
Berbeda dari Elos yang bisa mengendalikan benda yang sudah ada di langit, Riona tidak mendapatkan kekuatan yang berhubungan dengan langit ketika Elos menjadi Tuan Labirin Langit, melainkan ia mendapatkan kekuatan untuk mengendalikan benda tersebut. Namun Riona tidak bisa mengendalikan semua benda melainkan hanya bisa mengendalikan tombak, belum lagi jumlah tombak yang bisa ia kendalikan sangat terbatas yaitu 20 tombak, ini adalah informasi yang sudah dikumpulkan Riona setelah melakukan penilaian terhadap kemampuan barunya berkali-kali.
"Meskipun mengendalikan 20 tombak sama sekali tidak banyak, tapi itu seharusnya sudah cukup untuk membunuh Sares!", pikir Riona dengan percaya diri, ia yakin selama 20 tombak kegelapan dan cahaya mengepung Sares maka tidak ada kemungkinan bagi dirinya untuk bertahan hidup.
Riona mengalirkan kekuatan cahayanya pada 10 tombak dan setengah yang lain memiliki kekuatan kegelapan, lalu ia melambaikan tangannya yang membuat seluruh tombak itu bergegas menuju Sares.
Melihat puluhan tombak cahaya dan kegelapan yang bergegas ke arah dirinya, wajah Sares berubah. Ia tahu bahwa dirinya tidak bisa melawan semua tombak ini secara langsung, oleh karena itu Sares memutuskan untuk lari.
Tanpa ragu sedikitpun, Sares berbalik serta berlari secepat mungkin.
"Apakah kau berpikir bisa melarikan diri?", kata Riona yang menggerakkan tangannya lagi, 20 tombak itu segera berubah arah mengejar Sares yang melarikan diri dengan cepat.
Dikejar oleh 20 tombak, Sares sama sekali tidak berhenti berjuang.
Meskipun tengah melarikan diri, Sares berkali-kali menembak panahnya untuk menjatuhkan sebanyak mungkin tombak cahaya dan kegelapan itu.
Saat setengah dari tombak itu sudah dihancurkan, semua tombak itu hampir mengejar Sares sehingga ia memutuskan untuk bersembunyi di sebuah rumah.
Sares melompat ke sebuah rumah yang kosong melalui jendela, sebagian besar rumah di kota ini memang terbakar, tapi Sares merasa api lebih baik daripada harus berhadapan dengan banyak tombak itu.
Bagaimanapun api adalah kekuatan Sares, belum lagi ia adalah orang yang membuat semua api di kota ini, jadi semua api itu tidak akan melukai dirinya.
Saat Sares sedang duduk bersembunyi di sebuah ruangan pada rumah tersebut, ia menyadari bahwa tombak Riona sama sekali tidak mengejarnya.
"Apa yang terjadi? Apakah ia tidak tahu dimana aku bersembunyi sehingga tombaknya tidak bisa mengikuti ku?", pikir Sares.
Sebuah ide tiba-tiba muncul dipikiran Sares, ia secara mengejutkan sepertinya menemukan kelemahan dari pengendalian tombak milik Riona.
__ADS_1
...----------------...
Di sisi lain, Riona yang terbang di atas langit menarik kembali tombaknya untuk berputar di sekitar dirinya serta melindunginya.
Kekuatan tombak Riona memang terlihat sangat kuat, namun pengendalian tombak itu memiliki sebuah kelemahan yang fatal yaitu Riona sama sekali tidak bisa mengendalikan tombak jika ia tidak melihat tombak itu secara langsung.
Hal ini membuat tombak Riona tidak bisa mengejar Sares yang melompat dan bersembunyi ke sebuah rumah sebab selama tombak itu mengejar ke rumah tersebut, Riona tidak akan bisa mengendalikannya.
Ketika Riona sedang memikirkan dimana sosok Sares berada, Sares melompat dari jendela rumah dimana ia bersembunyi dan menembakkan sebuah panah api.
Riona menghentikan panah api itu dengan tombak miliknya, lalu tombak yang lain mengejar Sares.
Kali ini Riona sudah memanggil kembali tombak yang baru untuk menggantikan tombak yang hilang, jadi tombaknya sudah ada 20 lagi.
