AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 118 : KEMENANGAN


__ADS_3

Honret masih berusaha untuk melarikan diri, meskipun Elos menantang dirinya tapi ia sama sekali tidak peduli, selama ia masih hidup maka tidak masalah jika orang lain menganggap dirinya sebagai penakut yang lari dari medan perang.


Tapi sebelum Honret bisa melarikan diri, sebuah palu perak menghalangi jalan di depannya.


Honret menatap ke arah pemilik palu itu yang tidak lain adalah Kronev, saat ini Kronev melihat Honret dengan dingin "Apakah kau tidak bisa mendengar? Tuanku menantang mu untuk 1 lawan 1, jika kau berpikir bahwa kau bisa melarikan diri dari tantang tuanku maka aku hanya bisa memberitahumu bahwa kau salah! Pilihlah, terima tantangan tuanku atau aku akan langsung membunuhmu".


Tekanan yang sangat kuat dapat dirasakan dari seluruh tubuh Kronev, selama Honret berani menolak maka palu Kronev pasti meledakkan kepalanya.


Honret berkeringat dingin, ia tidak yakin apakah dirinya bisa menang dari Kronev, terutama Kronev memiliki rank yang sama dengan dirinya tapi bisa menghancurkan kavaleri api hanya dengan memakai 1 kemampuan. Apabila itu Honret, maka ia yakin dirinya tidak akan bisa melakukan hal tersebut.


Honret menatap antara Elos dan Kronev sebelum memilih dengan tegas "Baiklah, kalau begitu aku menerima tantangan tuan Elos. tetapi untuk keadilan maka kita hanya boleh melakukan 1 lawan 1 tanpa mendapatkan bantuan orang lain. Bagaimana? Apakah tuan Elos yang merupakan Tuan Labirin terhormat berani menerima tantangan ini?".


Setelah berpikir selama beberapa saat, Honret tahu bahwa ia tidak bisa menang dari Kronev, namun ada kemungkinan cukup besar untuk menang dari Elos.


Mereka memang berhasil mengalahkan naga bumi, tapi mereka melakukannya secara bersama-sama, jika itu 1 lawan 1 maka naga bumi tidak mungkin kalah.


Karena hal itulah, Honret yakin bahwa ia bisa menang dari Elos selama mereka bertarung 1 lawan 1. Walaupun Elos memiliki aura yang sangat menakutkan dari Ruler of Death, tapi aura belum tentu sesuai dengan kekuatan seseorang.


Elos juga tahu tujuan Kronev menantangnya 1 lawan 1, meskipun Elos tahu bahwa ini adalah jebakan dari Honret tapi ia masih mengangguk "Baiklah, aku menerima tantangan mu! Kalian semua dengar itu, jangan ada seorangpun yang bergerak untuk membantuku, kalian hanya perlu menonton dari samping".


Kronev dan yang lainnya sedikit ragu, bagaimanapun Elos seharusnya tidak perlu untuk repot-repot melawan musuh sendirian.


Pada akhirnya mereka masih mengangguk setuju, lagipula mereka bisa melanggar aturan tersebut apabila Elos akan terbunuh.


Sebenarnya Elos memiliki alasan kenapa ia sangat percaya diri untuk menang melawan Honret, bagaimanapun Elos merupakan pemilik pekerjaan tingkat dewa yang setingkat dengan Dewi Sares.

__ADS_1


Oleh karena itu, Elos memang kalah 1 rank dari Honret, tetapi ia masih percaya diri untuk menang. Sedangkan kemungkinan Honret memiliki pekerjaan tingkat dewa juga, Elos langsung membuang kemungkinan itu sebab selama Honret memiliki pekerjaan tingkat dewa maka ia tidak akan menjadi jendral kavaleri api dari Duke Wock.


"Kalau begitu persiapkan dirimu, jangan menyesal sudah membuat tantangan ini", kata Honret yang menarik pedangnya lalu memasang kuda-kuda untuk bertarung.


Mata Honret menjadi tajam dan aura prajurit rank 4 muncul dari tubuhnya, ia yang sebelumnya terlihat seperti penakut sekarang sudah kembali lagi seperti seorang prajurit.


Melihat Honret yang sudah siap bertarung sepenuhnya, Elos juga mengangkat pedangnya sedikit, aura kematian yang sangat kuat muncul di antara pedangnya.


Mata Elos memunculkan aura kematian seakan-akan siapapun yang ditatap oleh mata tersebut pasti mati "Majulah, jangan kecewakan aku!".


