali pedang itu menatapnya dengan aneh "Apakah kau bodoh? Kau mengembalikan pedang artefak milik musuh mu yang sudah kau dapatkan, apakah kau tidak takut aku akan mengalahkan mu dengan pedang ini?".
Torei berkata dengan senyum percaya diri "Tidak peduli apakah kau memiliki pedang itu atau tidak, pada akhirnya aku adalah pemenangnya. Selain itu kesempatan kalian sudah habis, 5 kesempatan yang aku berikan kepada kalian sudah selesai. Sekarang waktunya aku menyerang kalian sebagai balasannya".
"Selama aku menyerang maka tidak ada kesempatan bagi kalian untuk hidup, oleh karena itu pedang artefak itu akan kembali ke tanganku lagi setelah aku membunuhmu. Jadi apa salahnya memberikan pedang itu sebentar kepadamu yang akan aku ambil kembali beberapa menit kemudian?".
Melihat sikap Torei yang sangat sombong, Hergaf sedikit menggelengkan kepalanya "Bukankah kau terlalu sombong? Apakah kau tidak mendengar bahwa mereka yang meremehkan musuh mereka akan menyesal".
"Aku pernah mendengar kalimat itu juga, tapi aku rasa hal itu tidak akan terjadi kepadaku", kata Torei yang sudah muncul di depan Hergaf, gerakannya sangat cepat hingga semua orang kesulitan untuk melihat sejak kapan ia bergerak maju ke depan Hergaf "Alasan hal itu tidak akan terjadi kepadaku adalah kalian terlalu lemah, aku tidak akan menyesal sebab sudah meremehkan orang lemah seperti kalian!".
Setelah itu Torei memukul ke arah Hergaf, kali ini ia tidak menahan dirinya lagi.
Ia memukul ke arah Hergaf memakai kekuatan penuhnya, bahkan sosok raja singa dapat terlihat melalui pukulannya tersebut.
"Nona Hergaf!", teriak Krak dan Letta dengan panik sedangkan Fiora hanya berdiri diam di tempatnya sambil mengamati apa yang terjadi berikutnya.
__ADS_1
Tidak ada kepanikan sedikitpun di wajah Hergaf terhadap pukulan Torei kali ini, ada sebuah senyuman yang muncul di wajah Hergaf "Aku harus mengakui bahwa kau kuat, setidaknya apa yang Tuan Urmur katakan tentang dirimu akan menjadi paling kuat ketika memakai tangan kosong adalah benar. Tetapi kau juga melakukan kesalahan besar yaitu meremehkan diriku, aku mendapatkan julukan sebagai 3 prajurit khusus terkuat Tuan Urmur di masa lalu bukan tanpa alasan. Bukan hanya itu, sebagain orang berpendapat bahwa aku adalah yang terkuat!".
"Kali ini biarkan aku menunjukkan alasannya kepadaku, kenapa aku dijuluki sebagai yang terkuat di antara prajurit khusus Tuan Urmur".
Torei tidak peduli terhadap perkataan Hergaf, ia hanya terus memukul ke arah dirinya.
"Slash!".
Tiba-tiba tinju Torei berhenti tepat di wajah Hergaf, kali ini bukan Torei yang menahan diri namun Torei merasa ada yang menahan tinjunya.
Tali ini memiliki warna merah seperti darah, walaupun sangat tipis tetapi ketajamannya sama sekali tidak perlu diragukan sebab bisa melukai tangan Torei seperti itu.
Melihat wajah terkejut Torei, Hergaf semakin tersenyum "Maaf terlambat memberitahumu bahwa kau dari tadi sudah berada di penjara yang aku buat untukmu, bagaimana rasa benang darah milikku?".
Torei akhirnya menyadari sesuatu, ia menatap sekitar untuk menemukan bahwa seluruh ruangan ini sebenarnya sudah dipenuhi oleh benang dengan warna darah.
"Sejak kapan? Kenapa aku tidak menyadari kau memasang benang darah ini? Seharusnya hal ini sama sekali tidak mungkin terjadi, jika kau memasang benar sangat banyak di ruangan ini maka aku seharusnya menyadari hal tersebut", kata Torei menggelengkan kepalanya, tidak peduli seberapa keras ia berpikir maka ia tidak mengerti bagaimana cara Hergaf bisa menyebarkan benang darah di ruangan ini tanpa ia ketahui.
__ADS_1
Benang darah ini memang tajam serta tipis hingga sulit untuk dilihat, namun untuk menyebarkan seluruh benang ini ke ruangan maka Hergaf pasti melakukan suatu gerakan yang cukup besar.
Untuk melakukan gerakan menyebarkan benang itu, maka Torei seharusnya bisa menyadari hal tersebut. Apalagi Torei memiliki kemampuan deteksi yang cukup tajam sebagai petarung tangan kosong agar tidak di serang musuh secara tiba-tiba dari jarak jauh, oleh karena itu ia sangat bingung kenapa Hergaf bisa menyebarkan benang darah ini tanpa ia sadari sedikitpun. Padahal mereka berada di ruangan yang sama, tapi Torei tidak bisa merasakannya.
"Apakah kau masih tidak menyadarinya? Aku melemparkan benang darah ini bersama dengan serangan ku padamu sebelumnya", kata Hergaf menjelaskan "Kau tahu, tujuanku melemparkan belati dengan racun itu bukan untuk membunuhmu. Aku pasti tahu bahwa belati dengan racun seperti itu sama sekali tidak bisa membunuhmu, lalu kenapa aku masih menggunakannya? Apakah kau tidak pernah memikirkan hal tersebut".
Mendengarkan penjelasan Hergaf, Torei membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya.
Ia menatap ke sekitar ruangan lagi, lebih tepatnya mengamati semua belati beracun yang dilemparkan Hergaf sebelumnya untuk menemukan ternyata benang darah ini memang diikat dengan belati racun tersebut.
Hergaf kembali berkata "Kau sudah kalah, ini adalah kemampuan khusus milikku, Penjara Benang Darah! Sudah ada banyak orang yang pernah terjebak di kemampuanku ini, tapi belum pernah ada orang yang berhasil lepas dari kemampuan milikku ini! Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya bahwa kau pasti menyesal karena sudah meremehkan musuh mu! Aku dijuluki 3 prajurit khusus terkuat Tuan Urmur bukan tanpa alasan!".
"Jika itu di pertarungan lapangan ataupun tempat terbuka maka Witer lebih kuat dariku. Tetapi di pertarungan ruangan seperti ini, maka Witer sekalipun bukan lawan ku, belum lagi itu hanya dirimu! Sekarang Torei, apa keputusanmu? Menyerah dan membiarkan aku membawamu ke Tuan Elos untuk di hukum atau aku akan langsung membunuhmu disini sekarang?".
Torei harus mengakui bahwa ia sudah terlalu meremehkan Hergaf, dengan kekuatan penuhnya sekalipun maka Torei tidak yakin bisa melarikan diri dari jebakan ini.
Setelah berpikir sebentar, Torei menghela nafas dan menentukan keputusannya.
__ADS_1