AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 186 : TOREI TERKEJUT


__ADS_3

Berita tentang hasil peperangan itu menyebar ke seluruh dunia yang membuat seluruh orang gemetar, bagaimanapun 1 dari 3 pemimpin kelompok besar sudah mati yaitu Urmur dari Kelompok Tuan Labirin. Belum lagi pembunuhnya adalah 2 dari 3 pemimpin kelompok besar yaitu Ark dan Tersin, banyak orang beranggapan bahwa Kelompok Tuan Labirin sudah berakhir.


Bagaimanapun Urmur yang terkenal paling kuat serta dihormati di antara para Tuan Labirin, dengan terbunuhnya Urmur maka tidak ada lagi yang bisa melindungi kelompok ini.


Ketika banyak orang masih terkejut akan berita itu, mereka lebih terkejut lagi dengan keputusan Ark bersama Tersin berikutnya.


Ark dan Tersin memutuskan untuk menghentikan semua perdagangan serta kerja sama dengan wilayah yang dimiliki oleh para Tuan Labirin.


Selama wilayah itu tunduk kepada Tuan Labirin, maka mereka tidak boleh berdagang lagi dengan wilayah mereka.


Wilayah para Tuan Labirin memang cukup luas, tapi dibandingkan dengan wilayah para dewa baik serta jahat yang menguasai dunia maka itu masih sangat kecil. Apalagi sebagian besar wilayah Tuan Labirin terletak di sudut dunia yaitu tempat-tempat miskin ataupun kekurangan sumber daya, oleh karena itu dengan ditutupnya perdagangan maka hal ini pasti memperburuk kemiskinan di sana.


Semua orang mengerti bahwa Ark serta Tersin berusaha menghancurkan para Tuan Labirin, tapi bukan bertarung secara langsung melainkan menghancurkan pemerintahan serta kepercayaan para penduduk pada Tuan Labirin.


Jika terjadi kelaparan hingga kematian, banyak para penduduk yang setia kepada Tuan Labirin pasti kecewa. Apabila itu hanya berlangsung setahun atau 2 tahun maka para penduduk mungkin masih diam, tapi selama terus terjadi hingga 5 atau bahkan puluhan tahun maka pemberontakan besar-besaran pasti terjadi.


Semua ini tidak lain adalah rencana Ark, ia tidak tertarik untuk langsung membunuh Tuan Labirin ataupun berperang, melainkan meruntuhkan kesetiaan serta pemerintahan di wilayah para Tuan Labirin.


Para pedagang serta kerajaan yang berada di bawah dewa baik ataupun jahat sama sekali tidak berani lagi berdagang ataupun berteman dengan kelompok Tuan Labirin. Bahkan sebagian besar pedagang sudah melarikan diri dari wilayah para Tuan Labirin, mereka takut apabila mereka tetap di sana maka dewa baik ataupun jahat akan menjadi musuh mereka.


Apalagi sejak kematian Urmur, tidak ada lagi yang percaya bahwa para Tuan Labirin bisa terus bangkit hanya dengan seorang anak baru yang mendapatkan warisan kekuatan Urmur.


Orang yang menerima beban paling berat adalah Elos, lagipula para Tuan Labirin secara tidak langsung menganggap Elos sebagai pemimpin baru karena Urmur yang memilihnya, oleh karena itu sebagian besar dari para Tuan Labirin tidak melakukan tindakan sendiri-sendiri melainkan menunggu keputusan Elos.

__ADS_1


Jika Elos mengambil langkah yang salah, semua kepercayaan itu pasti menghilang.


...----------------...


Saat ini Torei baru kembali lagi ke istananya bersama dengan Halra serta seluruh pasukannya.


Ketika tiba di depan istana miliknya, Torei berdiri diam di sana penuh rasa terkejut.


Bukan hanya Torei, melainkan Halra serta seluruh pasukan mereka terkejut sebab istana milik Torei sudah hancur, ada ribuan mayat penjaga ataupun pelayan yang mati di seluruh istana yang sudah hancur ini.


Torei menggertakkan giginya penuh kemarahan, walaupun Torei sebelumnya selalu tersenyum tapi bukan berarti ia tidak bisa marah.


Torei menggertakkan giginya terlalu keras hingga darah jatuh dari mulutnya, walaupun begitu Torei sama sekali tidak merasakan sakit sedikitpun dari luka tersebut sebab istana serta para pengikut setianya yang dibunuh jauh lebih menyakitkan.


