AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.

AKU MENJADI TENGKORAK DI DUNIA LAIN DENGAN PEKERJAAN TUAN LABIRIN.
BAB 72 : TIBA DI PULAU NATE


__ADS_3

Mendengar perkataan Elos, mata Marquis Nate terbuka lebar penuh rasa tidak percaya "Kau gila! Ini sama sekali tidak ada hubungannya degan keluargaku, apabila kau akan menghukum seseorang maka hukum diriku! Kenapa harus membawa-bawa keluargaku?".


"Apakah kau pikir aku bodoh?", kata Elos tersenyum dingin "Selama aku membiarkan keluargamu pergi maka mereka pasti membalas dendam, belum lagi aku tidak yakin bahwa anak-anakmu sama sekali tidak bersalah. Mengingat sifat mu yang seperti ini, aku yakin anak-anakmu tidak jauh lebih baik, mereka pasti kejam seperti dirimu. Pertanyaannya adalah, apa yang dilakukan para penduduk yang sudah lama dendam terhadap keluarga kalian? Mereka sebelumnya takut terhadap pengaruh keluarga Marquis, tapi sekarang tidak lagi".


"Aku yakin ada sesuatu yang menarik untuk dilihat, mungkin anak laki-laki milikmu atau kakak serta adik laki-laki mu dipukuli sampai mati akibat dendam para penduduk. Bagaimanapun banyak dari mereka yang kehilangan keluarga sebab kelaparan akibat dari pajak yang kau berikan sangat tinggi, mereka yang kehilangan keluarganya pasti sangat dendam padamu. Sedangkan untuk para wanita di keluargamu? Hahahahaha, aku yakin mereka bernasib lebih buruk lagi di tangan para penduduk. Apalagi sebagai anggota dari keluarga bangsawan mereka pasti sangat cantik, aku tidak tahu apa yang terjadi para mereka nanti, mungkin mereka dijual sebagai budak setelah para penduduk tidak membutuhkan mereka lagi".


Wajah Marquis Nate berubah menjadi seputih kertas sebab ia tahu bahwa perkataan Elos benar, para penduduk di wilayahnya selama ini sudah menyimpan banyak dendam pada sang Marquis. Bahkan anak-anaknya juga sangat sombong, mereka membunuh orang-orang tanpa ragu hanya karena masalah kecil seperti menghalangi jalan. Oleh karena itu, selama Elos memberi mereka kesempatan membalas maka kemarahan para penduduk pasti meledak, saat itu maka bisa dipikirkan seberapa kejam nasib anak-anaknya.


Marquis Nate langsung berlutut di tanah, walaupun tubuhnya diikat kuat oleh tali tapi ia masih tidak peduli dan tetap berlutut "Tuan Elos, jangan lakukan hal tersebut! Biarkan keluargaku tetap hidup! Jika anda tidak bisa memberikan mereka tetap hidup maka paling tidak biarkan mereka mati dengan damai".


Elos menggelengkan kepalanya "Marquis Nate, kenapa kau berlutut seperti ini? Bukankah kau sebelumnya sangat sombong? Bukankah pada akhirnya aku akan ikut mati bersamamu? Kemana semua kesombongan mu tadi?".


"Tuan Elos, saya tidak berani sombong lagi! Saya juga siap menerima kematian, tapi paling tidak keluarga saya--", kata Marquis Nate yang masih berlutut.


Namun kali ini Elos sudah berdiri, ia berbalik sambil berkata ke Lumina "Penjarakan Marquis Elos sampai waktu ia di bunuh dengan ribuan penduduk yang menontonnya tiba, pastikan para penjaga terbaik menjaga dirinya agar tidak memberinya kesempatan untuk melarikan diri".


"Baik tuan!", kata Lumina membungkuk hormat pada Elos.


Setelah itu Elos pergi bersama dengan Riona dan Kronev, Marquis Nate yang mengetahui bahwa Elos akan pergi berusaha mengejarnya "Tuan Elos, beri aku kesempatan! Paling tidak anak-anakku--".


Sebelum ia bisa menyelesaikan kata-katanya, Lumina menghentikan pergerakan Marquis Elos "Ikut denganku, aku akan membawa kau menuju ke penjara".

__ADS_1


"Pergi! Aku harus berbicara bersama tuan Elos! Tuan Elos, beri aku 1 kesempatan lagi! Tuan Elos", teriak Marquis Nate seperti orang gila, ia berusaha untuk melepaskan diri dari tangan Lumina.


