
Ketika Daran menatap Elos yang pergi untuk memeriksa keadaan rekan-rekannya yang lain, Frida menyimpan pedangnya dan berjalan ke samping Daran "Tuan, sepertinya tuan Elos adalah orang yang cukup baik, walaupun ia merupakan musuh dewa tetapi tidak banyak orang yang berani menerima pengkhianat dewa seperti kita, bagaimanapun para dewa pasti lebih menargetkan orang-orang yang sudah mengkhianati mereka. Oleh karena itu, sangat sedikit orang yang berani menerima seseorang yang sudah mengkhianati para dewa untuk tinggal di wilayahnya".
Letias yang ada di sisi lain ikut mengangguk "Sebagai orang yang sudah hidup lebih lama dari tuan, aku sudah melihat banyak orang dan bisa menilai mereka sedikit. Seperti Raja Sanctus V, aku sudah memperingatkan tuan sebelumnya bahwa pria itu bukan orang baik, tapi tuan hari itu masih memutuskan untuk membantunya sebab kalian adalah teman sehingga aku tidak mengatakan apapun kepada tuan lain. Sedangkan Tuan Elos ini, aku bisa merasakan bahwa Tuan Elos benar-benar menganggap tuan sebagai temannya, bukan sebuah alat yang bisa dibuang setelah digunakan".
Daran memutar matanya terhadap saran Frida dan Letias "Tanpa kalian beritahu sekalipun, aku sudah tahu dari awal bahwa Tuan Elos merupakan orang yang sangat baik. Seberapa banyak orang di dunia ini yang akan membawa orang yang hampir mati di tengah jalan, mengobatinya, lalu menyembunyikan lokasinya dari Kerajaan Cahaya? Pada saat itu kekuatan di tangan Tuan Elos bukanlah lawan Kerajaan Cahaya, tapi ia masih membantuku hanya karena ia percaya bahwa aku orang baik. Di dunia ini, seberapa banyak orang yang bisa melakukan hal tersebut? Meskipun ia membantu orang baik, apakah mereka siap mendapatkan masalah dari kerajaan yang lebih kuat hanya untuk membantu orang baik yang tidak dikenal?".
Frida dan Letias mengangguk, mereka harus mengakui bahwa tidak banyak orang seperti Elos, setidaknya mereka selama ini belum pernah menemui orang seperti Elos.
Elos memeriksa keadaan Riona dan yang lainnya.
Saat ini Riona hanya memiliki sedikit luka kecil di tangannya akibat tabrakan dengan pedang Huma, sedangkan Kronev mendapatkan luka yang sedikit buruk.
Ia menerima luka yang cukup fatal dari Huma, jika bukan karena kekuatannya yang kuat serta bantuan penyembuhan Elos maka ia mungkin sudah kesulitan untuk berdiri.
Walaupun lukanya sedikit buruk, tapi itu hanya masalah kecil dan Kronev bisa kembali pulih setelah beberapa hari istirahat.
Lumina dan Tiamat juga sudah selesai mengalahkan lawan mereka, Lumina sedikit terluka sebab ia melawan kekuatan rank 2 yang setingkat lebih tinggi darinya, tapi itu hanya luka-luka kecil sehingga tidak ada masalah sedikitpun pada kesehatannya.
Untuk Tiamat, 2 orang rank 2 tersebut hanya bisa menggores sisik naga bumi miliknya sedikit, selain itu maka tidak ada lagi luka yang ia dapatkan. Nampaknya naga benar-benar monster yang sangat menakutkan, apalagi Tiamat memiliki kekuatan yang Elos berikan kepadanya sebagai prajurit khusus.
__ADS_1
Saat Elos baru selesai memeriksa keadaan semua orang, sedangkan keadaan 4000 pasukan mayat hidup maka Elos merasa tidak perlu memeriksanya sebab pasukan mayat hidup bisa terus dibuat lagi, tiba-tiba sebuah ledakan yang sangat besar terjadi di atas langit.
"Booooom!".
Bola api raksasa terbentuk di atas langit dan ledakan besar segera menutupi langit, tadinya langit terlihat sangat cerah namun karena ledakan itu maka langit segera ditutupi oleh api.
Baik itu Elos, Daran, Letta dan semua orang yang ada di atas medan perang mengarahkan mata mereka menuju langit.
Daran bergumam dengan tegas "Apakah pertarungan utamanya sudah di mulai? Akhirnya kita akan melihat para dewa dan legenda Tuan Labirin kembali bertarung".
Setelah ledakan tersebut, sosok Urmur yang terbang tinggi di atas langit terlihat, ada Hergaf, Tersin, Zamir dan Moran di belakang Urmur.
