AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 244 : KERJA SAMA


__ADS_3

Lumina harus menutup matanya akibat cahaya gulungan sihir milik Tersin yang terlalu terang, saat ia membuka matanya lagi maka ia menemukan bahwa dirinya sudah berada di sebuah ruangan yang berbeda.


Tempat ini merupakan ruangan yang berbentuk seperti labirin dengan ada banyak jalan di sekitarnya, tapi di bagian bawah merupakan air racun yang memiliki warna coklat serta terlihat seperti air mendidih.


Lumina bisa merasakan bahwa kekuatan rank 1 sekalipun harus memakai kekuatannya agar tidak terpengaruh oleh racun di bawah kakinya ini, untungnya Lumina sudah mencapai tingkat dewa sehingga ia tidak perlu khawatir kakinya akan terbakar ataupun melemah akibat racun.


Ketika Lumina masih berpikir masalah racun di bawah kakinya, suara seorang wanita terdengar dari sampingnya "Dimana ini? Tunggu, kenapa tempat ini tiba-tiba banjir?".


Lumina melihat ke arah samping untuk menemukan bahwa orang yang ada di sampingnya yaitu Kronev yang terlihat bingung terhadap perubahan tempat mereka, terutama Kronev menganggap racun di bawah kaki mereka sebagai banjir.


"Jangan terlalu banyak bergerak, air di bawah kaki kita ini bukan hanya banjir melainkan racun! Untuk tingkat dewa seperti kita maka memang tidak ada masalah bertahan disini, namun apabila tidak berhati-hati maka kau mungkin mati akibat racun", kata Lumina mengingatkan.


Lalu sebuah suara pria yang ada di samping mereka terdengar "Kau benar, sebagai hiu maka aku bisa merasakan tempat ini bukanlah air laut atau apapun melainkan racun. Aku juga tidak bisa berenang dengan mudah disini, jika tidak maka aku mungkin akan keracunan".


Lumina dan Kronev menatap ke arah suara itu yang merupakan Krak, saat ini Krak sedang mencoba berenang-renang ringan di atas racun ini.


"Kenapa kau ada disini?", kata Lumina dan Kronev pada waktu yang sama.


Mendengar pertanyaan dingin 2 wanita itu seakan-akan tidak setuju ia berada disini, Krak hanya bisa tersenyum pahit "Aku tidak tahu, tiba-tiba ketika aku membuka mata maka aku sudah ada disini! Jika aku bisa memilih maka lebih baik untuk tetap bersama tuan, sekarang aku khawatir dengan keadaan tuan".


"Kau benar!", kata Kronev memukul kepalanya memakai tangan seperti sudah mengingat sesuatu yang penting "Kita harus pergi mencari tuan sekarang, jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi pada tuan!".


Tanpa menunggu Lumina ataupun Krak, Kronev segera bergegas maju sambil membawa palunya.


Melihat gerakan Kronev tersebut, Lumina hanya bisa menggelengkan kepalanya "Walaupun bertindak tanpa rencana itu tidak terlalu baik, namun aku setuju bahwa kita tidak bisa menghabiskan banyak waktu, mencari tuan serta melindunginya adalah yang paling penting".


Setelah itu Lumina ikut berjalan di air beracun ini mengikuti jalan yang dipilih Kronev.

__ADS_1


Krak ikut berdiri lalu mengejar Kronev dan Lumina, ia juga bertanya "Tunggu, Nona Kronev, bagaimana kau bisa tahu bahwa ini adalah jalan yang benar? Lagipula di antara banyak jalan disini, tidak ada petunjuk sedikitpun yang menunjukkan jalan yang benar".


Kronev yang ada di barisan depan terus melangkah maju sambil berkata dengan percaya diri "Karena aku yakin ini jalan yang benar, tidak perlu petunjuk yang lain!".


Mendengar jawaban Kronev, Krak tidak tahu harus berkata apa, jadi ia hanya bisa menatap Lumina seakan-akan bertanya apakah tidak masalah untuk mengikuti tindakan tanpa berpikir Kronev ini.


