AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 220 : PERTARUNGAN KAISAR DAN TUAN LABIRIN


__ADS_3

Kaisar membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya, ia tidak pernah berpikir bahwa gerakan Nera di depannya ini akan begitu cepat hingga ia tidak bisa melihatnya dengan jelas lagi. Padahal dari segi kekuatan maka kekuatannya jauh lebih kuat, tapi gerakan Nera di depannya ini sangat cepat hingga membuatnya sulit untuk melihat gerakan tersebut.


Ketika Nera sudah ada di depannya, Kaisar menarik pedangnya dan menebas ke arah Nera, ia mengalirkan kekuatan yang sangat kuat di tebasan ini.


Tetapi saat tebasan pedang itu sudah hampir mengenai Nera, sosok Nera kembali menghilang. Daripada menghilang mungkin lebih cocok disebut bahwa Nera menunduk untuk menghindari serangan pedang tersebut, lalu ia menarik pedangnya juga sebelum menebas menuju kaisar "Ruler of Death".


"Booooom!".


Di istana kaisar yang mewah, sebuah ledakan besar terjadi.


Asap putih dapat terlihat melalui atap di sebuah ruangan rumah kaisar akibat ledakan tersebut, selain ini terlihat sosok kaisar yang terlempar tinggi ke atas langit.


Kaisar terlempar ke langit sejauh ratusan meter sebelum berhenti, ia terbang di atas langit penuh rasa terkejut sebab kekuatan Nera tadi sangat menakutkan.


Ternyata bukan hanya Nera lebih cepat darinya, tapi dari segi kekuatan sekalipun maka Nera tidak kalah dari dirinya juga.


Sosok Nera yang terbang ke depan kaisar terlihat melalui atap istana kaisar yang sudah hancur tersebut, wajah kaisar saat ini sudah sangat suram "Siapa sebenarnya kau? Apabila kau memiliki kekuatan sekuat ini, maka tidak mungkin aku tidak mengenal namamu! Apalagi kau merupakan seorang petualang, seharusnya namamu sudah terkenal di seluruh dunia".


"Bukankah aku sudah mengatakannya padamu tadi, namaku Nera! Seorang petualang yang dipekerjakan putra mahkota untuk membunuhmu!", teriak Nera, aura kematian mengalir kembali di pedangnya dan ia menebas menuju kaisar.


Menghadapai serangan pedang Nera ini, kaisar tidak berani lagi meremehkan. Bagaimanapun Nera memiliki kekuatan yang cukup untuk membunuhnya, oleh karena itu kaisar mengangkat pedangnya yang mengumpulkan aura berwarna emas di sekitar pedangnya.


Aura emas ini berkumpul dari seluruh kekaisaran lalu membentuk sebuah pedang raksasa di tangan kaisar, kekuatan pedang ini sama sekali tidak bisa diremehkan.


Setelah pedang emas raksasa terbentuk pada pedangnya, kaisar berteriak "Kau bisa merasa bangga, petualang muda! Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk melawan serangan terkuat ku, Pedang Kaisar! Sebuah kehormatan bagi petualang rendah sepertimu untuk bisa mati oleh Pedang Kaisar ini, kalau begitu kau bisa mati sekarang dengan rasa bangga!".

__ADS_1


Kaisar menebas pedang emas raksasa ini menuju Nera, berdasarkan kekuatannya maka tebasan kematian Nera sama sekali bukan lawan pedang emas kaisar ini.


Derka yang sedang melawan Lasha tentunya juga bisa melihat pertarungan kaisar melawan Nera, lebih tepatnya seluruh penduduk ibukota bisa melihat pertarungan mereka.


Saat kaisar memakai pedang emas tersebut yang terlihat jauh lebih kuat daripada pedang kematian Nera, Derka tersenyum percaya diri "Lihat itu baik-baik, rekan kelompok petualang mu sama sekali bukan lawan kaisar kami, di bawah pedang emas kaisar maka tidak ada seorangpun yang bisa bertahan! Pertarungan ini sudah berakhir!".


Lasha ikut mengamati ke arah langit, lalu ia mengangguk "Kau benar, pertarungan sudah berakhir".


Di sisi lain, Terfis hanya terus mengamati pertarungan dari samping sesuai apa yang Nera katakan yaitu selama Nera tidak kesulitan melawan kaisar, maka ia tidak perlu membantu.


Ketika tebasan kematian Nera akan bertabrakan melawan Pedang Kaisar, Terfis sudah menutup matanya "Pertarungan berakhir, kaisar kalah! Dari segi kekuatan maka ia tidak lebih lemah daripada tuan, tapi ia memiliki kesalahan fatal yaitu ia tidak memiliki informasi apapun tentang tuan. Sebelum melawan musuh mu maka kau harus mengetahui tentang mereka, hanya dengan cara itu maka seseorang bisa menang!".


