
Saat ini Kronev sedang memukul semua mayat hidup yang ada di sekitarnya, tidak peduli apakah itu tengkorak, zombi atau mayat hidup apapun, selama mereka terpukul palu Kronev meskipun hanya sekali maka mereka akan langsung terlempar sejauh puluhan meter atau hancur.
Walaupun Kronev sangat kuat dan tidak terkalahkan, para mayat hidup ini sama sekali tidak memiliki perasaan takut, oleh karena itu mereka terus menyerbu menuju Kronev yang memukul mereka tanpa henti.
Melihat para mayat hidup yang tidak menyerah ini, wajah Kronev menjadi suram "Nampaknya aku masih terlalu baik, kalau begitu aku akan menghancurkan kalian semua!".
Kronev kembali melompat dan bersiap mendarat bersama palunya yang sudah akan memukul tanah "Pukulan Gempa!".
Sebelum palu Kronev memukul tanah, seorang tengkorak dengan tulang berwarna perak bergerak cepat di antara pasukan musuh.
Sosoknya segera muncul di depan Kronev lalu menghentikan palu miliknya.
"Booooom!".
Suara ledakan yang besar terdengar, Kronev menemukan bahwa palunya kali ini gagal memukul tanah, melainkan ada seorang tengkorak dengan tulang berwarna perak yang menghentikan serangan palu miliknya.
Kronev bisa merasakan bahwa tengkorak ini memiliki kekuatan dewa tingkat 9 yang sama seperti dirinya, hal ini membuat Kronev tersenyum semakin lebar "Akhirnya musuh yang sebenarnya muncul! Aku sebelumnya berpikir bahwa diriku akan merasa bosan, namun sepertinya aku salah!".
Kronev mengubah arah palunya, ia mendaratkan kakinya di tanah, setelah itu ia memukul palunya menuju tengkorak tersebut dari depan.
"Brak!".
Lagi-lagi tengkorak tersebut berhasil menahan palu milik Kronev, kali ini Kronev tahu bahwa pertarungan melawan tengkorak ini sama sekali tidak mudah untuk diselesaikan.
...----------------...
Bukan hanya Kronev, Lumina dan Wrath yang ada di sisi lain juga harus menghadapi tengkorak perak yang tiba-tiba muncul ini.
__ADS_1
Meskipun tidak bisa berbicara, tengkorak perak ini memiliki gerakan yang gesit serta serangan yang kuat, hal ini membuatnya tidak kalah dari dewa tingkat 9 yang lain.
Sedangkan Envy bersama yang lainnya yaitu mereka yang memiliki rank 1, maka mereka harus melawan beberapa tengkorak yang memiliki rank 1 juga.
Dengan terganggunya Kronev bersama yang lainnya, para pasukan mayat hidup yang sebelumnya terhalang kembali bergerak maju menuju tembok Ibukota Dyremann.
Para pasukan penjaga yang ada di tembok kota kembali mengangkat senjata mereka untuk bersiap menyambut kedatangan para mayat hidup ini, mereka awalnya berpikir bahwa Kronev dan yang lainnya sudah bisa membawa kemenangan bagi mereka, tetapi mereka tahu bahwa mereka salah kali ini.
Walaupun pasukan mayat hidup terkenal dengan kelemahan serta tidak memiliki pikiran sendiri, namun mereka tahu bahwa pasukan mayat hidup di depan mereka berbeda. Setidaknya para tengkorak perak yang menghentikan Kronev bersama yang lainnya membuktikan bahwa setidaknya ada ahli strategi yang berada di balik semua penyerangan ini.
"Jangan takut, kita akan mempertahankan Tembok Ibukota Dyremann! Sebagai seorang prajurit Tuan Elos, maka kita tidak boleh membiarkan seorang tengkorak sekalipun melewati tembok kota dan menyerang Ibukota Dyremann! Bertarung!", teriak Bare yang ada di atas tembok kota, ia mengangkat pedangnya untuk menarik semangat para prajurit.
Para prajurit di atas tembok kota segera ikut menarik senjata mereka lalu mengangkatnya "Bertarung!".
Pertarungan manusia dan mayat hidup di mulai, untuk naik ke atas tembok kota maka mayat hidup sama sekali tidak membutuhkan tangga, melainkan memakai tangan, cakar atau senjata mereka untuk naik ke atas tembok kota tersebut.