Honret menarik nafasnya, ia memiliki kepercayaan diri untuk menang dari Elos sebab ia memiliki serangan kejutan yang sudah membantunya membunuh banyak musuh kuat.


"Lightning Step", kata Honret yang memunculkan aliran petir pada kakinya.


Tiba-tiba sosok Honret segera menghilang dari tempatnya dan muncul di depan Elos, ia mengangkat pedangnya untuk menebas kepala Elos secara langsung.


Bukan hanya sampai di situ, pedang Honret yang menebas ke arah Elos juga ditutupi oleh petir-petir "Lighting Sword".


Honret yang sebelumnya khawatir bahwa Elos bisa mengalahkannya langsung membuang rasa khawatirnya saat menemukan bahwa Elos sama sekali tidak bergerak, Elos saat ini masih berdiri diam di tempat seakan-akan tidak bisa menyadari gerakan Honret yang secepat petir.


"Itu benar, kenapa aku harus takut? Bukankah alasan Duke Wock memilihku sebagai jenderalnya adalah kekuatan dan kecepatan ku yang tidak terkalahkan, bagaimana aku bisa kalah dari orang yang 1 rank lebih lemah dariku?", pikir Honret penuh percaya diri.


Tapi ketika pedang petir nya hampir mengenai kepala Elos, senyum di wajahnya membeku.


"Tang!".

__ADS_1


Saat ini pedang petir milik Honret dihentikan oleh pedang kematian Elos, bahkan petir yang ada pada pedangnya terus ditelan oleh aura kematian, hal ini menunjukkan bahwa aura kematian Elos jauh lebih kuat daripada pedang miliknya.


Elis menatap Honret dengan kecewa "Apakah ini kemampuan terbaikmu? Jika itu benar maka aku sepertinya terlalu menganggap hebat dirimu sebagai kapten pasukan kavaleri api Duke Wock".


Setelah itu Elos memberikan dorongan pada pedangnya yang membuat Honret terlempar.


Honret yang terlempar sejauh beberapa meter mendarat di tanah dengan tegak, lalu ia terus menggelengkan kepalanya dan menatap Elos penuh rasa tidak percaya "Tidak mungkin, tidak mungkin ada yang bisa menghentikan pedangku, apalagi itu hanya orang rank 5! Ini tidak mungkin!".


Honret yang tidak bisa menerima kekalahan segera bergerak maju seperti petir menuju ke samping Elos dan menebas pedangnya, tapi Elos kembali mengentikan pedangnya lagi.


Sosok Honret terus menghilang baik itu muncul di samping, depan, belakang, ataupun bagian atas Elos, ia tidak bisa menerima bahwa pedang petir yang selalu menjadi kepercayaan dirinya bisa dihentikan dengan mudah oleh Elis.


Wajah Elos sekarang menjadi sedikit bosan, di mata Elos maka gerakan Honret ini sangat lambat, lebih tepatnya Elos bisa melihat semua gerakannya dengan sangat jelas.


"Tidak! Aku tidak mungkin kalah! Aku yang secepat petir ini tidak mungkin bisa dihentikan!", teriak Honret yang masih terus menebas Elos dengan gila, namun tidak peduli bagaimana ia mencoba maka petir nya tidak pernah melukai Elos.


"Cukup, aku sudah bosan melawan mu, kau bisa mati sekarang!", kata Elos dengan dingin, setelah itu tangan kiri Elos yang tidak memegang pedang segera menggenggam kepala Honret.


Honret mencoba melawan dan melepaskan diri dari tangan Elos, tapi Elos memakai kekuatannya untuk mengakhiri pertarungan ini "Ruler of Death".


Aura kematian yang sangat kuat muncul dari tangan Elos dan mengalir ke arah Honret, tubuh Honret yang mencoba melawan keras menjadi semakin melemah.


"Brak!".


Pedang di tangan Honret jatuh ke tanah, ia merasa tubuhnya perlahan-lahan menjadi semakin lemah dan mendekati kematian.

__ADS_1


Honret yang sudah akan mati menatap Elos untuk terakhir kalinya "Ternyata bukan naga bumi yang terlalu lemah, tapi Elos dan para pengikutnya terlalu kuat. Duke Wock, nampaknya kali ini kau memilih lawan yang salah, Tuan Labirin Elos bukanlah sosok yang bisa kita lawan, siapapun yang meremehkannya karena ia merupakan Tuan Labirin paling baru pasti akan menyesal!".


Dihadapan aura kematian milik Elos, Honret menghela nafas terakhirnya dan mati.


__ADS_2