
Merasakan getaran yang sangat kuat mendekat, Hergaf berjalan ke depan Elos tanpa ragu untuk melindunginya.
Bukan hanya Hergaf, baik itu Riona, Lumina, Kronev dan yang lainnya berdiri di sisi kiri, kanan, depan, belakang, mereka semua mengepung Elos sehingga siap untuk melindungi Elos tidak peduli kapanpun ia di serang.
"Bersiap bertarung!", teriak Aruse kepada para prajurit khusus yang ada di belakangnya.
Para prajurit khusus di belakang Aruse mengambil senjata mereka tanpa ragu, mereka tidak seperti prajurit khusus Elos yang langsung melindungi Elos ketika mengetahui musuh akan mendekat. Pasukan khusus Aruse sama sekali tidak mencoba melindungi Aruse, alasannya yaitu mereka tahu bahwa Aruse lebih kuat dari mereka yang membuat tidak perlu melindungi Aruse.
Jika mereka mencoba membantu Aruse, maka mereka hanya perlu bertarung di sampingnya agar bisa mengalahkan musuh lebih cepat.
Langkah kaki itu terus menjadi semakin kuat, bahkan pasukan mayat hidup Elos bergetar dengan hebat.
Ketika sosok itu sudah akan muncul, semua orang berpikir akan ada ledakan yang kuat atau apapun.
Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi di depan mata semua orang yaitu tidak ada ledakan yang terjadi, melainkan sosok seekor tikus kecil muncul dari balik tangga yang merupakan jalan menuju lantai yang lebih bawah lagi.
Semua orang terkejut, bagaimana mungkin getaran yang sangat menakutkan ini dibuat oleh tikus lemah yang ada di depan mata semua orang ini.
Bahkan Aruse tidak bisa berkata dengan ragu "Apakah kita semua salah? Mungkin getaran tadi terjadi untuk menakuti-nakuti kita. Periksa tikus itu!".
Di antara prajurit khusus Aruse, seorang pria berjalan maju melewati pasukan mayat hidup Elos dan berjalan menuju tikus itu dengan hati-hati.
Walaupun ia sama sekali tidak merasakan kekuatan yang kuat dari tikus ini, namun prajurit itu tidak berani menurunkan penjagaannya sebab ia takut semua ini ternyata adalah jebakan dan tikus ini merupakan monster kuat, bagaimanapun getaran seluruh labirin tadi sangat menakutkan.
Ketika ia sudah di depa tikus itu, maka tikus tersebut melihatnya dengan bingung.
Prajurit pria itu mengambil tikus itu dengan tangan gemetar, bahkan ia mengambil senjatanya agar siap bertindak kapanpun tikus itu berubah menjadi monster menakutkan.
__ADS_1
1 detik, 10 detik, 1 menit berlalu dan masih belum ada perubahan pada tikus itu. Sosok tikus tersebut masih berada di tangan prajurit tersebut dengan wajah panik, ia mencoba melarikan diri.
Tetapi dihadapan seorang prajurit khusus yang memiliki kekuatan tingkat dewa maka tikus tanpa kekuatan ini tidak bisa melarikan diri dari tangannya.
Melihat tikus ini yang ternyata tidak menakutkan, prajurit itu menghapus keringatnya serta membuang rasa khawatirnya dari tadi.
Ia berdiri sambil mengangkat tikus itu tinggi-tinggi dan melambaikannya ke arah Aruse serta yang lainnya "Nona Aruse, aku sudah memeriksa tikus ini, tidak ada masalah padanya! Semua getaran tadi mungkin hanya untuk menakuti kita atau berasal dari monster lain, oleh karena itu kita tidak perlu takut terhadap tikus ini".
Saat semua orang baru menghela nafas serta membuang rasa khawatir mereka, sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Sosok kepala singa raksasa muncul dari belakang pria tersebut, lalu kepala singa itu membuka mulutnya yang dipenuhi oleh taring. Prajurit khusus itu tidak mengetahui keberadaan kepala singa di belakangnya, baik itu Aruse dan Elos berusaha memperingatkan prajurit itu namun semuanya sudah terlambat.
"Brak!".
