AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 67 : PENYIHIR BADAI


__ADS_3

Akhirnya puluhan kapal mulai bergerak dari dermaga Kota Portus Aureus, kapal perang raksasa Sharfas segera membuat gelombang air besar ketika bergerak.


Nors bersama Ilina sedang menatap keberangkatan pasukan angkatan laut Elos dari dermaga, mereka baru tiba di Kota Portus Aureus kemarin serta sudah mengambil jabatan baru mereka.


Melihat kepergian kapal perang raksasa Sharfas, kakek Nors menghela nafas berat.


Ilina yang melihat semua itu bertanya penuh keraguan "Kakek Nors, bukankah kau seharusnya merasa senang terhadap kemajuan Kerajaan Manusia Hewan di bawah pemerintahan tuan Elos, kenapa kau terlihat sangat sedih sekarang?".


Nors menatap jauh ke arah lautan, ada sebuah senyum sedih di wajahnya "Aku tidak sedih terhadap keadaan sekarang, namun aku sedih karena rekan-rekan ku di masa lalu sama sekali tidak bisa melihat semua ini juga. Mereka menggunakan hidup mereka di medan perang untuk mempertahankan ras manusia harimau kita, aku yakin jika mereka bisa mengetahui semua ini maka mereka pasti merasa sangat senang. Seperti aku yang sekarang, tuan Elos pasti membawa kita menuju kemajuan yang tidak pernah dicapai Kerajaan Manusia Hewan sebelumnya".


"Apabila aku masih 20 tahun lebih muda maka aku tidak akan ragu untuk ikut bersama tuan pergi ke medan perang, tapi dengan usiaku sekarang maka keberadaan ku di medan perang hanya menjadi beban untuk orang lain".


Ilina yang ada di sampingnya langsung mengatakan lagi "Kalau begitu maka kakek Nors bisa bertarung dengan cara lain yaitu mengelola wilayah yang diberikan tuan sebaik mungkin. Walaupun tidak bisa ikut berperang, tapi kita bisa membantu tuan juga".


Senyum sedih di wajah Nors digantikan oleh senyum cerah "Kau benar, ayo kita kembali ke Kota Portus Aureus, masih ada banyak tugas penting yang menunggu kita".


Nors bersama Ilina kembali ke Kota Portus Aureus, bahkan Ilina tanpa ragu pergi ke Kota Hiam pada sore harinya sebab Elos mempercayakan dirinya untuk mengelola kota ini, bukan Kota Portus Aureus.


...----------------...


Marquis Nate saat ini sedang mengamati latihan para prajuritnya bersama penyihir badai yang berdiri diam di belakangnya, tiba-tiba seorang prajurit datang ke tempat dimana sang Marquis berasa sebelum berlutut di depannya "Tuan Marquis, menurut para pengintai yang ada di laut, mereka menemukan sebuah angkatan laut yang sangat besar menuju ke Pulau Nate ini. Berdasarkan beberapa laporan lainnya, para angkatan laut ini kemungkinan besar berasal dari pelabuhan Kota Leit".

__ADS_1


"Akhirnya mereka datang!", kata Marquis Nate dengan senyum lebar, ia berteriak tanpa ragu ke penyihir badai di belakangnya "Badai, siapkan para prajurit secepat mungkin, kita akan menenggelamkan semua kapal musuh! Elos si tengkorak itu berani membunuh adik dan anakku, aku pasti tidak akan membiarkan mereka mati degan mudah".


Lalu Marquis Nate pergi ke istananya dengan senyum kejam, di matanya Elos sudah tidak jauh berbeda dari orang yang sudah mati.


Penyihir Badai sedikit menggelengkan kepalanya, Marquis Nate ini benar-benar bukan orang yang cerdas. Ia melawan musuh tanpa membuat strategi sedikitpun, ini merupakan tindakan yang sangat bodoh.


Apabila bukan karena Marquis Nate yang pernah merawatnya dari kelaparan dulu, penyihir badai tidak akan pernah mengikuti bangsawan bodoh seperti itu.


Bagaimanapun sebagai penyihir rank 6 maka banyak orang yang pernah merekrut dirinya, terutama akademi sihir yang membujuknya dengan banyak hadiah hebat. Namun penyihir badai bukan orang yang tidak tahu berterima kasih, oleh karena itu ia tetap setia mengikuti Marquis Nate paling tidak selama 20 tahun lagi.


