AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 57 : GERBANG ES


__ADS_3

"Memangnya apa yang dilakukan Marquis Nate sampai-sampai membuat banyak penduduk yang mati?", kata Elos penasaran.


Pemimpin di antara walikota ini berkata dengan wajah suram "Ia membuat pajak bagi ladang penduduk sebanyak 90% sedangkan 10% nya adalah milik kami, hal ini membuat kami mengalami krisis makanan yang besar. Apabila bukan karena ada beberapa orang yang pergi berburu setiap harinya untuk mendapatkan makanan, seluruh penduduk di kota pasti sudah kelaparan".


"Selain itu, semua wanita yang cantik harus di kirim ke Pulau Nate milik sang Marquis, sebagian besar wanita ini tidak pernah kembali. Menurut beberapa kabar yang tidak diketahui asalnya, para wanita ini dijual sebagai budak atau tidak pernah terlihat lagi. Oleh karena itu, setiap penduduk yang memiliki anak atau adik wanita cantik, maka mereka pasti akan menyembunyikannya. Untungnya para penduduk di kota sudah seperti keluarga sendiri, jadi kami berusaha untuk saling menutupi keberadaan wanita-wanita tersebut".


Elos mengangguk, Marquis Nate ini sudah tidak cocok lagi di sebut sebagai manusia, setidaknya tidak ada dari tindakannya yang benar.


"Kalian tidak perlu khawatir, Marquis Nate pasti tidak akan hidup lebih lama lagi", kata Elos "Aku menerima kalian sebagai pengikut ku, selama kalian tidak berkhianat maka aku akan membawa kalian menuju kemakmuran. Setidaknya kalian tidak perlu lagi khawatir tentang kelaparan, aku tidak menetapkan pajak yang terlalu besar untuk para penduduk ku".


"Terima kasih tuan!", teriak para walikota itu yang berdiri dan memberi hormat pada Elos.


Setelah itu Zeyi membawa para walikota untuk pergi dari sini, hanya ada Elos dan Riona yang tetap di ruangan tersebut.


"Riona, kirim masing-masing kota 100 prajurit untuk berjaga di sana, selain itu semua penduduk dan prajurit kota yang sudah menyerah harus memberikan senjata mereka. Siapapun yang masih membawa senjata maka kita menganggapnya sebagai musuh, setiap musuh harus mati!", kata Elos penuh ketegasan.


"Tidak perlu khawatir Elos, aku akan menyelesaikan masalah ini", kata Riona yang memeluk Elos sedikit sebelum berjalan pergi dari sini, hanya ada mereka di ruangan tersebut sehingga Riona berani bertindak dekat bersama Elos.


Elos yang duduk di kursinya masih membeku, ia terkejut terhadap Riona yang memeluknya secara tiba-tiba.


Elos yang kembali sadar tersenyum pahit, ia menggelengkan kepalanya "Wanita itu, ia bertindak menjadi lebih berani setiap harinya. Jika aku bukan mayat hidup maka--".

__ADS_1


Lalu Elos berdiri dari kursinya, ia berhenti memikirkan semua ini sebab tujuannya sudah ada di depan mata yaitu mengalahkan Marquis Nate. Saat ini ia sama sekali tidak boleh memikirkan terlalu banyak hal tidak penting, jika tidak maka ada kemungkinan Marquis Nate mengalahkan dirinya.


...----------------...


Setelah mendapatkan 8 kota baru yang menjadi bagian pengikut Elos, maka Elos memimpin pasukannya lagi untuk langsung menuju Kota Ruher.


Lumina seharusnya sudah menyerang kota tersebut, namun apakah Lumina sudah berhasil merebutnya atau tidak maka Elos sendiri sama sekali kurang tahu.


Bagaimanapun Kota Ruher berbeda dari 8 kota yang Elos rebut, Kota Ruher dikelilingi oleh tembok batu yang besar, selain itu penduduk serta prajurit yang ada di sana juga jauh lebih banyak. Setidaknya puluhan kali lipat daripada Kota Hiam, oleh karena itu Lumina mungkin belum bisa merebut kota tersebut.