Tapi tangan Lumina sama sekali tidak terpengaruh, ia masih memegang Marquis Nate dengan kuat "Apabila kau masih keras kepala maka aku hanya perlu memakai lebih banyak tenaga untuk membawa mu".


Lumina membawa Marquis Nate menuju penjara, meskipun Marquis Nate berusaha menyerang Lumina berkali-kali tapi itu semua sama sekali tidak berguna.


...----------------...


5 jam kemudian, seorang prajurit berteriak kepada Elos "Tuan, pantai di depan sudah terlihat, ada sebuah pulau yang cukup besar di sana! Belum lagi aku bisa menemukan beberapa bangunan dan tembok kota di pulau tersebut melalui teropong, nampaknya Pulau Nate ada di sana".


Elos mengambil teropong miliknya, ia juga menemukan pulau tersebut.


Bahkan Elos juga bisa melihat keberadaan para nelayan di atas kapal kecil mereka, ketika angkatan laut Elos dan yang lainnya semakin mendekat maka wajah para nelayan ini berubah.


Melihat para nelayan yang sangat ketakutan tersebut, Elos tidak banyak berbicara sebab ia tahu bahwa tidak aneh bagi para pelayan ini untuk takut sebab kapal perang ini mungkin menembaki mereka jika mereka menganggu jalanya kapal.


Setelah bergerak sedikit di sekitar kapal, akhirnya mereka bisa menemukan sebuah pelabuhan yang memiliki sedikit orang.


Pulau Nate ini memang merupakan lokasi perdagangan yang strategi, tapi karena berperang melawan Elos ini maka para pedagang tidak berani datang kesini lagi, paling tidak sampai perang selesai.


Para pedagang selalu seperti itu, mereka hanya peduli terhadap bisnis mereka serta menjauhi perang, hanya ada sedikit pedagang yang berani ikut menganggu jalannya sebuah peperangan.

__ADS_1


Kapal Elos dan yang lainnya mendekati pelabuhan untuk berlabuh, Lumina sudah melepaskan kemampuan armada tidak terkalahkan miliknya sebab tidak ada lawan kuat di Kota Nate menurut Lumina.


Pada awalnya ada perlawan dari para prajurit Marquis Nate yang menjaga pelabuhan, tapi setelah melihat Marquis Nate yang tertangkap di tangan Kronev maka sebagian besar dari para prajurit menyerah.


Beberapa orang belum menyerah sebab masih ada penyihir badai, namun ketika Elos menunjukkan mayat penyihir badai maka semua pasukan musuh menurunkan senjata mereka, mereka memutuskan untuk menyerah.


Elos turun dari atas kapalnya, ia menarik nafas saat menemukan bahwa masih ada sekitar 20 kapal dengan lambang Marquis Nate di pelabuhan "Uang Marquis memang sangat banyak, ia bahkan memiliki banyak sekali kapal ini yang pasti menghabiskan banyak uang".


"Tuan, apakah kita akan segera menyerang Ibukota Nate yang merupakan target terakhir kita atau membiarkan para prajurit beristirahat lebih dulu", tanya Riona untuk memastikan.


Elos menatap bahwa langit sudah semakin gelap, selain itu para prajuritnya terlalu lelah akibat perang ini.


Mereka harus naik ke atas kapal yang hampir belum pernah mereka datangi, lalu mereka juga harus menghadapi badai yang membuat banyak orang hampir mati, yang terakhir adalah perang secara langsung melawan kapal Marquis. Oleh karena itu, pasukan Elos sudah sangat lelah sekarang.


Elos berpikir sebentar sebelum berjalan di depan para prajurit, ia berdiri tegak di depan mereka "Semua prajurit, perhatian!".


Para prajurit yang saling berbicara segera menjadi diam, semua mata menatap Elos.


"Aku tahu kalian sudah lelah tapi Ibukota Nate yang merupakan kota terakhir musuh sudah ada di depan mata kita! Apabila kita beristirahat malam ini dan menyerang besok, musuh kemungkinan besar mendapatkan kabar serangan kita serta memperkuat pertahanan kota tersebut. Namun jika kita langsung menyerang malam ini maka mereka pasti tidak siap, kemenangan ada di tangan kita. Bagaimana para prajurit? Apakah kalian memilih untuk bertarung malam ini atau beristirahat?", tanya Elos menatap tegas semua orang.


Para prajurit saling menatap sebelum berteriak atau mengangkat senjata mereka "Bertarung!".

__ADS_1


Melihat semangat para prajurit, Elos tersenyum "Baiklah, kalau begitu kita akan segera mengakhiri semua perang ini! Semua pasukan, berangkat!".


__ADS_2