AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 242 : REGENERASI


__ADS_3

Para prajurit di belakang Aruse segera melangkah maju untuk melawan Chimaera tersebut sedangkan Aruse tetap berada di belakang sambil membuka kipas lipat yang ada pada tangannya, lalu ia mengayunkan kipas lipat itu yang membuat ratusan bilah angin yang tajam muncul lalu menebas Chimaera tersebut.


Setiap kali bilah angin Aruse menebas tubuh Chimaera tersebut maka sebuah luka akan muncul pada tubuh Chimaera, sedangkan para prajurit khusus Aruse langsung memakai kekuatan mereka baik itu api, kutukan, ataupun berbagai kekuatan lainnya.


Walaupun terlihat menyerang secara bersamaan, Elos yang ada di barisan belakang bisa menilai bahwa gerakan orang-orang ini sangat teratur.


Setidaknya mereka tidak menyerang secara sembarangan, setiap orang menyerang dengan hati-hati sambil melindungi rekan mereka yang lain.


Beberapa di antara mereka ada yang menahan kepala ular, singa, ataupun kambing, jadi rekan mereka yang lain tidak perlu khawatir di serang secara tiba-tiba oleh kepala lain dari Chimaera tersebut.


Hanya dengan waktu kurang dari semenit maka sudah ada ratusan luka pada tubuh Chimaera, darah menutupi seluruh tubuhnya hingga membuat ia kesulitan untuk bergerak.


Namun pada akhirnya regenerasi Chimaera kembali terjadi, seluruh lukanya menutup kembali seakan-akan tidak pernah terluka.


"Graaaaa!", menghadapi serangan secara terus menerus dari banyak orang hingga memberinya banyak luka, Chimaera tidak bisa untuk tidak marah.


Setelah mengaum dengan keras, ia melangkah maju lalu menyerang semua orang di sekitarnya dengan gila.


Melihat gerakan Chimaera yang semakin ganas, para prajurit khusus Aruse sama sekali tidak panik. Mereka terus saling bekerja sama dan menutupi kelemahan masing-masing hingga tidak memberi kesempatan bagi Chimaera untuk menyerang mereka, sedangkan Aruse maka ia hanya perlu terus menyerang dari belakang tanpa henti sebab Chimaera itu tidak bisa mendekatinya sedikitpun.


Elos tidak bisa untuk tidak sedikit kagum terhadap kerja sama orang-orang ini, meskipun regenerasi Chimaera sangat cepat tetapi dihadapkan serangan kerja sama Aruse dan yang lainnya ini maka ada kesempatan untuk membunuh Chimaera tersebut.


Kronev yang ada di samping Elos tidak bisa untuk tidak mengangkat palunya menuju pundak "Tuan, ayo maju dan bantu mereka! Nampaknya melawan Chimaera ini sangat menarik, belum lagi selama kita bekerja sama maka kemungkin kita menang akan menjadi lebih besar serta cepat".

__ADS_1


Kronev berpikir bahwa Elos pasti setuju terhadap idenya ini, tapi ia terkejut bahwa Elos menggelengkan kepalanya sebagai jawaban "Kita tidak akan membantu mereka".


Mendengar perkataan Elos, Kronev tidak bisa untuk tidak menjadi bingung "Kenapa? Daripada hanya berdiri disini, bukankah lebih baik bagi kita untuk membantu Aruse dan yang lainnya agar Chimaera ini bisa lebih cepat dikalahkan. Belum lagi aku sudah tidak lama bertarung, aku yakin Chimaera ini bisa menjadi tempat latihan yang sangat baik!".


"Kronev, apakah kau masih tidak mengerti maksud perkataan tuan?", kata Lumina yang sedikit menggelengkan kepalanya "Apa yang tuan katakan itu bukannya kita tidak membantu Nona Aruse dan yang lainnya, tapi kita memiliki tamu kita sendiri sehingga kita tidak memiliki waktu atau tenaga untuk membantu Nona Aruse".


Kronev membuka matanya lebar-lebar penuh rasa terkejut, ia memang tidak terlalu cerdas namun setidaknya dengan penjelasan Lumina barusan maka Kronev mengerti alasan Elos tidak membantu Aruse.


Sebelum yang lain bisa bergerak, Elos menyentuh tangannya ke lantai sebelum berkata dengan dingin "Ruler of Death".


