AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 159 : BERTEMU KENALAN LAMA


__ADS_3

Huma sama sekali tidak panik terhadap serangan Kronev dan Riona yang akan mengenai dirinya, walaupun ia sudah dikepung dari 2 sisi yaitu tombak Riona di sisi kiri serta palu Kronev di sisi kanan tapi wajah Huma tidak berubah sedikitpun.


Yirel yang melihat gerakan Huma sedikit tersenyum "Letta, nampaknya kau tidak bisa melindungi Tuan Labirin Elos, aku yang menang kali ini!".


Letta yang sedang menahan tombak Yirel sedikit melihat ke arah Huma yang sedang memasang kuda-kuda sama seperti Yirel, wajah Letta berubah saat menemukan hal tersebut "Bagaimana mungkin? Bukankah 1 langkah menembus langit merupakan kemampuan unik milikmu? Kenapa anak itu bisa menggunakannya juga?".


"Aku mengajarinya bukan tanpa alasan!", kata Yirel tersenyum penuh kemenangan "Huma dari lahir sudah memiliki kemampuan 1 langkah menembus langit seperti diriku, oleh karena itu aku melatih dirinya! Sebagai kemampuan yang membuat orang bisa bergerak secepat suara, Huma dari awal sudah pasti akan menjadi orang hebat sepertiku. Lebih tepatnya semua orang yang memiliki kemampuan tersebut ditakdirkan menjadi sosok yang kuat, ini kekalahan mu!".


Wajah Letta menjadi suram sekarang, ia tahu bahwa dirinya harus membantu Elos secepat mungkin, namun Yirel di depannya tidak pernah menunjukkan celah sedikitpun. Selama ia mengalihkan perhatiannya dari Yirel, dirinya adalah orang yang akan di bunuh.


Di sisi lain, Huma yang sudah memasang kuda-kuda segera berteriak "1 langkah menembus langit!".


Sosok Huma menghilang dari tempat ia berdiri tadi, lebih tepatnya gerakan Huma terlalu cepat yang membuat dirinya seperti menghilang.


Ia melewati ayunan palu Kronev dengan mudah, bagaimanapun Kronev lebih ahli pada kekuatan daripada kecepatan yang membuat Huma bisa melewatinya dengan mudah.


Berbeda dari Kronev, Riona memiliki kecepatan serta pengamatan yang lebih tajam, apalagi Elos juga memperkuat dirinya memakai Ruler of Life. Jadi Riona masih bisa melihat sedikit gerakan milik Huma, ia memindahkan arah tombaknya untuk menusuk menuju Huma tanpa ragu "Spear of Dark".


Huma yang sudah hampir sama dengan kecepatan cahaya sedikit terkejut, ia berkata penuh penghargaan terhadap tombak Riona yang akan menusuk dirinya "Dengan kekuatan rank 4, kau bisa mengetahui keberadaan ku tanpa masalah! Meskipun kekuatan Tuan Labirin Elos membantumu, namun itu masih sangat hebat! Aku harus mengakui bahwa Tuan Labirin Elos benar-benar memiliki banyak bakat bersamanya, tetapi karena kita adalah musuh maka hal ini membuatku semakin bertekad untuk membunuh kalian!".

__ADS_1


Huma dengan mudah mengayunkan pedangnya dan membuat tombak Riona terlempar, bahkan Riona harus mundur sejauh 5 meter akibat tabrakan itu.


"Kau cepat dan tajam yang berbeda dari wanita Minotaur itu, namun sebaliknya, kau juga memiliki kekuatan yang lemah dari dirinya", kata Huma yang terus berlari menuju Elos, Riona hanya bisa memperlambatnya selama waktu kurang dari 1 detik.


Elos yang hanya bisa melihat gerakan bayangan Huma mengangkat pedangnya dengan panik, ia tidak berharap apapun pada Zeyi maupun Bare. Lagipula baik itu Riona dan Kronev yang lebih kuat dari mereka sama sekali tidak bisa menghentikan Huma, oleh karena itu Elos hanya bisa bertarung memakai kekuatannya sendiri.


Bayangan Huma muncul di depan Elos yang membuat ia menebas pedangnya ke depan, tapi sosok asli Huma perlahan-lahan muncul di belakang Elos sedangkan apa yang Elos tebas hanyalah angin "Dengan ini, berakhir sudah!".


Kekuatan cahaya yang kuat mengalir pada pedang Huma, ia menebas ke arah leher tulang Elos tanpa ragu "Pedang Cahaya, Penyucian Mayat Hidup!".