Urmur melihat ke arah dekat labirin milik Fran, sebuah senyum dingin muncul di wajahnya "Aku tidak pernah berpikir bahwa kau akan datang sendiri ke pengepungan ini, padahal aku sebelumnya berpikir bahwa kau sudah terlalu tua dan akan mati sehingga kau tidak bisa lagi untuk berperang, Ark tua!".
Semua orang menatap ke arah dimana Urmur melihat untuk menemukan seorang pria tua berambut putih panjang dan tubuh yang berotot.
Walaupun ia sudah terlihat cukup tua, tubuhnya masih sangat tegak serta terlihat kuat, semua orang dapat yakin bahwa pria tua ini masih jauh dari kematian.
Pria tua itu duduk di atas sebuah tahta yang terbuat dari kristal, ia duduk dengan aura penuh kebanggan pada dirinya, lalu ada sebuah buku berwarna emas yang ia bawa di tangan kanan miliknya.
__ADS_1
Di belakang pria tua tersebut, terdapat seorang pria muda dengan rambut pirang pendek berusia sekitar 20 tahun dengan sebuah pedang terletak di pinggangnya. Meskipun terlihat sangat muda, aura yang ada di sekitar pria muda itu sangat kuat.
Pria tua yang duduk di atas tahta itu membuka matanya sedikit, sebuah senyuman ramah muncul di wajahnya "Urmur sang Tuan Labirin Langit, Zamir sang Tuan Labirin Dimensi, Moran sang Tuan Labirin Lava, Aruse sang Tuan Labirin Cermin, Borka sang Tuan Labirin Bayangan, dan Nehuf sang Tuan Labirin Kosong, lalu ada Fran sang Tuan Labirin Angin di labirin tersebut yang kemungkinan sedang melawan Ridaf. Siapa yang berpikir bahwa kita teman lama bisa bertemu kembali, aku Ark merasa sangat senang".
"Tapi aku tidak senang", kata Urmur tegas "Ark tua, pemimpin dewa kebaikan yang selalu menargetkan kami para Tuan Labirin, bagaimana aku bisa senang bertemu denganmu disini? Tapi kau seharusnya sudah tidak bergerak lagi sejak ratusan tahun, aku bahkan berpikir bahwa kau sudah mati, kenapa kau memutuskan untuk bergerak hari ini?".
"Kenapa?", kata Ark, lalu sebuah senyum dingin muncul di wajah tuanya "Karena hari ini akan menjadi saat terakhir aku bertemu dengan teman lamaku, Urmur! Oleh karena itu, sebagai teman maka aku harus melihat saat-saat terakhirmu. Bukan hanya dirimu, teman lamaku Zamir dan Tuan Labirin yang lainnya juga akan pergi dari dunia mulai hari ini, sebagai teman lama maka sudah seharusnya aku mengamati waktu terakhir kalian di dunia ini".
Sebelum Urmur bisa mengatakan apapun, Zamir yang lebih pemarah berteriak "Sangat sombong! Ark, aku dulu mungkin bukan lawan mu, tapi selama ratusan tahun ini maka aku terus mengembangkan kekuatanku! Kali ini Tuan Urmur tidak perlu repot-repot untuk turun tangan, aku sendiri sudah cukup! Salahkan dirimu sendiri yang dengan bodoh memutuskan untuk datang kesini!".
Setelah itu Zamir menunjuk ke arah gunung di kejauhan, sebuah lubang dimensi raksasa muncul di gunung itu dan memakan gunung sepenuhnya. Sosok gunung raksasa di kejauhan menghilang bersama lubang dimensi tersebut, tidak lama kemudian lubang dimensi raksasa itu muncul di atas langit dimana Ark duduk.
Perlahan-lahan, gunung raksasa yang sudah menghilang muncul dari lubang dimensi itu, gunung raksasa tersebut jatuh menuju Ark serta para prajurit di sekitarnya.
Gunung raksasa itu jatuh seperti sebuah meteor dari langit, masalahnya ukuran gunung ini sangat besar dan luas sehingga korban yang dibuat oleh tabrakan gunung ini pasti bisa mencapai ratusan ribu orang tanpa masalah.
Elos yang melihat Zamir memindahkan sebuah gunung hanya dengan menggerakkan tangannya merasa terkejut, hal ini membuatnya semakin sadar tentang jarak dirinya dengan Tuan Labirin yang lain. Ini hanya kekuatan pembuka Zamir, bukan kekuatan utama miliknya.
Jika Zamir sudah sekuat ini, maka bagaimana kekuatan Urmur yang dijuluki sebagai Tuan Labirin terkuat di dunia?
__ADS_1