Aura kematian menyebar dari tanah ke seluruh daerah dengan cepat, tidak lama kemudian teriakan kesakitan bisa terdengar dari seluruh sudut ruangan ini.


"Aaaaa", puluhan sosok pria berjubah hitam yang ada di sekitar ruangan ini terjatuh akibat serangan Ruler of Death Elos, tubuh mereka jatuh ke tanah dengan luka hitam yang aneh pada seluruh tubuh mereka. Bukan hanya itu, tubuh mereka menjadi lebih kurus seakan-akan darah dan daging mereka di serap oleh Ruler of Death ini.


"Krak!".


Seluruh area di sekitar Lumina membeku, tapi berbeda dari Elos yang menyebarkan elemen kematiannya ke semua arah, Lumina hanya memusatkan sihir esnya ke sebuah arah.


"Brak!".


Tiba-tiba es milik Lumina hancur akibat kekuatan besar, sebuah suara yang dingin terdengar "Siapa yang berpikir bahwa kumpulan pemula seperti kalian bisa menemukan keberadaan kami, apabila itu Hergaf maka aku bisa menerimanya tapi para pemula seperti kalian seharusnya tidak mungkin bisa mengetahui keberadaan kami. Apakah ini yang sering di sebut sebagai keberuntungan pemula?".


Sosok Tersin dan Fran muncul dari tempat dimana Lumina menyerang sebelumnya, wajah Tersin sekarang sangat dingin seakan-akan melihat musuh terbesarnya.

__ADS_1


Tersin sangat membenci Elos, ia menganggap Elos adalah orang yang mengambil kekuatan Tuan Labirin Langit yang seharusnya menjadi miliknya.


Oleh karena itu, di mata Tersin maka Elos merupakan orang yang paling ia benci, selama ada kesempatan untuk membunuh Elos maka ia pasti tidak akan ragu.


Bersamaan dengan munculnya Tersin, Hergaf bersama Krak dan para prajurit khusus Elos lainnya mengepung mereka.


Hergaf tersenyum dingin melihat 2 orang ini yang sudah dikepung "Tersin, kita akan lihat kemana kau bisa melarikan diri kali ini!".


"Aku melarikan diri? Apakah kalian bermimpi? Biar aku beritahu bahwa aku Tersin tidak takut untuk melawan kalian meskipun kalian ada 100!", kata Tersin percaya diri.


"Kau berpikir masih bisa bersikap sombong?", kata Krak yang juga sangat membenci Tersin karena jika bukan tindakan pengkhianatan Tersin, maka Urmur mungkin belum mati sekarang "Chimaera yang kau banggakan sudah terjebak, hanya masalah waktu sampai Nona Aruse dan yang lainnya bisa mengalahkan Chimaera itu. Sedangkan kalian hanya ada 2 orang disini, apakah kalian pikir bisa menang dari kami?".


Tersin mengamati sekitar, padahal ia sudah membawa banyak orang untuk mengepung Elos dan yang lainnya. Namun siapa yang berpikir bahwa Elos segera menyerang orang-orang miliknya, sekarang semua orang yang ia bawa sudah mati kecuali dirinya bersama Fran.


"Tuan, apa yang harus kita lakukan?", kata Fran dengan khawatir, ia berbicara sekecil mungkin agar tidak ada seorangpun yang mendengar apa yang ia katakan kepada Tersin.


"Apalagi yang bisa kita lakukan? Kita hanya bisa bertarung! Namun aku memiliki sebuah rencana lagi, selama rencana ini berhasil maka kita bisa menang, namun apabila rencana ini gagal maka kita pasti mati! Apakah kau tertarik untuk mencobanya?", kata Tersin dengan suara kecil juga.


Fran menggertakkan gigi sebelum berkata dengan berat "Lebih baik ada kesempatan menang daripada tidak ada sama sekali! Tuan, apa rencananya?".


Melihat Fran dan Tersin sedang berbicara sesuatu dengan suara kecil serta memakai pelindung agar tidak ada seorangpun yang mendengar suara mereka, Elos yang ada di belakang semua orang berteriak "Serang! Jangan beri kesempatan bagi mereka untuk membuat rencana apapun!".


Di antara semua orang, Hergaf maju lebih dulu. Ia mengambil pedangnya dan menebas ke arah Tersin tanpa ragu.

__ADS_1


Orang yang lain juga mengikuti, mereka tidak akan memberikan kesempatan apapun bagi Tersin dan Fran untuk melarikan diri dari tempat ini.


__ADS_2