Lumina hanya berkata "Apabila saat awal aku bertemu Kronev maka aku pasti tidak mempercayainya juga, tapi setelah mengenalnya selama beberapa saat maka aku mengerti bahwa Kronev mungkin tidak cerdas, namun hampir semua hal yang ia pilih itu benar. Oleh karena itu, kita hanya perlu mengikutinya untuk sekarang, apalagi kita tidak memiliki petunjuk lain".


Krak hanya mengangguk, ia tahu bahwa Kronev dan Lumina tidak akan menipu dirinya sebab mereka sama-sama pengikut Elos sehingga ia tidak perlu khawatir.


Ketika mereka terus berjalan, Kronev tiba-tiba menghentikan langkahnya.


Ia mengangkat palunya untuk bersiap bertarung sambil berkata "Siapa yang berpikir bahwa kita langsung melawan musuh utama, ini sangat menarik!".


Lumina tentunya bisa merasakan apa yang Kronev maksud, jadi ia ikut mengambil pedangnya juga "Nampaknya kita tidak begitu beruntung, Nona Aruse dan banyak prajurit khususnya harus bekerja sama untuk menekan monster ini, apakah hanya kita bisa menang melawannya?".


Tidak lama kemudian, sosok Chimaera muncul di depan mata 3 orang ini.


Kepala singa, kambing dan ular langsung jatuh menuju Kronev, Lumina dan Krak yang ada di depannya.


"Bertarung!", teriak Kronev yang segera melompat menuju Chimaera "Pukulan Gempa!".


Di waktu yang sama, Lumina menyentuh air beracun tersebut "Ice Empress".


Krak berenang dengan cepat menuju Chimaera itu, setelah itu tubuhnya melompat dan ia membuka mulutnya yang memiliki banyak sekali gigi taring yang tajam "Shark Fangs".


Lompatan Krak cukup tinggi, setidaknya ia menargetkan untuk menggigit tubuh ular yang ada pada Chimaera ini.

__ADS_1


"Booooom!".


Palu milik Kronev menabrak wajah singa pada Chimaera tanpa ragu, hal itu langsung menyebabkan suara retakan yang keras pada kepala singa itu.


Air beracun dimana tangan Lumina menyentuh mulai membeku, es itu menyebar dengan cepat hingga membekukan kepala kambing.


Krak sudah menggigit kepala ular raksasa itu, ular tersebut mendesis kesakitan dan menggerakkan kepalanya ke kiri serta kanan akibat rasa sakit itu.


Ketika palu Kronev sedang memukul singa itu, tiba-tiba Kronev sedikit terkejut sebab ia merasakan serangan balik dari kepala singa itu.


"Brak!".


Kronev dipukul mundur oleh dorongan kepala singa itu, ia harus berputar beberapa kali di udara sebelum mendarat kembali beberapa meter dari Chimaera itu.


Sedangkan untuk kepala ular, ia menabrakkan Krak yang tidak melepaskan gigitan dari tubuhnya dengan keras ke tanah. Hal ini menyebabkan Krak harus melepaskan gigitannya serta bergerak mundur, ia tidak tertarik untuk ditabrakkan dengan keras ke tanah.


Di sisi lain, retakan mulai bermunculan di kepala kambing yang membeku.


Pada awalnya itu hanya retakan kecil, tapi retakan itu terus membesar hingga menghancurkan es sepenuhnya.


"Graaaaa!", kepala singa itu mengaum marah akibat serangan Lumina, Kronev dan Krak.


Ia melangkah maju bersama 2 kepala lainnya.


Lumina, Kronev dan Krak sama sekali tidak panik terhadap serangan balik Chimaera yang mendekat, Kronev meletakkan palu besar itu di pundaknya sambil berkata "Chimaera ini memang tidak mudah, setidaknya kepala singa itu memiliki kekuatan yang kuat, ini menjadi semakin menarik".


"Kepala kambing itu juga bisa menghancurkan es milikmu, ini sudah cukup lama dari terakhir kali aku bertarung memakai kekuatanku! Lebih tepatnya sejak melewati rank 1, aku belum memakai kekuatan terbaik milikku lagi, ini benar-benar kesempatan yang sangat baik", kata Lumina tersenyum.

__ADS_1


"Kalian ini benar-benar sangat berani!", kata Krak yang sedikit kagum "Prajurit khusus dari Tuan Elos memang tidak bisa diremehkan!".


__ADS_2