Kepala singa itu memakan semua tangan prajurit pria yang membawa tikus itu, saat ini prajurit pria itu membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya.
"Aaaaa!", prajurit pria itu berteriak kesakitan, kekuatan mengalir pada pedang di tangannya yang masih sehat serta ia menebas ke arah kepala singa raksasa itu tanpa ragu "Mati, monster!".
Sebelum ia bisa menebas kepala singa itu, sesuatu yang mengejutkan kembali terjadi.
Sosok ular raksasa muncul dari kepala singa itu, lalu ular tersebut membuka mulutnya dan memakan prajurit pria itu langsung ke mulutnya.
Melihat prajurit pria yang dimakan itu, tubuh semua orang membeku.
Bahkan tubuh Hergaf yang ada di depan Elos sedikit gemetar, ia bertanya dengan bingung "Kenapa bisa ada Chimaera disini? Bukankah Chimaera hanya sebuah monster di legenda?".
Saat semua orang masih bingung terhadap kemunculan monster legenda ini dan tidak tahu harus melakukan apa, Elos mengambil pedang di tangannya yang sudah mengalir dengan aura pembunuhan "Ruler of Death".
__ADS_1
Tebasan pedang Elos terbang langsung mengenai kepala singa itu.
"Slash!".
Sebuah luka tebasan besar muncul di kepala singa itu, darah terus berjatuhan dari luka tebasan tersebut yang membuat singa itu tidak bisa untuk tidak berteriak dengan marah "Graaaaa!".
"Apakah berhasil?", melihat singa itu dengan mudah terluka berat oleh tebasan Elos, semua orang merasa senang.
Lagipula Chimaera merupakan monster yang hanya ada di legenda, mereka pernah mendengar bahwa Chimaera memiliki kekuatan yang kuat dan tidak bisa dikalahkan. Oleh karena itu, mereka sangat senang mengetahui bahwa Elos bisa memberikan luka fatal kepada Chimaera.
Namun sebelum bisa merasa senang lebih lama lagi, cahaya bersinar pada kepala singa Chimaera itu, luka tebasan yang Elos berikan kepada kepala singa kembali menutup seakan-akan tidak pernah ada.
Wajah semua orang kembali membeku, meskipun pertahanan Chimaera ini sepertinya tidak terlalu kuat, tapi ia memiliki kekuatan regenerasi yang menakutkan.
Setelah memakan prajurit pria itu, sosok Chimaera itu melangkah maju yang membuat ia terlihat sepenuhnya.
Chimaera ini memiliki kepala singa dan kambing serta tubuh harimau, lalu ia juga memiliki sepasang sayap di belakang tubuhnya dan ekor yang berbentuk seperti ular raksasa.
Tinggi Chimaera ini mungkin sekitar 5 meter, karena terlalu tinggi maka kepalanya hampir menyentuh atap-atap labirin ini.
Melihat bahwa semua orang masih bingung, Elos berteriak marah "Apa yang kalian semua lakukan? Apakah kalian tidak memiliki keberanian sebagai Tuan Labirin dan prajurit khusus? Aku tahu bahwa Chimaera ini merupakan monster legenda yang terkena kuat, lalu kenapa? Apabila Chimaera merupakan monster yang terkenal kuat di legenda, maka kita hanya perlu membunuhnya dan membiarkan diri kita menjadi legenda yang bisa mengalahkan Chimaera! Tunjukkan kepada dunia, kekuatan yang kita miliki!".
Semua orang kembali sadar, setelah itu mereka mengambil senjata mereka lagi dan bersiap untuk bertarung.
Aruse yang memimpin prajurit khususnya berteriak "Ular itu sudah memakan 1 rekan kita, tapi ular membutuhkan beberapa waktu untuk memakan apa yang ada di perutnya. Oleh karena itu, ada kemungkinan rekan kita masih hidup! Selama kita bertindak cepat maka kita masih memiliki waktu untuk membawanya dari perut ular itu, apakah kalian mengerti?".
"Kami mengerti!", teriak semua orang penuh semangat.
__ADS_1
Aruse mengangguk, ia membuka kipas lipatnya sambil berkata "Kalau begitu kita segera mulai pertarungannya!".