Halra yang ada di samping Torei tentunya menemukan rasa sakit di wajah Torei, jadi ia berkata penuh rasa khawatir "Tuan, apakah kau tidak apa-apa?".


Halra mengangguk dan segera memberitahu para prajuritnya untuk menyebar ke seluruh istana, selama masih ada yang hidup maka harus dibantu serta diobati secepat mungkin.


Setelah seluruh pasukan pergi, Halra mengikuti Torei untuk pergi ke ruang utama, lebih tepatnya ruang dimana Torei selalu bermain catur untuk membangun strategi serta seorang kepala pelayan yang selalu menunggu di belakangnya.


Ketika mereka tiba di ruang utama yang juga sudah hancur, Halra jatuh duduk di tanah, ia menutup mulutnya sambil menangis "Kepala pelayan--".


Halra sudah sangat dekat dengan kepala pelayan, lagipula mereka sama-sama pengikut setia Torei yang membuat mereka sudah seperti rekan.

__ADS_1


Meskipun Torei tidak sampai duduk seperti Halra, ia masih menangis sebab kepala pelayan tua saat ini sudah dipenuhi darah.


Rambut seperti janggut putihnya sudah berubah menjadi merah darah. Bukan hanya itu, seluruh pakaiannya sudah ditutupi oleh darah juga.


Jika hanya seperti itu maka Torei tidak akan terlalu marah, tapi pembunuh kepala pelayan ini menggantung tubuh sang kepala pelayan di sebuah tiang kayu.


Mayat kepala pelayan itu digantung seakan-akan menunjukkan kepada dunia kematiannya. Tidak, Torei tahu bahwa tujuan pembunuh ini menggantung mayat kepala pelayan adalah memberinya peringatan.


Torei masih menekan kemarahannya sekuat mungkin, ia sama sekali tidak menangis melainkan menjadi sangat marah.


Torei melangkah maju untuk menurunkan mayat kepala pelayan dari tiang kayu tersebut, bagaimanapun kepala pelayan merupakan rekannya sehingga ia tidak seharusnya diperlakukan seperti ini.


Saat sedang mencoba menurunkan mayat kepala pelayan, Torei menemukan sebuah tulisan di balik tiang kayu ini.


Torei mulai membaca tulisan tersebut, ia tahu bahwa kemungkinan besar tulisan ini merupakan peringatan dari pembunuh para pengikutnya ini, dengan membaca tulisan ini maka Torei bisa menemukan petunjuk tentang siapa yang melakukan semua ini.


Lagipula kekuatan kepala pelayan hanya di bawahnya dan Halra, orang yang bisa membunuhnya pasti bukan sembarangan orang.


[Ini hanyalah awal, selama kau berani mencoba sesuatu yang bodoh lagi ke tuanku maka berikutnya bukan hanya sebuah peringatan! Aku dijuluki Dewa Kematian bukan tanpa alasan, aku sarankan kau tidak melakukan sesuatu yang bodoh lagi atau kau pasti menyesalinya, Torei, atau haruskan aku memanggilmu dengan nama lain milikmu?]


"Brak!".


Torei benar-benar memukul tiang kayu itu penuh kemarahan, matanya menjadi merah seperti darah akibat terlalu marah "Ternyata anjing Locke yang berani melakukan semua ini! Aku tidak pernah berpikir bahwa Locke akan mengirim 17 dewan secara langsung untuk membantu anaknya, apalagi ini adalah Dewa Kematian yang terkenal! Hahahahaha, bukankah kau mengatakan aku akan menyesal apabila terus melawan? Baiklah, kita akan melihat siapa yang sebenarnya akan menyesal di akhir! Aku pasti tidak akan pernah melupakan dendam ini! Grica, kau pikir hanya seekor anjing Locke sepertimu berani melawanku? Aku akan tunjukkan perbedaan kekuatan kita bahwa seekor anjing seperti dirimu bukanlah lawan ku!".

__ADS_1


Tawa penuh kemarahan Torei bergema di seluruh istana yang sudah hancur ini, ia menjadi semakin marah saat mengetahui bahwa Grica adalah orang yang berani melawannya.


Grica memang kuat tapi bagi Torei, Grica hanyalah anjing Locke. Oleh karena itu, di mata Torei maka Grica sama sekali tidak setingkat dengan dirinya.


__ADS_2