"Prajurit, berapa banyak jumlah pasukan serta kapal yang musuh miliki?", tanya penyihir badai tersebut, ia harus memastikan jumlah pasukan Elos sebelum membuat rencana serangan.


"Tuan badai, ada puluhan kapal di pihak musuh. Sedangkan jumlah prajurit mereka mungkin sekitar 8.000 prajurit, selain itu mereka memiliki sebuah kapal yang sangat besar di antara semua kapal mereka. Bahkan kapal terbaik Tuan Marquis sama sekali tidak memiliki ukuran sebesar itu", lapor prajurit tersebut.


Prajurit itu meninggalkan ruangan tersebut secepat mungkin, sekarang hanya ada penyihir badai di ruangan tersebut.


"Apakah tengkorak itu berpikir bahwa dengan memakai kapal besar maka mereka bisa menang? Hahahahaha, mayat hidup benar-benar sangat bodoh, aku akan menunjukkan padanya bahwa tidak peduli seberapa besar sebuah kapal, di hadapanku maka kapal tersebut masih harus tenggelam", kata penyihir badai dengan senyum percaya diri, ia yakin bahwa dirinya pasti menang.


Baik itu penyihir badai ataupun prajurit yang melaporkan berita ini sama sekali tidak tahu bahwa kapal besar yang di bawa oleh Elos adalah kapal legendaris dwarf. Lagipula setiap kapal legendaris dijaga sangat baik oleh pemiliknya, kapal tersebut tidak akan terlihat kecuali ada perang laut yang penting.


...----------------...

__ADS_1


Elos dan pasukannya sudah berlayar selama 3 jam, Elos berada di kapal Sharfas, lebih tepatnya Elos duduk di kursi utama ruang pengendali dengan Riona serta Lumina yang duduk di sampingnya.


Ada puluhan orang yang sibuk bekerja mengendalikan kapal di sekitar mereka, setiap orang ini selalu melaporkan setiap berita yang mereka terma dari setiap bagian kapal.


Meskipun di dunia ini kapal tidak digerakkan dari mesin, tapi ada sihir angin serta air yang membantu pergerakan kapal agar tidak kalah cepat dari kapal di bumi.


Sedangkan kapal legendaris memiliki mesin mereka sendiri, oleh karena itu kapal legendaris sama sekali tidak membutuhkan bantuan sihir untuk bergerak, kecuali Elos berusaha mempercepat kapal.


Di depan ruangan ini terdapat sebuah jendela kapal besar yang memperlihatkan bagian depan kapal, jadi Elos masih bisa mengamati keadaan di laut walaupun ia sedang duduk di ruangan.


Lumina yang sedang menatap jendela tersebut mengubah wajahnya menjadi suram "Tuan, ini sepertinya buruk!".


"Apa yang buruk?", tanya Elos tidak mengerti maksud perkataan Lumina.


Lumina menunjuk ke arah awan di atas langit, saat ini awan sudah gelap dan terlihat akan hujan "Nampaknya sebentar lagi badai akan datang kesini, belum lagi dari kekuatan angin serta gelombang yang ada di laut maka badai ini pasti sangat kuat. Jika kita tidak berhati-hati maka kapal selain kapal legendaris kemungkinan besar tenggelam, kecuali ada orang yang cukup kuat di kapal sehingga dapat menghentikan kapal tersebut dari tenggelam".


Bersamaan dari perkataan Lumina, seseorang yang sedang bekerja di sekitar berteriak sedikit panik ke arah Elos "Tuan, ini informasi dari kapal yang berada di bagian depan! Gelombang air di bagian depan sangat kuat, bahkan apabila mereka tidak berhati-hati maka gelombang air tersebut mungkin akan membalikkan kapal mereka. Jadi mereka menunggu saran dari tuan, apakah kita harus terus menyerah atau mundur lebih dulu sampai badai selesai?".


"Beritahu semua pasukan untuk terus maju, kita terus menyerang menuju wilayah Marquis Nate!", kata Elos tanpa ragu.


Semua awak kapal di sekitar terkejut atas keputusan Elos, bagaimanapun mereka bisa mundur lebih dulu hingga badai selesai, sebelum menyerang lagi. Dengan cara itu maka mereka bisa mengurangi kemungkinan korban, tapi Elos segera memberitahu mereka untuk terus maju yang membuat mereka terkejut.

__ADS_1


Riona dan Lumina hanya duduk diam di samping Elos, mereka tidak terkejut terhadap keputusan Elos tersebut.


__ADS_2