Ketika waktu sudah mendekati malam, Elos dan pasukannya sudah tiba di dekat Kota Ruher. Elos yang menatap Kota Ruher merasa sedikit terkejut, bahkan Elos berpikir bahwa ia menatap ilusi akibat sudah hampir malam.


Setelah memastikan penglihatannya berkali-kali, Elos yakin bahwa semua yang terjadi di depannya ini benar.


"Apa yang terjadi disini?", Zeyi juga sedikit terkejut terhadap semua ini, untuk membekukan gerbang besi sebesar ini maka paling tidak dibutuhkan banyak penyihir es yang merapal secara bersamaan. Masalahnya, mereka sama sekali tidak memiliki penyihir es sebanyak itu yang membuat ini pasti bukan tindakan mereka.


Saat Elos memimpin pasukan untuk melewati gerbang kota, ia juga menemukan bahwa ada banyak sekali prajurit yang berubah menjadi patung es.


Baik itu di atas gerbang kota atau di kota itu sendiri, ada ratusan sampai ribuan prajurit yang menjadi patung es.


"Riona, apakah kau kedinginan?", kata Elos yang menatap Riona di sampingnya, sebagai mayat hidup maka Elos sama sekali tidak merasa kedinginan, namun Riona bisa merasakan kedinginan tersebut.

__ADS_1


Riona menggelengkan kepalanya "Disini memang sedikit dingin daripada tempat-tempat yang pernah kita datangi sebelumnya, tapi aku tidak memiliki masalah untuk menahan dingin ini".


Tidak lama kemudian, seorang prajurit yang memakai baju zirah Kota Ruher datang mendekat.


Melihat prajurit tersebut, seluruh prajurit Elos mengangkat senjata mereka untuk bertarung.


"Tunggu, aku dayang kesini bukan untuk bertarung! Aku datang kesini untuk mengirim pesan kepada tuan Elos dari Laksamana Lumina", teriak prajurit tersebut yang mengangkat senjatanya untuk menunjukkan bahwa ia datang kesini bukan untuk bertarung.


"Turunkan senjata kalian", kata Elos yang mengangguk, prajurit ini hanya memiliki kekuatan rank 9 sehingga jika ia menyerang Elos secar diam-diam sekalipun maka Elos masih yakin untuk bisa melawannya.


Setelah semua prajurit Elos menurunkan senjata mereka, prajurit itu berjalan mendekat dengan wajah penuh ketakutan, terutama Kronev yang terus menatap tajam dirinya dari jauh.


"Apakah anda tuan Elos?", kata prajurit itu mendatangi Elos, Lumina sudah memberitahu bahwa Elos merupakan mayat hidup yang membuatnya yakin.


"Katakan, apa pesan milik Lumina?", tanya Elos tidak membuang waktu lagi.


"Tuan Elos, Laksamana Lumina mengatakan bahwa Kota Ruher sudah direbut, sebagian besar dari pasukan Kota Ruher sudah mati menjadi patung es sedangkan prajurit yang bisa bertahan hidup seperti saya adalah mereka yang menyerah. Selain itu, ada pesan lainnya juga yang mengatakan bahwa Laksamana Lumina akan langsung menyerang Kota Leit, ia yakin bahwa malam ini maka dirinya bisa merebut Kota Leit tanpa masalah", jawab prajurit itu penuh rasa khawatir.


Elos mengangguk "Baiklah, kerja yang baik karena sudah memberitahukan pesan ini. Tapi, apakah kau tahu siapa yang melakukan semua ini pada kota? Terutama gerbang yang sudah hancur dan membeku itu, apakah Lumina juga orang yang melakukannya?".


Prajurit itu segera bergetar ketakutan saat mengingat kejadian sebelumnya, walaupun merasa takut tapi ia lebih takut Elos menjadi marah sebab tidak menceritakan kejadian ini.

__ADS_1


Oleh karena itu, prajurit tersebut mulai menceritakan semua yang ia lihat sebelumnya "Itu benar, Laksamana Lumina yang melakukan semua itu. Lebih tepatnya, Laksamana Lumina seperti 1 orang melawan seluruh kota. Ia hampir tidak pernah memakai mayat hidup untuk membantunya berperang".


__ADS_2