Ketika pedang Huma semakin dekat dengan Elos dan semua orang berpikir bahwa kemungkinan besar Elos akan mati, sebuah pedang lain tiba-tiba muncul serta menghentikan pedang Huma.


Tabrakan 2 pedang besi terdengar, Huma sedikit terkejut sebab kekuatan dari pedang yang menghentikan serangan membunuhnya kepada Elos jauh lebih kuat daripada dirinya, bahkan Huma harus mundur sejauh 10 langkah akibat tabrakan pedang itu.


"Huma, aku tidak peduli jika kau menargetkan Tuan Labirin yang lain, tapi selama kau berani menargetkan Tuan Elos maka kau harus membunuhku lebih dulu", teriak suara pria dengan sangat keras serta penuh keberanian.


Baik itu Elos, Riona ataupun Kronev sangat terkejut saat mendengar suara itu sebab mereka mengenal pemilik suara itu.


Elos berbalik penuh keraguan untuk menemukan sosok seorang pria dengan baju zirah besi berat berwarna perak serta sebuah pedang perak di tangannya, ia memiliki tubuh yang cukup tinggi serta wajah tampan dengan rambut perak pendek miliknya.

__ADS_1


Ada ketegasan di wajah ini yang menambahkan kesan seorang ksatria pemberani pada dirinya, Elos menatap ksatria ini sedikit tidak percaya "Bagaimana mungkin? Kenapa kau ada disini?".


Pria itu sedikit berbalik untuk melihat ke arah Elos, lalu ada sebuah senyuman di wajahnya "Tuan Elos, anda mungkin memang Tuan Labirin tapi aku tidak bisa duduk diam melihat orang baik seperti anda di bunuh, apalagi aku bukanlah orang yang tidak tahu berterima kasih!".


Bukan hanya Elos dan yang lainnya terkejut, bahkan Huma dan Yirel ikut terkejut sebab orang yang menghentikan Huma adalah jendral rank 1 yang seharusnya berada di pihak mereka.


...----------------...


Beberapa saat sebelum Huma menusuk Elos, 3 orang jendral rank 1 lainnya sedang berkumpul.


Lebih tepatnya terdapat seorang jendral rank 1 wanita dengan rambut merah sepundak serta seorang pria tua dengan jubah penyihir, ia adalah seorang penyihir rank 1 dan bagian dari 5 jendral rank 1 di perang gabungan ini.


Baik itu ksatria wanita ataupun pria tua penyihir itu sama-sama berdiri di belakang seorang pria berambut perak pendek dengan zirah perak seorang ksatria.


Wanita berambut merah itu tiba-tiba melihat ke sebuah arah sebelum berkata "Tuan, lihat! Yirel dan Huma sedang melawan Tuan Labirin baru itu, di sana mungkin ada Letta tapi Yirel dan Huma pasti sudah cukup untuk membunuhnya, dengan ini 1 Tuan Labirin lagi akan hilang. Kita semakin dekat dengan tujuan dari rencana ini, membunuh Urmur dan 7 Tuan Labirin yang lain dengan 1 serangan".


"Frida, jangan kehilangan perhatianmu! Tujuan kita adalah Halon, Kurt dan Hepior! Walaupun rank kita lebih kuat, sebagai tuan labirin dengan pekerjaan setingkat dewa maka mereka bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Oleh karena itu, kita harus menunggu saat yang paling tepat sebelum membunuh Halon", kata pria berambut perak itu dengan tegas, matanya tidak pernah beralih dari Halon.


Wanita berambut merah bernama Frida itu tidak terkejut terhadap keputusan itu, lagipula ia sudah mengikuti pria berambut perak ini selama puluhan tahun yang membuat ia tahu seberapa tegas pria ini "Aku mengerti, aku hanya sedikit bosan sehingga memutuskan untuk melihat pertarungan Tuan Labirin tengkorak itu!".

__ADS_1


"Sudah aku bilang berapa kali, ketika sedang bertugas maka jangan pernah mengalihkan perhatianmu kepada apapun, walaupun itu Tuan Labirin tengkorak sekali--", pria berambut perak yang akan memberikan nasihat ke Frida, namun ia segera berhenti dan berbalik untuk menatap Frida penuh rasa terkejut "Tunggu, kau tadi bilang Tuan Labirin tengkorak? Apakah itu Tuan Labirin baru bernama Fjorten Elos? Yirel dan Huma sedang berusaha membunuh Tuan Labirin Elos itu?".


__ADS_2