Melihat tombak Riona yang mendekatinya, Sares menembakkan 5 panah lagi yang menjatuhkan 5 tombak Riona sebelum bersembunyi di sebuah rumah lagi.
Sares yang sedang bersembunyi menemukan bahwa tombak Riona tidak bisa mengejarnya lagi, sebuah senyum licik muncul di wajah Sares "Nampaknya aku benar bahwa anak itu hanya bisa mengendalikan tombaknya saat ia sedang melihat tombak tersebut, kali ini aku pasti bisa mengalahkannya! Aku hanya perlu mengurangi semua tombak Riona sebelum membunuhnya!".
Sares yang sudah mengetahui kelemahan pengendalian tombak Riona mulai melakukan cara yang sama berulang kali, hal ini membuat tombak Riona terus berkurang yang darinya ada ratusan hingga menjadi 25.
Menyadari tombaknya akan habis, wajah Riona menjadi suram.
Ia sudah mencoba berkali-kali menjebak Sares, namun Sares ini sangat licik. Saat mengetahui bahwa tombak yang ia kendalikan kurang 1 atau lebih maka Sares bertindak semakin hati-hati sebab ia tahu bahwa tombak Riona tersebut pasti sedang bersembunyi dan menunggu untuk menyerangnya secara diam-diam.
Setelah mengetahui lokasi persembunyian tombak Riona, maka Sares baru muncul yang membuat ia bisa menghindari tombak tersembunyi itu dengan mudah.
Riona benar-benar merasa sakit kepala, jika terus seperti ini maka hanya masalah waktu sebelum ia kehabisan tombak.
__ADS_1
Pride yang ada di sisi lain sepertinya juga menemukan Riona yang kesulitan, oleh karena itu ia menyarankan "Bagaimana kalau kita melawannya secara bersama? Dengan itu maka kita bisa mengalahkannya lebih mudah!".
Riona yang bingung menatap ke arah Pride, ia tiba-tiba memikirkan sesuatu dan berkata "Itu benar, Pride! aku membutuhkan dukungan mu sekarang! Kau tidak perlu menyerang Sares, namun kau hanya perlu memakai 1 sihir!".
Pride bingung maksud dari perkataan Riona, tapi ia hanya mengangguk, ia penasaran bagaimana rencana Riona untuk menang dari Sares yang licik tanpa Pride harus menyerang secara langsung menuju Sares.
...----------------...
Sares yang bersembunyi di sebuah rumah menatap diam-diam ke arah Riona yang sedang ada di langit mencoba mencari dirinya.
Menghitung tombak yang terbang di sekitar Riona ada 20, Sares tahu bahwa tidak ada tombak tersembunyi milik Riona.
Sares melompat dari tempat ia bersembunyi, ia menarik panahnya untuk menembak ke arah Riona lagi agar bisa mengurangi tombaknya.
"Stab!".
Sebelum Sares menembak, ia terkejut sebab ada rasa sakit dari tubuhnya.
Sares sedikit menunduk untuk menemukan sebuah tombak menusuknya dari belakang, tombak itu menusuk tepat di jantungnya yang tidak memberi ia kesempatan untuk hidup.
Busur api di tangan Sares mulai menghilang, ia memuntahkan seteguk darah akibat luka tersebut.
Di saat-saat ia hampir mati, Sares menatap ke arah Riona "Bagaimana mungkin? Bukankah kau hanya bisa mengendalikan 20 tombak? Kenapa masih ada 1 tombak lagi yang menusukku dari belakang?".
Saat Sares sedang bingung, ia menyadari bahwa ada Pride tidak jauh dari Riona, ia sekarang mengerti bahwa dirinya sudah di tipu.
Pasti 1 di antara 20 tombak yang terbang di sekitar Riona adalah tombak yang memiliki sihir terbang dari Pride, bukan kekuatan pengendalian Riona.
__ADS_1
Walaupun merasa tidak terima sudah di tipu, pada akhirnya tubuh Sares hanya bisa jatuh dengan lemah ke tanah, Sares yang merupakan anggota Ark akhirnya kalah di tangan Riona dan Pride.