...----------------...


Tetapi saat 2 tebasan itu akan saling bertabrakan, kaisar tiba-tiba merasa sakit kepala seperti seluruh dunia sedang berputar.


"Slash!".


Selama kaisar mengalami sakit kepala, ia tiba-tiba merasakan rasa sakit lain dari tubuhnya. Kaisar sedikit menundukkan kepalanya untuk menemukan ada 2 luka tebasan yang sangat besar pada tubuhnya, darah terus berjatuhan dari luka tebasan tersebut.


Kaisar memuntahkan seteguk darah akibat luka itu, 2 luka tebasan pada tubuhnya sangat fatal hingga pasti membunuhnya, tapi kaisar memiliki kekuatan dewa tingkat 7 sehingga ia tidak bisa mati semudah itu.


Kaisar melihat Nera penuh kebingungan "Bagaimana? Bagaimana bisa kau membunuhku? Kenapa tebasan Pedang Kaisar kalah dari serangan milikmu? Pedang Kaisar tidak mungkin kalah!".


"Kau tidak salah!", kata Nera yang ada di sisi lain "Tebasan Pedang Kaisar tidak kalah sedikitpun dari tebasan pedang milikku barusan, melainkan Pedang Kaisar itu sendiri yang membunuhmu. Apakah kau masih belum menyadarinya? Jika 1 tebasan di tubuhmu adalah serangan milikku, maka darimana tebasan pedang yang lain berasal? Bukankah itu dari serangan Pedang Kaisar yang selalu kau banggakan?".

__ADS_1


Sebenarnya Nera memakai kemampuan Tuan Labirin Langitnya, selama sebuah serangan berada di atas langit maka Nera bisa mengubah arahnya, kecuali itu serangan khusus ataupun serangan yang jauh lebih kuat daripada Nera hingga ia tidak bisa membalikkannya.


Untungnya kekuatan Pedang Kaisar sama sekali bukan serangan khusus ataupun lebih kuat daripada Nera, oleh karena itu Nera membalik serangan Pedang Kaisar untuk melukai kaisar sendiri. Di waktu yang sama, tebasan kematian Nera ikut menebas kaisar sehingga kaisar sekarang memiliki 2 luka tebasan yang sangat fatal pada tubuhnya.


Kaisar tiba-tiba teringat sesuatu, ia sudah mendengar baru-baru ini tentang Hera yang dikalahkan oleh Tuan Labirin baru sebab melawannya di langit. Pada pertarungan itu, Tuan Labirin baru selalu membalik serangan Hera agar melukai dirinya sendiri.


Melihat Nera di depannya, kaisar berkata dengan mulut gemetar, ia sudah memikirkan tentang identitas pria di depannya ini "Tidak mungkin! Kau bukanlah petualang yang dipekerjakan anakku, melainkan kau adalah Tuan--".


"Stab!".


Sebelum kaisar bisa menyelesaikan perkataannya, sebuah pedang menusuk dari belakangnya yang membuat kaisar memuntahkan seteguk darah.


Ia melihat ke arah belakang untuk menemukan putra mahkota yang melihatnya dengan dingin "Kaisar, semuanya sudah berakhir! Apabila kau tidak gila terhadap kekuasaan mu dan mundur dari jabatan kaisar sejak lama, maka semua ini pasti tidak perlu terjadi!".


Kaisar tidak peduli terhadap serangan anaknya tersebut, ia berusaha memberikan peringatan kepada anaknya mengenai Nera adalah Elos, bagaimanapun ia masih tidak keberatan jika putra mahkota yang menggantikan dirinya. Tetapi apabila Elos yang menjadi penguasa baru kekaisaran, maka kaisar tidak akan pernah setuju".


Tapi sebelum kaisar bisa berkata lebih banyak lagi, putra mahkota menatapnya dengan suram "Kenapa kau masih keras kepala untuk hidup? Sudah aku katakan, ini merupakan waktunya bagi kekuasaan ku, kekuasaan milikmu sudah berakhir!".


Kali ini putra mahkota menarik pedangnya kembali dan menusuk ke jantung kaisar, tidak peduli seberapa kuat seseorang, selama jantungnya sudah hancur maka ia tidak bisa bertahan hidup lagi.


Kaisar merasa kekuatan pada tubuhnya menghilang dengan cepat, detik-detik kehidupan terakhirnya maka kaisar masih berusaha memberikan peringatan pada putra mahkota "Kau harus berhati-hati, jangan percaya pada--".


Tanpa bisa menyelesaikan perkataan terakhirnya, kaisar sudah kehilangan kekuatan miliknya.


Perlahan-lahan tubuh kaisar jatuh dengan berat ke tanah, kaisar yang sudah memimpin kekaisaran selama ratusan tahun, Kaisar Kuno V akhirnya mati di ibukotanya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2