AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 84 : MENARGETKAN ELOS


__ADS_3

Setelah waktu berlalu selama sejam, pasukan Roum yang sudah makan kembali berbaris.


Roum kali ini memimpin pasukan di barisan paling depan, hal ini membuat para prajurit yang sebelumnya putus asa kembali bersemangat.


Walaupun para prajurit tahu bahwa masih sulit bagi Roum untuk membalikkan keadaan memakai kekuatannya sendirian, tapi Roum selalu membawa mereka menuju kemenangan di berbagai medan perang. Oleh karena itu, para prajurit memiliki kepercayaan yang cukup besar pada dirinya.


Elos yang ada di atas tembok kota menatap pasukan Roum dengan hati-hati, ia berusaha mencari tahu tentang rencana musuh. Tidak peduli seberapa keras Elos mengamati serta berpikir, ia tidak bisa menemukan apapun, namun firasat buruk menjadi semakin kuat di hati Elos.


Sebelum Elos berpikir lebih banyak lagi, Roum sudah menarik pedangnya "Semua pasukan serang! Balas kematian 2000 rekan kita yang sudah mati di pertarungan sebelumnya!".


"Serang!".


Meskipun jumlah mereka jauh lebih sedikit, pasukan musuh masih berteriak penuh keberanian dan melangkah maju. Ini adalah perbedaan pasukan elit dengan pasukan baru, apabila Roum memimpin pasukan baru maka mereka pasti sudah melarikan diri.


Api peperangan kembali terjadi di tembok Kota Novus, banyak mayat para prajurit kembali berjatuhan di medan perang ini.


Roum memimpin pasukannya penuh keberanian, ia membawa sebuah perisai di tangan kanannya dan pedang di tangan kirinya.


Roum melindungi dirinya dari anak panah memakai perisai tersebut lalu meletakkan tangga pada tembok kota, saat tangga sudah diletakkan maka Roum mulai naik ke atas tembok kota.


Seorang prajurit mengambil air panas dan melemparkannya pada Roum, ia tahu bahwa Roum merupakan kapten musuh serta memiliki kekuatan rank 5, jadi Roum harus mati lebih dulu.


Ketika menemukan air panas menuju ke arah dirinya, Roum melompat secara langsung dari tangga tersebut untuk naik ke atas tembok kota, Roum melompat ke samping untuk menghindari air panas tersebut.


Karena Roum yang tiba-tiba menghindar, pasukan yang naik tangga di belakang Roum terkena air panas tersebut sebelum terjatuh ke tanah serta mati.


Lompatan Roum sangat tinggi sebab ia memiliki kekuatan rank 5, ia segera melompat ke atas tembok kota dan menebas kepala prajurit yang melemparkannya dengan air panas.


"Slash!".

__ADS_1


Dihadapan kekuatan rank 5 Roum, prajurit itu sama sekali bukan lawan yang membuat kepalanya terbang dari tubuhnya.


Seorang prajurit maju sambil membawa perisai dan pedangnya, ia menebas ke arah Roum. Namun Roum menghindari tebasan tersebut dengan mudah, sebelum menusuk pedangnya tepat pada jantung prajurit itu.


2 prajurit dijatuhkan dengan mudah oleh Roum hanya memakai waktu beberapa detik, selama tidak ada yang menghentikannya maka Roum bisa menyelesaikan pertarungan ini tanpa masalah meskipun ia sendirian.


"Pukulan Gempa!", sebelum Roum bisa membunuh lebih banyak lagi, teriakan seorang wanita terdengar.


Roum menatap ke arah suara teriakan tersebut untuk menemukan seorang wanita yang membawa palu raksasa ke arah dirinya, gerakan wanita itu terlalu cepat yang membuat Roum tidak bisa menghindar, jadi Roum hanya bisa mengangkat pedangnya untuk menahan palu tersebut.


"Brak!".


Suara tabrakan yang keras terdengar, Roum yang menahan palu tersebut memakai pedangnya mundur sebanyak 5 langkah serta memuntahkan seteguk darah, ia tidak pernah berpikir bahwa ada prajurit sekuat ini di bawah tangan Elos yang merupakan Tuan Labirin baru. Selama Elos diberi waktu beberapa tahun lagi, Roum yakin bahwa ia mungkin bisa melawan seluruh dunia. Hal ini membuat Roum semakin bertekad membunuh Elos.


Roum menarik nafasnya sebelum mengangkat pedangnya lagi "Aku kapten pasukan elit ke 3 Kerajaan Ray, Roum, perkenalkan dirimu?".