Bagaimanapun tengkorak perak itu hanyalah dewa tingkat 9, sama sekali bukan lawan Tiamat yang memiliki kekuatan tingkat 8.
Ketika Tiamat sedang sibuk membunuh para mayat hidup di sekitarnya, sosok seorang tengkorak dengan tubuh tulang berwarna emas bergegas menuju ke arah dirinya.
Tengkorak emas itu melompat menuju Tiamat sebelum menebas pedangnya.
"Slash!".
Tiamat memiliki tubuh yang cukup besar, belum lagi gerakan tengkorak emas itu cukup cepat yang membuat Tiamat tidak bisa menghindar tepat waktu, oleh karena itu tebasan pedang tengkorak emas itu mengenai dirinya.
Meskipun ia terkena tebasan pedang, Tiamat sama sekali tidak panik menurutnya tidak banyak orang yang bisa melukainya dirinya, lagipula ia memiliki sisik naga yang sangat kuat serta sangat hebat melindungi dirinya.
__ADS_1
Tetapi sebelum merasa percaya diri lebih lama, Tiamat membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya saat menemukan luka goresan pada sisiknya yang cukup kuat hingga darah dapat terlihat dari tebasan tersebut.
Tiamat menatap luka tebasan pada tubuhnya, walaupun luka ini tidak fatal namun Tiamat sangat terkejut sebab tengkorak emas itu bisa melukainya hingga seperti ini.
"Sepertinya aku salah menilai dirimu, jika aku tidak berhati-hati lagi maka hanya. masalah waktu sebelum kau membunuhku!", kata Tiamat yang melihat tengkorak emas itu dengan tajam memakai 3 pasang mata yang ada di 3 kepalanya "Kalau begitu aku tidak ragu lagi, aku akan tunjukkan kekuatan penuh prajurit khusus Tuan Elos, Tiamat sang Naga Bumi!".
Tiamat terbang ke atas langit, lalu 3 kepalanya membuka mulut serta menembakkan api, racun, serta kegelapan ke tengkorak emas itu.
Tengkorak emas ini jauh lebih kuat daripada tengkorak perak, setidaknya dari segi kekuatan maka ia sama dengan Tiamat.
Jadi ia melompat untuk menebas 3 elemen yang ditembakkan melalui mulut Tiamat agar tidak melukai dirinya, setelah itu ia terus bergerak maju untuk menebas Tiamat yang ada di atas langit.
Saat pertarungan terus berlanjut, gelombang mayat hidup semakin berkurang.
Mayat hidup yang tadinya sangat banyak hingga terlihat hampir berjumlah 100.000, sekarang hanya ada kurang dari 10.000.
Melihat bahwa kemenangan sudah ada di depan mata, Bare kembali memberikan semangatnya pada prajurit yang cukup kelelahan di sekitar "Sedikit lagi! Tetap bertahan, kemenangan sudah ada di depan mata! Selama perang ini selesai, maka kalian bisa beristirahat sehari penuh!".
Para prajurit yang sudah kelelahan menemukan bahwa pasukan mayat hidup musuh tinggal sedikit lagi, oleh karena itu mereka semua menggertakkan gigi lalu berdiri kembali untuk bertarung.
Saat pasukan mayat hidup musuh terus berkurang hingga semua orang merasa kemenangan sudah ada di depan mata, getaran yang sangat hebat seperti suara langkah kaki terdengar dari hutan.
Getaran itu langsung membuat semua gerakan pertarungan di medan perang berhenti, mereka melihat ke arah Hutan Kematian yaitu tempat getaran ini berasal.
Bagaimanapun getaran ini terlalu kuat yang menarik perhatian semua orang.
Ketika mereka terus melihat ke arah Hutan Kematian, para prajurit Elos terkejut. Bahkan beberapa prajurit baru jatuh duduk ke tanah, ia melihat ke arah Hutan Kematian penuh rasa tidak percaya "Tidak mungkin! Bukankah pertarungan ini sudah hampir selesai? Jika seperti ini, maka kita tidak mungkin bisa menang melawan musuh!".
__ADS_1
Prajurit baru Elos tersebut berteriak ketakutan, ia merasa sudah tidak mungkin lagi untuk menang saat menemukan sosok yang muncul dari balik Hutan Kematian tersebut.