AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 168 : TEKAD HALON


__ADS_3

Senyum mengejek di wajah Ark perlahan-lahan menghilang, bukan hanya Zamir yang berpikir bahwa semua Tuan Labirin pasti tidak akan ikut bertarung, sebelumnya Ark juga berpikir seperti itu.


Tetapi nampaknya ia terlalu meremehkan ikatan antara Tuan Labirin, selain Fran maka semua Tuan Labirin yang lain memiliki kesetiaan yang besar terhadap Urmur dan kelompok Tuan Labirin.


Ark yang sebelumnya meremehkan musuh berdiri dari tahtanya, wajah Ark sekarang sangat suram "Perot, pergi dan kejar semua Tuan Labirin yang mencoba melarikan diri. Hera, kau akan melawan Aruse. Sedangkan para Tuan Labirin yang lain akan dibagi oleh kalian, para dewa jahat! Bagaimana menurutmu, Tersin?".


"Aku tidak keberatan", kata Tersin tidak peduli "Selama tidak ada dari kalian yang mencoba membunuh Urmur maka aku tidak keberatan, bagaimanapun aku masih membutuhkan warisan Tuan Labirin Langit dari ayahku".


Ark sedikit mengangguk "Kalau begitu ayo mulai!".


Tersin ikut berteriak "Fran, kau melawan Moran sedangkan Ridaf melawan Borka dan Nehuf. Meskipun harus melawan 2 Tuan Labirin secara bersamaan, kekuatan mereka jauh lebih rendah daripada dirimu, jadi kau pasti tidak kalah selama berhati-hati. Apakah kau mengerti, Ridaf?".


"Baik, tuan!", jawab Fran dan Ridaf dengan tegas.


Tersin mengangguk lalu melihat ke arah Hergaf "Biarkan aku yang melawan Hergaf, aku belum pernah melihat seberapa kuat dirinya. Oleh karena itu, ini kesempatan yang sangat baik untuk mencari tahu seberapa besarnya kekuatan pengikut yang dijuluki sebagai 3 pengikut terkuat di bawah ayahku!".


Ketika mereka sudah memutuskan rencananya, semua dewa bergerak.


Perot yang bergerak lebih dulu, ia berlari dengan sangat cepat dan melewati semua Tuan Labirin yang lain untuk mengejar Elos dan Halon.


Melihat Perot yang mencoba mengejar, Zamir berkata dengan suram "Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya bahwa selama aku masih hidup, jangan berpikir untuk mengejar Elos dan yang lainnya!".


Zamir mencoba menggunakan kekuatan dimensinya untuk menarik Perot, namun sosok Ark tiba-tiba muncul di depannya.


"Nak Zamir, saat sedang bertarung maka kau harus memastikan musuh yang ada di depanmu, atau kau akan menyesal", kata Ark yang memukul perut Zamir.


Zamir yang sudah menemukan gerakan Ark sebelumnya segera menarik serangannya dari Perot, bagaimanapun ia tahu bahwa selama dirinya tidak mencoba menghentikan serangan Ark maka ia pasti mati.

__ADS_1


"Krak!".


Ketika Ark memukul perut Zamir, ia menemukan bahwa ada perisai dimensi yang menghentikan tinju miliknya "Langkah yang cukup baik, Nak Zamir! Tapi ini masih belum cukup, perisai dimensi ini tidak bisa menghentikan tinjuku".


"Brak!".


Perisai dimensi tersebut langsung hancur di bawah tinju Ark, lalu Ark memukul perut Zamir tanpa ragu yang membuatnya terlempar sejauh puluhan meter.


"Terlalu mudah, mungkin lebih baik bagiku untuk mencoba membunuh Urmur juga", pikir Ark yang melihat Zamir terlempar jauh.


Ark memang bekerja sama dengan Tersin, namun ia adalah orang yang licik. Selama Tersin mendapatkan kekuatan Urmur maka semua rencana Ark untuk menjebak Urmur menjadi tidak berguna, lagipula Tersin yang mendapatkan kekuatan Tuan Labirin Langit sama dengan Urmur ke 2.


Hal ini membuat Ark meyakinkan dirinya bahwa Tersin tidak boleh mendapatkan warisan kekuatan Urmur, hanya dengan cara ini maka ia juga bisa membunuh Tersin disini memakai 1 gerakan sebelum menguasai seluruh dunia.


Saat sudah memikirkan hal tersebut, Ark bergerak menuju Urmur yang berbaring di samping Letta serta Fiora.


Ketika ia baru bergerak, Ark tiba-tiba menemukan bahwa langkahnya terhenti, lebih tepatnya ia merasa seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak.