"Kronev, prajurit khusus di bawah tuan Elos, tujuanku disini yaitu untuk mengambil kepalamu, persiapkan dirimu!", teriak Kronev yang tidak memberi waktu sedikitpun bagi Roum untuk bersiap, ia memakai pukulan gempanya lagi.


Palu dan pedang milik Kronev dan Roum terus bertabrakan tanpa henti, setiap kali Kronev memakai Pukulan Gempa maka ledakan yang menghancurkan tembok kota akan terjadi. Untungnya tembok kota ini dibuat cukup kuat, jika tidak maka tembok kota ini sudah lama hancur.


10 menit kemudian, Roum yang memakai kemampuan zirah cahaya miliknya menyadari bahwa zirah nya sudah hancur serta seluruh tubuhnya dipenuhi oleh luka dan darah.


Roum memuntahkan seteguk darah lagi dan menatap Kronev yang masih berdiri di tempat dengan sedikit luka "Aku tidak pernah berpikir bahwa Elos memiliki pengikut kuat seperti dirimu, nampaknya informasi yang dimilik oleh Kerajaan Ray kami salah!".


Kronev tersenyum tidak peduli, ia berlari lagi menuju ke arah Roum serta memukulnya memakai palu "Pukulan Gempa".


Roum masih keras kepala dan mengangkat pedang cahayanya lagi untuk menghentikan palu Kronev.


"Tang!".

__ADS_1


Tabrakan yang keras terdengar, walaupun Roum merasa seluruh tubuhnya sakit tapi ia masih mempertahankan pedangnya untuk menahan palu Kronev.


Melihat Roum yang keras kepala, wajah Kronev menjadi sedikit aneh "Kenapa kau berusaha begitu keras padahal sudah tahu akan kalah, apakah kau bodoh? Di keadaan seperti ini, kalian tidak mungkin lagi bisa menang!".


"Apakah kau berpikir begitu?", kata Roum yang menatap Kronev dengan tajam "Apakah kau pikir aku orang bodoh? Apabila aku tidak memiliki strategi lain maka aku tidak akan keras kepala melawan mu sampai mati seperti ini. Aku harus mengakui bahwa kau kuat, namun ada banyak orang yang lebih kuat darimu di dunia ini. Apalagi, target kami kali ini bukanlah dirimu".


Mendengar perkataan Roum, wajah Kronev berubah sebab ia sudah bisa memikirkan rencana Roum.


Kronev memutuskan untuk berbalik ke arah Elos, tapi Roum langsung menebas pedangnya lagi yang membuat Kronev hanya bisa menghentikan gerakannya "Nona Kronev, lawan mu adalah aku, selama aku belum mati maka aku tidak akan membiarkan kau pergi dari sini!".


"Kalau begitu kau bisa mati!", kata Kronev yang terus memukul Roum sekuat mungkin, ia bertekad untuk membunuh Roum secepat mungkin dan membantu Elos yang sekarang posisinya cukup jauh dari sini.


Meskipun Roum terlihat akan mati, tapi ia terus melawan dengan keras kepala, oleh karena itu Kronev tidak bisa menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat.


...----------------...


Di tengah medan perang, Elos berdiri di bagian belakang tembok kota dengan Riona dan 5 orang rank 8 yang menjaga dirinya.


Ketika semua orang sedang menatap medan perang, Elos dan Riona menyadari sesuatu "Musuh datang!"


"Brak!".


Sebelum mereka bisa bertindak, 5 orang rank 8 yang menjaga Elos langsung terlempar sejauh 5 meter.


Di depan mata Elos dan Riona, seorang pria tua rambut putih dengan pakaian berjubah hitam seperti seorang pembunuh muncul.


Pria tua tersebut tidak lain adalah Talba yang membantu Roum, rencana Roum yaitu membunuh Elos lebih dulu sebab selama Elos mati maka pasukannya yang kuat sekalipun akan kehilangan pemimpinnya.


Talba menatap Elos dengan dingin, aura pembunuh yang kuat dapat dirasakan dari tubuhnya "Kita mungkin tidak memiliki dendam, tapi aku memiliki hutang hidup kepada orang lain. Jadi aku akan mengambil hidupmu sebagai bayarannya, persiapkan dirimu, tengkorak".

__ADS_1


Elos dan Riona mengambil senjata mereka, meskipun mereka tahu bahwa mereka tidak bisa menang sebab Talba ini memiliki kekuatan rank 4 yang lebih tinggi dari Lumina maupun Kronev.


__ADS_2