Sosok Zamir terlihat dari balik asap, seluruh tubuhnya sudah dipenuhi oleh darah akibat pukulan Ark tadi, namun matanya masih dipenuhi oleh tekad "Sebagai pemimpin sementara, bagaimana mungkin aku bisa jatuh saat para Tuan Labirin yang lainnya masih berdiri? Kecuali kau membunuhku, aku pasti akan selalu berdiri!".


"Aku tersentuh karena tekad mu", kata Ark mengangguk "Kalau begitu aku akan membunuhmu dulu agar kau tidak berdiri lagi!".


Ark segera menghancurkan kekuatan dimensi milik Zamir yang mencoba menghentikan gerakannya, lalu ia bergegas menuju Zamir dan mencoba membunuhnya tanpa ragu.


...----------------...


Ketika para Tuan Labirin sedang sibuk bertarung melawan para dewa, Elos dan Halon sudah berada cukup jauh dari medan perang bersama para pengikutnya.

__ADS_1


Waktu mereka sudah akan mendekati batas dari perisai milik Ark, Halon dan Daran menghentikan langkah kaki mereka.


Elos yang menemukan keanehan itu tidak bisa untuk tidak bertanya "Ada apa? Jika kita berjalan sedikit lagi, kita bisa pergi dari sini memakai lingkaran teleportasi".


Halon mengangguk sebelum berbalik ke arah Daran "Kau pergilah! Walaupun aku tidak terlalu mempercayai seorang ksatria yang juga merupakan musuh Tuan Labirin, tapi kau sedikit berbeda! Pergi bawa Elos dari sini, pastikan kau menjaganya memakai hidupmu"..


Daran mengamati Halon dengan hati-hati sebelum mengangguk "Aku mengerti, aku bisa meyakinkanmu dengan pedang ksatria ku bahwa aku pasti melindungi Tuan Elos sampai aku mati sekalipun".


Elos yang cerdas jelas mengerti maksud perkataan Halon dan Daran yaitu ada musuh kuat yang sedang mengejar mereka, oleh karena itu Elos berkata dengan ragu "Halon, kau--".


"Elos, semua orang memberikan kepercayaan mereka padaku, Senior Zamir bahkan mempercayakan ku untuk menjagamu dan aku sudah setuju, jadi aku pasti melakukan apa yang aku katakan", kata Halon tersenyum percaya diri seperti yang selalu ia lakukan "Lagipula aku adalah seniormu, sebagai seorang senior maka sudah menjadi tugasku untuk menjaga junior seperti dirimu! Pergilah, jangan kecewakan harapan kami".


Elos melihat Halon sebentar lagi sebelum berkata "Terima kasih, Halon!".


Setelah itu Elos berbalik tanpa ragu serta pergi bersama Daran dan yang lainnya, ia tahu bahwa Halon yang keras kepala sudah membulatkan tekadnya sehingga tidak ada gunanya lagi mencoba membujuk Halon.


Halon berbalik untuk menunggu Perot yang mendekati mereka dengan sangat cepat, ia berkata kepada Kurt dan Hepior yang masih berdiri di belakangnya "Apakah kalian yakin untuk ikut mati bersamaku? Aku mungkin mewariskan kekuatanku kepada seseorang, oleh karena itu jika aku mati sekalipun maka kalian tidak perlu mati bersamaku".


Kurt dan Hepior saling menatap sebelum tersenyum "Kami akan selalu mengikuti Tuan Halon, bagaimanapun kita sudah melewati banyak sekali keadaan hidup dan mati bersama Tuan Halon. Oleh karena itu, sejak memutuskan untuk mengikuti Tuan Halon maka kami sudah siap untuk mati!".


Halon sedikit mengangguk dan tidak banyak bicara lagi, lawannya kali ini adalah dewa sehingga sebagai orang yang bukan dewa maka hampir tidak ada kesempatan baginya untuk menang, meskipun ia bersama Kurt dan Hepior.


Akhirnya sosok Perot yang mendekati mereka terlihat, senyum ganas muncul di wajah Halon.


Tidak ada rasa takut sedikitpun di wajah Halon saat menghadapi musuh yang jauh lebih kuat dari dirinya, bahkan ada senyuman di wajah Halon.


Ia mengambil sebuah obat dari kantongnya lalu melemparkan obat tersebut ke arah mulutnya.

__ADS_1


"Krak!".


Sebuah suara obat yang hancur akibat gigi Halon terdengar, Halon menelan obat tersebut lalu berkata "Ayo kita mulai pestanya!".


__ADS_2